Memilih Jenis Kelamin Bayi
Informasi yang tersaji dalam buku ini mungkin berguna untuk dijadikan sekedar bahan referensi, khususnya bagi orang Bali (Hindu) yang secara adat dan budaya (agama?) masih sangat terikat dengan pentingnya gender dalam keluarga . Bukan berarti dalam keluarga Hindu Bali ada diskriminasi gender, namun harus diakui bahwa anak laki2 seakan menjadi sebuah ‘keharusan’ terutama yang berkaitan dengan hal2 seperti misalnya penerus garis keturunan keluarga, hal2 yang berhubungan dengan warisan, penerus yang nantinya menyungsung ‘sanggah tua’ dll.
Pertanyaannya sekarang adalah mungkinkah kita bisa memilih jenis kelamin bayi yang diinginkan? Tidak ada jawaban yang absolut. Pun di buku ini, walau katanya sudah didukung oleh fakta2 dan methode2 yg scientific, tingkat keberhasilannya tidaklah 100%. Namun buku ini layak dibaca sebagai sebuah usaha dengan tetap berpegang teguh bahwa semuanya ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Di kalangan orang2 tua kita ada beberapa ‘keto kone’ yang beredar ttg bagaimana misalnya jika kita ingin biar bayi kita nanti laki2 yaitu dengan jalan mencuri centong/suit/sinduk (sendok tradisional) milik tetangga. Masing2 daerah di Bali tentu punya ‘metode’ yang berbeda.
Buku ini berjudul How to Choose the Sex of Your Baby karangan Dr. Landrum B. Shettles, M.D., Ph.D., dan David M. Rorvik. Dalam buku ini ditekankan bahwa pemilihan jenis kelamin bayi sangat erat kaitannya dengan penentuan masa subur yang akurat, teori asam baca, posisi saat berhubungan dll. Menurut buku ini, hal penting yang harus diketahui sebelum mencoba metode ini adalah pengertian kromosom. Sperma laki2 itu mengandung dua jenis kromosom yaitu X yang nantinya pembawa gen female dan Y pembawa gen laki2. Sedangkan sel telur wanita adalah XX. X itu sifatnya kuat, lebih besar, suka kondisi asam dan bisa bertahan lama sedangkan Y itu sifatnya lebih lemah dari X, lebih kecil, suka lingkungan basa, tidak bisa tahan lama tapi karena ukurannya yang compact dan kecil, bisa berenang dan bergerak lebih cepat untuk menuju sel telur. Jika yang duluan mencapai sel telur adalah Y maka hasilnya XY berarti bayi laki2 sedangkan jika yang menang adalah X maka hasilnya adalah XX artinya bayi female yang akan lahir. Jadi jika melakukan hubungan sexual tepat atau dekat2 masa subur misalnya H-1 maka sangat besar kemungkinanjenis kelamin bayinya adalah laki2 karena Y yang akan menang karena Y bergerak jauh lebih cepat dari X dan juga karena pada saat puncak masa subur, kondisinya sangat basa. Begitu pula sebaliknya, jika melakukan hubungan sexual tidak di puncak masa subur, let say H-2 atau H-3 dst, maka besar kemungkinan bayinya female karena kondisinya masih asam dan ingat Y itu sangat lemah sehingga tidak tahan dengan kondisi itu. Singkatnya , menentukan masa subur/puncaknya adalah sangat krusial. Ada beberapa cara yang dipakai yaitu metode CM, BBT dan ovulation kits yang bisa dibeli di apotik.
Dalam buku ini dijelaskan secara panjang lebar ttg bagaimana menentukan puncak masa subur dengan akurat. Selanjutkan dijelaskan juga secara lebih detail bagaimana cara memilih kedua jenis kelamin bayi. Jika ingin bayi laki2 maka timing sangat berperanan super penting, usahakan hubungan sexual dilakukan di saat puncak masa subur/ovulation, klo bisa dalam jangka waktu 12 jam sebelum ovulasi berlangsung karena saat itu akan sangat asam sekali. Kedua, pada masa2 menjelang melakukan hubungan sexual (dari sebulan sebelumnya), usakan si suami tidak memakai celana atau underwear yang ketat2 karena bisa membuat testis panas dan Y tidak tahan panas so ‘keep it cool’. Ketiga, dianjurkan untuk minum kopi yang bercafein 30 menit menjelang berhubungan karena cafein akan membuat si Y mempunyai kekuatan turbo sehingga bisa bergerak lebih cepat. Next, si istri haruslah mencapai orgasme duluan karena akan meningkatkan kadar basa , jadi suami harus tahan ejakulasi dulu, yah at least orgasme bersamaan. Klo bisa si istri haruslah multiple orgasme. Yang terakhir ttg posisi, jika ingin bayi laki posisi yang dianjurkan adalah penetrasi vagina dari belakang sehingga sperma bisa cepat sampai ke mulut cervix. Lalu, jika ingin bayi female maka dianjurkan untuk melakukan hubungan sexual dua atau tiga hari sebelum ovulasi, karena kondisi vaginal masih asam, si istri harus menghindari cafein, usahakan si istri jangan sampai ikutan orgasme dan posisi yang dianjurkan adalah missionary, face to face dimana si suami posisinya di atas.
Popularity: 17% [?]






jd, ini mau nambah anak lg ceritanya. sama istri yg di mana? hehe..
@anton: sssttttt!!!
Catattttt
@imcw : wah gimana teori yg ada dalam buku ini menurut pak dokter?
wah,ternyata bgono toh
nambah ilmu lg ney
jadi gak sabar
hwheheh
@hank noesa, wakakak awas kebablasan!
Hmm…Masih itung masa subur neh…
@Widi: awas meleset
wah…………muantap ne !
harus cepat2 cari pasanganne…………..
@wardi..heheh suud monto nyukla brahmacari
ternyata untuk bikin yg cowok lebih sulit ya, istri harus multiple orgasme… hehehehe
wah pantesan ada yg bilang klo anaknya cewek semua artinya si bapak “kalah” sama si ibu. Hehehe…
Salam kenal bli…
@lenkonk, hehehe pernah ‘kalah’?
terima kasih kunjungannya bli lengkonk, its a honor
Di dalam Veda terutama bagian yang berhubungan dengan Garbhadana Samskara ada beberapa bagian yang berhubungan dengan cara memperoleh anak laki2. Karena dalam budaya Veda posisi anak laki2 sangat penting terutama dalam pencapaian kemajuan dalam kerohanian.
Yang ingin tau lebih kontak saya aja yahhh
Dania’s last blog post..Monkey Award
@dania, wah boleh juga nih infonya. bagi2 dong Bli
Intinya caranya gimana?
Jauhari’s last blog post..Pencegahan yang Tidak Manusiawi ala Bank BNI
@jauhari, paragraph 2 mas
saya simpen dulu Bli,nanti tak cobain.kalo berhasil takkabari dah.
pande’s last blog post..Kegelisahan itu