Kehadiran pengawal pribadi bagi kalangan tertentu (artis, pejabat, pengusaha) sudah menjadi sebuah keharusan dimana fungsi utamanya adalah untuk proteksi diri terhadap potensi2 yang bisa membahayakan jiwa si empunya bodyguard tersebut. Kitapun sebenarnya punya pengawal pribadi. Baru2 ini saya ngobrol2 dengan yang ‘berkompeten’ dibidangnya, ternyata kita (Hindu - Bali) mempunyai bodyguard yang built-in dalam tubuh kita sendiri yang tentunya bisa kita mintai tolong untuk menjaga diri kita dan tidak perlu bayar, cukup nasi wong-wongan dua warna hitam dan putih. Nasi wong-wongan (mungkin disebut berbeda di daerah lain di Bali) adalah nasi putih biasa yg dikukus dan di bentuk seperti bentuk tubuh manusia. Tidak perlu setiap hari cukup di hari2 tertentu saja misalnya, kajeng kliwon, purnama dll. Logikanya semakin sering ‘dibayar’ semakin rajinlah si bodyguard tersebut.

Sumber aslinya adalah Kanda Pat, dimana disebutkan bahwa pengawal tersebut adalah nyama pat (4 saudara) yang menyertai kita saat lahir. Sebenarnya 4 saudara itu sudah terbentuk sejak umur kandungan 6 bulan, merekalah yang ‘menjaga’ kita semasih dalam kandungan dan saat kita lahir saudara empat itu bernama Sang Anta (ari-ari) berada di timur dan bergelar Anggapati, Sang Preta (tali pusar) di selatan bergelar Mrajapati, Sang Kala (darah) di barat bergelar BAnaspati dan Sang Dengen (air ketuban/yeh nyom) di utara bergelar Banaspati Raja.

Empat saudara ini bisa difungsikan sebagai pengawal pribadi kita, saat2 kita berada pada keadaan sulit misalnya lewat di tempat2 wong samar yang suka ganggu bahkan menangkis serangan black magic. Caranya cukup dengan ‘memanggil’ mereka dengan latihan pemusatan pikiran dan ucapkan yaitu (tabik pekulun) “Adi Anggapati, Mrajapati, Banaspati, Banaspati Raja. Ngiring Adi masemadi. Ratu Sang Hyang Agama, tidak subakti ring cokor Iratu, titiang nunas mangda ….(diisi keperluannya apa)”. Tentu saja semuanya tidak instan seperti Doraemon di tv, tergantung keyakinan, keteguhan hati dan kemampuan memusatkan pikiran.

Lalu sayapun iseng search di internet, ternyata masyarakat Jawa tradisionalpun mengenal istilah saudara empat ini tapi dengan nama lain yaitu sedulur papat (saudara empat ) yang mereka percaya selalu menyertai seseorang dimana saja dan kapan saja, selama orang itu hidup didunia yaitu kakang kawah/saudara tua kawah di timur, adi ari-ari/adik ari-ari, getih/darah, dan puser/pusar. Tapi mereka ada satu tambahan lagi yaitu Pancer/badan jasmani.

Popularity: 12% [?]