Masih ingat dengan AADC? Ada Apa Dengan Cinta?, sebuah film remaja yang bertemakan cinta karya Rudi Sujarwo yang sangat populer di tahun 2002. Hari ini kebetulan lagi off dan acara menonton film2 Indonesia merupakan salah satu menu wajib saat hari libur.Biasanya teman2 dari Bali yang bekerja disini banyak sekali membawa koleksi film2 Indonesia dari yang jadul sampai yang terbaru. Kenapa AADC bisa begitu populer? Salah satunya mungkin karena temanya yang ‘ringan’ dan kalau ga salah kemunculannya pas saat2 film Indonesia lagi lesu2nya dan tentu filmnya sendiri cukup asyik, paling tidak untuk saat itu :).
Istimewanya apa AADC ini? Aku sendiri punya kenangan tersendiri. Nonton AADC sampai 3 kali ke Wisata yang di Tamrin. BUkan gila nonton sih tapi memang momentnya yang maksa. NOnton pertama sama adik, nonton kedua sama mantan pacar dan nonton yang ketiga sama mantan pacar lagi satunya. Antrenya panjaaaaaaaang sekali. Loket belum buka orang2 sudah pada antre dan duduk2 disepanjang lantai Wisata. Filmnya sebenarnya tidak wah banget cuman ya itu tadi, kemunculan pas dengan kondisi dimana masyarakat kita lagi haus2nya dengan kehadiran film Indonesia.
Saking seringnya nonton AADC (ditambah beli vcd bajakannya di Kreneng) maka terbersit di pikiran untuk menjadikannya bahan skripsi. BUku2 teoripun dikumpulkan dan judul skripsinya yaitu ‘Apa Apa Dengan Cinta?, A Semantic Analysis’. Ilmu Semantik merupakan salah satu cabang ilmu bahasa yang khusus mempelajari bentuk2 lain dari bahasa misalnya sign2/tanda2, warna2 yang diasosiasikan dengan kondisi tertentu dll, atau singkatnya adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari makna sebuah tanda. Ternyata banyak hal dalam AADC yang bisa dibahas yang berkaitan langsung dengan ilmu semantik itu. Karena semangat 45, tidak terasa skripsipun rampung 80% dalam waktu singkat dan lulus pra-sidang (judul dan BAB I). Sayang sungguh sayang, ketika mau lanjut PAnya bilang bahwa teorinya ga cukup kuat dan object penelitiannya sedikit nyeleneh dibilang. Belum ada yang ngambil film sebegai object. Maka strongly recommended untuk ganti judul. **wtf**. Dan banting setirlah aku mencari judul baru biar cepet lulusnya walau pengerjaannya sama sekali tidak fun, judulnya ‘The Analysis of Class-Changing Affixes in English’.
Lalu kemana AADC yang udah rampung 80% itu? Asli ga sia2. Seorang mahasiwa dari sebuah universitas swasta berminat untuk menjadikannya skripsi dan melanjutkannya (yg notabene tinggal kesimpulan aja). Demi idealisme (dan juga uang) maka bahan skripsi AADCpun dilepas dengan bandrol 2 juta rupiah. It is worth it. Nilainya A :), sayangnya uangnya ga pernah aku terima sampai sekarang —d*mn—
Popularity: 12% [?]






December 23rd, 2007 at 10:00 am
duh kasian bli nozk
cariin rentenir gen bli
whehhehe
iklasin ja
itung2 bantu temen
December 23rd, 2007 at 2:54 pm
@hank_noesa, iya nok..yang penting idealisme jalan
December 24th, 2007 at 5:43 am
aduh pedalem deh bli made, TA ditolak, pis masih sing maan
beh buung be maan traktiran ne
peace bli..mecande!!
December 24th, 2007 at 7:42 am
lho sering ke KFC (kreneng food centre )enak no…
klo kesana paling saya suka beli srombotan dan ditraktir babi guling hikss…
December 24th, 2007 at 3:52 pm
@adek&baliazura, traktir di kreneng nyak? LOL KFC kreneng food center..agh kangen suasana itu dan pengamennya
December 25th, 2007 at 6:50 am
walah kok 2 jutanya ga ada..? si mahasiswa tersebut tidak membayarnya alias kabur..?
halaaaahh
December 25th, 2007 at 3:40 pm
hahaha, begitulah dosen2 kita. ga nyambung sama ide2 baru. padahal keren banget tema skripsinya.
December 25th, 2007 at 4:05 pm
@anton, dosennya zaman bahula bang qeqeqe
December 27th, 2007 at 5:29 am
nyak..nyak…
traktir serombotan dikreneng