Tak Ada Arak, Jack Daniel OK

Karauhan sewaktu upacara keagamaan berlangsung, tak hanya terjadi di Bali. Sameton Bali yang berdiam di Miami pun terkadang mengalami peristiwa serupa.
Made Suardana, karyawan hotel berbintang Parrot Cay Resort Providenciales City, Miami, Amerika Serikat, menuturkan, saat pamangku sedang menguncarkan puja menghaturkan banten persembahan, seorang teman dekatnya yang semula tak menunjukkan tanda-tanda aneh, sontak bangun. “Dia berteriak-teriak, ngamigmig dengan bahasa yang sulit dimengerti orang banyak,” tutur pemuda asal Desa Suana, Nusa Penida, ini.

Pandangannya kosong, tangannya gemetar. Warga lain yang berada di sampingnya dibuat terkejut, sebelum akhirnya mereka beramai-ramai memegang orang yang karauhan ini. “Saya tidak tahu persis kualitas karauhan-nya dan kami takut terjadi sesuatu yang tak diinginkan, makanya berusaha mengawasi,” lanjut Suardana.
Di tengah-tengah teriakan tersebut, orang yang karauhan menyebut-nyebut bahwa Ida Batara yang rauh (datang). Sayang tak ada mengetahui secara pasti, siapa Ida Batara yang dimaksud. Mereka pun mengira-ngira, yang rauh itu adalah Ida Batara yang disatanakan untuk dipuja di plangkiran itulah yang turun. “Karauhan hanya pada saat-saat tertentu, misalkan ada kurang sarana upacara. Orang yang krauhan juga berganti-ganti,” tambah sameton Bali lain di Miami, Dewa Oka
Selain berteriak dan menyebut nama Ida, orang yang karauhan ini juga minta diberikan arak, minuman keras khas Bali yang biasa dipersembahkan saat menggelar upacara. Terang saja permintaan demikian membuat sameton Bali lain yang ikut sembahyang saat itu kebingungan. Di seantero Miami tak ada menjual arak. Minuman keras memang diperjualbelikan, namun bukan arak.

Dalam kebingungan itulah, tutur Suardana, ada yang menganjurkan supaya arak digantikan saja dengan minuman keras setempat, seperti Jack Daniel. Setelah diberikan Jack Daniel, teriakan orang karauhan ini mereda. “Eh, kemudian dia malah makan dupa yang masih ada bara apinya,” trang Suardana.
Kejadian lain juga pernah dialami pamangku yang sedang melakukan kewajiban mengantarkan bakti. Di saat pamangku sedang nguncarang mantra, kata Made Agus, warga Bali yang sama-sama tergabung dalam Banjar Ceng Blong, tiba-tiba Jero Mangku tak bisa berbicara. Suaranya menghilang, seperti orang bisu.
Saat itulah ada temannya yang kebetulan sempat memperdalam ilmu kebatinan pada salah satu perguruan ilmu kebatinan di Bali ini datang mendampingi sang Jero Mangku. Keduanya kemudian bercakap-cakap tanpa ada banyak yang tahu artinya. Akhirnya, sang Jero Mangku tadi bisa melanjutkan puja mantranya. “Pada saat seperti ini rasanya kami tiada beda dengan di Bali, terkecuali dibedakan tempat dan lokasi persembahyangan,” tambah Made Suardana. Bagi warga Bali, karauhan bukanlah sesuatu yang aneh. Malahan, pada beberapa tempat suci di daerah ini, bila menggelar satu upacara akan merasa kurang lengkap bila belum ada warga karauhan. Melalui media karauhan itulah biasanya krama pangempon di tempat suci bersangkutan mengetahui kekurangan upacara sekaligus mendapat petunjuk-petunjuk yang mesti dilakukan.
Tapi bagi kebanyakan orang di Miami, sameton Bali yang karauhan justru menjadi tontonan memikat. “Apalagi bila sampai menyaksikan secara nyata ada sameton karauhan yang berani makan dupa dengan api menyala-nyala,” tambah Dewa Oka

Popularity: 8% [?]

Artikel yang Lain

7 Responses to “Liputan Majalah Sarad Bali (2-end)”

  1. anima INDONESIA Says:

    wedew :| bisa begitu juga yah..

  2. Made UNITED STATES Says:

    @anima, yep spirit Balinya masih kebawa :)

  3. antonemus INDONESIA Says:

    Hahaha, ini lucu sekali. arak trnyata bisa diganti Jack Daniel. Orang kerauhan di Miami mungkin beda selera sama yg di Bali.

    Btw, mau dong cerita detailnya bli. Tulis gen di blog bli Made crita2 itu. Ntar aku tinggal colong buat balebengong.net. Hehe..

  4. Made UNITED STATES Says:

    @antonemus, my pleasure. mungkin saya bisa diarahkan dengan pertanyaan2 dari pak anton, lalu situ yang bikin storynya :) saya mah ga mumpuni bikin yg sesuai dengan bahasa pers :)

  5. wira INDONESIA Says:

    Bli Made, trus pakaiannya gimana? Pakai kamen, kebaya, destar spt di Bali nggak? Atau pakai selendang aja.

    *siapa tau nanti saya bisa kerja disana, hehehehe

  6. Made UNITED STATES Says:

    @wira, pakaian lengkap bawa dari Bali, ada juga yang ‘alakada’, bisa liat pic-nya di postingan terdahulu yg sembahyang purnama :)

  7. stey INDONESIA Says:

    Jack D boleh deh..tapi saya lebih suka Black LAbel ik gimana..

Leave a Reply