Kenapa TKI Bali disukai di luar negeri?
TweetSaturday, January 5th, 2008
Tidak bisa dipungkiri bahwa jumlah TKI dari Bali yang bekerja di luar negeri jumlahnya tidak sedikit. Mereka tersebar di kapal2 pesiar/yatch, resort2 lepas pantai/pulau2 pribadi dan juga di daratan US baik itu legal atau illegal. Ada wacana berkembang sejak dulu bahwa para employer itu menyukai TKI khususnya yang berasal dari Bali. Menurut pengalaman dan pandangan saya, ada beberapa alasan untuk mendukung rumor tersebut, TKI dari Bali itu pada umumnya:
1. Ulet/pekerja keras
2. Jujur
3. Penurut
4. Selalu Merasa Untung, wah untung tidak sampai begini, untung tidak sampai begitu..untung dapat kerja diluar negeri
5. Tidak ada budaya komplain
6. Budaya Yes Sir-nya tinggi
7. Budaya Koh Ngomong-nya terbawa2. Agh biarlah sudah karma kita ![]()
8. Mau terima tanggung jawab lebih dari yg diexpect
9. Friendly, over friendly, binatang piaraan tamupun disapa ‘how are you’, buka’in pintu buat tamu sambil menunduk rendah sekali seperti ‘haiknya’ orang Jepang.
10. Flexible dan toleransinya gede atas jam kerja. 8 jam,9 jam 10 jam, 15 jam kerja selalu OK ![]()
- Mudahnya Cari Kartu Kredit di Karibia
- In Bali We Call it Goak
- Pegawai Negeri, Mimpi dan Gengsi yang Dibeli
- Pecadang Kuang (lagi)
- Insiden SIM Indonesia di Karibia
- Bekerja di Kapal Pesiar - Pendahuluan
- Ketika Nama Orang Bali Di-Inggris-kan
Posted in Karibia Follow responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.



January 5th, 2008 at 9:57 pm
salam kenal juga! met thn baru ya
January 6th, 2008 at 4:44 am
Sayang budaya nomor 1 tidak tampak atau jarang tampak pada kebanyakan pemuda di Bali. Tidak heran ladang pekerjaan di Bali diambil oleh orang luar Bali.
January 6th, 2008 at 12:50 pm
@imcw, betul dok. plus budaya gengsi orang Bali lumayan tinggi untuk bidang2 pekerjaan tertentu, leadership kurang.
@sherly, thank u mbak dah singgah
January 7th, 2008 at 1:17 am
#imcw
Di Bali, orang Bali jual tanah beli bakso, orang Luar jual bakso beli tanah. Hehehe
January 7th, 2008 at 1:51 am
@wira LOL LOL
January 7th, 2008 at 4:50 am
Harusnya gitu kan?
Wong ya Bali itu sip karna pelayanannya
January 7th, 2008 at 2:23 pm
@Nike, yap
kapan hanimun ke Bali?
January 7th, 2008 at 5:05 pm
nomor 9 lucu tuh, bli. hehe.
abis ketawa lalu urun pendapat ya, bli.
soal etos kerja itu, menurutku faktor perantauan memang penting. orang kalo udh merantau itu cenderung nekat. mau kerja apa pun. lihatlah betapa transmigran bali di banyak tempat justru terkenal sbg orang yg hebat dan ulet. dalam konteks lain mungkin ya TKI juga.
tp di bali, justru nak jawa yg cenderung ngambil pekerjaan informal dan terkenal ulet. ya, karena mereka merantau. tp di kalau nak jawa di kampung juga sami mawon: mualasnya pol.
jd tiap orang, entah orang mana pun, punya semua poin yg disebut bli made. tp faktor stereotipe alias gambaran umum yg belum tentu benar kemudian berperan penting.
ya, kurang lebih gitulah. kalo kurang jangan ditambah, kalo lebih jangan dikurangi. ntar kena karma. hahaha..
January 7th, 2008 at 5:52 pm
@antonemus, yang no 9 memang asli kejadiannya, saya sendiri malah risih liatnya. friendly dan willing to serve sih memang harus kali ya klo kerja di hospitality cuman kita juga harus bisa ‘berdiri tegak’ bahwa kita pekerja pro. saya kurang sreg dengan mental pelayan yang terlalu membabi buta.
betul sekali ttg pendapat bli anton ttg mental orang perantauan itu. kakak nak jawa, biar dari sumatra ato kalimanatan tetep nak jawa :), menarik sekali terutama yg ‘cenderung nekat’. jadi merasa sendiri niy hehe. pokoknya tidak ada gengsi2an krn ga ada yg dikenal kali ya. biar kata s1 ato s2 di Bali, disini serabutan juga OK. nasib..nasib
January 8th, 2008 at 7:30 am
Masak sih..wah jadi kepikiran ganti pembantu jadi orang Bali?hahaha..engga ah udah cocok ma yang sekarang..
January 8th, 2008 at 1:53 pm
@stey, saya mo jadi pembantu situ asal bayarannya 30jt/bulan nett. 6 hari kerja 9 -5
hehehe
January 13th, 2008 at 12:54 am
udah lama ga kesini, ternyata ganti tampilan nih
emang semua tki dari bali rata2 begitu ya bli?
January 13th, 2008 at 6:38 pm
@adek, iya ni biar suasana baru, ga semua si, rata2 aja, secara umum
January 14th, 2008 at 12:06 pm
he2… ada2 saja… tapi saya setuju nih… org indonesia tuu emg manutan bgd…
oia blognya baguss… boleh dunx tukeran link…
terimakasihh..
January 15th, 2008 at 12:50 am
@gege, thanks dah mampir. tukeran link? siapa takut
January 22nd, 2008 at 1:23 pm
Salam kenal,
Orang orang Bali memang sudah disukai sejak jaman VOC ketimbang orang orang Jawa dalam konteks perbudakan jaman VOC. Salah satu ciri yang disukai oleh majikan budak pada budak budak dari Bali adalah lebih tulus dalam bekerja tidak suka akal akalan.
Berjalan lebih tegak dibanding budak dari Jawa yang suka membungkuk bungkukan badannya didepan majikan. Masyakarat Bali tempo dulu memang tidak lebih feodal ketimbang Jawa.
Apa yang terjadi sekarang mungkin Bali banyak menerima pengaruh dari Jawa tentang bagaimana melayani jadilah dia membungkuk bungkuk begitu.
Tapi ada satu kelemahan budak dari Bali yang “ditakuti” oleh majikan yaitu budak dari Bali bisa mengamuk bila diperlakukan tidak manusiawi. Budak dari Jawa tak memiliki karakter itu.
Itulah kisah jaman perbudakan. Sekarang kita sudah merdeka, kita bukan budak lagi seperti dulu tapi karakter tak bisa hilang saya rasa.
January 22nd, 2008 at 7:15 pm
@wibisono, ulasan anda menarik sekali, bisa dijelaskan dikit lg ga karakter budak Bali yg ‘ngamuk’ itu
February 1st, 2008 at 1:55 pm
Yah bagus kalo orang Bali disenangi diluar,tapi kalo ‘kole’ lihat orang dari indonesia memang penurut kerja di negeri orang soalnya kita kerja kasarnya dan pendidikan masih minim dan budaya koh ngomong ,de ngaden awak bisa, Pang anak lenan ngadanin(jangan nganggap diri tahu biar orang lain yang menilainya)makanya terus jadi bawahan,Kalo kita bunya bakat berarti kita harus ngomongnya dalam artian Kita ngangap diri bisa biar orang tidak menganggap bisa pasti kita jadi maju jadi bersaing dinegeri orang,biar jangan kayak di malaysia kita Indonesia lebih rendah derajatnya ketimbang orang Philippin,Dan kalau diluar jadi pekerja ulet,rajin dan JUJUR kenapa bekerja dinegeri sendiri bisa bersaing,jadi penurut dan jadi pintar “PENIPU(KOROPSI)”Kalo kita ulet,jujur,rajin negeri ini tidak bisa ditandingi oleh negeri orang Kannn?
Indonesia KAYA LO;NoesaPenidaTULEN
February 11th, 2008 at 4:12 am
@devari:
Ada sebuah novel yang akan diterbitkan oleh LKIS Jogja tentang perbudakan jaman VOC. Pada waktu itu budak dari Bali adalah budak yang paling populer hingga terdapat 13000 lebih budak dari Bali di Batavia.
Itulah sebabnya beberapa kata dalam bahasa betawi berasal dari bahasa Bali antara lain: bareng, gedeg, dong, gulem, mererot dst…
Novel itu menceritakan romantisme perbudakan, judul novelnya “Budak Pulau Surga”.
Saya tak bisa ceritakan banyak karakter budak itu, belum baca soalnya. Nama nama tokoh dalam novel itu antara lain Jenakih, Silur, Jablah, Kopin, Babah Liong, Gangsar, Berit dll
February 11th, 2008 at 12:20 pm
@wibisono, waaaa seru, tolong update ya nanti klo novelnya sudah terbit. Thanks bro
April 4th, 2008 at 4:14 am
Bli..
kurnan saya juga kerja diluar..
cuma dia di kapal..sekarang lagi di new orleans.
mana sih enakan kerja dikapal ato didarat..(secara benefit..heheheh, maklum ibu - ibu)
bli enak, dadi ngajak kurnan ditu. kalo saya harus menunggu dirumah sambilang ngempu..hiks..
beneran ga sih, gaya hidup TKI asal bali ditu cenderung free sex (curiga mode on)
secara benefit? maksudnya penghasilan? hmmm saya kurang tahu ya klo di laut. ga pernah soalnya. denger2 sih pg ga jelas semua, yg dilaut pada bilang di darat lah yg lebih besar sementara yg di darat bilang, yang di laut yg lebih besar
free sex? saya tidak pukul rata, tp lebih dari 50% begitu (penomena di sekitar saya).
May 9th, 2008 at 1:16 pm
lg bongkar2 tulisan lama..
ngenah ti nak bali
untung disana ngga kenal bali banyak liburnya
dani’s last blog post..Menanggapi Kesalahan Menulis Blog
May 9th, 2008 at 2:03 pm
dani hehhe, i wish banyak juga liburnya di sini tp ga bisa
devari’s last blog post..eBlogari: Ngeblog untuk Publikasi Dunia Teknik Sipil
August 31st, 2008 at 12:36 am
pengumuman untuk teman-teman yang bekerja di luar negeri.
Saya dan teman-teman ngayah untuk buat majalah khusus pekerja Hindu (oplah 2000 eks). namanya Daksina Plus, segmennya pengusaha dan pekerja Hindu lokal, nasional dan internasional. Tyang sedang mencari teman-teman diluar negeri yang mau jadi kontributor (tulis artikel, puisi ato apa kek) dan agen nyebarin majalah (gratis). Yang mau ikut gabung untuk Bali please kontak tiang di daksinaplus@yahoo.co.id
January 27th, 2009 at 8:55 pm
numpang lewat
January 27th, 2009 at 9:40 pm
PENJELASAN NO
1.ULET DAN PEKERJA KERAS?
SAYA AKUI ORANG BALI MEMANG PEKERJA KERAS TAPI HANYA KAUM WANITANYA SAJA SEDANGKAN YANG PRIA ASIK BERJUDIDAN MABUK2AN DAN MALAS BERKERJA
2.JUJUR?
BOHONG KALO DI BALI ADA ORANG JUJUR ,DI BALI LEBIH BANYAK PENIPU DARI PADA MALING DAN MALINGPUN KITA HARUS IMPORT DARI NEGERI JEMBER MAKA DARI ITU JARANG SEKALI ADA ORANG BALI YANG KAYA RAYA KARENA UNTUK URUSAN MALING AJA KITA HARUS IMPORT,BAHAKAN SALAH SATU TEMPAT PARIWISATA (G-LAND) DI PULAU JAWA DI AKUI MILIK BALI.
MANANYA YANG JUJUR?
3.PENURUT?
MEMANG WANITA BALI MEMANG PENURUT SAMPAI-SAMPAI WANITA KERJA YANG LAKI2 MAIN JUDI DAN MABOK2AN ALIAS MENGGANGUR
4.HANYA ORANG BODOH YANG BERKATA SEPERTI ITU
5.TIDAK ADA BUDAYA KOMPLAIN?
MEMANG BUDAYA TIDAK ADA YANG KOMPLAIN,KARENA SEMUA MAYORITAS SUKA MAKSIAT(FREE SEX) ALIAS KUMPUL KEBO DAN MABUK-MABUKAN JADI SEMUA BUDAYA SUDAH KOMPLIT DAN SUDAH TERBIASA SO GAK ADA YANG KOMPLAIN
6.BUDAYA YES SIR NYA TINGGI?
AKU SENDIRI BELOM PERNAH LIAT KATA YES SIR DENGAN TULUS ALIAS SEMUA MENGHARAPKAN IMBALAN ITU YANG AKU TIDAK SUKA
7.NO COMMENT
8.MAU TERIMA TANGGUNG JAWAB YANG LEBIH?
YANG MANA?GUE BELUM PERNAH LIAT TUH YANG KAYAK GITU.
YANG GUE TAHU ORANG BALI TUH BERANINYA KEROYOKAN KAGAK ADA YANG BERANI MAJU ONE BY ONE.
YANG BALI ANDALIN CUMA PECALANG YANG GAYANYA SOK ABIS MENGALAHKAN PENGAWAL ISTANA PRESIDEN ITUPUN BERANINYA MAIN KEROYOKKAN AKU SENDIRI MALU MENGAKUI KALO AKU BERASAL DARI BALI
9.OVER FRIENDLY SAMPAI2 BINATANG PIARAAN TAMU DI SAPA how are you?
BENER BRO GUE JUGA MERASA RISIH DENGAN OVERNYA ITU MALU-MALUIN AJA.
MUNGKIN ORANG BALI BELUM BISA MEMBEKAN MANA MAJIKAN DAN MANA YANG BINATANG PIARAAN SAMPAI2 ANJINGPUN DI SAPA “how are you”MENGHORMATI SIH MENGHORMATI TAPI BUKAN BEGITU CARANYA APAKAH GAK ADA YANG LEBIK BAIK DARI ITU?
10.FLEKSIBLE YANG MANA DAN TOLERANSI YANG MANA YANG GEDE?BELUM PERNAH LIAT TUH GUE.
JANGAN SALAH YA…BRO ORANG YANG BERKERJA DI LUAR NEGERI MEMANG DIA BERANGKAT ATAS NAMA BALI ALIAS DIA KERJA DI BALI TRUS DAPAT KERJAAN DI LUAR NEGERI JADI BALI HANYA NUMPANG LEWAT AJA YANG AKU TAHU LEBIH BANYAK PENDUDUK LUAR BALI YANG BERKERJA DI LUAR NEGERIYANG LEWAT BALI.
SORRY BRO GUE POSTING DEMIKIAN KARENA YANG GUE TAHU BALI MEMANG SEPERTI INI KEADAANYA
February 22nd, 2009 at 5:26 am
@devari:
seperti yang saya janjikan, berikut informasinya:
Judul : Budak Pulau Surga
Penulis : Dr Soegianto Sastrodiwiryo
Tebal Buku : xii + 486 Halaman
ISBN : 979 1283 34 6
Harga : Rp 47.500,-
Penerbit: LKiS Jogja
Sebuah novel berlatar sejarah tentang perbudakan di Bali, pulau surga, tempat dewata bersemayam.
Di sini peperangan lebih ditujukan untuk memperebutkan penduduk. Mereka yang takluk diperlakukan sebagai komoditi. Laku dijual. Dijadikan hadiah. Pembayar utang. Tanda terima kasih.
Belum pernah terjadi kemakmuran dan limpahan harta melebihi hasil perdagangan budak. Para budak yang kebanyakan sudra menerima status mereka sebagai sebuah nasib.
Bagi kawula, nasib sudah ditentukan dari atas. Karmapala. Hasil perbuatan masa lalu.
Orang-orang jahat cuma menerima akibat perbuatan mereka. Orang-orang yang berbuat baik demikian pula.
Akan tetapi, sebagian dari mereka menolak nasib pasif terhadap perbudakan. Yang terjadi pada diri manusia sekarang bukan akibat perbuatan masa lalu.
Nasib ditentukan dari diri. Menjadi budak bukan untuk diperbudak, melainkan untuk mengintai kesempatan bagi pembebasan. Berbuat! Lalu tunggu saat-saat tepat.
Menciptakan karmapala sendiri. Budak cuma panggilan raga, penampakan diri belaka. Jiwa dan sikap tetap ksatria. Siapa yang menjadi budak ketakutannya maka ia akan menjadi budak seluruh dunia.
March 18th, 2009 at 9:48 am
buat devari..
tanya ya, info kerja LN alias TKI nyari dmana yang sesuai dengan pendidikan? saya balinese rencana kerja di LN.
please inform me..
brough the information by email to arthesusober@yahoo.com
please ya..,
thankyou b4
November 9th, 2011 at 12:15 am
(itu semua cerita zaman dulu). bos saya(dulu) comment.sbb:(lk th 1975) aku wis ora pengin neng bali maneh . wong bali wis ora ono sing jujur koyo biyen. DULU dagangan yang ditawarkan yang bagus bukan yang jelek. Bos saya milih yang dikatakan baik oleh yang jual,tapi dia milih yang lain(baik). Ternyaya yang benr yang jualan orang bali jujur . Kakek saya dulu jujur2. Tapi sy yang sejak th 1959 di yogya (sejak umur 16), otomatis tak bisa jujur spt th 1958/sblmnya. Saya lahir di bali 1943. Sejak 1959 sy di yogya berangsur2 tambah tak jujur. Kan pengaruh lingkungan(DIAPUSI). he he he