Adakah keinginan Anda untuk menjadi seorang pegawai negeri sipil atau PNS? Pernahkah Anda mengikuti test penerimaan CPNS? Saya yakin kebanyakan dari kita pernah dan atau masih sedang bermimpi untuk suatu saat nanti bisa menjadi pegawai negeri. Ini dapat dilihat dari membludaknya peserta test CPNS di setiap lowongan yang ada, yang rata2 dibuka setahun sekali. Bahkan ada yang sampai beberapa kali mengikuti test CPNS namun masih saja belum beruntung untuk dapat lolos sebagai CPNS. Fenomena magnet pegawai negeri juga dapat dilihat dari pengorbanan yang luar biasa bagi sebagian orang2 yang rela menunggu sekian tahun (baca: masa pengabdian) dan berharap suatu saat bisa dipertimbangkan untuk diangkat menjadi pegawai negeri. Pada postingan ini kita batasi ulasannya pada pegawai negeri tingkat pelaksana semisal tenaga pendidik, pegawai negeri di kantor2/instansi pemerintahan, pegawai negeri di BUMN dan sejenisnya (dari golongan IIa - IIIa).
Apakah sebenarnya yang menjadi magnet utama sehingga pekerjaan pegawai negeri mempunyai daya tarik yang luar biasa? Adakah sesuatu yang istimewa sehingga sebagian dari kita seakan terbius dengan pekerjaan sebagai pegawai negeri? Secara umum ada beberapa faktor yang berperan dalam hal ini:
1. Gengsi. Bagi sebagian orang, menjadi pegawai negeri mempunyai gengsi/prestis yang luar biasa dimata masyarakat khususnya di daerah pedesaan. Menjadi pegawai negeri adalah semacam tanda bahwa anda adalah seseorang yang bisa dibilang ‘berhasil’. Apapun pekerjaan Anda di bidang swasta, tetap belum dianggap ‘berhasil’ jika dibandingkan dengan pegawai negeri, walaupun penghasilan sebulan sama dengan penghasilan setahun seorang pegawai negeri. Ini dalam aspek mindset, terutama di masyarakat pedesaan.
2. Penghasilan Tetap. Menjadi pegawai negeri sudah pasti akan mendapat penghasilan yang tetap. Bagi sebagian besar orang, gaji tetap menjadi semacam jaminan hidup. Ada ketenangan bahwa ‘payuk jakan’ pasti akan ngepul kalau menjadi pegawai negeri, tidak perduli bagaimana situasi ekonomi. Tidak terpengaruh secara langsung dengan dollar naik atau turun. Tidak khawatir dengan adanya PHK. Bahkan ada pepatah yang mengatakan bahwa penghasilan pegawai negeri itu ‘cenik lantang’, maksudnya penghasilannya kecil tapi jangka panjang. Mari kita ambil contoh, seorang pegawai negeri yang baru diangkat golongan III/a (S1) mendapat gaji pokok rata2 Rp. 800 ribu - Rp. 1 juta. Plus tunjangan lain2 sehingga total rata-rata mendapat Rp. 1,2 juta - Rp. 1,5 juta. Coba bayangkan gaji PNS baru yang golongan II/a! Bandingkan dengan penghasilan pegawai swasta di Bali (hotel terkenal misalnya) yang rata2 berpenghasilan Rp. 2 juta - 5 juta (termasuk service). Tapi kembali lagi pada fakta yang ‘lantang itu’ sehingga swasta menjadi tampak ‘kalah’.
3. Jaminan Pensiun/Asuransi. Menjadi pegawai negeri secara langsung diikutkan dalam program pensiun. Cara kerja sebenarnya adalah bahwa gaji pegawai negeri itu dipotong tiap bulan selama bertahun2 menjadi PNS kemudian setelah pensiun akan tetap mendapat gaji ‘buta’, dimana sebenarnya gaji pensiun itu adalah hasil potongan gaji yang dibayarkan kembali oleh negara. Cuma memang tidak terasa pas gaji dipotong sehingga pensiun terasa sebagai ‘uang gratis’ dari negara. PNS juga diikutkan secara langsung program asuransi jiwa (Taspen) dan juga asuransi kesehatan (Askes). Bagaimana dengan yang swasta? Hal yang sama juga bisa dilakukan dengan jalan menabung/deposito dan juga membeli asuransi. Cuman kembali lagi bahwa kalau di PNS itu semua ‘otomatis’ dan diurus negara.
4. Kerja Santai. Faktor yang juga menyebabkan pegawai negeri menjadi magnet luar biasa adalah karena terkesan pekerjaan pegawai negeri itu santai. Tidak ada pressure seperti di swasta. Terlambat kerja, tidak apa apa. Tidak ada pemotongan gaji. Mau pulang dulu sebentar, juga OK. Bahkan sambil jalan2 sebentar juga tidak ada masalah. Walaupun tidak semua bisa disamaratakan, tapi kesan itulah yang rata2 ditangkap sebagian besar masyarakat.
5. Menjadi Tujuan Hidup. Menjadi pegawai negeri sudah menjadi tujuan dan garis2 besar haluan hidup bagi sebagian besar orang bahkan semasa masih dibangku sekolah/kuliah.
Tentunya masih banyak lagi faktor dan motivasi seseorang untuk menjadi pegawai negeri. Lalu pertanyaannya adalah sejauh mana adanya kesempatan untuk menjadi pegawai negeri? Sulitkah? Gampangkah? Jawabannya tentu akan berbeda, tergantung siapa yang menjawab dan juga tergantung seberapa bagus ‘channel’ yang kita punya di lingkaran birokrasi. Sudah menjadi wacana umum bahwa penerimaan pegawai negeri di negeri tercinta ini penuh dengan permainan tingkat tinggi. Dari percaloan hingga jual beli. Rumor yang pernah saya dengar posisi2 pegawai negeri tertentu bisa ‘dibeli’ dengan sogokan yang bervariasi dari 30 jutaan hingga ratusan juta bahkan sogokannya sampai setara dengan sebuah mobil kijang keluaran terbaru. Wah gila, kalau saya mendingan dipakai untuk investasi usaha. Tapi kembali lagi pada pilihan masing2 dan pada 5 faktor yang diatas
Saya sendiri pernah dua kali ikut test pegawai negeri
Agh, haruskah pegawai negeri tetap menjadi mimpi? Atau haruskah mimpi itu dibeli?
Popularity: 14% [?]





February 5th, 2008 at 11:01 pm
Hehehe.. menarik tulisannya, dan saya setuju. Selain itu karena sulitnya mendapatkan pekerjaan banyak dari kita yang berbondong-bondong mencoba peruntungan jadi PNS.
February 6th, 2008 at 12:02 am
trus yang nulis ney
ada keingin jadi PNS gak
ato ini pengalaman pribadi
WHHEHE
February 6th, 2008 at 1:16 am
Saya pernah ikut testnya tuh bahkan mo dicariin orang yang bisa jamin bisa lulus gitu ama ortu, tapi stelah saya argumen bahwa saya ga setuju sama sekali dgn jalan kaya gitu akhirnya ortu nyerah, bahkan ngijinin kerja kaya skrg karena uda liat benefitnya, disamping itu dr ktr juga ada asuransi kesehatannya, cuman utk asuransi pensiun saya beli sendiri.
February 6th, 2008 at 1:28 am
Adakah keinginan Anda untuk menjadi seorang pegawai negeri sipil atau PNS?
saya nga minat jadi PNS.
February 6th, 2008 at 1:49 am
Saya juga dari dulu ga minat jadi pegawe negeri! Ga tau besok2.. kalo ada yg mau ngangkat saya jadi gubernur mungkin saya mau! ** PLETAK!!! ** hehehe…
February 6th, 2008 at 2:12 am
Kalau menjadi PNS itu bagus,melayani masyarakat dan pantas di kejar banyak orang , kalau di Kita masih di kejar karena tempatnya basah,dan banyak tunjangannya,tapi nggak kalah kalau di swasta juga
dan swasta seharus menyediakan tunjangan,kayak program arusansi;kesehatan,mata,gigi,penyakit kronis,dan program pensiunan, supaya dikejar banyak orang,dan menyidiakan program pendidikan,
Bravo NoesaPenida
February 6th, 2008 at 2:14 am
@adit, bukannya cari pns lebih sulit?




@arya, pengin sih jadi pns, cuman keburu jadi TKI nih
@widi, wah salut untuk prinsip mbak widi, jarang2 loh yang mampu menolak kuatnya magnet pns
@ina, wah jelas dan tegas. ada alasan khusus?
@imsuryawan, bli saya jadi camat ya klo bli jadi gubernur, wakakak kayak wayang cengblonk aja
@noesa, jadi pns kayaknya udah jarang motivasi orang untuk mengabdi itu
February 6th, 2008 at 2:21 am
lagi lagi pola pikir masyarakat yang mengagungkan sekali pekerjaan pegawai negeri yah
February 6th, 2008 at 2:39 am
Sampai saat comment ini diturunkan, belum ada niatan untuk menjadi pegawai negri.
February 6th, 2008 at 2:47 am
bagi yg kerja di swasta dgn gaji besar mgk sdh tdk pengen jd pns, tp kalo di swasta jg melarat (gaji lbh kcl dr pns ato status outsourcing) maka jd pns adalah harapan terbaik untuk merubah nasib
February 6th, 2008 at 2:53 am
@anima, hehe apalagi yang punya ortu pns, sekalian dah anak2nya dicekoki untuk melanjutkan ‘tahta’ kerajaan bonsai

weird
@budarsa, wakakak niat bli akan ada setelah misalnya komentnya dihapus
@aman, yoi penghasilan juga jadi kunci. tp ada juga kayaknya yg udah bonafide swasta, masih juga pengin jadi pns, secara pengalaman nglamar beberapa tahun lalu, ada temen yg udah fo manager, nglamar pns lagi
February 6th, 2008 at 6:54 am
tulisannya bagus banget..
Saya sudah ikut 2 kali dan hasilnya bisa ditebak, gagal total… hahahaha
February 6th, 2008 at 10:58 pm
@wira, ga pake nombok sih..mana bisa wakakak
February 8th, 2008 at 12:24 am
ada temanku di batam, ditawarin jd peg negeri, nolak. katanya malu. karena peg negeri = koruptor
kata dia lho hehehe
February 8th, 2008 at 7:53 am
PNS? Gak tahu knp emang di daerah kayanya kalo dah jadi PNS dah dibilang berhasil. Gak peduli meski diangkatnya masih gol II a.
Yg pasti… yg dikejar orang2 dari PNS adalah ‘kepastiannya’, gaji pasti, pensiun pasti, yah intinya itulah.
Maka dari itu sekolah2 kedinasan (yg mahasiswanya bakal diangkat jd CPNS) banyak diminati. Secara, gw jg sekarang statusnya CPNS, jadi… ingin rasanya membela diri, gak semua PNS itu jelek kan? Gak semua PNS itu malas kan? Gak semua PNS itu kehilangan idealisme kan?
So, bagi para PNS, jadilah PNS yg baik
February 8th, 2008 at 2:25 pm
@mercury, wah gile idelaismenya masih tinggi
@wee, hi there betul. ga disamaratakan
February 8th, 2008 at 3:40 pm
hahaha PNS . sudah seringkali saya singgung di postingan saya…
February 9th, 2008 at 2:37 am
Untung saya belum jadi PNS, dan belum pernah ngelamar, Hehehehe…
Kapan ya ada PNS ngeblog? Sepertinya mereka sudah terlalu merasa nyaman dengan status ke-PNS-annya.
Coba birokrasi mengajarkan PNSnya negblog.
BTW, Gubernur kan bukan PNS ya?
February 9th, 2008 at 5:30 am
@baladika, sing tepuk baan ngalih2in tuni di blog beline :)…berarti kita sejalan dan sehati wakakak
@dek didi, EdiPsw = PNS loh dia guru di sma negeri surabaya..
gubernur ga tau ya pegawe apa
February 10th, 2008 at 2:16 am
Profesi Pegawai Negeri di jaman seperti sekarang memang paling aman bli, nggak tau kalau besok kondisi perekonomian bangsa membaik.
Yang kadang bikin cemburu, pemerintah hanya memperhatikan nasib PNS saja, sepertinya kesejahteraan rakyat Indonesia diidentikkan dengan kemakmuran PNS, contohnya kanaikan gaji yang selalu diperhatikan dan cuti bersama yang bikin mereka tambah nyaman.
Dari segi produktivitas?……he.he.. bandingkan sendiri-lah dengan pegawai swasta.
February 10th, 2008 at 3:53 am
@bli artana, iya terkadang pengin juga jadi PNS lagi setelah nanti pulang merantau dari karibia. yah itung2 mencari rutinitas aja dan menikmati hidup heheh..
lupakan produktivitas heheh
February 21st, 2008 at 3:03 am
tp kalo bisa dapet tanpa nombok, boleh bangga dikit nggak ya?
hehehe
February 21st, 2008 at 3:44 pm
@wira, wahh itu sih bole tahan wir, salutt
March 6th, 2008 at 5:58 am
jadi pegawai negeri tergantung orang nya juga, ada yang cocok dan ngga cocok.
tapi biasanya PNS meamng identik dengan Kenyamanan dan Keamanan masa depan, makanya banyak yang kepengen..
March 6th, 2008 at 9:43 am
@lueni, tertarik juga jadi PNS mas lukman?
saya seh iya heheh
March 11th, 2008 at 12:11 am
Wah, pada nyalahin PNS, nih. Apa bisa di pukul rata? Saya PNS tapi bukan PNS Pemda. Saya PNS Pusat jadinya sering dioper2 ke daerah lain tanpa pembelaan. Sakit hati juga nnggalin keluarga. Yah, terima aja. Pengennya sih jadi PNS Pemda tapi udah sekian kali gagal. Ya terpaksa ikut tes di pusat aja walau untung2an.
Sepertinya, PNS itu yang kerja ya kerja. yang nyante ya seperti yang dibayangkan. Kalo lagi kerja, lembur tapi ga pernah dibayar. menguntungkan????
Dulu waktu di swasta enak. Gaji 2 jutaan. PNS? ya segini aja. Askes juga ga bisa kasi gratis total. di Swasta, tinggal setor kwitansi.
Ya, ada baik buruklah….
Buat yang mau jadi PNS, usaha ndirilah!!!!!
Buat yang udah PNS, Be a good ‘PNS’!!!
Malu disalahkan terus
May 12th, 2008 at 12:23 am
saya juga PNS lho Bli. tapi ya karena nyemplungnya gak sengaja,akhirnya ikut arus aja. ngantor siang, pulang lebih awal. salah2 kalo ngikutin aturan, nanti disangkain waker. jadi keseringan hangout buat makan siang sekalian ngeBlog nyari warnet terdekat. maaf Bli, jadi PNS itu susah ternyata. kangen kerja swasta kayak dulu lagi. penuh persaingan sehat. kalo sekarang, kalo bukan famili pejabat ya pasti dipandang sblah mata. kcewa…
pande’s last blog post..Kegelisahan itu