Selain sebutan ‘pulau seribu pura’, Bali mungkin perlu mendapat sebutan baru, ‘pulau seribu pohon tua’. Hampir sebagian besar pura2 di Bali yang jumlahnya ribuan mempunyai pohon tua di areal pura tersebut baik yang berada di dalam pekarangan utama maupun di luar area pura. Jenis pohon tua yang adapun beragam tapi pada umumnya pohon beringin dan pohon ‘gepah’ atau ‘celagi’ (mohon maaf tidak tahu bahasa Indonesianya). Ada yang berusia puluhan bahkan ratusan tahun. Menurut kepercayaan orang Bali (Hindu), pohon tua yang berada di pura dipercaya sebagai tempat tinggal ‘duen ida’ atau penunggu pura tersebut, jadi terkadang pohon tersebut dibuatkan tempat sesajen/canang sari dan juga diberikan saput poleng (kain dengan motif hitam putih seperti papan catur).  

Keberadaan pohon tua di pura terkadang bisa juga menimbulkan bencana. Karena umur yang sudah puluhan tahun maka batang dan cabang2 pohon tersebut biasanya rapuh dan bisa roboh kapan saja. Saya tidak bisa membayangkan misalnya saat kita sedang sembahyang tiba2 pohon tua itu roboh dan menimpa para ‘pemedek’. Dan ini bukan isapan jempol semata. Koran2 di Bali pernah memberitakan beberapa kali tentang kejadian pohon tua yang roboh di pura dan menimbulkan korban jiwa.

Adalah wajar jika terjadi resistensi di masyarakat lokal untuk menebang pohon tua di pura karena berkaitan dengan masalah kepercayaan. Bahkan kejadian robohnya pohon tua di pura hanya akan ‘ditunasbaoskan’ (minta petunjuk paranormal) dan hasilnyapun bisa ditebak yaitu sekitar wilayah agama dan ritual2nya misalnya kurang upacara ini dan itu. Mohon maaf saya bukanlah anti dengan ritual2 agama, tapi kalau menyangkut masalah pohon tua yang hanya tinggal menunggu waktu untuk roboh, rasanya perlu sedikit akal sehat untuk mencegahnya. Jika memang pohon tua ada penunggunya, dalam ritual agama Hindu juga ada cara khusus untuk ‘meminta’ biar pohon itu bisa ditebang. Ada semacam upacara khusus (mecaru) untuk meminta ijin kepada ’sang penunggu’. Jadi mengapa masih ada resistensi yang tinggi? Musibah pohon tua tidak selalu masalah ‘takdir’ belaka, musibah pohon tua tidak melulu karena Tuhan ‘marah’ dan memberi peringatan kepada kita umatnya. Jika dibiarkan bukankah itu sama saja dengan ‘pembunuhan berencana’?

Popularity: 9% [?]