cenk.jpeg

Tantangan terbesar jika bekerja di luar negeri adalah keinginan untuk semaksimal mungkin membuat suasana seperti di rumah sendiri. Hal ini penting dilakukan untuk mengurangi efek down yang timbul pada saat keinginan berada di Bali begitu besar sehingga tetap bisa survive hidup dirantauan demi sesuap nasi (dan sekantong berlian). Dari pengalaman saya, salah satu cara untuk menyiasatinya adalah dengan membawa barang2 dari Bali yang tidak bisa atau sangat sulit dicari penggantinya di Karibia. Jenis barang2 wajib inipun bermacam2 dari sekedar foto keluarga sampai sambal gerang. Jadi kalau misalnya pas ketemu saya di airport Ngurah Rai dan melihat luggage saya yang besar, maka bisa dipastikan hampir semua isinya adalah barang2 wajib made in Bali :) Barang2 tersebut diantaranya adalah:

1. Foto2 orang terdekat. Yang ini nampaknya sudah menjadi barang primer. Yang menikah biasanya membawa foto anak/istri/suami dan anggota keluarga lainnya. Yang single juga membawa foto sang pacar. Bahkan ada juga yang membawa foto2/gambar dewa dewi atau tokoh2 spiritual tertentu di Bali. Masalah foto2 itu nanti dipajang atau tidak itu urusan belakangan karena untuk yang melakoni kehidupan tomblos dan koncreng ala Karibia, bisa jadi foto2 itu akan terkubur didasar lemari yang paling dalam :)

2. Perlengkapan sembahyang (Hindu). Dupa dan pakaian sembahyang di Bali tidak boleh ketinggalan karena terkadang kita melakukan persembahyangan bersama pada hari2 tertentu misalnya Purnama dan Galungan. Untuk dupa, biasanya selalu dipertanyakan di Imigrasi, tapi tidak ada kesulitan saat kita menjelaskannya, bahwa itu sarana sembahyang, kita bakar etc. Mereka maklum :)

3. Bekal Khusus ala Bali. Menjadi orang Bali gampang2 susah dengan segala ritual dan tradisinya. Konsep leak dan black magic tertanam begitu dalam sehingga ke Karibiapun, bagi beberapa orang, perlu berbekal khusus barang2 spiritual misalnya sesabukan, batu2an manik bertuah sampai keris pusaka warisan Mpu Gandring.

4. Makanan. Aspek ini juga super penting. Bisa dibayangkan bagaimana kangennya lidah kita selama setahun tidak bisa mencicipi makanan seperti di Bali. Makanan yang mendominasi biasanya adalah mie instant. Biar kata ini luar negeri, tapi rasanya kok mie instant Indonesia yang the best. Ada rasa khas yang tidak bisa kita temukan pada mie2 di negeri pirates ini. Tidak ketinggalan juga sambal gerang super kering. Gerang adalah ikan2 super kecil yang dikeringkan lalu digoreng dan dikasi bumbu plus kacang tanah goreng. Sampai modarpun tidak akan menemukan dagang sambal gerang di Karibia.

Biasanya barang2 makanan ini selalu bertele2 ketika ditanya macam2 sama petugas custom. Tidak cukup satu dua kalimat, panjang lebar sampai cara membuatnyapun terkadang ditanyakan. Ada kenangan yang selalu membuat saya tertawa bila mengingatnya. Ada seorang teman yang saking maniaknya sama makanan tipat cantok ala Bali, maka diapun nekat membawa ‘penyantokan’ ke Karibia. Maaf tidak tahu bahasa Indonesianya. Penyantokan itu terbuat dari batu bulitan yang digunakan untuk membuat/mengaduk2 tipat cantok (ketupat campur toge) di Bali. Begitu mendarat di bandara Karibia (Providenciales), diapun ditanya petugas ‘What is this?‘ Teman saya itupun kalang kabut tidak tahu apa bahasa Inggrisnya ‘penyantokan’. Tengok sana sini teman2 lain juga tidak tahu apa bahasa Inggrisnya. Waduh, bahasa Indonesianya saja saya tidak tahu apalagi bahasa Inggrisnya. Akhirnya dia kepepet dan menjawab pasrah, Oh, this is a traditional mixer, sir!’ Petugaspun setengah kaget dan setengah berteriak ‘Whatssss?’ Teman saya itupun menjelaskan lagi dengan terbata2. Saya tertawa sampai elek mendengar jawaban traditional mixer itu.

5. Hiburan audio/video. Lagu2 Bali menjadi andalan baik itu yg asli maupun VCD2 bajakan ala Kreneng. Tidak lupa juga tabuh2/gong kebyar. VCD Wayang Cengblongpun tidak ketinggalan, juga VCD lawak Bali. Yang lebih seru, ada trend sekarang dimana lagu2 pupuh Bali dan juga kaset2 geguritan juga sangat diminati dikalangan teman2 di Karibia.

Popularity: 12% [?]