<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Ironi Kartu Undangan Nikah (1)</title>
	<atom:link href="http://www.devari.org/2008/02/18/ironi-kartu-undangan-nikah-1/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.devari.org/2008/02/18/ironi-kartu-undangan-nikah-1/</link>
	<description>a place where ideas flow</description>
	<pubDate>Sat, 11 Feb 2012 04:39:37 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
		<item>
		<title>By: Harnadi</title>
		<link>http://www.devari.org/2008/02/18/ironi-kartu-undangan-nikah-1/#comment-4907</link>
		<dc:creator>Harnadi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Jan 2011 14:19:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.devari.org/?p=85#comment-4907</guid>
		<description>Padahal sudah sangat mengena bila orang sedikit berfikir mengartikan MOHON DOA RESTU.(Jadi tidak harus mencantumkan NB segala). Dalam kata DOA RESTU sebetulnya telah tersirat makna yang sangat"dalam":Dana Ongkos Acara REsepsi dan TUnjangan. Nah masalahnya mau mengartikannya seperti apa akan tercermin dari kado yang dibawa LOL</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Padahal sudah sangat mengena bila orang sedikit berfikir mengartikan MOHON DOA RESTU.(Jadi tidak harus mencantumkan NB segala). Dalam kata DOA RESTU sebetulnya telah tersirat makna yang sangat&#8221;dalam&#8221;:Dana Ongkos Acara REsepsi dan TUnjangan. Nah masalahnya mau mengartikannya seperti apa akan tercermin dari kado yang dibawa LOL</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Blog Ijo</title>
		<link>http://www.devari.org/2008/02/18/ironi-kartu-undangan-nikah-1/#comment-4645</link>
		<dc:creator>Blog Ijo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 05:59:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.devari.org/?p=85#comment-4645</guid>
		<description>kalo tulisannya macam tuh udah ketahuan kalo emang mengharapkan amplopan. sungguh sebuah bahasa yang tidak sopan untuk ditulis di dalam undangan, padahal yang pernah saya temui ada bahasa yang lebih halus dan sopan dengan inti maksud yang sama dengan tulisan ga sopan itu..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo tulisannya macam tuh udah ketahuan kalo emang mengharapkan amplopan. sungguh sebuah bahasa yang tidak sopan untuk ditulis di dalam undangan, padahal yang pernah saya temui ada bahasa yang lebih halus dan sopan dengan inti maksud yang sama dengan tulisan ga sopan itu..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Goro</title>
		<link>http://www.devari.org/2008/02/18/ironi-kartu-undangan-nikah-1/#comment-4218</link>
		<dc:creator>Goro</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 05:27:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.devari.org/?p=85#comment-4218</guid>
		<description>Nah, setuju sama ghozan... bikin list kado aja... gw juga bakal begitu untuk kawinan besok. Mendobrak tradisi yang selama ini berlangsung di keluarga (Kalo dapet kado ya terima aja). Menurut gw kalo bikin list malah lebih bagus. Jadi meminimalkan hadiah yang dobel. Cuman juga mintanya jangan yang keterlaluan (Minta kulkas 3 pintu, misalnya).
Tapi karena ini yang pertama di keluarga, jadi gw cuman kasih list ke keluarga deket aja dulu. Pelan-pelan edukasinya, biar ga kaget. Takut ada pandangan "Kado kok malah minta. Sudah bagus dikasih".</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nah, setuju sama ghozan&#8230; bikin list kado aja&#8230; gw juga bakal begitu untuk kawinan besok. Mendobrak tradisi yang selama ini berlangsung di keluarga (Kalo dapet kado ya terima aja). Menurut gw kalo bikin list malah lebih bagus. Jadi meminimalkan hadiah yang dobel. Cuman juga mintanya jangan yang keterlaluan (Minta kulkas 3 pintu, misalnya).<br />
Tapi karena ini yang pertama di keluarga, jadi gw cuman kasih list ke keluarga deket aja dulu. Pelan-pelan edukasinya, biar ga kaget. Takut ada pandangan &#8220;Kado kok malah minta. Sudah bagus dikasih&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ida</title>
		<link>http://www.devari.org/2008/02/18/ironi-kartu-undangan-nikah-1/#comment-4208</link>
		<dc:creator>ida</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 02:50:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.devari.org/?p=85#comment-4208</guid>
		<description>Bukan hanya di Bali aja Bli, di Amerika juga gitu. Masak buat ULTAH anak kecil nggak menerima kado, apa nggak nangis tuh anak. Saran di internet sih disuruh bawa sesuatu buat ortunya si kecil atau sama sekali nggak bawa apa2. Tapi kan nggak enak nggak bawa apa2. Jadi dilema juga di sini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan hanya di Bali aja Bli, di Amerika juga gitu. Masak buat ULTAH anak kecil nggak menerima kado, apa nggak nangis tuh anak. Saran di internet sih disuruh bawa sesuatu buat ortunya si kecil atau sama sekali nggak bawa apa2. Tapi kan nggak enak nggak bawa apa2. Jadi dilema juga di sini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hirman</title>
		<link>http://www.devari.org/2008/02/18/ironi-kartu-undangan-nikah-1/#comment-4052</link>
		<dc:creator>hirman</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 11:09:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.devari.org/?p=85#comment-4052</guid>
		<description>gak bawa kado bawa mentahnya aja hehehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>gak bawa kado bawa mentahnya aja hehehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: de bikul</title>
		<link>http://www.devari.org/2008/02/18/ironi-kartu-undangan-nikah-1/#comment-3989</link>
		<dc:creator>de bikul</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2008 18:49:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.devari.org/?p=85#comment-3989</guid>
		<description>NB:Maaf tidak menerima kado!

hm....
paragh ajan pukz....
nyen ngelah kartu buke kene bli?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>NB:Maaf tidak menerima kado!</p>
<p>hm&#8230;.<br />
paragh ajan pukz&#8230;.<br />
nyen ngelah kartu buke kene bli?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dewi Pinatih</title>
		<link>http://www.devari.org/2008/02/18/ironi-kartu-undangan-nikah-1/#comment-3953</link>
		<dc:creator>Dewi Pinatih</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 17:06:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.devari.org/?p=85#comment-3953</guid>
		<description>wah kalo saya seneng tuh dapet undangan kaya gitu... berarti ga perlu bawa kado kan ;))... ya udah ga usah bawa apa2, bawa diri ajah ;))

&lt;abbr&gt;&lt;em&gt;Dewi Pinatih´s last blog post..&lt;a href="http://dewipinatih.com/blog/personal/from-dinas-sosial-dan-tenaga-kerja.html" rel="nofollow"&gt;From Dinas Sosial dan Tenaga Kerja&lt;/a&gt;&lt;/abbr&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah kalo saya seneng tuh dapet undangan kaya gitu&#8230; berarti ga perlu bawa kado kan ;))&#8230; ya udah ga usah bawa apa2, bawa diri ajah ;))</p>
<p><abbr><em>Dewi Pinatih´s last blog post..<a href="http://dewipinatih.com/blog/personal/from-dinas-sosial-dan-tenaga-kerja.html" rel="nofollow">From Dinas Sosial dan Tenaga Kerja</a></em></abbr></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: iik</title>
		<link>http://www.devari.org/2008/02/18/ironi-kartu-undangan-nikah-1/#comment-3537</link>
		<dc:creator>iik</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2008 06:40:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.devari.org/?p=85#comment-3537</guid>
		<description>minta donk kata" singkat buat undangan ultah,pernikahan,khitanan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>minta donk kata&#8221; singkat buat undangan ultah,pernikahan,khitanan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sambel tumpang</title>
		<link>http://www.devari.org/2008/02/18/ironi-kartu-undangan-nikah-1/#comment-2564</link>
		<dc:creator>sambel tumpang</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 07:34:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.devari.org/?p=85#comment-2564</guid>
		<description>Menurut pendapat saya kata-kata "kado" yang dimaksud dalam undangan tersebut bisa berarti bahwa pihak mempelai maupun keluarga tidak mengharapkan kado dari tamu baik itu berupa "barang" ataupun "uang". Jadi saya tidak setuju dengan pendapat  devari yang seakan-akan kata-kata kado itu hanya disamakan dengan barang saja dan pihak mempelai hanya menginginkan uang saja. Memang sih kata-kata dalam undangan sangat singkat seharusnya lebih lengkap lagi "Maaf tidak menerima kado berupa apa pun" dan mungkin kalau ditulis "Maaf tidak menerima kado dan uang" kok kayanya malah nggak pantas (alias nggak enak). Jadi kata-kata "kado" mewakili uang baik itu angpao atau orang Jawa bilang "buwuh". Dan kita pun harus menghargai pihak mempelai yang tidak mengharapkan kado tsb, sebab mungkin mereka tidak ingin mengharapkan atau meminta sesuatu dari tamu. Malahan tradisi yang ada dengan tamu memberi kado baik barang maupun uang akan menjadi beban kelak bila sang tamu juga mengadakan acara akhirnya untuk membalas kado harus sejumlah sama dengan yang sudah dikasihkan.n Ini malah menjadi tradisi yang menurut saya kurang baik. Saya setuju dengan undangan yang mencamtumkan "tidak menerima kado tsb". Bahkan Saya berencana melakukan hal tsb, tp sayang orang tua gak berkenan (ya itu tadi justru dengan tidak menulis hal tsb, menjadikan orang tua mengharapkan buwuh/kado/angpao dari tamu untuk menutupi modal yang telah dikeluarkan). Maaf bukannya saya menyalahkan tradisi tp banyak tradisi yang kayaknya aneh. Contoh: kalau ada tetangga    meninggal terus diadakan kondangan/tahlilan bukannya pihak yang berduka cita yang kita beri bantuan tapi justru mereka yang ngasih kita berkat/makanan(aneh kan, mereka yang berduka justru memberi).Mungkin itu pendapat saya. Maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan,terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut pendapat saya kata-kata &#8220;kado&#8221; yang dimaksud dalam undangan tersebut bisa berarti bahwa pihak mempelai maupun keluarga tidak mengharapkan kado dari tamu baik itu berupa &#8220;barang&#8221; ataupun &#8220;uang&#8221;. Jadi saya tidak setuju dengan pendapat  devari yang seakan-akan kata-kata kado itu hanya disamakan dengan barang saja dan pihak mempelai hanya menginginkan uang saja. Memang sih kata-kata dalam undangan sangat singkat seharusnya lebih lengkap lagi &#8220;Maaf tidak menerima kado berupa apa pun&#8221; dan mungkin kalau ditulis &#8220;Maaf tidak menerima kado dan uang&#8221; kok kayanya malah nggak pantas (alias nggak enak). Jadi kata-kata &#8220;kado&#8221; mewakili uang baik itu angpao atau orang Jawa bilang &#8220;buwuh&#8221;. Dan kita pun harus menghargai pihak mempelai yang tidak mengharapkan kado tsb, sebab mungkin mereka tidak ingin mengharapkan atau meminta sesuatu dari tamu. Malahan tradisi yang ada dengan tamu memberi kado baik barang maupun uang akan menjadi beban kelak bila sang tamu juga mengadakan acara akhirnya untuk membalas kado harus sejumlah sama dengan yang sudah dikasihkan.n Ini malah menjadi tradisi yang menurut saya kurang baik. Saya setuju dengan undangan yang mencamtumkan &#8220;tidak menerima kado tsb&#8221;. Bahkan Saya berencana melakukan hal tsb, tp sayang orang tua gak berkenan (ya itu tadi justru dengan tidak menulis hal tsb, menjadikan orang tua mengharapkan buwuh/kado/angpao dari tamu untuk menutupi modal yang telah dikeluarkan). Maaf bukannya saya menyalahkan tradisi tp banyak tradisi yang kayaknya aneh. Contoh: kalau ada tetangga    meninggal terus diadakan kondangan/tahlilan bukannya pihak yang berduka cita yang kita beri bantuan tapi justru mereka yang ngasih kita berkat/makanan(aneh kan, mereka yang berduka justru memberi).Mungkin itu pendapat saya. Maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan,terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ghozan</title>
		<link>http://www.devari.org/2008/02/18/ironi-kartu-undangan-nikah-1/#comment-2387</link>
		<dc:creator>ghozan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 01:46:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.devari.org/?p=85#comment-2387</guid>
		<description>mestinya kayak di luar negeri aja ya bli, kedua mempelai membuat list barang2 yang memang mereka perlukan... nah semua undangan bisa memilih dari list itu apa yang ingin mereka bawa... kalo sudah ada satu barang yang akan dibawa oleh satu teman, teman yang lain mesti memilih barang yang lain lagi... dengan demikian apa yang kita bawa memang benar2 nantinya digunakan oleh yang mengundang... kalo begto gmana???

&lt;em&gt;ghozan's last blog post..&lt;a href='http://ghozan.com/?p=103' rel="nofollow"&gt;Mutt Williams&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mestinya kayak di luar negeri aja ya bli, kedua mempelai membuat list barang2 yang memang mereka perlukan&#8230; nah semua undangan bisa memilih dari list itu apa yang ingin mereka bawa&#8230; kalo sudah ada satu barang yang akan dibawa oleh satu teman, teman yang lain mesti memilih barang yang lain lagi&#8230; dengan demikian apa yang kita bawa memang benar2 nantinya digunakan oleh yang mengundang&#8230; kalo begto gmana???</p>
<p><em>ghozan&#8217;s last blog post..<a href='http://ghozan.com/?p=103' rel="nofollow">Mutt Williams</a></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: devari</title>
		<link>http://www.devari.org/2008/02/18/ironi-kartu-undangan-nikah-1/#comment-1155</link>
		<dc:creator>devari</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Mar 2008 19:41:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.devari.org/?p=85#comment-1155</guid>
		<description>@trishna, waaaa masak sih dilarang bawa apa2?
wuih kesannya kok sombong gitu ya? :)

&lt;em&gt;devari's last blog post..&lt;a href='http://www.devari.org/2008/02/29/pandang-mataku-kucakcak-dirimu/' rel="nofollow"&gt;Pandang Mataku, KuCakcak Dirimu!&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@trishna, waaaa masak sih dilarang bawa apa2?<br />
wuih kesannya kok sombong gitu ya? <img src='http://www.devari.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<em>devari&#8217;s last blog post..<a href='http://www.devari.org/2008/02/29/pandang-mataku-kucakcak-dirimu/' rel="nofollow">Pandang Mataku, KuCakcak Dirimu!</a></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

