Salut Dispenda Denpasar
Wednesday, February 20th, 2008
Saya ingin berbagi pengalaman tentang pelayanan di Dinas Pendapatan Denpasar. Bagi saya pribadi, pengalaman ini adalah berarti karena bisa merubah pandangan saya terhadap pelayanan publik dari sebuah institusi pemerintah. Pandangan awam saya, biasanya berurusan dengan kantor2 pemerintahan adalah ‘ribet’ karena berbagai macam prosedur birokrasi yang harus dilalui. Tapi apa yang saya alami ketika berurusan dengan Dispenda Denpasar sungguh di luar ekspektasi saya.
Bermula ketika saya ingin mencari informasi ttg prosedur/aturan2 membayar Pajak Bumi dan Bangunan. Maka sayapun berkunjung ke situs Pemda DEnpasar, khususnya ke situs Dispenda. Emailpun saya kirim yg berisi beberapa pertanyaan (kebetulan saya bermukim di luar Bali, jadi email merupakan pilihan). Beberapa hari kemudian, email dan jawabanpun muncul di website Dispenda, ditambah pula beberapa brosur lengkap yang secara khusus dikirim ke email saya. Karena saya punya banyak pertanyaan, diskusipun berlanjut melalui email dengan seorang staff di Dispenda Denpasar bernama Bapak Anom. Bahkan Pak Anom bersedia membantu menyelesaikan permasalahan saya yang berhubungan dengan SPPT.
Saya bekerja di pariwisata, pelayanan yang diberikan bisa disejajarkan dengan pelayanan guest services/concierge hotel bintang lima. Jauh sekali dari kesan birokrasi yang kompleks itu. Harapan saya semoga ini menjadi barometer bagi lembaga-lembaga pelayanan publik lainnya. Salut dan terima kasih Dispenda Denpasar, khususnya pada Bapak Anom.
Artikel Lain- BPL:Layanan Internet via Kabel Listrik
- BeritaBali.com Kena Deface
- 4 Langkah Mudah Miliki Website
- Not a Geek, Just Pretend to be One*
- My Dream is Dead
- Lowongan Kapal Pesiar Holland America Line
- Fenomena "Dadong Miami" di Desa
Posted in Kabar-kabari Follow responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.


February 21st, 2008 at 1:01 am
hooreeeeeeeeee thumbs up buat pemda denpasar.
telkom di batam juga okeh pelayanannya. cepat banget
February 21st, 2008 at 1:02 am
Pertama……….
btw apa yang beli alami dengan saya kok berbanding terbalik yah saya urus ijin export (kebetulan saya mulai dari awal) kayanya udah hampir 3 bulan ga ada kabarnya tuh bahkan dari orang yang saya tunjuk untuk bagian legal bilang udah kelar semua (memang udah selesai SIUP,TDP dan NPWPnya saya liat sendiri ijin2 tersebut ) nah yang masalah ijin export ini yang lamanya minta ampun, padahal saya perlu banget untuk ajuin ke bank sebagai syarat bagi saya untk terima pembayaran dengan Letter of Credit, kata staf yang urus ijin bahwa semua ijin tersebut harus ditandatangani oleh walikota, bayangin kenapa walikota yang langsung jegal sistem yg uda rapi dan sederhana ini
February 21st, 2008 at 1:05 am
ta piki yang petama
February 21st, 2008 at 1:47 am
oya? keren dong kalo gitu. sayangnya belum pernah punya pengalaman yang sama, selama ini ribet melulu.
February 21st, 2008 at 2:34 am
@mercury, yoi mungkin karena Batam pengaruh Singapore yg deket jadinya ketular disiplin nya


@widi, agh benarkah? mungkin pas saya lagi beruntung. coba gini mbak widi, lewat website kali ya, sebelumnya pastikan dinas apa untuk surat2 itu lalu cari kontak personnya, itu penting sehingga nantinya gampang selanjutnya, kemaren malah saya sampai dicarikan secara manual semua data2 saya. good luck
@dewi, coba lagi nanti mabk dewi
February 21st, 2008 at 2:56 am
saya juga salut ama catatan sipil denpasar. sempet ngurus KTP cuman 6rebu-an kalo gak salah, gak sampe 1 jam-an udah selesai.
February 21st, 2008 at 3:51 am
Iya memang gitu katanya memang utk beberapa jenis ijin gitu harus walikota langsung yang tandatangan, sama kaya kasus ijin kondotelnya grup niki, pada awalnya pemda dan DPRD ribut2 masalah ini tapi sekarang adem ayem denger-dener sih setelah ada dll nya *takut ungkap disini ntar dicari pak polisi* tapi utk ijin yang lain2 lumayan cepet ga sampe seminggu kok terutama NPWP, SIUP dan TDP nya, begitu juga dengan urus ktp ato akte kelahiran cepet bgt jadinya asal persyaratannya lengkap
February 21st, 2008 at 5:01 am
Beberapa institusi negara memang ada sebagian yang masih agak ribet dan bertele-tele dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Tapi sebagian sudah berusaha meningkatkan pelayanannya. Bahkan ada yang memberlakukan peraturan ketat dan sanksi yang berat untuk aparat yang melanggar, seperti sanksi bagi yang menerima pemberian uang tip dari masyarakat.
February 21st, 2008 at 5:18 am
sukurdeh… dispenser dispenda denpasar bisa memberikan pelayanan yang baik dan nggak gabeng
February 21st, 2008 at 6:36 am
wah saya salut ama polres gianyar bli. saya pengen buat SIM sendiri, tapi ditawarkan bantuan ama salah satu ibu - ibu polisi disana. padahal saya ga minta lo bli. alhasil, sim saya jadi dalam waktu sehari. datang cuman foto aja
February 21st, 2008 at 7:18 am
semoga kantor-kantor pemerintah yang laen bisa seperti dispenda denpasar.
February 21st, 2008 at 7:26 am
baguslah kalau begitu, karena mungkin tidak semua orang di pemerintah jelek.
wah, apalagi kantor pemerintah yang melek IT, salut banget
February 21st, 2008 at 1:15 pm
Yah,,semua instansi pelayanannya bagus2 kok,nah dan ini tergantung orangnya kalau ada yg ngandat (males),di Noesa aja kalau ngurus surat2 0,5 hari udah kelar yang penting nggak sampai nyebrangnya.yah nggak sampai ke Batam lah,
February 21st, 2008 at 1:17 pm
Belum pernah berhubungan dengan Pemda wkakaka……gimana yah, wong belum ada urusan kesana.

Bikin KTP, NITIP. Nga bisa pulang ke Bali ehheheheh…………
Jadi belum pernah merasakannya
February 21st, 2008 at 1:19 pm
Terlihat banyak nama Kania di recent comments
Woaaaa asyiiikkkkkkkkkk……………….
Sekali ngisi langsung buanyaaakkk……..kayak belanja yah aku iki ihihihihi…..
February 21st, 2008 at 3:08 pm
@bli devari: hahahahahaha … nyante gen bli. land crocodile tidak termasuk bullying (yen menurut saya) soalne saya nak nyante gen bli. ibi ada teman yang curhat katanya dia diejek - ejek keto lah di kantorne. jeg chat caps lock semua huruf ne. cara nak sedang esmosi kelas berat. makane nulis blog gen dadine
February 21st, 2008 at 3:21 pm
@adi,whatss? really? beh mantap sajan to
@widi, hhaha takut dicari polisi
iya mbak widi, nanti blog saya juga ikut diperiksa
saya kurang yakin apa NPWP bisa cepat, dr pengalaman ribetnya minta ampun, maksud saya NPWP pribadi
@edi psw, saknsi pemberian tips? wah baru denger
@pink, yoi. heheh i like your term ‘gabeng’



bravo Nusa
@winyo, berapa nombok?
@yanuar, yup mudah2an jadi motivasi bagi mereka secara postingan ini sudah saya kirim ke balipost
@wira, kantor pemerintah yg melek IT, contohnya?
@yanstone,
@kania, bikin KTP nitip? waakakakak sekem.. (sama kayak saya LOL)
pulang gih kapan2 Non Nia, lama2 bisa jadi anak betawi neh
@winyo, hanya satu kata : jeg cak cak ndasne (maaf 4 kata ternyata)
February 21st, 2008 at 5:00 pm
Trus?
Jadi?
*sumpah komen ga penting*
*kabur sebelum ditimpuk*
February 21st, 2008 at 5:58 pm
pelayanan online sepertinya mmg memudahkan kita. andai saja semuanya begitu, pasti asik.
btw, pelayanan di pemkot denpasar mmg sptnya terlihat makin efisien. pengalamanku ngurus administrasi di sana memang ga ribet. padahal biasanya birokrasi kan bikin makan ati.
ehm, tak colong ya artikelnya, bli made.
February 21st, 2008 at 6:35 pm
@antonemus, silakan bli
mudah2an satir birokrasi kompleks segera lenyap
@rara, bu drg, gigiku sakit nih periksa dong
February 22nd, 2008 at 9:49 am
*lirik2 comment nga penting ibu drg. diatas.
Lha…saya sendiri mo comment apa??
*kaburrr juga….
February 22nd, 2008 at 6:46 pm
Saya rindu Karangasem bisa seperti itu, kayaknya masih jauh banget!
February 22nd, 2008 at 7:38 pm
kok yang sering saya alami justru berbanding terbalik ya bli made?
mudah-mudah aja sistem birokrasi kita emang bener seperti yg bli made alami…
February 29th, 2008 at 12:37 am
[...] memuaskan tapi saya malah dimarahi dan dibilang cerewet.Kalo dibandingkan dengan pengalaman dari tetangga sebelah tentang pelayanan di lembaga pemerintah, saya merasa apa yang ditulis oleh tetangga saya itu justru [...]
March 1st, 2008 at 1:53 pm
berlaku buat WNA jg gak..selama ini ribet!!dan ongkosnya double..hiks..hikss(bukan nagis tp keselek tauu)
March 1st, 2008 at 2:39 pm
@trishna, kurang tahu ya klo WNA, tp biasanya WNA dijadikan lahan empuk untuk oknum2 tertentu
devari’s last blog post..Pandang Mataku, KuCakcak Dirimu!