Sebagai penganut Hindu, sembahyang tanpa dupa terasa kurang lengkap dan memang dupa merupakan salah satu syarat utama dalam persembahyangan (dikenal dengan istilah upa saksi). Akhir2 ini saya mengalami kesulitan yang cukup dilematis jika sembahyang di dalam kamar. Sebab apa? Karena sebuah benda yang bernama smoke detector alias pendeteksi asap. Setiap kamar staff dipasangi smoke detector super sensitif yang tujuannya memang bagus,sebagai deteksi awal jika terjadi kebakaran sekecil apapun. Jika tidak pakai dupa, sembahyang terasa jadi ‘hambar’ sedangkan jika pakai dupa, smoke detector sudah siap2 meraung2 yang terhubung langsung dengan fire department office di hotel. Dan resminya, pihak perusahaan memang melarang segala bentuk asap di dalam kamar. Duh!
Berbagai trikpun saya lakukan untuk menyiasati keadaan yang dilematis ini. Walau hasilnya tidak maksimal, paling tidak bisa sedikit membantu dalam suasana yang serba sulit tersebut. Tiga jurus ampuh saya yaitu :
1. Menaikkan tempo mantram. Jika harus meniru tempo tri sandya seperti yang di tv2 di Bali, maka bisa dipastikan kepulan asap dupa akan segera memenuhi ruangan dan smoke detectorpun akan meraung2 dengan gila, karena tempo aslinya memang lambat. Tanpa mengurangi konsentrasi, maka mantram2 tersebut saya percepat saja sehingga dupapun bisa segera dimatikan.
2. Mengurangi jumlah dupa. Sejatinya, dua buah dupa merupakan jumlah standar dalam sembahyang saya, satu untuk di banten/sarana upacara dan satunya lagi untuk dipakai sendiri saat melakukan panca sembah. Untuk mengurangi jumlah asap terpaksa pakai satu dupa saja. Jumlah dupa bagi setiap orang kadang berbeda, kalau misalnya sedang merapalkan ilmu2 kanuragan maka jumlah dupapun bisa bertambah. Belum lagi dupa extra untuk barang2 pusaka semacam keris mpu Gandring
3. Cheat on the smoke detector. Yang ini merupakan pilihan terakhir. Jika terdesak maka smoke detector itupun saya tutupin handuk kecil berlapis2 sehingga tidak bisa mendeteksi asap lagi. Kalau tidak mempan maka jurus pamungkaspun diambil, ya bongkar saja dan cabut baterenya. Walau agak repot, tapi bisa dipastikan si pengintai asap mati total ![]()
Popularity: 48% [?]






February 25th, 2008 at 9:12 pm
Comot saja tuh bli, hehehehehe…
Susah juga ya?
Dek Didi’s last blog post..Pengalaman Naik Dokar Hari Ini…
February 25th, 2008 at 9:53 pm
laporkan komnas ham .. pelanggaran hak asasi :p
galih’s last blog post..…
February 25th, 2008 at 11:01 pm
Harusnya aku yang paling pertama komentar di tempat transmigrasimu ini. Sayang 2 hari yang lalu, blognya masih error. BTW, selamat bergabung dipersonal hosting.
JAngan terjebak pada ritualitas tanpa mengerti maknanya. Kenapa tidak pake lilin?
February 26th, 2008 at 2:37 am
Sembahyang ya kan cuman 5 menit saja..so buru2 matiin dupanya…
Ato cari dupa yg ga keluar asap, ato dengan dupa sekaligus tapi tidak diidupin alias sebagai simbul ja, kan banyak klo gak memungkinkan kita tuh memakai simbul sbg penggantinya. Misalnya Klo nga bisa ngaturan Gong Kebyar karna kekurangan dana cukup ja hidupin kaset yg ada Gong Kebyarnya….. Mungkin sedikit agak janggal….
suksma
UYAX’s last blog post..TIC BALI Tourist Information Center
February 26th, 2008 at 8:27 am
wah dupa, sudah lama sekali rasanya saya ga sembahyang pake dupa. engsap pidan ngaba
sekarang ada dupa, lupa terus meli korek arrrgggghhh … tapi emang kurang sreg seh ga pake dupa. saya jani sembahyang biasa gen, tanpa dupa hikz …
Nyoman Ribeka’s last blog post..In the Name of Popularity
February 26th, 2008 at 8:28 am
Semakin sulit semakin berarti….tetap semangat !
February 26th, 2008 at 9:30 am
@dekdidi,hehehe sering juga sih maen comot
@galih, wakaka komnas ham
@meonx, iya sempet down, waaa lilin? hmm kok ga pernah terpikir ya
boleh2
@uyak, dupa ga keluarin asap? hah? memang ada ya? 5 minute mungkin kurang ya klo ngebut
@ribeka, alias sembahyang dalam hati saja hehehe, nyari excuse
@balibuddy, yoi bro betul..
devari’s last blog post..Antibiotika tanpa Resep Dokter
February 26th, 2008 at 11:39 am
sama donk, bli hihihik..tapi aku bukan sembahyang, tapi masak. meski fannya udah diidupin, gak ngaruh. biasanya kalo abis masak, buru2x tuh smoke detector aku kipas2xin. mau buka pintu, dingiiinnn. selama ini udah lebih dari 10x bunyi kekkekkekk
dian’s last blog post..rusian
February 26th, 2008 at 3:39 pm
hueheheh repot juga yah..emangnya gak bisa sembahyang diluar ruangan???
biar bebas gituh dr gangguan smoke detector.
btw..salam kenal yah
icHaaWe’s last blog post..MeSjiD & GeReJa
February 26th, 2008 at 4:01 pm
@dian, wakakkak ternyata oh ternyata kita sama dealing dengan alat asap ini. kipas2 kadang ga mempan tuh Dian, comot is the best
@ichaawe, wah ga bisa luar ruangan untuk yg sembahyang2 pribadi gitu karena ‘pura kecil’ nya kan ada di kamar
lam kenal balik boss, thanks mampir
devari’s last blog post..My IT Dream is Dead
February 27th, 2008 at 2:30 am
Repot juga ya mengatasi hal semacam itu. Ya mungkin cara yang terbaik adalah dengan melepas baterai pada smoke detector tadi. Setelah sembahnyang selesai baru baterai dipasang lagi. Cuman repotnya setiap kali mau sembahyang harus melepas baterainya.
Edi Psw’s last blog post..Antara “det” dengan “dEEt”
February 27th, 2008 at 8:49 am
@Edi Psw, iya agak repot tapi ga ada pilihan. Terkadang bikin males juga jadinya sembahyang (heheh nyari alasan)
February 27th, 2008 at 8:12 pm
Ntar kalau kebakaran beneran gimana tuh…
Salam kenal
Sharon’s last blog post..Protected: Bernafas Dalam Lumpur
February 27th, 2008 at 8:56 pm
@sharon, heheheh selama ini seh lom pernah
devari’s last blog post..There is Meat in my Eyes. Whatz??
February 28th, 2008 at 12:21 am
Beginilah kalau bes canggih
wira’s last blog post..Program C++ Membalik Isi Array
February 28th, 2008 at 5:54 am
Wakakakakakakkaka…………..LUCU sekali cara menangani dan mengelabui-nya. btw, bangga sekali yah punya orang Bali seperti ini. Mempergunakan segala cara **positif** agar selalu bisa sembahyang meski seadanya.
Awal2nya bli, di kosan tiang juga susah. Musti ijin ke yang punya kosan dan tetangga kamar. Soale katanya bau dupa membuat mereka takut apalagi kalau pas malam2, dikira ada ‘apa2′ qeqeqeqe………..
Salut dah pokoe. Mari kita lestarikan kebudayaan dan tradisi dimanapun dan kapanpun
Kania’s last blog post..Penyakit Orang Tua
February 28th, 2008 at 7:49 am
@wira, heheh iya nok mengganggu sajan
@Kania, heheheh klo terdesak pasti selalu ngalih jalan Nia, termasuk yg itu heheh
wahhhh dikira apa tuh sama tetangga kosan? ada simanis jembatan ancol wakakak
February 29th, 2008 at 3:33 am
Nah itu, bau kemenyan qeqeqeqqe…………….
Kania’s last blog post..Gilakah Saya ??
February 29th, 2008 at 8:10 am
@kania, mbah dukn dong heheheh
devari’s last blog post..There is Meat in my Eyes. Whatz??
March 1st, 2008 at 12:40 am
Bukannya kamu yang jadi mbah dukunnya qeqeeqeq………..
Kania’s last blog post..Gilakah Saya ??
March 1st, 2008 at 4:21 am
@kania, waaaa mau dong klo Nia pasiennya. gratis