Pandang Mataku, KuCakcak Dirimu!
Friday, February 29th, 2008
Terjemahan bebas dari cakcak dalam bahasa Bali berarti pukul, hantam, tinju, bunuh dan sejenisnya. Biasanya ungkapan yang lumrah adalah cakcak ndasne yang artinya pukul saja dia, hamtam saja dia atau bunuh saja dia. Lalu apa hubungannya memandang mata dengan cakcak men-cakcak ini? Saya hanya ingin sedikit menggambarkan sebuah fenomena sosial yang seringkali terjadi di Bali terutama di kalangan pemuda, dimana perkelahian antar pemuda seringkali hanya dipicu oleh masalah sepele yaitu saling pandang antara pihak yang satu dengan pihak yang lainnya. Tawuran antar pemuda ini bahkan mengarah kepada ‘perang terbuka’ antar banjar di Bali (semacam tawuran antar RT/RW). Lagi2 pemicunya cuman satu hal sepele, seorang pemuda merasa tersinggung karena telah dipandang oleh pemuda dari kelompok lain.
Lalu mengapa bisa terjadi perang massal hanya gara2 soal pandang memandang? What is the big deal tentang pandang memandang ini? Kenapa orang Bali (pemuda) sangat alergi jika dipandang oleh orang lain? Selama ini orang Bali selalu digembor2kan ramah tamah, suka menolong, frendly dan segudang sebutan positif lainnya, dimana semua itu hanya untuk kepentingan jargon2 pariwisata di Bali. Benarkah semua itu? Jawabannya bisa jadi nol besar karena dipandang sedikit saja kita orang Bali sudah alergi. Adakah sebenarnya alasan mendasar kenapa orang Bali begitu? Berikut ini beberapa pendapat saya:
1. Warisan feodalisme zaman kerajaan. Nilai2 zaman kerajaan masih sangat kental di Bali, dimana rakyat biasa tidak boleh memandang langsung ke sang raja. Tabu. Mungkin karena Bali adalah kerajaan terakhir yang ditundukkan penjajah, warisan nilai2 feodal ini masih melekat erat dan tanpa disadari telah masuk ke alam bawah sadar orang Bali. Kasarnya begini, hey I am the king and you’re just rakyat biasa. Iya, kita adalah seorang raja dalam kerajaan ego kita sendiri. Tentu sang raja akan murka ketika misalnya saat dijalan tiba2 ada rakyat jelata yang berani memandang
2. Sistem Kasta. Diakui atau tidak, sistem kasta di Bali memberikan pengaruh yang cukup besar dalam membentuk karakter orang Bali secara keseluruhan. Bagi sebagian besar orang Bali, kasta masih menjadi semacam pembenaran untuk memupuk rasa keakuan, merasa diri lebih tinggi dari kelompok lain.
3. Perasaan insecure. Jika dipikir2 sebenarnya orang Bali yang tersinggung dan marah2 ketika dipandang (lalu memprovokasi seluruh banjar) adalah semata2 karena disebabkan oleh perasaan insecure yang berkecamuk dalam dirinya sendiri. Adakah yang salah dalam diri saya? Kenapa saya dipandang? Perasaan ini lama2 menjadi perasaan dilecehkan, lalu berkembang menjadi perasaan terintimidasi. Ketika merasa sudah terintimidasi maka seseorang akan mencari jalan pelampiasan. Dan cakcak menjadi pilihan.
4. Pengaruh minuman keras. Yang ini menjadi faktor dominan. Sangat tidak disarankan untuk lewat atau bertegur sapa dengan sekumpulan pemuda2 Bali yang lagi pesta miras baik itu dipinggir jalan maupun ditempat2 hiburan umum. Sangat tidak dianjurkan untuk beradu pandang. Salah2 bisa kena cakcak tanpa sebab yang jelas. Secara pernah mengalami sendiri, lewat dijalan dimana beberapa pemuda Bali sedang pesta miras dipinggir jalan, langsung diteriakin disuruh mematikan lampu kendaraan. (Lah gimana mau mengemudi tanpa lampu dimalam hari?)
Adakah yang mempunyai pendapat lain? Silahkan dibagi disini
- Kedudukan Dewi Kwan Im dalam Hindu
- Nama BALI dibajak Pakaian Dalam
- Krisnayoga Motor
- Ironi Kartu Undangan Nikah (2-end)
- ‘Paid Bangkung’ No, ‘Paid Kijang’ Yes
- 4 Sebab Pengunjung Malas ke Blog Kita
- Ngeblog, Idealist atau Realist?
Posted in social life Follow responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.





February 29th, 2008 at 4:48 pm
kudiang men, nak bali (baca: pria muda) jeg nu demen seharian nongkrong di pojok jalan. semengan, peteng jeg berteman botol arak, tuak, bir, multivitamin, kacang, be celeng, dll. Coba baang gae bedik (matulungan nganten) nagih bir. MUh, aliang iban bir gratis di peken. Di peken gen telah peluh buruhe ngalih pipis ban nasi abungkus. our generation will die young, soon.
**maap prens, emosi nok. mimih trilingual
luhde’s last blog post..Pekerja Seks dan Pelanggan: Mencegah HIV/AIDS Masuk Rumah
hareee gini temen2 pemuda Bali masih nu minum2 sebagai ajang cari identitas diri. parahnya lagi mereka itu merugikan orang lain (ganggu ketertiban umum) klo misalnya mau pesta miras dijalan, sampai matipun mereka saya pribadi ga ambil pusing, lah ini koar2 ga karuan. capeee dee
February 29th, 2008 at 6:39 pm
saya juga heran kenapa sama-sama susah kok berantem yak
kenapa ga berantem sama yang tukang korup,penjahat rakyat
*tobat tobat*
baliazura’s last blog post..enaknya jadi cowo !
itulah anehnya. salah saluran, gimana mo mikirin penjahat rakyat, mereka sendiri saja tidak bener
February 29th, 2008 at 7:34 pm
wah baru tau gua, untuk ketika ke bali kemaren nggak sempat pandang memandang, coba kalau pandang memandang, mungkin duluan nyawa dari pada badan sampai dirumah
hahaha makanya klo ke Bali jangan lupa selalu pakai kaca mata hitam ya
February 29th, 2008 at 7:38 pm
biasanya kayak begini itu menimpa orang-orang yang tidak mampu mengejar gaya hidup, status atau apapun tentang kondisi hidupnya seperti orang lain yang berlebih. jadi di dalam hati dan mentalnya tersimpan ‘kebencian’ terhadap orang lain. dan poin ke 4 itu adalah pemicu utama.
salah satu pemecahaanya yaitu lesatrikanlah budaya budipekerti mulai dari keluarga sendiri. saling memberi perhatian satu sama lain dan kasih sayang.
S a k t i’s last blog post..Dana Yang Belok…
saya sederhanakan saja bahasanya mas sakti ya hehe : biasanya itu menimpa orang2 miskin yang tidak tahu diri. sudah miskin belagu lagi dan mencoba menjalankan gaya hidup papan atas, jadinya timbul antipati dalam diri mereka. satu kata untuk mereka : kelaut aja
February 29th, 2008 at 8:20 pm
sebab lain adalah frustasi. banyak yg mau hidup enak tapi males kerja keras. lalu diam2 gen di jumah, menikmati hasil jual tanah. ketika duit sudah habis, lalu bingung mau ngapain. jadilah mejagur.
selain itu, faktor gengsi jg penting. pencitraan berlebihan ttg orang bali utk keperluan turisme mmg membuat tidak sedikit orang bali yg gengsinya tinggi. jadi, meski disapa baik2 eh malah curiga. dan, terjadilah salah paham itu.
anton’s last blog post..Terjawab Sudah Kegelisahan Itu
ditambah pula keangkuhan yang tinggi, bahasa wayangnya kadi aku. jargon2 pariwisata memang meninabobokkan sebagian besar orang Bali sehingga merasa superb secaraa membabibuta. itu untung baru curiga, secara pernah saya kena helm mentah gara2 di klaksonin dijalan raya.
February 29th, 2008 at 9:10 pm
iya nie bli, kok bisa gitu ya pemuda-pemuda kita? care sing ada gae ane lenan gen…
seandainya saja mereka itu ngeblog semua ya, tentu tidak jadi belog hheheh
dah ada pergeseran nilai yg parah bli
March 1st, 2008 at 12:34 am
Hmmmm………….. No Comment untuk point 1 dan 2
Comment untuk point 4 ajah : Yup emang begitu itu. Pengaruh Minuman keras lah yang menjadi penyebab utama. Makane jejeh atine yen ampe peteng2 nu di jalan, apalagi nglewatin nak ngumpul2 terus ngidupang musik keras2 terus misi botol2 arak…… Musti langsung ngacir.
Kania’s last blog post..Gilakah Saya ??
hahahaha waduh dipersori niki [deleted] Nia, bukan bermaksud
tapi memang ada sebagian besar saya temui di Bali orang2 yg ’salah asuhan’ ttg sistem ini. klo dah nemuin yg ngumpul2 gitu, SDM aja secepatnya heheh selamatkan diri masing2
March 1st, 2008 at 2:00 am
kalo gara2 minuman keras, kayaknya gak hanya di bali aja, di semua tempat juga sama seperti. Jangankan saling pandang, orang diem2 jalan aja bisa ditonjok
adi’s last blog post..Ketemu lontong balap
waaaa orang diem ditonjok juga? dah jelas2 kriminal tuh
March 1st, 2008 at 2:05 am
kalo yang mandang itu cewek cuantique gimana ya bli…???
jadinya kan enak pandang-pandangan…!! hehehe
ady gondronk’s last blog post..Kalo bisa murah kenapa harus mahal..??
klo yang ini saya mau
March 1st, 2008 at 3:41 am
berarti tarian kecak = tarian pukul2 ya
ridhocyber’s last blog post..Jaringan International Telkom Bermasalah
wakakkaakaka, itu lain boss waduh sampe elek saya ketawa
March 1st, 2008 at 3:42 am
waaaaah….nambah ilmu baruuuu!!!!!asiiik jd tau nih kebudayaan bali ternyata seperti ituh..glad to know u!
from JKT niiiih..
theloebizz’s last blog post..acne hurts..
ya itulah sekelumit sisi gelap karakter orang Bali. tanpa bermaksud mengeneralisasi
thank you, glad to ‘know’ u too
March 1st, 2008 at 4:57 am
maka sebaiknya gunakan kacamata hitam jika mau ‘melirik’ mereka..jeg cakcak..
hehehe lalu nyanyikanlah lagu ini..”dibalik kaca mata hitam….”
March 1st, 2008 at 7:57 am
gumi panes (pengaruh global warming),
basang panes (pengaruh alkohol,
nah jeg cakcak!!
budarsa’s last blog post..Keramahan Jogja
hehehe beh provokasi ne
March 1st, 2008 at 1:54 pm
segitu seremnya kah???
trus kalo bule2 yg gak tau gimana dooong???
icHaaWe’s last blog post..RePaRasi AC & TaG
bule sih ga masalah, soalnya pemuda2 mabuk itu klo ketemu bule, langsung jadi pedagang acung
March 1st, 2008 at 6:40 pm
Kalau memandang blog di cakcak juga ya?
BlogDokter’s last blog post..Akhirnya IPB Menyerah
hehehe malah seneng pak cock, kan traffic naik
March 1st, 2008 at 6:44 pm
gyah… bener banget tuh. bhkan baru kemarin ini ada perkelahian gitu di desa aku gara2 hanya yang satu mlototin yang satunya. akhirnya mereka saling tonjok2an. ga penting banget kan?
pink’s last blog post..Calon Murid Teladan
masih mending klo mereka tonjok2an nya berdua aja. ampe matekpun gpp, yg parah tuh adalah provokasi banjar sehingga jadinya massal
March 1st, 2008 at 11:05 pm
biasanya yg kurang pendidikan juga gitu, bli. atau yg pengangguran. liat aja tuh preman di jkt dan tempat laen, sama aja. ajak ngeblog aja deh !
dian’s last blog post..guruku cantik sekali
bahasa lainnnya, sudah bodoh miskin lagi
March 2nd, 2008 at 12:07 am
[...yadiastun sube pelih sing ade selah ngidih pelih.
Ulian medenengan mate sing terime, jeg cakcak ndasne...]
baiasane sih pengaruh alklohol… sing keto bli ?
dipoetraz’s last blog post..Ikut Pindahan?
waaaa nano biru…belog…belog….belog….
March 2nd, 2008 at 12:41 am
kejadian seperti itu ga saja terjadi diBali, banyak juga terjadi di tempat/daerah lain. tanya kenapa??? *cape dech*
balibuddy’s last blog post..Police Warning : Tolong disebarluaskan,
zaman kaliyuga soalne bli
March 2nd, 2008 at 2:34 am
biasanya ego yg ketinggian ikut bermain dlm hal itu bli…
dari mata turun ke hati.
jeg mejaguran. kunyuk sing ngelah gae. ada lagi, biasanya mereka mainnya keroyokan.
salam,
paramarta
paramarta’s last blog post..Segera bangkit bos !
yg ini yg tidak saya ngerti, kok bisa2nya provokasi yg lain hanya untuk ngikutin rasa kadi aku mereka. parahnya lagi satu desa dilibatkan, capee deh
March 2nd, 2008 at 8:39 am
Dalam Bahasa Bali ada istilah “nyapa kadi aku”. Orang lain dianggap lebih lemah dan pantas diperlaukan semena-mena, karena menganggap dirinya yang paling kuat, yang paling berkuasa dan rasa ego yang berlebih.
Lantasa kenapa dengan hanya memandang dianggap menantang? Karena pandangan diangggap nantang.
Orang seperti ini sebenarnya rasa percaya dirinya yang kelewat lemah. Mereka selalu berpikiran orang lain akan nyakcak dirinya lebih dahulu. Mereka mencoba mempertahankan ego dan rasa percaya dirinya. Padahal belum tentu orang yang memandangnya bermaksud tidak baik.
Jadi hati-hati main pandang2an. Salah pandang, bisa-bisa anda tak bisa memandang lagi, karena mata tak berfungsi lagi memandang….
Semoga Bali selalu aman.
Bih, koq jadi serius????
Dek Didi’s last blog post..Pengalaman Naik Dokar Hari Ini…
yoi dek, apa yang dek ungkapkan mungkin bisa disimilarkan bahwa mereka itu sebenarnya sudah mengarah kepada paranoid stadium parah. yg diawali dengan mental ‘nyapa kadi aku’ itu tadi. makanya klo dijalan saya lebih baik pakai helem cerebong hitam gelap dan klo pake mobil pasti juga dikasi kaca yg ga tembus dari luar
March 2nd, 2008 at 7:45 pm
Bli Made, saya adalah salah satu orang yang percaya bahwa kasta di Bali adalah salah satu kesalahan terbesar yang dibuat oleh nenek moyang kita. Bahwa kita sebagai manusia dinilai atas apa tindakan semasa kita hidup dan bukan atas dasar sebagai anak siapa kita lahir!
imsuryawan’s last blog post..Partai… oh… partai…
bli suryawan, ada buku yang bagus sekali berkaitan dengan hal ini judulnya ‘kasta, kesalahan berabad2′ lupa saya pengarangnya siapa. yg jelas warna sampulnya merah dan judul tulisannya warna hitam di sampul. di gramedia kayaknya ada.
March 3rd, 2008 at 1:38 am
Kayak lagu ne Nanoe Biroe ne bli. Saya juga pernah nulis tentang ini bli. Prihatin aja melihatnya dijalan bli. Kayak nda ada kerjaan lain aja hehehehe … Ulian medenengan mata sing terima, jeg cakcak ndas ne deeeee (belog belog belog - nanoe)
Nyoman Ribeka’s last blog post..Postingan Ga Penting of the Day
*nyemak gitar langsung dan maenkan lagu nano*
March 5th, 2008 at 6:10 am
Woiiii…….jangan sebut nama komplit dounk :p
SDM = Selamatkan DiriMu…….
Kania’s last blog post..SMS
sorry
March 5th, 2008 at 9:28 am
Yah,,kalau orang bali dipanadang matanya,,,jadi musuh,yah kalau orang sananya di panadang matanya jadi teman,,,,apalagi kalau sedang2 minum pasti merah matananya,,,,dan main jotokan.Kalau di sananya pasti orang saling panddang matanya,,,,,berarti mantap,
susah deh klo udah berurusan dengn yg sedang minum2, akal sehat ga jalan
March 7th, 2008 at 5:26 am
Tapi saya belum pernah ada yg nyakcak bule gara2 dipandang matanya
wira’s last blog post..Catur Brata Penyepian, berhasilkah saya?
March 27th, 2008 at 12:18 am
Heran ya… kalau orang di pandang atau diperhatikan, setidaknya orang tersebut memiliki kelebihan *pandang dari sisi positif*. Kenapa dipandang harus tersinggung????
Gung De’s last blog post..Mencoba Produk “CERIA” Sampoerna Telecom.
March 27th, 2008 at 1:42 am
@Gund De, saya juga ga ngerti tuh, mgkn karena dah duluan nefatif thinking
devari’s last blog post..Introducing e-Blogari