Archive for March, 2008
Saturday, March 29th, 2008
Belajar Berjiwa Wiraswasta
Entah mengapa akhir2 ini saya punya pikiran merasa terkurung dalam sebuah doktrin berfikir yang tertanam selama bertahun2, yaitu cara berfikir yang selalu employed-oriented alias bekerja (pada orang lain) entah itu kantoran, hotel dan sejenisnya. Tidak pernah berfikir tentang self-employed/membuat usaha sendiri misalnya jualan sayur, jualan bakso, jadi tukang cukur dan sejenisnya yang bisa dikategorikan usaha sendiri. Sejak masa sekolah selalu berfikir kerja dimana, jadi apa, posisi apa dll. Ketika sudah bekerja pada perushaan A dengan gaji tinggi, lalu berfikir lagi untuk kerja di perusahaan B yang menawarkan lebih. Doktrin itulah yang sangat berperan pada diri saya sehingga mental babu (baca: mental pekerja, bukan mental pengusaha) tumbuh subur dalam pikiran saya.
“Saya jadi babu dan kaya, so mengapa mesti wiraswasta lagi?” Saya tidak mengatakan bahwa menjadi pekerja adalah tidak OK, sama sekali tidak. Ada satu kepuasan tersendiri jika punya usaha sendiri dan menciptakan lapangan kerja untuk orang lain. Tidak ada yang salah. Saya sendiri sampai saat ini adalah seorang pekerja yang bermental babu tulen. Harus diakui bahwa karena menjadi babulah saya bisa seperti sekarang, belum kaya sih tapi cukup makan dan minum, dan cukup yg lainnya. Saya hanya merasa bahwa mungkin sudah saatnya saya mulai berfikir untuk move forward dan menghentikan mental babu itu dan mulai belajar untuk berfikir mandiri dalam dunia kerja. Langkah nyatanya adalah pada 2007 dengan segala keterbatasan dan modal panas dan dengan jumlah hanya 70% dari seharusnya yang ada di business plan, saya merintis sebuah bengkel mobil di Denpasar. Hal itu benar2 menjadi titik tolak dalam merubah sedikit demi sedikit cara saya berfikir untuk mulai belajar berwiraswasta.
Secara sepintas, modal dan kesempatan terlihat menjadi faktor yang menentukan tapi nyatanya tidak. Saya punya banyak kolega yang sudah menjadi pekerja bertahun2 bahkan puluhan tahun, baik di dalam maupun luar negeri. Dari segi modal rasanya tidak menjadi masalah untuk memulai sebuah usaha sendiri skala kecil/menengah. Tapi karena mental babu yang masih begitu kuat dan tidak mau keluar dari comfort zone maka tidak ada pikiran sama sekali untuk memulainya. Yang ada hanyalah kesibukan yang terus menerus dan selalu dalam hunting mode untuk mencari di perusahaan/hotel mana bekerja. Alhasil, saya sangat sedikit mempunyai teman yang bisa diajak ngobrol dan berjiwa wiraswasta. Walaupun tidak bisa serta merta, paling tidak mempersiapkan diri setelah selesai bekerja di negeri orang. Mereka hanya sibuk mencari update2 berita hotel apa berdiri dimana, hotel apa ada lowongan dan service chargenya berapa dan sejenis2nya.
Walau tidak bisa sekarang, paling tidak pikiran sudah mulai terbuka ke arah sana. Jika terus termakan doktrin itu, lalu sampai kapan menjadi babu terus? Akankah sampai tua? Apa tidak bosan bekerja untuk orang lain terus? Ternyata belajar berjiwa wiraswasta tidak harus melulu yg muluk2 dan tinggi2. Berikut beberapa tips untuk memulainya:
1. Stop mental babu itu. Hal yang paling penting adalah pikiran kita. Kebanyakan dari kita sudah terbiasa selalu berfikir sesuai doktrin itu sehingga menutup mata untuk hal2 menyangkut wiraswasta. Jika pikiran sudah terbuka maka selanjutnya akan lebih mudah.
2. Konsep modal. Memang modal menjadi faktor utama dalam memulai sebuah usaha mandiri tapi tidak menjadi faktor penentu. Banyak cara untuk mensiasati faktor ini misalnya nabung sejak dini, pinjaman dll.
3. Jgn muluk2 dan tinggi2. Dalam memulai usaha sendiri, jgn langsung memikirkan hal2 yg gede dan muluk2 misalnya bagaimana menyaingi KFC, bagaimana menyaingi BCA dll. Mulailah dengan hal2 kecil dan biarkan pikiran kita membentuk sebuah konsep dulu dengan fondasi yang kuat ke arah bisnis.
4. Hobi dan jeli melihat peluang. Idealnya memulai sebuah usaha adalah sesuai dengan hobi sehingga dalam menjalaninyapun akan lebih enjoy. Jika senang makan, buatlah warung nasi yang punya ciri khas dan branding sendiri misalnya Warung Makan Bajak Laut. Jika senang fashion, buatlah usaha butik misalnya dengan sentuhan khas yg menbedakan dari usaha sejenis. Jika senang online, bikin warnet. Jika senang bakso, jadilah juragan bakso, buat beberapa rombong (sekitar 2 jtan perbuah) lalu cari pekerja orang Jawa (maaf orang Bali gengsinya gede, walau kantongnya kosong) yang mau dimodalin untuk jualan bakso.
5. Tanyakan pada diri sendiri. Akhirnya semua kembali berpulang pada diri sendiri. Tanyakan pada diri kita masing, apakah saya ini termasuk forever babu-oriented atau entrepreneur-oriented. Saya sendiri termasuk semi babu oriented
Posted in Personal Stories, business, opini | 39 Comments
Wednesday, March 26th, 2008
Introducing eBlogari
Ada satu pepatah kuno Romawi yang bilang ‘tak kenal maka tak sayang’, maka dalam rangka lebih saling mengenal sesama blogger, DevarRi’s CoRner mengadakan sebuah program/postingan yang bertajuk eBlogari. Mudah2an bisa memperat tali perblogan sesama blogger. Manusia adalah mahkluk sosial, begitu pula blogger. At the end, pertemananlah juga yang menjadi tujuan besar kita. Hidup Blogger!
Apa itu eBlogari?
e-Blogari Adalah kependekan dari editorial blog ala DevaRi.
Editorial apaan?
eBlogari merupakan program/postingan yang berisi review (tajuk rencana) atas sebuah blog dan juga figure sang pemilik blog tersebut, juga sepak terjangnya di dunia persilatan perblogan
Apa kriteria eBlogari?
Tidak ada kriteria2 khusus, suka2 aja.
Tujuan eBlogari?
Just for fun dan memperat tali perblogan sesama blogger.
Jadwal eBlogari?
Belum ada jadwal khusus, mungkin weekend/month-end
Bentuk postingan eBlogari?
Bisa berbentuk narasi atau wawancara.
Cara masuk eBlogari?
Bisa saya pilih sendiri atau mengajukan diri langsung via email, but subject to approval.
Posted in blogging | 38 Comments
Wednesday, March 26th, 2008
And the Winners are:
1. Arya (mankarya.co.nr)
2. Febra (lintaskata.wordpress.com)
3. Widi (gexindi.blogspot.com)
4. Ribeka (winardi.wordpress.com)
5. Paramarta (thinkrecorder.wordpress.com)
Pemenang diharapkan mengirim email kepada saya ke sini dengan subject ‘pemenang quis Devari’ dan tuliskan nama domain yang diinginkan. Email pengirim haruslah sama dengan dengan email yang dipakai pada waktu ikutan quiz DevaRi. Ditunggu paling lambat tgl 28 maret 2008 waktu karibia GMT-5. Jika terlambat hadiah akan diberikan kepada peserta lainnya.
Terima kasih. Tunggu upcoming DevaRi quiz next time
Posted in Kabar-kabari, blogging | 22 Comments
Tuesday, March 25th, 2008
Kilas Balik Quiz DevaRi
Akhirnya tiba juga saat yang ditunggu2 oleh para peserta quis DevaRi kemarin. Terus terang saya agak kebingungan untuk menentukan pemenang siapa yang beruntung kali ini. Walau sudah saya tekankan bahwa ini hanya sekedar fun tapi kawatir juga nanti ada persepsi bahwa saya pilih kasih atau gimana dalam menentukan lima orang yang beruntung itu. Makanya saya mohon maaf jika ada yang merasakan atmosfer itu, maksud hati sama sekali tidak demikian. Memang unsur subyektifitas tidak bisa saya lepaskan karena memang ini acara personal saya dan bukan dari organisasi sosial. Jadi tidak ada juri2an yang serious semua semata2 my own decision yang secara umum dipengaruhi oleh beberapa faktor misalnya ‘chemistry’ yang saya rasakan dari komentnya, belum mempunyai domain sendiri, readership terhadap blog ini (halah) dll.
Tengkyu beraaat juga atas partisipasi teman2, asyik juga membaca kesan pesannya terhadap blog saya. Ada yang bikin saya senyum dan ada juga yang membuat dahi saya berkerut memikirnya. Pokoknya seru, had a lot of fun reading it. Maaf, tidak bisa saya komentari satu persatu, beberapa misalnya :
Dari Kania :
“karena tiang sangat sayang ma devari.org, makanya tiang nulis ini wkakakkaka…… kalau bisa seimbang mengangkat tema budaya, adat istiadat Bali, dan sisi lain kehidupan-nya. Mungkin budaya Bali yang tersohor ke seluruh penjuru Dunia punya sisi negatif tapi toh juga nga bisa dipungkiri banyak sekali nilai2 positifnya. Jadi karena tiang belum lihat tulisan bli yang mengangkat nilai positif-nya, itu menjadi kritikan utama”
Hah sempat GR juga membaca ‘karena tiang sayang ma devari..”.Hehe, kirain ga ada .org nya, kirain sayang sama saya huahua. Kayaknya benar juga ya selama ini porsi postingan saya cenderung lebih banyak yang negatif. Bukan bermaksud ngangkat2 negatif gitu sebenarnya, tetapi lebih kepada sebuah usaha untuk mengangkat ini ke permukaan sehingga paling tidak kita orang2 Bali sadar secara seimbang bahwa ditengah gelimang adi luhung budaya ini masih ada kerikil2 yang perlu kita singkirkan karena bisa natuin. Kritik dari orang Bali sendiri (saya) rasanya cukup fair untuk memulainya dibandingkan jika orang lain yang duluan mengkritik. Di samping itu, untuk yang condong positif, sudah ribuan jumlahnya di internet, buku2 dll. Tengok saja web2 komersil yang bertopengkan artikel2 budaya Bali. Saya hanya ingin mengemukakan sesuatu yang opposite sehingga saya harapkan bisa memberi nilai tambah, tentunya dengan keterbatasan dan subyektifitas seorang devari.
Dari Widi :
“banyakin posting tentang keluarga, yah..pengen tau dong gimana memen devari dan perkembangan devari sapa tau jadi tempat shering perkembangan anak.”
Dari Lode :
“blog ini sangat egois karena make trade mark devari tanpa pernah mengapresiasi yang punya nama. masuk kategori bullying”
Duh, agak sedih juga karena jadi terus teringat putri tercinta yang sekarang ada di Bali bersama nenek/kakeknya. Memen devari baek2 saja di karibia sini tapi karena kesibukannya sebagai ibu pirates sehingga kurang begitu tertarik dengan dunia blogging. Tapi dia termasuk salah satu pembaca paling loyal blog ini dan beberapa blog teman2 saya. Thanks Widi atas atensinya mungkin kita bisa share di Bali nanti setelah kami pensiun dari dunia pirates.
Lode, penggunaan nama devari untuk domain sebenarnya adalah appresiasi yang eternal dari kami kepada putri saya Devina Ananda Perdari a.k.a Devari. Sayangnya saya tidak mempunyai cerita2 drama keseharian sebagai orangtua ttg Devari karena kami di Karibia dan dia di Bali. Bertemu setahun sekali selama 5 mingguan. Ingin rasanya juga bisa berbagi tentang gimana dunia parenting itu, apa daya belum bisa karena sebuah pilihan hidup untuk saat ini. Ada harga yang teramat sangat mahal yg harus kami bayar dengan pilihan ini, yaitu kehilangan beberapa moment penting dengan anak. Kami hanya mencoba menghibur diri dan menemukan sebuah excuse, untuk dia juga.
Dari Arya:
“satu saran dari saia bli, jangan takabur dan jangan lupa asal kita huhuhuh.dan tetep jadi blogger yang mau komen di blog kacangan seperti saia (karena blogger yang udah high level udah males ma macam blogger kacangan)segitu saja bli”
Ini dia buddy yang terus ‘menemani’ saya dari zaman blogpsot, wp sampai sekarang. Saya pribadi sama sekali tidak pernah mengganggap bahwa ada blog kacang, jagung dan biji2an lainnya. Semua ada proses belajarnya. Jikapun saya tidak bisa berkunjung balik ke semua blog, ada beberapa hal yg menyebabkan misalnya karena kesibukan kerja, punya dua blog dan juga karena saya menganut prinsip equalitas dalam dunia blogging. Bagi saya blogger itu mestinya menerapkan sistem menulis dan membaca. Ngeblog tidak semata2 hanya sekedar menulis dan take care blog sendiri tapi juga harus berani menyisihkan waktu untuk membaca blog orang lain sehingga tercipta jaringan pertemanan dan prinsip keseimbangan. Kira2 bahasa literalnya ‘kamu baca tulisanku, aku baca tulisanmu’. Seperti yang dibilang blog ini :
“If you want others to know about your site, read their works and try to comment if you can. Remember, if it only took you a couple of seconds to drop by on a blog, expect that they will also do the same on yours. Try to pitch in the extra effort and those bloggers would see that you are a person worth visiting“
Dari Paramarta :
“trus sarannnya tiyang menyukai topik yang diangkat ttg bali. menampilkan kebudayaan, prilaku, sentuhan bahasa dari orang bali sendiri. tapi kalo berubah tiyang nggak mendukung lo”
Terima kasih atas appresiasinya, sebenarnya saya tidak ada target2an untuk focus pada satu hal tertentu. Namanya juga blog personal, seperti pada disclaimer saya, jadi isinya bisa macam2 tergantung apa yg terjadi disekitar saya. Jadi jangan terlalu expect sesuatu yg sempurna pada blog ini. Blog orang2 terkenal bahkan berani memproklamasikan kemerdekaan blog mereka karena banyaknya pembaca yang ingin dia posting topik tertentu.
Dari si dokter berselendang :
“tulisan2 bli made ngga kalah ama karya para sastrawan, jurnalis ato seleb blog lainnya..kl tdk mau dikatakan lebih baik (jujur niki bli..), mudah dicerna, lugas, tegas.”
Wakakak, ini asli komentar scam tp membuat saya tertawa habis. Sastrawan euuyy! LOL.
Sedangkan Sakti, BlogDokter dan juga Febra mempunyai kesan2 yg hampir serupa, keep your style, your color dan katanya ini sudah menggambarkan siapa devari itu.
Maaf tidak bisa disebutkan satu persatu nanti terlalu panjang. Sekali lagi terima kasih atas segala appresiasinya. Pengumuman pemenang akan diadakan besok tgl 26 Maret 2008 waktu Karibia GMT-5.
Posted in Kabar-kabari, blogging | 20 Comments
Saturday, March 22nd, 2008
Welcome to the Club!
Turut berbahagia dan selamat menempuh hidup baru buat sahabat tercinta, Ms. Liliani. Semoga kebahagiaan selalu menyertai di setiap langkah kalian berdua. Welcome to the Club!
Posted in Kabar-kabari | 21 Comments
Saturday, March 22nd, 2008
Maaf, Telah Terjadi Plugin Error
Bagi sobat DevaRi yang berkunjung dan tidak bisa memberi komentar dua hari terakhir ini, saya meminta maaf atas ketidaknyamaman yg terjadi. Sejak menggunakan theme yang baru, tanpa saya sadari bahwa telah terjadi error pada plugin math comment protection. Pluginnya aktif cuman tidak muncul di bawah form comment. Pas mau balas comment ternyata ga bisa. Sekali lagi maaf. Plugin sudah disable.
Posted in blogging | 17 Comments
Wednesday, March 19th, 2008
Nama Saya Gusti Made
Kira-kira tiga bulan yang lalu saya berkonsultasi dengan beberapa ahli soroh (klan) di Bali, juga sempat diskusi dengan beberapa dosen dan pemerhati masalah agama dan budaya. Tidak itu saja, sayapun sembahyang keliling Bali terutama pura2 besar untuk memohon petunjuk atas satu pertanyaan besar yang selalu ada dipikiran saya yaitu benarkah saya ini orang Bali yang berkasta sudra? Bagaimana nanti kalau seandainya saya ini ternyata berkasta tinggi, nak gusti misalnya. Tentu nama saya menjadi keren, I Gusti Made Suardana. Cuit cuit!
Benar saja, setelah konsultasi yg mendalam dengan beberapa ahli dan adanya beberapa pawisik (bisikan gaib dari Tuhan), ternyata memang benar saya ini keturunan generasi ke-457 dari I Gusti Patih Mahagoni pada zaman Majapahit dulu. Berita gembira ini tentu saja saya sebarkan ke keluarga besar dan rencananya akan kami umumkan ke banjar dan kawitan bahwa keluarga kami ini keluarga berkasta loh jadi akan ada implikasi lanjutannya. Panggilan terhadap saya harus berubah dong, tidak boleh panggil Made saja tapi Gusti Made. Setelah itu, keluarga besar kami akan mendirikan pura kawitan sendiri dan keluar dari pura banjar yg dulu karena kawitan kami ternyata beda, keturunan Gusti Patih Mahagoni.
Begitulah kira2 skenario yang ada dikepala saya. Menyimak kronologi seperti itu kira2 apa yang terjadi selanjutnya? Kira2 bagaimana kondisi kehidupan sosial di banjar/desa adat jika terjadi seperti diatas? Kira2 bagaimana kehidupan sosial keluarga I Gusti Made Suardana selanjutnya?
Skenario diatas bukanlah isapan jempol semata. Itu merupakan fakta yang ada di beberapa wilayah di Bali. Tengok saja beberapa berita di koran tentang terjadinya kasus2 adat di Bali yang dipicu oleh masalah kasta tersebut. Kehidupan sosial sebuah desa/banjar adat tentu saja akan bergejolak ketika beberapa anggota banjar tiba2 memproklamasikan dirinya bahwa mereka adalah golongan kasta tertentu (biasanya lebih tinggi) dan tidak mau lagi ikut mebanjar dan menyungsung pura setempat. Made Lampuk misalnya, sekarang otonan anaknya tidak mau lagi dipuput (dipimpin) oleh Jero Mangku tapi harus Ida Peranda karena sekarang dia berubah menjadi I Gusti Patih Lampuk. Tentu saja penduduk banjar manjadi berang karena tidak semua orang bisa menerima begitu saja apalagi yg menyangkut adat.
Saya bukan anti kasta, tidak juga bermimpi berkasta tinggi karena memang tidak mungkin, lagian nanti akan repot untuk merubah surat2 dan ijasah. Saya hanya prihatin melihat segelintir orang Bali yang berambisi untuk berkasta tinggi dan menggunakan cara2 instan yang bisa memicu perang saudara (kasus2 adat). Tujuannya apa? Biar lebih keren? Biar menambah image? Atau biar naik gaji?
Agama Hindu tidak pernah mengajarkan sistem Kasta melainkan yang dipakai adalah sistem Catur Warna. Berikut ini pandangan yg dikemukakan oleh Drs. I Gusti Agung Gde Putera, waktu itu Dekan Fakultas Agama dan Kebudayaan Institut Hindu Dharma Denpasar yang juga kini Dirjen Bimas Hindu dan Buddha Departemen Agama (seperti Wiki bilang) :
“Kasta-kasta dengan segala macam “titel”-nya yang kita jumpai sekarang di Bali adalah suatu anugerah kehormatan yang diberikan oleh Dalem (Penguasa daerah Bali), oleh karena jasa-jasa dan kedudukannya dalam bidang pemerintahan atau negara maupun di masyarakat. Dan hal ini diwarisi secara turun temurun oleh anak cucunya yang dianggap sebagai hak, walaupun ia tidak lagi memegang jabatan itu. Marilah jangan dicampur-adukkan soal titel ini dengan agama, karena titel ini adalah persoalan masyarakat, persoalan jasa, persoalan jabatan yang dianugerahkan oleh Raja pada zaman dahulu. Dalam agama, bukan kasta yang dikenal, melainkan “warna” dimana ada empat “warna” atau “Catur Warna” yang membagi manusia atas tugas-tugas (fungsi) yang sesuai dengan bakatnya. Pembagian empat warna ini ada sepanjang zaman”
Posted in opini, social life | 33 Comments
Monday, March 17th, 2008
Mau Domain dan Hosting Gratis?
Dear Sobat DevaRi,
Dalam rangka DevaRi’s wedding anniversary dan sebagai sebuah bentuk provokasi penggunaan domain penghargaan kepada sobat pengunjung yang telah meluangkan waktu untuk singgah dan membaca blog ini, DevaRi’s CoRner mengadakan sebuah kuisioner berhadiah domain dan hosting gratis. Jawaban kuisioner bisa langsung diisi pada kolom komentar di bawah ini.
Kuisioner :
1. Alasan tertarik ingin memakai domain sendiri?
2. Kesan dan pesan untuk DevaRi’s CoRner? (saran/kritik kontruktif, hal2 yg disukai, yg tidak disukai, frekuensi postingan, topik, gaya bahasa postingan, design atau apa saja, bebas bas bas)
Detail hadiah sebagai berikut:
- hadiah tersedia untuk lima orang pemenang yang beruntung
- masing2 pemenang mendapat satu paket domain dan hosting gratis selama satu tahun
- domain yang tersedia adalah .com, .net, .info, .org, dan .web.id
- kuota space hosting sebesar 50 MB dan kuota bandwidth sebesar 3 GB (cukuplah untuk ngeblog)
Kuisioner ditutup tgl 25 Maret 2008 dan pemenang akan diumumkan secara terbuka di DevaRi’s CoRner pada 26 Maret 2008 waktu Karibia (GMT -5). Kriteria yang menang adalah berdasarkan genuitas dan objektivitas jawaban, diutamakan bagi yang belum mempunyai domain sendiri dan keputusan hasil pemenang sepenuhnya ada dipihak penyelenggara. Jika yang masuk kualifikasi lebih dari lima orang maka pemenang ditentukan dengan sistem undian. Nothing serious, just for fun. Tidak boleh protes ya dan tidak menerima suap hehehe!
NB: Selama masa kuis berlangsung, komentar yang masuk dan dianggap ikutan kuis, tidak akan saya komentari balik di postingan ini, demi menjaga agar tidak ada conflict of interest. Setelah pengumuman pemenang baru akan saya komentari. Terima kasih!
Posted in blogging | 40 Comments
Friday, March 14th, 2008
Virus ‘Sangut’ dalam Diri Manusia Bali
Sangut adalah salah satu tokoh fiksi dalam dunia pewayangan di Bali. Nama Sangut menjadi berkibar karena sifatnya yang sering digunakan untuk menggambarkan orang Bali yang mempunyai tabiat opportunis, plin plan, suka mengadu domba, cari aman sendiri dan bahkan cenderung menfitnah dan merugikan orang lain. Bahasa Balinya mungkin ‘being happy on others grief’. Nyangut adalah istilah yang dipakai untuk menyebut orang Bali yang doyan mempraktekkan trik2 tokoh Sangut dalam kehidupan nyata sehari2 entah itu di lingkungan sosial (banjar) di Bali atau di tempat kerja bahkan jiwa Sangut sudah menyebar dan mewabah di luar negeri, tentunya pembawa virus Sangut ini adalah orang2 Bali sendiri.
Benar, jiwa Sangut ini mungkin tidak menjadi milik orang Bali saja. Orang2 dari daerah lainpun di Indonesia bahkan di dunia mempunyai sifat ini, tentunya dengan nama dan kemasan yang berbeda. Ada Sangut Jawa, Sangut Sumatra, Sangut Karibia, Sangut Amerika dan Sangut2 lainnya. Tetapi karena kebetulan saya orang Bali dan fenomena itu saya lihat pada lingkungan orang2 Bali, dan mungkin saja saya termasuk didalamnya, maka ‘manusia Bali’ pun saya masukkan sebagai bagian dari judul postingan kali ini. Tidak untuk menggeneralisasi tapi sebagai sarana untuk refleksi diri. “Sing keto Ngut?” (Bukankah begitu, Ngut?).
Tokoh Sangut sebenarnya termasuk lucu, paling tidak seperti apa yang digambarkan oleh dalang2 pada saat memainkannya. Tetapi ketika dimainkan dalam dunia nyata, Sangut-Sangut ini menjadi sangat tidak lucu dan cenderung provokatif dan destruktif. Sangut2 dalam dunia nyata menggunakan segala cara untuk mencapai tujuannya. Di tempat kerja misalnya. Seharusnya kondisi dan lingkungan kerja menjadi nyaman dan bisa menjadi ajang untuk mempererat tali persatuan orang2 Bali dirantauan tetapi karena virus Sangut sudah menyebar banyak terjadi ketimpangan2 sosial. Yang ada hanya saling sikut sesama orang Bali dan berlomba2 untuk menjilat kiri dan kanan. Kenapa orang Bali yang terkenal akan sifat kekeluargaan (menyame braya) bisa terjangkit virus Sangut (dilingkungan kerja)?
1. Lunturnya Spirit Bali. Namanya juga bekerja di negeri antah berantah yang jaraknya ribuan mil dan beda waktu 12 jam dengan Bali maka spirit2 kebalian dari orang2 Bali sudah luntur total. Tidak ada lagi jiwa menyama braya (semua saudara). Yang ada hanya dollar di kepala. Yang ada hanya UICG alias Urus Iban Ci Gen (mind your own business).
2. Jabatan/Posisi. Siapa yang tidak tergiur dengan jabatan dan posisi? Begitu juga dengan orang2 Bali. Segala cara akan dilakukan diluar koridor profesionalisme termasuk menjilat, menfitnah, menjelek2an rekan kerja sesama orang Bali dan termasuk sentimen pribadi.
3. Sifat Belog Ajum. Belog Ajum dalam bahasa Bali berarti bodoh dan suka dipuji. Ini mirip2 dengan ’sudah jatuh tertimpa tangga’ pula. Sudah bodoh, suka dipuji lagi. Entah itu pujian real atau sekedar untuk membesarkan kepalanya sebagai sekedar bagian dari basa basi khas orang Bali.
Sing keto Ngut Bia? (Bukankah begitu, Sangut Karibia?)
Posted in Karibia, social life | 31 Comments
Wednesday, March 12th, 2008
Lahirnya DevaRi [dot] InFo
Dear sobat dan readers, ijinkanlah saya numpang pengumuman sebentar bahwa telah lahir satu lagi blog devari yaitu DevaRi [dot] InFo. Inginnya blog ini saya sebut sebagai blog yang berbahasa Inggris tapi berhubung bahasanya sangat far far away dari sempurna maka rasanya belum pantas disebut blog berbahasa Inggris. Dengan bahasa Inggris yang pas2an, mungkin kurang dari pas, saya tetap nekat untuk memakai bahasa tersebut, saya anggap saja sebagai sebuah sarana belajar bagi diri saya dalam menuangkan ide ke dalam sebuah komposisi yang berbahasa Inggris. Toh juga bahasa tersebut bukan merupakan mother tongue dari kita, jadi don’t worrylah kalau terjadi banyak salah tata bahasa (begitulah cara saya membesarkan hati untuk tetap nekat). Kenapa harus berbahasa Inggris?
1. Sarana Belajar. Percaya ga percaya, bahwa makin sering dipraktekkan bahasa Inggris akan menjadi lebih baik. Syukur2 jika ada yang berkenan memberikan koreksi. Dengan welcome akan diterima (melirik Winyo di Amrik sana)
2. Memperluas audience. Idealisme saya adalah bahwa pandangan2 saya terhadap Bali dan tradisinya bisa juga dinikmati oleh bule2 sana yg notabene menjadi bagian yang terpisahkan dari Bali. Bahasa Inggris menjadi kunci utama, mudah2an saja mereka mengerti dengan bahasa saya. So far mereka hanya tahunya Bali itu indah, sorga, pulaunya dewa dan sebutan2 lain yg hanya merupakan jargon2 pariwisata. Siapa tahu ada2 diantara mereka yang tertarik dengan ’sisi lain’ dari Bali dan masyarakatnya.
3. Mencoba online earning. Sering kali pertanyaan ini hinggap di kepala saya. Adakah sesuatu yang bisa saya manfaatkan dari ketersediaan internet yang melimpah ruah 24/7 ini? (yg menghasilkan). Fyi, staff2 resort ini mendapat fasilitas internet gratis 24/7 dg speed seperti gambar dibawah ini. Akhirnya saya mencoba online earning walaupun pengetahuan sangat terbatas sekali tapi tidak ada salahnya mencoba. Toh juga nothing to lose, begitu fikir saya.
Blog ini masih baru dan lahir kemarin jadi belum banyak ada isinya. Rencananya isi dari blog baru saya ini sebagian besar nantinya adalah postingan2 yg pernah saya termuat di devari.org yg diterjemahkan secara bebas. Juga topik2 ringan tentang Bali dan kisi2 kehidupan sosialnya. Tapi seperti yg kita tahu, ngeblog sangat tergantung sekali dengan mood, jadi mungkin saja tidak seperti rencana semula, subject to sikon nanti. Jika berkenan dan ada waktu, maen2lah ke sana, special thanks untuk Sakti yang telah membantu mengoprek theme dari blog saya tersebut.
Posted in blogging | 37 Comments
Tuesday, March 11th, 2008
Hey Dear, Happy Birthday!
Memene, jeg selamat ulang tahun gen ya, maaf janji melali ke air terjun Niagara tidak terpenuhi (halah) , tapi klo ke air mancur Tirta Empul, itu pasti
Terima kasih atas pengertiannya selama aku tersesat di dunia blogging. Janji deh akan seimbang, dunia maya dan dunia nyata.
Nothing in this world could ever be as wonderful as the love you’ve given me.
Happy Birthday My Love!
Posted in Personal Stories | 28 Comments









Recent Comments