Akhirnya tiba juga saat yang ditunggu2 oleh para peserta quis DevaRi kemarin. Terus terang saya agak kebingungan untuk menentukan pemenang siapa yang beruntung kali ini. Walau sudah saya tekankan bahwa ini hanya sekedar fun tapi kawatir juga nanti ada persepsi bahwa saya pilih kasih atau gimana dalam menentukan lima orang yang beruntung itu. Makanya saya mohon maaf jika ada yang merasakan atmosfer itu, maksud hati sama sekali tidak demikian. Memang unsur subyektifitas tidak bisa saya lepaskan karena memang ini acara personal saya dan bukan dari organisasi sosial. Jadi tidak ada juri2an yang serious semua semata2 my own decision yang secara umum dipengaruhi oleh beberapa faktor misalnya ‘chemistry’ yang saya rasakan dari komentnya, belum mempunyai domain sendiri, readership terhadap blog ini (halah) dll.

Tengkyu beraaat juga atas partisipasi teman2, asyik juga membaca kesan pesannya terhadap blog saya. Ada yang bikin saya senyum dan ada juga yang membuat dahi saya berkerut memikirnya. Pokoknya seru, had a lot of fun reading it. Maaf, tidak bisa saya komentari satu persatu, beberapa misalnya :

Dari Kania :

“karena tiang sangat sayang ma devari.org, makanya tiang nulis ini wkakakkaka…… kalau bisa seimbang mengangkat tema budaya, adat istiadat Bali, dan sisi lain kehidupan-nya. Mungkin budaya Bali yang tersohor ke seluruh penjuru Dunia punya sisi negatif tapi toh juga nga bisa dipungkiri banyak sekali nilai2 positifnya. Jadi karena tiang belum lihat tulisan bli yang mengangkat nilai positif-nya, itu menjadi kritikan utama”

Hah sempat GR juga membaca ‘karena tiang sayang ma devari..”.Hehe, kirain ga ada .org nya, kirain sayang sama saya huahua. Kayaknya benar juga ya selama ini porsi postingan saya cenderung lebih banyak yang negatif. Bukan bermaksud ngangkat2 negatif gitu sebenarnya, tetapi lebih kepada sebuah usaha untuk mengangkat ini ke permukaan sehingga paling tidak kita orang2 Bali sadar secara seimbang bahwa ditengah gelimang adi luhung budaya ini masih ada kerikil2 yang perlu kita singkirkan karena bisa natuin. Kritik dari orang Bali sendiri (saya) rasanya cukup fair untuk memulainya dibandingkan jika orang lain yang duluan mengkritik. Di samping itu, untuk yang condong positif, sudah ribuan jumlahnya di internet, buku2 dll. Tengok saja web2 komersil yang bertopengkan artikel2 budaya Bali. Saya hanya ingin mengemukakan sesuatu yang opposite sehingga saya harapkan bisa memberi nilai tambah, tentunya dengan keterbatasan dan subyektifitas seorang devari.

Dari Widi :

“banyakin posting tentang keluarga, yah..pengen tau dong gimana memen devari dan perkembangan devari sapa tau jadi tempat shering perkembangan anak.”

Dari Lode :

“blog ini sangat egois karena make trade mark devari tanpa pernah mengapresiasi yang punya nama. masuk kategori bullying”

Duh, agak sedih juga karena jadi terus teringat putri tercinta yang sekarang ada di Bali bersama nenek/kakeknya. Memen devari baek2 saja di karibia sini tapi karena kesibukannya sebagai ibu pirates sehingga kurang begitu tertarik dengan dunia blogging. Tapi dia termasuk salah satu pembaca paling loyal blog ini dan beberapa blog teman2 saya. Thanks Widi atas atensinya mungkin kita bisa share di Bali nanti setelah kami pensiun dari dunia pirates.

Lode, penggunaan nama devari untuk domain sebenarnya adalah appresiasi yang eternal dari kami kepada putri saya Devina Ananda Perdari a.k.a Devari. Sayangnya saya tidak mempunyai cerita2 drama keseharian sebagai orangtua ttg Devari karena kami di Karibia dan dia di Bali. Bertemu setahun sekali selama 5 mingguan. Ingin rasanya juga bisa berbagi tentang gimana dunia parenting itu, apa daya belum bisa karena sebuah pilihan hidup untuk saat ini. Ada harga yang teramat sangat mahal yg harus kami bayar dengan pilihan ini, yaitu kehilangan beberapa moment penting dengan anak. Kami hanya mencoba menghibur diri dan menemukan sebuah excuse, untuk dia juga.

Dari Arya:

“satu saran dari saia bli, jangan takabur dan jangan lupa asal kita huhuhuh.dan tetep jadi blogger yang mau komen di blog kacangan seperti saia (karena blogger yang udah high level udah males ma macam blogger kacangan)segitu saja bli”

Ini dia buddy yang terus ‘menemani’ saya dari zaman blogpsot, wp sampai sekarang. Saya pribadi sama sekali tidak pernah mengganggap bahwa ada blog kacang, jagung dan biji2an lainnya. Semua ada proses belajarnya. Jikapun saya tidak bisa berkunjung balik ke semua blog, ada beberapa hal yg menyebabkan misalnya karena kesibukan kerja, punya dua blog dan juga karena saya menganut prinsip equalitas dalam dunia blogging. Bagi saya blogger itu mestinya menerapkan sistem menulis dan membaca. Ngeblog tidak semata2 hanya sekedar menulis dan take care blog sendiri tapi juga harus berani menyisihkan waktu untuk membaca blog orang lain sehingga tercipta jaringan pertemanan dan prinsip keseimbangan. Kira2 bahasa literalnya ‘kamu baca tulisanku, aku baca tulisanmu’. Seperti yang dibilang blog ini :

“If you want others to know about your site, read their works and try to comment if you can. Remember, if it only took you a couple of seconds to drop by on a blog, expect that they will also do the same on yours. Try to pitch in the extra effort and those bloggers would see that you are a person worth visiting

Dari Paramarta :

“trus sarannnya tiyang menyukai topik yang diangkat ttg bali. menampilkan kebudayaan, prilaku, sentuhan bahasa dari orang bali sendiri. tapi kalo berubah tiyang nggak mendukung lo”

Terima kasih atas appresiasinya, sebenarnya saya tidak ada target2an untuk focus pada satu hal tertentu. Namanya juga blog personal, seperti pada disclaimer saya, jadi isinya bisa macam2 tergantung apa yg terjadi disekitar saya. Jadi jangan terlalu expect sesuatu yg sempurna pada blog ini. Blog orang2 terkenal bahkan berani memproklamasikan kemerdekaan blog mereka karena banyaknya pembaca yang ingin dia posting topik tertentu.

Dari si dokter berselendang :

“tulisan2 bli made ngga kalah ama karya para sastrawan, jurnalis ato seleb blog lainnya..kl tdk mau dikatakan lebih baik (jujur niki bli..), mudah dicerna, lugas, tegas.”

Wakakak, ini asli komentar scam tp membuat saya tertawa habis. Sastrawan euuyy! LOL.

Sedangkan Sakti, BlogDokter dan juga Febra mempunyai kesan2 yg hampir serupa, keep your style, your color dan katanya ini sudah menggambarkan siapa devari itu.

Maaf tidak bisa disebutkan satu persatu nanti terlalu panjang. Sekali lagi terima kasih atas segala appresiasinya. Pengumuman pemenang akan diadakan besok tgl 26 Maret 2008 waktu Karibia GMT-5.


Popularity: 29% [?]