Belajar Berjiwa Wiraswasta
TweetSaturday, March 29th, 2008
Entah mengapa akhir2 ini saya punya pikiran merasa terkurung dalam sebuah doktrin berfikir yang tertanam selama bertahun2, yaitu cara berfikir yang selalu employed-oriented alias bekerja (pada orang lain) entah itu kantoran, hotel dan sejenisnya. Tidak pernah berfikir tentang self-employed/membuat usaha sendiri misalnya jualan sayur, jualan bakso, jadi tukang cukur dan sejenisnya yang bisa dikategorikan usaha sendiri. Sejak masa sekolah selalu berfikir kerja dimana, jadi apa, posisi apa dll. Ketika sudah bekerja pada perushaan A dengan gaji tinggi, lalu berfikir lagi untuk kerja di perusahaan B yang menawarkan lebih. Doktrin itulah yang sangat berperan pada diri saya sehingga mental babu (baca: mental pekerja, bukan mental pengusaha) tumbuh subur dalam pikiran saya.
“Saya jadi babu dan kaya, so mengapa mesti wiraswasta lagi?” Saya tidak mengatakan bahwa menjadi pekerja adalah tidak OK, sama sekali tidak. Ada satu kepuasan tersendiri jika punya usaha sendiri dan menciptakan lapangan kerja untuk orang lain. Tidak ada yang salah. Saya sendiri sampai saat ini adalah seorang pekerja yang bermental babu tulen. Harus diakui bahwa karena menjadi babulah saya bisa seperti sekarang, belum kaya sih tapi cukup makan dan minum, dan cukup yg lainnya. Saya hanya merasa bahwa mungkin sudah saatnya saya mulai berfikir untuk move forward dan menghentikan mental babu itu dan mulai belajar untuk berfikir mandiri dalam dunia kerja. Langkah nyatanya adalah pada 2007 dengan segala keterbatasan dan modal panas dan dengan jumlah hanya 70% dari seharusnya yang ada di business plan, saya merintis sebuah bengkel mobil di Denpasar. Hal itu benar2 menjadi titik tolak dalam merubah sedikit demi sedikit cara saya berfikir untuk mulai belajar berwiraswasta.
Secara sepintas, modal dan kesempatan terlihat menjadi faktor yang menentukan tapi nyatanya tidak. Saya punya banyak kolega yang sudah menjadi pekerja bertahun2 bahkan puluhan tahun, baik di dalam maupun luar negeri. Dari segi modal rasanya tidak menjadi masalah untuk memulai sebuah usaha sendiri skala kecil/menengah. Tapi karena mental babu yang masih begitu kuat dan tidak mau keluar dari comfort zone maka tidak ada pikiran sama sekali untuk memulainya. Yang ada hanyalah kesibukan yang terus menerus dan selalu dalam hunting mode untuk mencari di perusahaan/hotel mana bekerja. Alhasil, saya sangat sedikit mempunyai teman yang bisa diajak ngobrol dan berjiwa wiraswasta. Walaupun tidak bisa serta merta, paling tidak mempersiapkan diri setelah selesai bekerja di negeri orang. Mereka hanya sibuk mencari update2 berita hotel apa berdiri dimana, hotel apa ada lowongan dan service chargenya berapa dan sejenis2nya.
Walau tidak bisa sekarang, paling tidak pikiran sudah mulai terbuka ke arah sana. Jika terus termakan doktrin itu, lalu sampai kapan menjadi babu terus? Akankah sampai tua? Apa tidak bosan bekerja untuk orang lain terus? Ternyata belajar berjiwa wiraswasta tidak harus melulu yg muluk2 dan tinggi2. Berikut beberapa tips untuk memulainya:
1. Stop mental babu itu. Hal yang paling penting adalah pikiran kita. Kebanyakan dari kita sudah terbiasa selalu berfikir sesuai doktrin itu sehingga menutup mata untuk hal2 menyangkut wiraswasta. Jika pikiran sudah terbuka maka selanjutnya akan lebih mudah.
2. Konsep modal. Memang modal menjadi faktor utama dalam memulai sebuah usaha mandiri tapi tidak menjadi faktor penentu. Banyak cara untuk mensiasati faktor ini misalnya nabung sejak dini, pinjaman dll.
3. Jgn muluk2 dan tinggi2. Dalam memulai usaha sendiri, jgn langsung memikirkan hal2 yg gede dan muluk2 misalnya bagaimana menyaingi KFC, bagaimana menyaingi BCA dll. Mulailah dengan hal2 kecil dan biarkan pikiran kita membentuk sebuah konsep dulu dengan fondasi yang kuat ke arah bisnis.
4. Hobi dan jeli melihat peluang. Idealnya memulai sebuah usaha adalah sesuai dengan hobi sehingga dalam menjalaninyapun akan lebih enjoy. Jika senang makan, buatlah warung nasi yang punya ciri khas dan branding sendiri misalnya Warung Makan Bajak Laut. Jika senang fashion, buatlah usaha butik misalnya dengan sentuhan khas yg menbedakan dari usaha sejenis. Jika senang online, bikin warnet. Jika senang bakso, jadilah juragan bakso, buat beberapa rombong (sekitar 2 jtan perbuah) lalu cari pekerja orang Jawa (maaf orang Bali gengsinya gede, walau kantongnya kosong) yang mau dimodalin untuk jualan bakso.
5. Tanyakan pada diri sendiri. Akhirnya semua kembali berpulang pada diri sendiri. Tanyakan pada diri kita masing, apakah saya ini termasuk forever babu-oriented atau entrepreneur-oriented. Saya sendiri termasuk semi babu oriented
- Jiwa Wiraswasta Keturunan Tionghoa
- Gaji Dollar, Mental Rupiah
- Budaya Jual Warisan
- ‘Kerauhan’, Sugesti dalam Balutan Religi
- Salahkah jika Blog jadi Komersial?
- Bekerja di Kapal Pesiar - Persiapan Mental
- 5 Jenis Investasi Bajak Laut
Posted in Personal Stories, business, opini Follow responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.



March 29th, 2008 at 2:10 pm
gue masih bermental babu nih hiihihik….apalagi di america sini, enakan kerja sama orang dah. gak pusing mikirin rugi. kalo punya bisnis sendiri, udahlah ikutan pusing, ikutan kerja juga. 2x babu deh
kalo di indonesia baru deh enak hehehe
dan’s last blog post..made in Indonesia
hehehe sama, enakan jadi babu di karibia, lagian ga mungkin usaha sendiri. klo di bali baru deh, istilahnya gini, di amrika jadi babu, di indonesia jadi ratu kekekeke
March 29th, 2008 at 2:11 pm
kaget, kok namanya keluar Dan. I-nya ketinggal hikhik
dian’s last blog post..made in Indonesia
kekek dasar, perasaan udah 2 kali deh aku edit namamu biar muncul dian, kirain sengaja
March 29th, 2008 at 4:57 pm
@mbak dian: wakakakakakaka …
@bli devari: logo ne baru nok. gaya sajan jani ne bli ya hehehehe … nyen ngaenang bli? wah setuju bli. saya juga mau bikin usaha sendiri nanti. cita - cita saya, peternak babi sapi dan ayam hehehehe … semoga bisa kesampaian. usaha ajak nyama - nyamane jumah gen kanggoang
Nyoman Ribeka’s last blog post..Pepatah Yang Salah
wakakaka dasar library’s crocodile, sing payu2 logone, tunian i Saylow ne ngaenang (lihat footer). ga usah peternak sapi win, jadi buaya aja, biar saya yg jadi hunter nya hehehehe
March 29th, 2008 at 6:39 pm
apa yang kamu pikirkan juga sudah saya pikirkan bro..sekarang lagi mikir carany supaya bisa terlaksana
Febra’s last blog post..SEARCH ENGINE BLOGKU
gud luck bro, wish you all the best
March 29th, 2008 at 8:21 pm
wah kebetulan saya juga kebetulan lagi belajar wira usaha
iseng2 buka Mie Janda
achoey sang khilaf’s last blog post..Sebuah “Karma” Berbuah Hikmah Nan Indah
waaaaaa, Mie Janda? ide yg superb
denger namanya aja saya jadi kepingin hehehe. asal jangan hilang mie nya ya, khan tinggal jandanya doang kekeke
March 29th, 2008 at 8:29 pm
Saylow The Babi emang mantab kalo urusan kayak gini..salute!
btw, mental babu itu kayaknya dah melekat di otak kita, butuh waktu dan pengetahuan lebih utk mengikisnya..secara simplenya yg dipikir tiap bulan gaji, gaji dan gaji…
bersyukur bro masi semi babu oriented! lah saya masi full babu oriented
novan kojaque’s last blog post..Susahnya berhenti merokok!

Saylow memang selebritis yang berskill
hehe saya juga masih fully babu oriented nih, setidaknya beberapa tahun ke depan
March 29th, 2008 at 9:11 pm
pikiran untuk menjadi self-employed memang harus ada dalam diri kita, kalo tidak seumur hidup akan terus menjadi istilahnya “babu” orang lain. seperti buku Rich’s Dad Poor Dad, dimana si Robert mempunya 2 orang ayah (1 ayah asli, 1 ayah angkat :D). ayah asli bekerja sebagai pns, selalu berusaha bekerja tepat waktu, dan bersungguh-sungguh dalam pekerjaannya, tidak berani berhutang dan menangkap peluang yang ada. ayah angkat: tidak mau bekerja untuk orang lain, suka membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain, berani mengambil resiko (tapi sudah pasti dia belajar risk management juga), kaya raya karena usahanya. si Robert kecil selalu melihat perbedaan pendapat di antara keduanya. setelah besar Robert harus memilih mengikuti ayah asli or ayah angkatnya. jawabannya sudah jelas bukan? saya sendiri mulai mencoba berusaha warnet. dengan modal pas-pasan dan nekat, akhirnya tercapai juga cita-cita saya memiliki warnet plus game online. yang perlu diperhatikan adalah pemodalan, itu saja. langkah awal memang terasa berat, tapi setelah dijalani akan terasa semakin ringan. banyak orang sebelum berusaha selalu memikirkan BEP (break even point) dan biaya penyusutan, tapi kalo dipikirkan terus kapan berusahanya? setidaknya kita sudah mencoba, walaupun nanti dalam skenario terburuk usaha kita tidak jalan, at least kita telah memiliki pengalaman dan bisa mereview apa sebabnya usaha kita tersebut tidak jalan. ingat kata pepatah: “dimana ada usaha di sana ada jalan”, betul tidak?
Agus Sanjaya’s last blog post..A Trip To Traditional Market
wah bisa minta copian bukunya nanti boss? kayaknya mantap tuh dilihat dari judulnya. btw, bagi2 dong bisnis plan warnetnya
March 30th, 2008 at 1:50 am
wak…manstab sajan tips! langsung praktek……..
wahh ini si bali buddy pake ilmu padi nih, semakin berisi semakin merunduk. perasaan Beliau ini udah praktek dari zaman dulu kala
gimana bisnis paket wisata dan touring guide nya?
Salute bro!!
March 30th, 2008 at 2:19 am
Tiang salut dan acungkan jempol terhadap langkah dan keberanian made, tiang doakan agar bisa menambah daftar the rich people in Bali menjadi yg ke 22. ( we never know ? ).
maju terus de, jangan pantang menyerah. tiang sendiri jiwa mekulinya sdh kadung mengkarat,maunya sich usaha jual minuman daluman, di Bali kan sedekan panes suasana politik pilkadanya, yen ngadep daluman pasti laris. Ngomong2 pak Kinog sdh dpt gelar Professor sekarang dan dikukuhkan menjadi guru besar di unud. ratusan orang Nusa menghadiri upacara pengukuhannya di kampus Bukit sana. hebat ya….., kapan dan siapa lagi ada orang Nusa yang akan menyusul langkah pak Kinog.
wakakaka daftar rich people di Bali? LOL mimpi kali yeee. mungkin iya jika Bli Tut mau ngajak saya nanti bisnis import mobil bekas dari Jepang. Detailnya gimana bli? mungkin tiang bisa posting di sini sehingga dapat masukan dari teman2.
Salute Pak Kinog..katanya sekrang nyalon jadi cabup Klungkung ya?
March 30th, 2008 at 7:36 am
Saya juga nanti mau bikin usaha sendiri!
imsuryawan’s last blog post..Here Comes New Chalengers
mo bikin apa Sur?
March 30th, 2008 at 8:03 am
wah…nice tips
eniwei, ganti cat yak ??
mantep uey, lebih fresh and jadi seger mata klo liatnya…
Okta Sihotang’s last blog post..Asli, bokek kali aku minggu ini….
makasi makasi, iya rasanya lebih simple sekarang
March 30th, 2008 at 8:36 am
Mungkin juga karena ada faktor resiko, Mas. Wiraswasta resikonya lebih besar dibandingkan dengan jadi karyawan. Kalau bangkrut bisa kehilangan uang jutaan rupiah dan sulit untuk bangkit lagi, sedangkan jadi karyawan paling hanya dipecat dari jabatan, tapi bisa cari kerja yang lain.
Edi Psw’s last blog post..Polling: Tentang Alokasi Dana 30 Triliun
Benar Mas, saya lupa menyebutkannya di postingan. resiko menjadi momok yang menakutkan dalam mulai bisnis. tp resiko memang tidak bisa dihindarkan jika mengambil langkah ‘frontal’. mungkin udah jadi sesuatu yg ‘built in’ yang menyertai setiap bisnis yg mau kita mulai. task nya sekarang adalah meminimkan faktor resiko dg perencanaan/rencana bisnis yg matang.
March 30th, 2008 at 9:04 am
kebanyakan orang masih menganggap kerja kantoran lebih “aman”. tiap bulan pasti terima gaji. kalau sakit lalu absen, masih tetap terima gaji. males2an kerja juga kenyataannya masih digaji juga. makanya gak banyak yg berani keluar dr profesi babu. yg berani patut diacungi jempol. btw, kalo posisi babunya udah lepel tinggi, apa perlu ganti haluan juga…..
nita’s last blog post..GOOGLE GELAP
betul mbak Nita, saya contohnya sangat kawatir jika harus keluar dari ‘comfort zone’ itu.
klo babu level tinggi? misalnya pembantu presiden? hehehe wah saya pribadi tidak akan berani melepaskannya. biar babu yg penting kan punya babu lagi hehe. idealnya mungkin hold it tight tapi tetep buka lapangan kerja buat orang lain
March 30th, 2008 at 9:14 am
@comment tuk dan dari devari
ratu babu bli ..
paramarta’s last blog post..apa yang mau diperdebatkan bung!
hehehe, nyak?
March 30th, 2008 at 4:53 pm
tambah buin, bli. mental utk siap jungkir balik. ini yg susah. rencana kita selalu manis. bagus. tp pas udah jalan, banyak banget hal lain di luar apa yg pernah kita rencanakan. jadinya pas kena masalah itu jd gelagapan.
*curhat jadinya. hehe*
anton’s last blog post..Pasanglah Lilin pada Tempatnya
disinilah peran bisnis plan. bisa meminimalkan yg ‘hal lain’ itu
March 30th, 2008 at 6:54 pm
Tambahan lagi:
intinya harus siap menanggung resiko….
jangan cuma mikir untungnya tok…wuekekekek
ady gondronk’s last blog post..Satu Jam dilayani WTS
katanya sih resiko bagian yg ga dipisahkan dari bisnis
March 30th, 2008 at 7:25 pm
wirausaha dimulai idealnya saat kita masih single alias belum berkeluarga… bila sudah berkeluarga dan kita baru mau mencoba wirausaha harus dipikirkan masalah modal dan cadangan dana (kondisi keuangan keluarga saat ini), karena ada tanggungan yang harus dikasih makan, masuk sekolah itu itu dsb dkk. sebuah dilema.. soalnya saya lebih seneng bikin usaha sendiri… hehehehe….
S a k t i’s last blog post..Distraction
usahanya sebisa mungkin jgn ganggu dana cadangan atau dana operasional rumah tangga, bisa2 gawat ntar
March 30th, 2008 at 8:59 pm
Tidak ada kata terlambat untuk memulai manjadi wiraswasta, klo saya sih prinsipnya lebih mulia menjadi tangan diatas daripada menjadi tangan dibawah, meskipun saat ini saya belum full menjadi orang yang tangan diatas setidaknya jalan menuju kesana sudah saya rintis dari beberapa tahun yang lalu, resiko yang ditanggung untuk menjadi wiraswasta memang besar, kata orang high risk high profit- low risk low profit, jadi diperlukan juga mental baja dalam menghadapi kemungkinan2 yang bakal dihadapi, saya juga orangnya punya banyak mimpi yang ingin saya capai jadi itu juga bisa menjadi kompor semangat dalam menjalani bisnis saya, oh ya bli made udah baca buku the secret ato nonton yang format videonya ga itu bagus bgt loh….
widi’s last blog post..Habis pulang kampung
wah lom punya buku dan video itu, kapan2 bagi2 ya mbak widi
March 31st, 2008 at 3:38 am
Wah Bli…. Wiraswasta plus modal walopun pinjaman asik juga (seperti pada posting #2). Dengan ada target mengembalikan pasti kita akan giat dan terpacu untuk berusaha.
Tapi kalo ga ada modal plus minjem ato cari kreditan ga dapet?
Pusing juga deh.
teorinya sih dimana ada kemauan disitu ada jalan
March 31st, 2008 at 8:19 pm
wah postingan yang sangat menarik menurut ridu.. sebenarnya emang masalah modal aja sih.. resiko bahwa usaha kita tidak maju atau bahkan rugi itu juga menghantui pemula untuk berwiraswasta..
Btw presiden termasuk profesi Babu juga gak? hehehee.
ridu’s last blog post..British Council Blogger Day
iya, presiden adalah babu rakyat, harusnya sih. tp kan sekarang kebalik. rakyat babunya negara
March 31st, 2008 at 9:41 pm
kadang kala diperlukan keberanian yang sangat tinggi ketika kita harus meninggalkan sebuah mentalitas seorang babu.
entah itu sebagai enterpreneur,seniman,artis dan laen-laen.
mental babu itu tentu akan masih melekat ketika tips-tips yg bli devari kemukakan diatas tidak berlaku ketika sang babu tidak bermain di zona-zona ketidaknyamanan ketika dia meninggalkan zona kebabuan yang dianggap paling nyaman untuk sekarang ini..
he.he..
Yanuar’s last blog post..Pandangan Hidup

klo sudah nyaman dan babu level tinggi, mungkin diam aja disitu, lalu bikin sesuatu yang bisa menampung babu2 lainnya
kan seru tuh ada jiwa sosialnya
March 31st, 2008 at 10:48 pm
jika mental udah mental babu, gimana bisa menjadi bos? oo…mungkin menjadi bos babu…hi..hi..hi…
ick’s last blog post..Dua hari yang lalu
bos babu? heheh bole juga tuh
March 31st, 2008 at 11:12 pm
Bagus tipsnya bli, …memang bagusan jadi “raja kecil” ya!
artana’s last blog post..Safety Riding, bagaimana khabarmu?
hehe raja konstruksi?
March 31st, 2008 at 11:21 pm
wah malih rupa lagi ni,
simple tp menarik
trus ttg wirasuata
saia sudah memulai merintis blog lendir
wkwkwkwkwkwk
maklum saia masi labil.
wakakaka hati2 nanti nyemplung ke kolam lendir
April 1st, 2008 at 1:49 am
saya merasakan susahnya keluar dari comfort zone… ketakutan mengalahkan segalanya.
budarsa’s last blog post..Bakti Sosial yang Aneh
ketakutan yg normal Bli
April 1st, 2008 at 7:31 am
mo komen wajah baru aja deh…..
commentnya mana?
April 1st, 2008 at 8:03 am
Bener bgt.. kata dosenku… mahasiswa yg akan lulus diharapkan bisa mengubah paradigma “setelah wisuda nanti, nyari kerja dmn yach” menjadi “Setelah lulus nanti, bikin usaha apa yach???”
uyax’s last blog post..Ayung River White Water Bali Rafting
ayo bro buka warnet di Nusa
April 4th, 2008 at 6:26 am
Ouh………pastinya udah punya pikiran panjang lah. Wiraswasta itu dah pasti. Cuman kepentok modal doank aja
.
Seiring berjalannya waktu, pasti kita bisa. Kalau dibilang mental babu mah yah nga lah bli. Cuman belum terpikirkan aja
. Kalau sekarang udah terpikir, berati nga mental babu lagi
Kania’s last blog post..Thx u Habieebb
berarti masih semi
April 7th, 2008 at 5:40 am
semi apaaan niy ???
Kania’s last blog post..Thx u Habieebb
May 12th, 2008 at 12:15 am
yah,sbetulnya pengen banget Bli,sesekali hangout dari kerjaan pns, tapi yang utama ya jelas kondisi blom memungkinkan. modal dan juga pengetahuan dasar yang minim. mungkin Bli bisa ngasi saran ?
pande’s last blog post..Kegelisahan itu
May 24th, 2008 at 11:23 am
klo mang mental babu mang susah sih, tpi apa salanya klo kita berusaha untuk menjadi mental bos. di mana ada kemauan pasti semua dapat terwujud.
June 9th, 2008 at 10:30 pm
wah…blog nya bagus sekali isinya.design sederhana tapi isinya OK banget “i like this blog”.wah saya pasti sering sering nih berkunjung ke sini Bro.sambil tambah wawasan dan mungkin bisa sharing pengalaman hidup..thanks bro…
waah makasi pak herman, saya juga sering liat2 web sematawayang dulu saat masih cari2 rumah
June 12th, 2008 at 10:39 am
Setuju sekali mas dengan anda.
Memang untuk bisa menjadi lebih maju dan mendapat kehidupan yang lebih baik, sebaiknya harus meninggalkan mental yang anda sebutkan diatas.
Ibarat orang mencari ikan, kalo kita mancing ikan dari pinggir pantai ya dapatnya cuma ikan kecil-kecil.
Tapi kalo kita mau dan berani mengambil resiko dengan menyewa perahu dan berlayar ketengah laut, maka kita akan mendapat, selain ikan besar juga mendapat hasil tangkapan yang banyak.
Tetapi yang lebih penting dari itu adalah visi kedepan dan berani mengambil resiko. Kareana yang namanya merintis dari awal tidak seindah apa yang kita bayangkan.
Sebelum melangkah mengambil keputusan harus sudah memiliki gambaran yang nyata. Juga kemampuan di bidang yang akan di geluti serta pengetahuan pasar yang akan dijadikan target.
—
Lho ini juga ada pak herman tanggar. Hallo pak herman, apa kabar
—
Good artikel mas.
Salam kenal ya.
Keep Free Media’s last blog post..Tips free download - berburu file di internet
June 30th, 2008 at 11:26 pm
waktu saya kuliah dosen saya bilang kamu lulus dari sini mau jadi apa???ada yang jawab jadi pegawai negeri aman masa tua karena dapat pensiunan,jadi pegawai bank karena selalu kelihatan keren(penampilan),intinya banyak yang memilih menjadi pegawai atau karyawan.jawab dosen saya jadilah pengusaha.saya pikir benar juga ngapain kita bayar kuliah mahal-mahal tahu cuman jadi babu gaji Rp.1,5-2jt/bln + kita harus taat pada aturan bos.sejak itu saya mulai merintis wirausaha dan sekarang saya uda punya pegawai 45 orang.pendapatan saya 25jt/bln.dan awal saya merintis tidak perlu modal finansial ternyata zaman sekarang modal kepercayaan lebih bisa dijual.dari 5 tips artikel bapak sangat bagus sekali kalo dijalankan oleh generasi sekarang.yang penting jujur dan ikhlas.ayo kamu bisa
August 9th, 2008 at 5:07 pm
mudah2an sukses usahanya bli… sekedar usul, gimana kalo jualan suvenir khas bali di internet, sapa tau banyak yang beli?…
Loker’s last blog post..lowongan Kerja SPG Bulan Agustus 2008 Di Jabotabek
September 7th, 2008 at 12:30 pm
Iya nih, karena kita kayaknya sejak kecil dididik untuk berkerja.. Sekolah yang rajin, kemudian berkerja la..itu nasehat yang sering kita dengar.. hehe..terima kasih atas artikelnya nih.. memberi semangat.
October 30th, 2008 at 4:13 am
Ya.. boss.. dalam menyikapi hal ” Babu Oriented” atau ” Boss Oriented” Menurut saya
keduanya memiliki makna yang sama yaitu Usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup. Hanya saja tergantung dari kemampuan SDM personal yang akan menjalaninya. Dalam hal ini yang penting menurut saya adalah penempatan diri kita dalam usaha yang kita jalani. Ya kalau posisi kita sekarang baru sebatas babu jangan berlagak seperti boss.. tetaplah jaga jarak sambil berusaha menambah pengetahuan dan keterampilan agar posisi BOSS dapat diraih..
November 2nd, 2008 at 12:55 am
kemajuan ekonomi suatu negara memang bergantung pada jiwa wiraswasta masyarakatnya … bravo bli
BEUWOLF AGATHE’s last blog post..gusdur
November 18th, 2008 at 8:58 am
mandiri adalah ciri pria sejati?babu ibarat punya ekor tp ga pnya kaki?kalau kita jd babu trus berati kita selamanya ga kan prnah pnya kepala?
November 25th, 2008 at 8:44 am
nice info, inspiratif
December 8th, 2008 at 11:36 pm
Jadi, kalo sekarang ini saya masih babu, ya, Pak????
Wah, masukan bagus, nih. Kira2 saya bisa buat usaha apa, Pak?
December 8th, 2008 at 11:36 pm
Ohya, ebook-nya masih tetap ditunggu
January 15th, 2009 at 5:47 am
Yup!! betul. ga selamanya jadi pengawai kan? syukur2 bisa bantuin orang lain yang gak dapet pekerjaan and ga punya skill. hehe
January 20th, 2009 at 8:32 pm
Beetul sekali itu opinimu sobat, saya dan teman-teman dimakassar sangat mendukung langkah positif untuk lepas dari “babu”…sepanjang kita masih punya semangat full 100% untuk mulai “usaha sendiri”…..ayo mualai berjiwa wiraswasta..dan semakin banyak orang seperti ini..maka semakin maju ekonomi bangsa kita..karena salahsatu penyebab majunya ekonomi bangsa kita adalah terbukanya lapangan kerja yang banyak..
January 24th, 2009 at 9:36 am
jadi pegawai : pesuruh
jadi bos : penyuruh
he
March 14th, 2009 at 11:55 am
Mulai usaha dari hobi,jadi semangat tuh untuk memulainya karena emang suka, tp kalau mau coba-coba boleh aja biar tau hoki bisnisnya dimana dan yang paling terpenting belajar dari senior(pengusaha yang sdh berjalan)
Goodluck teman2x..
seperti usaha saya ini dimulai dari market dan sekarang sudah mulai punya sendiri
cahaya´s last blog post..Company Profile
April 1st, 2009 at 6:26 am
usaha itu bebas dalam masalah waktu dan kita bebas menentukan kapan kita mau buka usaha tersebut.Jika kerja kita slalu disuruh ini dan itu oleh pimpinan kita,maka dari itu berfikirlah ke arah wiraswasta tapi kebanyakan orang memulai usaha itu kebentrok dengan modal dan untung ruginya
May 11th, 2009 at 12:04 am
Ya. Mari kita berwirausaha.
May 15th, 2009 at 5:00 am
gw stuju cuy…
biar menghilang kesan
1. bos selalu benar
2.
October 22nd, 2009 at 10:08 pm
please visit my new web in :
http://greensifa.indonetwork.co.id/661989/kursus-membuat-shampoo-mobil-semir-ban-dan-percetakan.htm
mengenai bagaimana mendapatkan ide usaha.
March 11th, 2010 at 8:39 pm
pengen jadi bos semua trus yang nggarap kerjaan siapa… sepertinya kita mengajak orang utk jadi bos untuk mencetak babu. Keinginan hanyalah keingianan, kita betul2 gk bisa mengendaliakan hasil keinginan. Bisa dibilang semua mah untung-untungan kalo kecapai.
June 13th, 2010 at 1:35 am
salam kenal….kebetulan sy lg buka situs ttg wiraswasta…nggak tau gmn nyasar ke sini…stlh di baca sedikit…eh..koq kyknya org bali ni yg…punya…kbtlan sy org bali jg tp ketes ke jakarta…baca komen yg berbahasa bali…jd inget kampung …asyik..jg..Ikut nimbrung..dikit.kebetulan sy baru memulai usaha 1,5 tahun belakangan ini..di bidang kimia.Apa yg di tulis itu benar sekali..dan kenyataanya mmg prosentase pengusaha…termasuk jg self employee..jmlhnya lbh kecil dari orang gajian istilahnya employeeman.
Tapi kalo orang sdh pernah baca Empat kuadrannya R.T.Kiyosaki….pasti dalam hati kecilnya akan tergugah u merubah posisi kuadrannya…yg penting do it lakukan…small step means big things….tapi kalo bisa sesuaikan dg minat , bakat dan kemampuan yg kita miliki…mudah2an segala sesuatu..berjalan lbh lancar…segitu dulu…apa kabar Bali..Paradise Island
June 15th, 2010 at 2:03 am
Sudah 10 tahun ini saya berusaha sendiri sejak krismon. Modak bisa dicari sambil usaha kita berjalan. Dengan berwiraswasta kita lebih banyak belajar menghadapi kesulitan dan selalu berpikiran kreatif. Salam.
June 21st, 2010 at 10:09 am
Siiiiippp. . . . . . . .
June 22nd, 2010 at 9:36 am
ide untuk berwira usaha dah ada tapi biasanya keberanian yang belum ada om.
August 26th, 2010 at 9:54 am
350 tahun dijajah belanda ditambah lagi dijajah jepang bikin bangsa ini bener jadi mental babu, banyak lulusan sarjana pingin jadi birokrat pemerintah agar cepat kaya dan hidup dijamin negara sampai tua tanpa mesti kerja keras, cuma baik2 ma atasan cukup.
buat sobat2 yang berjiwa wiraswasta jadikan Usaha dan doa pegangan mu rugi untung adalah warna dalam jiwa pengusaha….bravo yg mau usaha
October 13th, 2010 at 1:40 am
mantabbb tulisan yang sangat inspiratif dan membantu saya untuk menjadi orang yang lebih bersemangat untuk membangun usaha
November 17th, 2010 at 10:48 am
bosan juga ni lama-lama kerja ma orang mending buka usaha sndr tp mao mulai usaha jg bingung kira-kira usaha yg bagus skrng apa ya,modal ga gede tp lumayan untung ny,hehehehe..dah masukan n saran ga yaa
April 26th, 2011 at 4:38 am
Peluang bisnis ini perlu menjadi pertimbangan, disamping tidak perlu modal besar, penjualan berulang pun bisa terjadi terus menerus (penampilan yang menarik menjadi idaman setiap kaum hawa) :
Cream herbal Algae, krim kecantikan yang alami dan aman, mempunyai potensi keuntungan yang besar. Kami mengajak bekerjasama dalam penjualan produk tersebut, dapatkan diskon hingga 40%, hubungi : Bu Eva 081282503744/02194029909
November 26th, 2011 at 9:16 am
tertarik untuk mencoba. kendala dr dalam masih saja ada
November 26th, 2011 at 9:18 am
mental babu masih diajarkan di sekolah saat ini. mana pak menteri ya
November 26th, 2011 at 9:19 am
apa ada yg mau nyaingi KFC ya
January 20th, 2012 at 8:55 pm
point utamanya:
mulai dulu, mungkin dari usaha bisnis kecil trus di kembangin ke usaha lainnya bakalan luas dah bisnisnya…mantap artikelnya, memotivasi banget