Budaya Jual Warisan
TweetTuesday, April 1st, 2008
Apakah Anda pernah menjual warisan? Sedang memikirkan untuk menjual warisan? Atau masih ragu2 menjual warisan? Atau tidak berani/malu2 menjual warisan? Atau sama sekali belum memikirkan warisan? Saya sendiri tidak termasuk dalam lima golongan diatas karena memang tidak mempunyai warisan. Seandainya punya, mungkin sudah termasuk ke dalam salah satu golongan tersebut. Budaya jual warisan sudah menjadi fenomena umum di kalangan masyarakat Bali, khususnya tanah warisan. Tidak jarang masalah jual tanah warisan ini menimbulkan konflik di dalam keluarga misalnya, perang saudara dll. Bahkan saya menemukan satu kasus dimana orangtuanya masih segar bugar menggarap tanah tersebut tapi sudah dipaksa oleh anak2nya untuk menandatangani surat penghibahan. Tragis.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia versi online, warisan adalah sesuatu yg diwariskan, spt harta, nama baik; harta pusaka, sedangkan pewaris adalah orang yg mewariskan dan penerima warisan yg sah berdasarkan hukum (agama, adat) disebut dengan waris sah. Ternyata selama ini saya sudah salah kaprah, pewaris dulunya saya artikan sebagai orang yang menerima warisan, ternyata artinya terbalik 180 derajat dan saya belum familiar dengan istilah waris sah. Jadi bagi yang terlibat dalam surat2 hibah warisan, istilah2 tersebut perlu dipahami sehingga tidak menimbulkan salah arti dikemudian hari.
Lalu salahkah jika menjual tanah warisan? Secara hukum positif dan hukum adat, tidak ada yang salah kalau menjual tanah warisan asal memang terbukti sebagai waris sah dari tanah tersebut. Saya pribadi (jika punya warisan), berdasarkan etika dan hati nurani, akan menjadikan jual tanah warisan sebagai pilihan terakhir. Lebih baik didayagunakan dulu daripada dijual. Sudah jelas2 tanah warisan adalah bukan hasil jerih payah kita walau secara administrasi menjadi pemilik sah tapi jika masih bisa berusaha, rasanya lebih baik nden malu (nanti dulu). Terlebih lagi jika proses jual tanah warisan itu membuat dua bersaudara misalnya, harus mengangkat pedang satu sama lain karena mempunyai persepsi yang berbeda dan merasa mendapat bagian yang lebih sedikit.
Ada berbagai motivasi yang melatarbelakangi orang untuk menjual tanah warisan, pada dasarnya untuk mengejar taraf hidup yang lebih baik entah itu diartikan secara mentah2 (kesenangan sesaat) ataupun bermakna dalam (ada tujuan jangka panjang). Berbagai motif itu antara lain :
1. Kesehatan. Yang termasuk kategori ini misalnya untuk biaya keluarga yang sakit keras yg memerlukan biaya banyak. Motif ini rupanya menjadi excuse yang paling bisa ‘diterima’ secara umum.
2. Paksaan pihak ketiga. Yang termasuk kategori ini misalnya karena tanah warisan tersebut ‘diminta’ oleh pemerintah untuk membangun fasilitas umum atau ‘diminta’ oleh desa adat untuk keperluan desa. Jadi terasa seperti tidak ada pilihan.
3. Usaha. Ada juga yg mempunyai motivasi menjual tanah warisan karena what so called membuka usaha sendiri alias bisnis. Tujuan yang mulia sebenarnya asal masih bisa tetap dalam tujuan semula dan modal dari jual tanah warisan itu harus tetap ‘dikondisikan’ sebagai modal panas sehingga kita menjadi terpacu seperti meminjam modal dari bank.
4. Pindah lokasi. Ini juga salah satu motif ekonomi, menjual tanah warisan untuk dibelikan tanah lagi di lokasi yang sekiranya lebih menjanjikan secara ekonomi.
5. Mengejar gaya hidup. Yang ini nampaknya paling parah, hanya semata2 untuk mengejar tujuan gaya hidup/kesenangan sesaat. Jual tanah warisan lalu mendirikan gedong tingkat 10, pintu rumah disulap menjadi kori agung, membeli mobil dan kesenangan2 lain khas orang2 yg hidup di negara2 dunia ketiga.
6. Biaya Sogok. Dalam hal ini sogok yang dimaksud adalah suap untuk mencari pekerjaan (PNS?), biaya suap untuk nyalon jadi kepala desa (desanya ‘basah’) dll.
Anda termasuk motivasi yang mana?
Artikel Lain- Ironi di Pulau Bersemi
- Hidup Merantau, Pilihan atau Paksaan?
- Introducing eBlogari
- eBlogari: Dokter Melek IT
- Pegawai Negeri, Mimpi dan Gengsi yang Dibeli
- Ironi Kartu Undangan Nikah (1)
- Tuhanku Ada di Celanamu
Posted in opini, social life Follow responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.



April 1st, 2008 at 3:59 pm
pertamaxxxxx …
saya ga mau dan [semoga] tidak akan pernah menjual tanah warisan saya. di rumah saya ada orang yang menjual tanah demi membuat rumah yang wah. sekarang jadi kelimpungan dah. rumah seh mewah tapi biaya untuk merawatnya itu dapat darimana hehehe … cape deh … kalo kata orang bali: lengeh eleng e
Nyoman Ribeka’s last blog post..Cita - Cita Kamu Apa?
denger2 Pastika jual tanah ya untuk biaya kampanye..wakakak
April 1st, 2008 at 4:44 pm
saya sering denger konflik soal tanah/rumah warisan. bisa buat hub persodaraan putus. apalagi kalau orangtua lupa buat surat wasiat, bisa gontok2an deh (ternyata membuat surat wasiat itu penting ya, kayak di AS sini sangat dianjurkan).
btw, soal motivasi, saya pilih no 4: pindah lokasi ke ubud….heheheh
nita’s last blog post..DANGDUT ala USA
waaaa ubud. mantap pilihannya. tp harganya selangit euuy
April 1st, 2008 at 6:42 pm
yg namanya warisan benernya dah jadi hak yg nerima, jd terserah mau diapain toh udah jadi haknya. tp kebanyakan org tetep ngejaga warisan karena bukan dilihat dr nilainya tp kenangannya, jd sebisa mgkn dia pertahankan.
tp ga tau seh pemikiran tiap2 org kan beda2 yah beberapa diantaranya seperti di atas
mamarafi’s last blog post..Nostalgila Pacaran
klo mama rafi sendiri?
April 1st, 2008 at 6:46 pm
nungguin gedenya kiranti ( anaknya bambang+mayang)
biar bisa jual warisan
*’plak’ bangun..bangun…*
baliazura’s last blog post..benefit of spices
waahh…ingat yah aku temanmu
April 1st, 2008 at 8:20 pm
untunglah aku orang kere. jadi tidak pernah dapet warisan. jg tidak mewariskan apa pun, kecuali hutang.
anton’s last blog post..Untung Bani Nangis Pagi Ini
sama bli, utang. tp utang karena pake sendiri.
dont worry. utang adalah normal…hidup itu kayak roda. bukan, bukan sering kemes bannya. tapi berputar kadang kita diatas kadang di bawah
so hakuna matata
April 1st, 2008 at 8:43 pm
Yang diwariskan ortu hanya badan dan lengkap dengan tangan dan kaki berikut akal dan hati nurani yang sehat, ilmu di otak, jadi bingung mo jual yang mana dan tidak bisa digolongkan masuk kategori yang mana:)
widi’s last blog post..Habis pulang kampung
hanya satu kata : mandiri dan berjuang. (maaf dua kata)
April 1st, 2008 at 8:44 pm
saya diwarisin tanah sebelah barat Hardrock kuta, tapi gak bisa dijual …
paramarta’s last blog post..MinPlus Kacamata Blogging Saya
wahhhh kuta? milyuner neh
April 1st, 2008 at 9:31 pm
apanya yg mau dijual, wong gak punya warisan apa2x kekkekkek…..
itu bali azura ngarang nama anak orang. kirana woi namanya
dian’s last blog post..menu seminggu
loh kemaren tanah yg 2,5 ha di Batam?
April 1st, 2008 at 9:32 pm
emangnya jamu datang bulan, kiranti hahahhah td lupa nulis.
dian’s last blog post..menu seminggu
hehe di amrik sana ada jual jamu ga
April 1st, 2008 at 9:36 pm
wah kalau saya belum sama sekali memikirkan warisan nih..
budarsa’s last blog post..Bakti Sosial yang Aneh
mudah2an belumnya lama
April 1st, 2008 at 9:55 pm
hmmmm belum dapat warisan
Arie’s last blog post..Serupa tapi tak Sama
sabar ya
April 1st, 2008 at 10:41 pm
Yah jaman sekarang memang banyak problem untuk menjual warisan tanah terutamanya,kayak di noEsa menjual bukit krn nonproduktif,jual abian untuk pakai bayar cari kerja keluar negeri n buntut2nya di tipu(kabuuurr)dan ada juga jual tegalnya pakai beli sepeda motor n pakai nongkrong di warung,,hahaa,,habis duit pusing,,,,mending jual warisan untuk biaya sekolah setinggi2nya,udah tamat bisa beli warisan lagi,,heheheeee.
yan stone, udah jual bukit ya? asal jgn bukit orang lain kekekeke
April 1st, 2008 at 11:11 pm
Kalau warisan ilmu, bisa dijual nggak bli…
eh..Ilmu?,..belum punya juga tuh….apa ya yang bisa dijual?..he.he..
artana’s last blog post..Otak lagi heng, nge-blog ah..!
warisan ilmu? bisa dong ‘dijual’ hehehe.
seperti jadi dosen (cuit..cuit..)
jualan gambar proyek..(cuit..cuit..)
*makan2*
April 2nd, 2008 at 1:11 am
semoga dapet warisan… xixixixi
dipoetraz’s last blog post..Hipnotis Berkedok Senyuman
nanti bagi2 ya hehehe
April 2nd, 2008 at 2:18 am
adu adu
saia paling takut ma hal ini
ini bukan titipan biasa
jadi musti kudu dijaga
ampun DJ……..
guard it with ur life
April 2nd, 2008 at 2:49 am
sebuah dilema punya warisan susah, ga punya susah…. mendingan ngeblog ajah
balibuddy’s last blog post..Rafting Di Sungai Ayung
mendingan ngeblog dan punya warisan
April 2nd, 2008 at 4:12 am
boleh percaya boleh tidak, saat ini saya sedang mengurus warisan (karena itu kantor sayahhhh!) hehehehee…
novan kojaque’s last blog post..Susahnya berhenti merokok!
‘mengurus’ gimana maksudnya bli? proses hibah? jual beli?
*makan2*
April 2nd, 2008 at 4:52 am
ya…namanya juga manusia, masing2 punya tolak ukur tersendiri utk memuaskan dahaga hidupnya. ada yg senang pamer, ada juga yg senang metilesan raga. biasanya yg senang pamer akan tdk pernah merasa puas dg hidupnya, selalu saja merasa kurang dlm hidupnya, kalo nggak punya uang jangankan jual warisan, malingpun halal. itulah warna hidup dunia, dlm menjalankan hidup ada yg berprilaku jenius, sedang2, dan minus. mungkin yg suka jual warisan itu tergolong yg minus. tapi bagaimanapun juga mereka itu tetap saudara kita juga. yen bes sangetan kal megerengan raga dadine, kal terus panes gen gumine. yuk hidup damai yuk………!
Bagaimana kalo kita rame2 dukung bapak Prof. Kinog jadi bupati Klungkung, biar ada sedikit perubahan utk Klungkung.

gumi linggah ajak liu bli
ayo kita dukung Prof. Kinog. tapi program2nya apa ya?
April 2nd, 2008 at 5:24 am
weks..sampai sekarang saya blm pernah njual warisan dari orang lain yg turun kesaya bro, hehehehe
Febra’s last blog post..WANI PO RA KOE ???
pertahankan bro
enakan buka studio sendiri kan?
April 2nd, 2008 at 5:42 am
wkwkwkw.. ngomongin warisan jadi inget si novan! ternyata udah komen duluan dia!
Saya lom pernah dapet warisan Bli! Dan ga berharap dapet warisan (dari orang tua)… Kalau dari orang lain boleh tuh! wkwkwkw… Hayoo sapa mau ngasih warisan nih?
* berharap…
imsuryawan’s last blog post..Today’s Dialogue: PARPOL ISLAM TERPURUK PADA PEMILU 2009?
satu2nya jalan adalah nyentana
April 2nd, 2008 at 6:57 am
jujur kacang hijau yah…
kalo saya sekarang satupun tidak termotivasi oleh motif2 diatas..
ga tau kalo nanti….
mudah2an saya menjadi orang yg sukses,jadi ga ada niat untuk jual warisan… AAAAAMMMMMMIIIINNNNN
jangan salah loch….kakek nenek bapak ibu dan penua tiyang kaya kaya loch…kaya monyet tapi. wuekekekek
ady gondronk’s last blog post..Satu Jam dilayani WTS
syukurlah jika tidak ada motivasi seperti diatas. berarti masih punya daya juang dan kemandirian yg tinggi. gimana kabar ‘wts’ di pasar badung?
April 2nd, 2008 at 9:45 am
wah untunglah saya tidak punya warisan (atau buntung ya sebenernya) jadi gak perlu pusing2 berpikir ada yang suka dan tidak suka. lebih baik berusaha sendiri dah… daripada pukul2an atau pedang2an…
Agus Sanjaya’s last blog post..Mug Painting Competition
April 2nd, 2008 at 9:38 pm
Masalah warisan mah, kita bersyukur ja klo da warisan n kudu dijaga tuh warisan, jgn di hambur2kan untuk mencari kesenangan
IBAS BALI’s last blog post..Topik Bahasan Skripsi: Algoritma Pemograman & Struktur Data
April 2nd, 2008 at 9:41 pm
wah wah wah
malih rupa trus ney
arYa’s last blog post..Besakih & Batur
April 3rd, 2008 at 12:40 am
waaah enaknya diapain yak…hhmm….hhhmm…..dimanfaatkan sebaik2nya lah yaaauuwww….re-invest lbh baik…klo cuma buat hura2 kan sayang
theloebizz’s last blog post..KaNg3n
April 3rd, 2008 at 12:54 am
Iya nih, klo ngomongin warisan emg g ada habisnya. Bikin banyak yg perang saudara cmn krn ngrebutin warisan. Tp ada enak dan g enaknya, enak kalo warisannya harta, tp g enak kalo warisannya utang! wkwkwkw…
Harusnya emg kesadaran orang tua utk mendidik anak2ny bertanggung jawab atas diri sndr, g cmn ngandalin warisan..
Maria’s last blog post..Saat Yang Tepat Untuk Nekat (warning: postingan g jelas)
April 3rd, 2008 at 1:58 am
Wahai saudara2 bloger, ada yg tau alamat contactnya Dewa Budjana nggak, kalo ada yg tau tolong dong dan saya akan sangat menghargainya.
Thanks
April 3rd, 2008 at 3:30 am
enak juga nggak punya warisan.
nggak usah mikir macem-macem spt diatas.
he.he..
Yanuar’s last blog post..Keberuntungan
hehehe mending punya lah, lalu jual hehehe
April 3rd, 2008 at 5:15 am
wee..ganti baju bro, keren euy
Febra’s last blog post..WANI PO RA KOE ???
April 3rd, 2008 at 12:08 pm
adi buin ganti baju? kerenan ane ibi tuh, bli. *penggemar protes*
anton’s last blog post..Ancaman di Balik UU ITE
April 3rd, 2008 at 7:33 pm
Saya juga baru mengerti kalau penerima warisan itu disebut waris sah.
Yang saya ketahui, kalau warisan sudah dibagi rata ke waris sah, segala sesuatu yang berhubungan dengan warisan tersebut sudah menjadi haknya waris sah, baik itu dijual maupun didayagunakan sendiri.
Edi Psw’s last blog post..Seminar Nasional Open Source di PENS ITS
kadangkala proses pembagiannya itu yg banyak menimbulkan riak2 kecil di keluarga
April 3rd, 2008 at 8:26 pm
Saya hanya bisa mewariskan daftar semua username dan password saya. Nilainya melebihi kekayaan manapun…
Ebo’s last blog post..Mobil Terbang
dan kartun2 nya
mauuuuu
April 4th, 2008 at 12:23 am
Saya tidak dapat warisan jadi nggak ada yang bisa dijual.
sekarang kan dah ada warisan, blog seleb
blogdokter.net
April 4th, 2008 at 1:23 am
‘mengurus’ itu maksud saya adalah mengurus segala macem yg berurusan ma komputer di kantor ini..bukan hibah apalagi jual beli, he3x…jadi tidak ada makan2
novan kojaque’s last blog post..RS di Channel 2
hehehe..kirain
April 4th, 2008 at 6:17 am
Wkakakaka…………anak perempuan nga dapat warisan. Jadi santai2 ajah hehehhe………
Kania’s last blog post..Thx u Habieebb
egh sapa bilang. dapat kok
April 4th, 2008 at 11:18 pm
saya punya warisan luas mau saya bagi2kan secara gratis ke para blogger semua, tanahnya sangat luas, tapi sedot air lautnya dulu, karena lokasinya sebelah timur Hotel Grand Bali Beach, gimana berminat???
dede sanur’s last blog post..Beli Bensin Antre…Antre…Antre….
berat diongkos
April 5th, 2008 at 6:41 pm
Tulisannya luung ajan bli.. warisan sering menjadi sumber bencana di Bali. Untung warisan keluarga saya udah habis jaman kakek-kakek saya.. jadi sekarang udah ngga ada yg perlu diperebutkan… hehehhe
Wahyu Blue’s last blog post..Jero Puspa nama ibuku..
April 6th, 2008 at 2:24 am
saya pernah jual tanah. Tapi tanah longsor, buat ngurug (nimbun) dataran rendah di halaman rumah tetangga…, he…
mohammad’s last blog post..Castaway
April 7th, 2008 at 5:37 am
DApat apaaaannnnnn ?????????????? :p
Kania’s last blog post..Thx u Habieebb
April 7th, 2008 at 8:14 am
@wahyu blue, hehehe habis kok untung
@mohammad,
@kania, dapatlah
devari’s last blog post..eBlogari: Dokter Melek IT
April 9th, 2008 at 7:40 am
Dapat apaaan ??? Cewek itu dapat warisannya yaitu…………… apa donk qeeqeeqeqe………….
Kania’s last blog post..G A N G L I O N
April 9th, 2008 at 7:51 am
@Nia, tergantung yg diwariskan, bisa tanah, uang dan juga hutang
April 11th, 2008 at 1:03 am
artikel anda sangat menarik dan bagus, artikel anda:
http://www.infogue.com/
http://www.infogue.com/seni_budaya/budaya_jual_warisan/
anda bisa promosikan artikel anda di infoGue.com yang akan berguna untuk semua pembaca. Telah tersedia plugin/ widget vote & kirim berita yang ter-integrasi dengan sekali instalasi mudah bagi pengguna. Salam!
thanks
June 10th, 2008 at 10:28 am
[...] friend Devari once wrote that Balinese people have a habit of selling their lands. These lands mostly are inherited. Thus they become a new millionaire or even billionaire. Some of [...]
July 4th, 2008 at 3:57 am
Masalah warisan….wah saya sering sekali menemui para penjual warisan ini…..memang benar kata penulis. tentang alasan alasan menjual warisan diatas….
saya sebagai orang yang bergelut dalam bidang property bali terkadang miris melihat teman teman menjual warisannya bila dia tidak bisa menggunakan uang hasil menjual warisannya itu dengan benar.
ada beberapa pemilik tanah yang saya kenal yang jatuh miskin setelah menjual warisannya senilai milyaran rupiah.
kamana lari uangnya…?
bukan karena yang seperti di sebutkan penulis seperti kesehatan, modal kerja dll, melainkan uangnya habis di pakai untuk “metajen”
wah gawat warisan sudah habis, sekarang malah bergelimangan hutang….
kalau mau jual warisan harus benar benar di perhitungkan matang matang. harus di investasikan di tempat yang benar. kalau tidak pasti habis habisan….
all the best
July 8th, 2008 at 5:43 am
aku sangat suka artikelnya. aku seorang peneliti dari A.S., sedang meneliti di bali tentang soal warisan dan kasus tanah, jadi blogmu memang menarik buat saya. kapan2 mungkin kita bisa kumpul dan bahas soal tanah di pulau ini (dan juga di nusa penida). tolong email saya. izzy.rhoads@gmail.com
June 1st, 2010 at 10:13 am
Corak hidup memang beragam..termasuk mslh warisan pun ikut mewarnai. smoga sj aku bkan bgian dr warna-warni itu…