Gaji Dollar, Mental Rupiah
Monday, April 7th, 2008
Sekian lama menjadi bajak laut ada satu hal yang masih tidak berubah pada diri saya (belum?) yakni dalam hal pengelolaan uang. Hasil merompak tentu saja dalam bentuk US dollar yang jika dikonversikan ke mata uang rupiah nilainya akan jauh berbeda. Ternyata mental rupiah masih begitu kental melekat di otak. Akibatnya bisa ditebak, spending dollar dalam keseharian selalu saja dikait2kan dengan mata uang rupiah. Otak secara otomatis akan membandingkan, beli t-shirt misalnya seharga $ 70, langsung berfikir wah ini kalau di rumah 600 ribuan nih, bisa beli beras lima karung, misalnya.
Satu sisi, mental rupiah mungkin terkesan kurang gaul dan kurang mengglobal. Apalagi jika dikaitkan dengan pepatah dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung, jadi jika gajinya dollar mental spending harus dollar juga, begitu nasehat beberapa teman. Bahkan ada yang menyebutkan jika bermental rupiah di luar negeri bisa dipastikan orang itu adalah fans beratnya Tukul alias katro. Saya jadi teringat pengalaman beberapa tahun lalu saat pertama kali ke luar negeri dan singgah di Heathrow London dimana selama beberapa jam di bandara saya tidak ikhlas untuk membeli sebotol air mineral kecil seharga 6 pounds. Saya langsung berfikir kalau di Bali, uang sebesar itu bisa membeli 5 galon besar air mineral. Parah memang, tapi itulah pengalaman pertama kali yang syukurlah tidak terulang lagi.
Begitu negatifkah jika bermental rupiah di luar negeri? Kurang global sih mungkin iya tapi saya pribadi mencoba membawanya ke dampak positif saja, sekalian untuk nyaruang (menyembunyikan) mental wong ndesonya. Mental rupiah membuat saya:
1. Menghargai nilai uang. Dengan selalu berfikir rupiah saya lebih bisa menghargai nilai uang pada sebuah barang atau jasa. Sebuah CD musik misalnya seharga $ 26 rasanya terlalu tinggi nilai uang (dollar) yang harus dibayarkan dibandingkan dengan beli CD musik di Bali.
2. Belajar Hemat. Mental rupiah ternyata sangat ampuh untuk menjadi sebuah rem sehingga penggunaannyapun bisa dikontrol dan tidak kebablasan. Dengan membandingkan dan otomatis berfikir ke rupiah, mau tidak mau saya menjadi berfikir beberapa kali sebelum memutuskan membeli sebuah barang/jasa.
3. Tidak termakan pepatah. Di Bali ada sebuah pepatah yg bilang (kalau tidak salah) gede ombak gede angin yang artinya kurang lebih income lebih besar maka spendingpun otomatis lebih besar pula. Memang benar, jika tidak hati2 gaji dollar seringkali membuat orang lupa diri sehingga bisa keluar jalur dan tidak ingat tujuan bekerja jauh2 di negeri orang.
Yang mengkawatirkan adalah jika sampai terjadi sebaliknya, gaji rupiah tapi mental dollar. Agh!
- Bekerja di Kapal Pesiar - Pendahuluan
- 5 Jenis Investasi Bajak Laut
- Dan Para Bajak Lautpun Terkapar
- Belajar Berjiwa Wiraswasta
- Mudahnya Cari Kartu Kredit di Karibia
- Perlukah Punya Asuransi Jiwa?
- Pegawai Negeri, Mimpi dan Gengsi yang Dibeli
Posted in Intermezzo, Karibia, opini Follow responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.



April 7th, 2008 at 7:21 pm
hmm… maksudnya tetap hidup sederhana… setubuuuhhh eh setujuu…
masalah income makin besar pengeluaran makin besar ya karena life style yang jadi trend ituh… hidup ngejar life style sih gak akan ada abisnya…
S a k t i’s last blog post..Resign
kita selalu selangkah lebih mundur dari lifestyle itu
April 7th, 2008 at 7:41 pm
setuju boz
mata saia langsung
blink2 kalo denger $$$
dasar mata $$$
xixixixixi
tunggu hasil mp3hack-nya
April 7th, 2008 at 9:18 pm
seumur2 ampe sekarang, okta lom pernah pegang uang dollar…
*kasihan yak*
Okta Sihotang’s last blog post..Ujian Hari Pertamaku !!!
ayo kita ber-adsense ria
April 7th, 2008 at 9:47 pm
lam kenal ya bli…
tiang setuju kalo gaji dolar mental rupiah…
soalnya kalo ga gitu ga bisa nabung, bawaannya kan jadi boros..
sementara kerja diluar negeri a.k.a megajih dolar kan ga selamanya..
takutnya kalo udah ga kerja diluar lagi, mentalnya masih “mental dolar”..bisa gawat tuh..
wahhhh betul sekali memene, ini terjadi terutama pada saat kita liburan, bawaannya suka anggap enteng harga2 rupiah, pas sekian bulan,,habis deh tu tabungan
cuma yang perlu diluruskan lagi, tanggapan orang2 dirumah yg selalu menganggap orang yg kerja diluar negeri itu “pasti liu ngelah pis”
padahal kerja diluar negeri kan juga berat banget, jek care kuli..
(hehehe, berdasarkan pengalaman suami tersayang..)
betul, dan ini yg selalu ditanyakan pas pulang, berapa karung bawa uang? kekeke padahal di luar ngeling2 nyemak gae
tapi saya kebetulan ga berat banget secara fisik, karena di front house
April 7th, 2008 at 9:58 pm
nice…… ak cinta rupiah…
uyax’s last blog post..Aplikasi CMS Pada Pembuatan Soal Dan Evaluasi Mata Pelajaran Di SMU I Nusa Penida
aku juga, karena nilainya beda jauh ama dollar
April 7th, 2008 at 10:00 pm
Wah..wah..setuju tuh…meski digaji dengan rupiah, namun bisnis yang saya jalani saat ini semuanya dihargai dalam bentuk dollar, jadi yah pengeluaran rupiah penghasilan dollar, kadang pas pembayaran ngarep bgt klo kurs dollarnya naek:))
widi’s last blog post..Bijak dalam Menggunakan Credit Card
hehehe minta tuh biar gajinya dollar mbak?
April 7th, 2008 at 11:03 pm
iya lho malah bagus, jd hemat hehhehe…
aku juga masih. mau beli lap mobil, busyet kok $ 15 ? di batam 20 ribu hihihi…akhirnya waktu ke batam beli 2 bijik
dian’s last blog post..si bandel
heheeh ternyata saya ga sendirian
April 8th, 2008 at 12:03 am
gaji dollar, mental rupiah? duh, binun. kalo saya sih, yang penting berbentuk uang dan bisa dibelanjakan, entah itu dollar ataupun rupiah sama aja. mungkin karena pikiran saya blon sampe ke sono kali yah.
pink’s last blog post..Broken Girl
heheh iya yg penting uang
April 8th, 2008 at 12:39 am
gaji dolar mental rupiah..
kalau saya gaji rupiah..mental pis bolong…
nasib….
ick’s last blog post..Anakku bukan milikku lagi…
lol
April 8th, 2008 at 2:12 am
kalo saya gaji rupiah mental dollar bli hahahahhahahahahhahah…no comment lah, soalnya ngga pernah bergaji dollar
Ramayadi’s last blog post..Selebriti IT Indonesia yang most wanted
sama aja bli, yg penting kan nilai equalitas nya

gaji 100 dollar kan sama dengan 1 juta rupiah
beda angka nol aja
April 8th, 2008 at 2:12 am
enaknya gaji dolar adalah jd rajin berderma. apalagi kalo buat BBC.
anton’s last blog post..Blogku pun Naik Kasta
ingat, memfitnah lebih kejam daripada membunuh
April 8th, 2008 at 4:32 am
mental rupiah tapi gaji dolar emang paling enak.
jeg nu gen liunan ngelah pipis..
Yanuar’s last blog post..Keberuntungan
hehe berdoa saja biar beda rate membesar
April 8th, 2008 at 7:10 am
hehehe..bisa gawat itu bli kalau gaji rupiah mental dolar, kekeke
Febra’s last blog post..HOMEWORK
iya tuh parah jadinya klo ampe kayak gitu
April 8th, 2008 at 10:40 am
Kalau saya gaji rupiah mental rupiah.
BlogDokter’s last blog post..Rambut Anda Berketombe?
April 8th, 2008 at 8:00 pm
xixixixi … kalo saya belum punya gaji. jadi tidak bermental hahahaha …
Nyoman Ribeka’s last blog post..Pencemaran Nama Baik
April 8th, 2008 at 9:23 pm
setuju dengan poin 2
kan ga selamanya tinggal di luar dan bergaji dollar
mesti dipikirin juga yg ada di tanah air
edy’s last blog post..Buka Baju
April 9th, 2008 at 12:16 am
Mudah2an nanti I Rupiah bisa sama kelasnya sama I Dolar ya…!!
jadi meski gaji rupiah kita tetap bangga punya mental rupiah.!. masa mau kalah terus sama i dolar…!
kapan ya kira2…???.
ady gondronk’s last blog post..Mentos dan Cocacola Berbahaya
April 9th, 2008 at 5:11 am
enaknya bergaji dollar bli ya?!
imsuryawan’s last blog post..Kok Ga Ada Persatuan / Asosiasi Blogger Indonesia?
April 9th, 2008 at 7:36 am
Bagus. Nia setuju tuch Bli. Saya cinta Rupiah.
Kalau dikasi Dollar nga nolak. Apalagi dikasi poundsterling qeqeqeqeq…………
Kania’s last blog post..G A N G L I O N
April 9th, 2008 at 5:22 pm
@Nia, klo Yen gimana
devari’s last blog post..Saya Blogger Penakut?
April 9th, 2008 at 7:19 pm
huehehehehe ternyata ada lebihnya juga rupiah kita dibandingkan dollar… wakakakakakaka
ghozan’s last blog post..Liverpool Against Chelsea
April 9th, 2008 at 7:59 pm
adu adu bli bisa saja
tu masih sebagai media pepelajahan bli
xixixiix
April 9th, 2008 at 9:35 pm
Saya setuju poin ketiga. memang kalau tidak pintar-pintar mengatur uang, semakin besar pemasukan maka pengeluaran juga kan ikut membengkak. Gawat!
Ecko’s last blog post..Ayo Tolak Pemblokiran..!
April 10th, 2008 at 12:43 am
Gimana kalo gaji rupiah wajah dollar (pelawak bali) ???
dede sanur’s last blog post..The REDS, The BLUES, moncer………………..
=paguyuban lawak bali
April 10th, 2008 at 6:22 am
Di Jepang donk berati qeqeeqeq………….
MAU BANGEEEETTTTTTTTTTTTTTTT
Kania’s last blog post..G A N G L I O N
hehehe kapan nih?
April 10th, 2008 at 8:44 pm
ga pernah punya dollar.. jd aku cinta rupiah sangat!
Mama Rafi’s last blog post..Ikutan Bhechek..chek..chek..
saya juga cinta rupiah Ma, dollar sementara aja
July 6th, 2008 at 5:12 am
Semakin banyak di baca tulisan Devari, kok ya makin sama pikiran.. masalah irit ini apalagi… wah persis banget ama tiang. Sampai di nasihati ama Balian ( kebetulan sepupu bisa baca garis tangan ) kalau tiang tuh jangan terlalu irit, nyumbang sedikit ama orang yg kekurangan… padahal dalam hati komat kamit, apa hubungannya hidup irit ama pelit ?! iya nggak?