Archive for May, 2008
Saturday, May 31st, 2008
BeritaBali.com Kena Deface
BeritaBali.com, salah satu situs berita favorit saya, kena deface oleh seorang/sekelompok cracker yang bernama Crackers_Child. Pesan yang ditampilkan tidak bisa dimengerti karena bahasa yang dipakai juga aneh, tidak jelas bahasa apa. Hingga posting ini dipublish May 31, 2008 GMT-5 @ 4 pm, situs BeritaBali.com masih belum bisa diakses. Ini skrinsyutnya (klik gambar to enlarge):
Posted in Kabar-kabari | 15 Comments
Wednesday, May 28th, 2008
5 Jenis Investasi Bajak Laut
Bekerja di luar negeri atau di kapal pesiar kurang lebih bisa diibaratkan sebagai sebuah pertapaan yang panjang. Setahun, dua tahun, lima tahun bahkan tidak jarang ada yang sampai sepuluh tahun. Pertapaan ini jelas bukan untuk memperdalam jurus2 ilmu silat akan tetapi sebuah pertapaan model kapitalis di zaman modern, tentunya dengan balutan bahasa2 halus yang berguna untuk membesarkan hati dan juga untuk menghibur diri semisal: demi masa depan yang lebih baik, untuk bekal di hari tua, demi masa depan anak2, pensiun dini dan sejenisnya. Semua itu bisa diseragamkan dengan satu bahasa yang sama yakni karena alasan ekonomi. Agar pertapaan berhasil, biasanya secara umum ada beberapa bentuk investasi yang dilakukan oleh para pemburu dollar di negeri orang ini:
1. Rumah/Tanah. Membeli tanah dan atau tanah sudah menjadi investasi favorit para pekerja di luar negeri. Kenapa favorite? Karena bentuk investasi ini paling mudah dan tidak memerlukan pemikiran bisnis yang ruwet (baca: managemen). Secara mereka berada jauh diluar negeri sehingga tentunya tidak bisa menangani langsung sehingga tanah/rumah menjadi pilihan gampang. Tinggal kumpulin uang, cari lokasi yang pas lalu beli. Di samping itu, harga tanah/rumah tidak akan turun alias selalu naik dari tahun ke tahun. Jadi kemungkinan rugi sangat sedikit kecuali rumah/tanahnya kena musibah/bencana alam
2. Rumah kos-kosan. Investasi dalam bentuk bisnis rumah kos-kosan juga lagi menjadi trend belakangan ini dikalangan teman2 pekerja di luar negeri. Investasi ini cukup menjanjikan mengingat arus urbanisasi di kota Denpasar terus meningkat dari tahun ke tahun. Lokasi2 yang startegis biasanya dekat kampus/sekolah dan juga dekat pusat2 ekonomi. Unfortunately, naiknya harga BBM baru2 ini cukup mencekik tenggorokan para peminat bisnis kos-kosan ini mengingat harga bahan bangunan meroket.
3. Kendaraan bermotor (personal atau untuk rental). Bentuk investasi yang tak kalah menariknya adalah bisnis beli mobil second untuk rental. Spesifikasi mobil bekas biasanya yang diatas tahun 2000 dan juga merek2 tertentu semisal Toyota Avanza, Toyota Kijang, Daihatzu Xenia dan sejenisnya. Rata2 income bersih untuk satu mobil adalah antara 3 jt - 5 jt rupiah per bulan.
4. Usaha Kecil/Menengah. Sebagian pemburu dollar di luar negeri juga melakukan bentuk investasi yang lebih serius. Dibilang serius karena memerlukan pemikiran extra untuk menjalankannya (business plan) semisal usaha warung makan, usaha bengkel, usaha warnet/wartel, usaha fotocopi dan lain sebagainya.
5. Deposito Dollar. Last but not least adalah investasi dalam bentuk investasi dollar. Bisnis ini cukup bikin jantung berdetak karena fluktuasinya yang dinamis tiap harinya. Biasanya selalu rajin mlototin internet untuk liat nilau nilai dollar. Bahkan terkadang mengharapkan ekonomi Indonesia anjlok sehingga nilai dollar menjadi meroket.
Ada ide investasi lain? Silahkan berbagi!
Posted in business, opini | 24 Comments
Saturday, May 24th, 2008
eBlogari: dr. Okanegara, New Kid on the Blog
Seperti pengakuannya, figur eBlogari kita kali ini masih baru dalam dunia blogging. “Saya masih totally newbie, istilahnya New Kid on the Blog”, ujarnya merendah. Namun dari segi kontent dan dedikasi sosialnya, blogger yang juga seorang dokter ini patut diacungi jempol. Dr. Oka, begitu saya biasa memanggilnya, sangat aktif di berbagai organisasi sosial dan organisasi kesehatan. Semuanya dengan satu tujuan yang sama yaitu berbagi ilmu dan informasi serta mewujudkan misi sosial untuk membantu sesama.
Selain berprofesi sebagai dokter untuk Manuaba Health Clinic, beberapa organisasi tempat alumni FK Unud tahun 1999 ini mewujudkan misinya adalah KISARA PKBI Bali, Bali Community Cares, ODHA(Orang Dengan HIV/AIDS) plus kesehatan IDU(Injecting Drug User), KPA(Komisi Penanggulangan AIDS) Provinsi Bali, BNP(Badan Narkotika Provinsi) Bali, serta berafiliasi dengan Ford Foundation, WPF Belanda untuk program edukasi seks di sekolah, Mitra Inti untuk program dukungan Indonesia Sexuality Forum dll. Lebih lengkapnya bisa dilihat di blognya beliau.
Sejak kapan mulai ngeblog dok dan gimana cerita awalnya kenal dengan dunia blog?
Resminya saya mulai ngeblog sejak Maret 2008. Tapi, pengalaman saya fall in love dan bercinta pertama kali dengan blog awalnya bersama Blogspot, sekitar tiga tahun lalu. Tujuan ngeblog waktu itu sekedar iseng saja. Seperti ABG yang mulai ciuman dengan pacarnya pertama kali kan karena ingin tahu rasanya dan mau coba-coba dulu. Waktu itu blog hanya buat apresiasi unek-unek di ruang-ruang hati dan musik. Saya ini penggila musik. I can’t live without it. Sempat posting dua kali saja. Itupun tentang band sesuhunan saya; The Smashing Pumpkins. Habis itu sudah, tidakberlanjut karena kesibukan yang padat.
Posted in eBlogari | 32 Comments
Friday, May 23rd, 2008
Leluhurku Sayang Leluhurku Preman
Note: Nunas ampura dan tabik pekulun mantuk ring leluhur yg kebetulan baca postingan ini dan tidak berkenan, tidak ada maksud untuk langgana, hanya sebuah proses untuk menuju pencerahan. Sekali lagi, ampurayang!
Kata bapak dan ibu guru kita dulu di sekolah, katanya secara umum ada dua makna kata/kalimat dalam bahasa Indonesia yaitu makna denotasi (yang sebenarnya/literal) dan makna konotasi (makna kiasan). Pun dengan judul postingan kali ini, ada mengandung makna konotasi khususnya pada frasa leluhurku preman. Leluhur dan preman tentu tidak bisa dijadikan analogi secara horizontal, dunianya saja sudah beda: dunia nyata dan dunia sana (dimana ya?). Di samping itu, sebagai seorang pribadi Bali Hindu maka bagi saya, menghormati dan memuja leluhur merupakan satu harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.
Posted in opini, social life | 14 Comments
Friday, May 23rd, 2008
Thanks Gusti Ngurah Gede Agung Sedana
Gara-gara membaca postingannya Wira, iseng saya ketikkan url blog saya www.devari.org di Google search. Beberapa linkpun muncul dan satu link yang membuat surprise adalah sebuah link yang berisi review blog saya oleh Gusti Ngurah Gede Agung Sedana di multiply.
Sebagai seorang blog amatiran saya jadi GR membaca review tersebut karena review tersebut merupakan sebuah appresiasi genuine dari beliau sehingga sedikit banyak bisa (kembali) membangkitkan gairah ngeblog lagi. Terima kasih untuk Gusti Ngurah Gede Agung Sedana.
Posted in blogging | 8 Comments
Thursday, May 22nd, 2008
Applying for COMO Foundation Ambassador
In celebration of COMO Foundation’s 5th Anniversary, the Foundation is holding a special event called COMO Foundation Ambassador Challenge. The winners will be rewarded trip to 5 destination countries in which its partners are located such as Brazil, China, Guatemala, India, Nepal, Sri Langka, Thailand or Vietnam. COMO Foundation is a division of COMO Hotels and Resort Group which manage the philanthropic interests of the group. The Foundation supports non-profit grass root organizations that work directly in development, education and health care for women and childrens.
This challenge is open for all employees of COMO Group and its associate companies such as Club21 and Armani Exchange. There will be many participants on this event so I guess my chance is very small to win this challenge but hey, like wise people said, be optimistic and try your best to win it. I have submitted my application today and Brazil is my chosen destination. I would love to know more about Lua Nova organizations as Parrot Cay Resort (where I work) have been carrying their products for a while. I would like to exchange feedback with them and find out more the process of making their products.
Wish me luck friends, I hope I win the challenge.
Posted in COMO Ambassador | 16 Comments
Tuesday, May 20th, 2008
Maaf Saya tak Punya Piyama
Pajamas is mandatory, demikian isi sebuah undangan pesta farewell di tempat saya bekerja. Sebuah kalimat yang menegaskan bahwa dress code dari pesta tersebut adalah piyama dan guess what, mandatory alias wajib hukumnya. Mungkin bagi sebagian besar orang ini kedengaran konyol, tapi begitu mengetahui dress codenya pajamas terus terang saya jadi bingung sendiri karena memang tidak mempunyai piyama alias ‘uniform’ resmi untuk tidur. Kebetulan yang punya party adalah salah satu manager bule yang baik hati dan suka menolong, jadi pengin sekali hadir pada pesta farewell itu. Satu sisi, saya tidak ingin membeli piyama hanya untuk dipakai pada pesta tersebut karena memang selama ini tidak mengenal budaya piyama dalam dunia tidur saya.
Ketika ngobrol2 dengan teman2 lokal Caribbean dan juga beberapa coworker dari Asia lainnya, mereka malah seriously tertawa ketika saya bilang maaf saya tak punya piyama. How the hell you go to sleep?, tanya mereka keheranan. Piyama memang sudah menjadi ‘pakain wajib’ untuk tidur bagi sebagian besar orang, namun saya pribadi dan kebanyakan teman2 dari Bali yang kerja di sini juga tidak mempunyai piyama. Manager saya langsung bahkan menggeneralisasi, apakah orang Bali semua tidak punya piyama? Untuk pakaian tidur, biasanya saya pakai celana pendek (color ijo) yang loose dan t-shirt ringan atau pakai sarung.
Pakai piyama atau tidak, itu adalah sebuah pilihan dan kebiasaan. Mungkin juga karena saya anak ini produk budaya katrok sehingga tidak mengenal budaya piyama sejak kecil. Dulu saya malah sering pakai celana jeans untuk tidur. Yang membuat sedikit sedih adalah kenapa yang bikin undangan pesta itu harus membuat dress code yang mandatory pajamas. Itu kan namanya diskriminasi fashion. Akhirnya sayapun tak jadi menghadiri party farewell tersebut, hanya gara2 sebuah budaya piyama sialan itu.
Posted in Karibia, Personal Stories | 17 Comments
Monday, May 19th, 2008
Menggugat Hukum Kasepekang (arsip)
Hati menjadi gundah, pikiran menjadi tergugah setelah membaca di harian lokal tentang terjadinya kasus ‘kasepekang’ di Tabanan. Pelanggarannya adalah karena seorang warga dianggap telah mencemarkan tempat suci/pura dengan cara menggantung sebuah kursi plastik sejajar/lebih tinggi dengan posisi pura itu. Entah ini kasus yang ke berapa kali terjadi di Bali, yang jelas bukan yang pertama kali. Penulis bukanlah ahli hukum adat bukan pula ahli hukum positif namun secara harfiah hukum ‘kasepekang’ berarti sebuah hukuman/sanksi adat yang diterima oleh seorang/kelompok anggota banjar yang dianggap melanggar norma norma yang berlaku di banjar/desa bersangkutan, dengan jalan orang/kelompok tersebut dikucilkan dari banjar/desa adat setempat, dilarang tinggal di wilayah tersebut, tidak boleh menggunakan fasilitas kuburan dan juga dilarang berkomunikasi atau bersosialisasi dengan anggota banjar lainnya. Hukuman ini jelas jelas tidak bersumber dari hukum positif (KUHP, UU dan lain-lain) yang berlaku di NKRI tapi berdasarkan awig awig/hukum adat yang berlaku di daerah bersangkutan.
Hukum “kasepekang” seakan menjadi sebuah fenomena dalam kehidupan masyarakat Bali yang kental dengan adat istiadat dan nafas Hindunya. Contoh lainnya adalah hukum kasepekang karena melahirkan anak kembar dengan jenis kelamin yang berbeda. Hukum adat ini sudah dihapuskan beberapa waktu lalu oleh pihak terkait (DPD, DPRD). Pertanyaannya sekarang adalah masihkah hukum adat kasepekang ini relevant diterapkan? Tidakkah hukum tersebut bertentangan dengan hukum positif? Apakah pelaksanaannya sudah murni dan tidak melenceng dari ajaran Agama Hindu?
Sungguh suatu hal yang tidak masuk akal rasanya jika pada penerapan hukum adat kesepekang di Tabanan, muncul sebuah syarat yang terlalu komersil, denda 200 juta rupiah jika ingin diterima kembali sebagai anggota masyarakat disana, juga ada denda 500 ribu rupiah bagi siapa saja warga banjar yang berkomunikasi dengan ‘terpidana’ ini. Darimanakah sumber hukum adat yang menyatakan denda 200 juta ini? Sungguh tidak murni. Seharusnya sebuah sanksi, apapun itu, bersifat mendidik dan meluruskan apa-apa yang telah dilanggar. Jika sampai dendanya ratusan juta, itu keterlaluan. Dimanakah unsur mendidiknya? Dimanakah unsur meluruskannya. KOk yang terjadi malah kesan dimanfaatkannya hukum adat ini sebagai ajang balas dendam dan memupuk rasa kebencian. Seharusnya semua didiskusikan dulu dengan Majelis Desa Pekraman, atau dengan pemda setempat, atau dengan PHDI. Jika tidak ada penyelesaian bisa juga ditempuh jalur hukum positif.
Gampangnya penerapan hukum ini sewaktu waktu bisa menjadi bumerang bagi masyarakat Bali dengan adat-istiadatnya yang bernafaskan Hindu. JIka begitu mudahnya menerapkan hukum kasepekang, bukan tidak mungkin akan berakibat menurunnya nilai nilai adat itu sendiri, yang sudah dianggap tidak lagi bersifat mengayomi. Masyarakat akan menjadi apriori. Banjar dengan hukum2 adat yang kaku seolah olah menjadi sebuah momok yang menakutkan. Banjar tidak lagi menjadi sebuah oraganisasi yang bermakna apa apa, dengan kata lain, menjadi warga dunia saja atau bahasa bulenya citizen of the world. Itulah sebabnya perlu tindakan dari pihak2 terkait dalam upaya meluruskan hukum hukum adat yang bersifat terlalu frontal. PHDI harus memberikan semacam guidance yang jelas tentang penerapan hal ini. Jangan sampai adat dijadikan sebuah excuse untuk melegalkan hukuman apa saja tanpa minghiraukan hukum positif dan hak asasi manusia.
Posted in opini, social life | 13 Comments
Friday, May 16th, 2008
Blogger juga Manusia
Dear Devari
Hari ini rinduku membiru.
Kaki sang kala lumpuh, tak berdaya mempercepat waktu.
Tiga tahun tlah berlalu, sejak pertama kutinggalkan dirimu.
Tertawa engkau, menangis engkau. Sendiri. Tanpa belaian sang ortu.
Cepak pulang bapak, cepak pulang ibu, teriakmu pilu.
Dari DVD yang kuputar, sejak satu jam yang lalu.
Posted in Personal Stories | 20 Comments
Thursday, May 15th, 2008
70 juta, Biaya Nikah Orang Bali
Setengah kaget saya kemarin ketika bercakap2 dengan teman2 di Karibia. Bagaimana tidak, mereka bilang biaya nikah temannya mencapai 70 juta. “Beh cang oraine nyiapang biaya minimal 60 juta nok jak rerama (saya disuruh nyiapin 60 juta oleh ortu) karena mau nikah nanti pas pulang ke Bali”, lanjutnya bercerita. Besar kecilnya biaya tersebut memang relatif dan berbeda2 untuk masing2 individu. Untuk ukuran saya yang ekonomi lemah begini, biaya nikah 60 jt - 70 jt itu rasanya lumayan menohok ekonomi keluarga alias masuk kategori mahal yang membabibuta.
Kenapa begitu mahalnya biaya nikah orang Bali? Rasanya lebih banyak disebabkan oleh faktor sosial yang non-esensial. Dalam melaksanakan upacara, di Bali ada istilah nista, madya dan utama (sederhana, sedang2 dan wah). Pilihannya terserah yang melaksanakan dan tergantung juga kemampuan finansial. Sederhana tidak apa2, yang penting secara sekala dan niskala sudah diterima dan sah. Sedang2 juga tidak apa2, apalagi wah, tentu boleh2 saja.
Yang menjadi ironi adalah sebagian orang Bali ‘memaksakan’ diri untuk melaksanakan yang wah. Ekonomi pas-pasan tidak menjadi halangan, ngutang dan jual hartapun terkadang ditempuh. Tanya kenapa, karena gengsi sosial. Jika hanya menyangkut esensi seperti biaya banten/offering dan biaya konsumsi sewajarnya, maka biaya nikah orang Bali rasanya akan normal2 saja. Tidak akan pusing dan malah bangkrut setelah upacara nikah selesai. Dari ngobrol2 tersebut, ada beberapa hal yang membuat biaya nikah orang Bali meroket: biaya pra-wedding termasuk biaya professional photo shooting, biaya kartu undangan super lux, biaya professional video shooting selama acara, biaya MC/event organizer, biaya sewa mobil super mewah/limosin/mercy saat lawatan ke rumah mempelai, biaya beli/sewa pakaian kebesaran seperti raja2 di Bali zaman dulu dan biaya2 sejenis yang sama sekali jauh dari esensi upacara itu sendiri.
Posted in social life | 31 Comments
Thursday, May 15th, 2008
Your Guide to Online Casinos
Have you ever wondered why casinos and gambling industries have been growing so fast from time to time? There is one certain answer; it offers a life changing opportunities for those who involved in this business. Opportunity for a much better life and prosperity once you are on top of it. In fact, casinos has become an integral part of tourism industries in all over the world such as Las Vegas, Macau Hong Kong, to name a few.
So do you like to gamble? Casinos are a good place to start. Fortunately, the sophisticated information technology like Internet makes it easier for us to try our gut and luck on casino games. You do not need anymore to go to Las Vegas in order to play some games. Get connected to the Internet and you can try online casinos.
A website worth very much to visit is CasinoGuide.ws which has a complete guidance for online casinos in some major countries in the world such as French Casinos, German Casinos, Italian Casinos and Japanese Casinos. Other outstanding feature of this website is a comprehensive information about dozens of payment methods which are available for certain online casinos. Not only that, if you need to do currency converter, just click the currency converter menu on the left sidebar of the website. Are you a big fan of sport betting? If so, this is the right place for you, again all you need to do is go to the Sport Betting menu on the left sidebar. It is all there.
Posted in iseng-iseng | No Comments





Recent Comments