eBlogari: Ngeblog untuk Kebebasan Informasi

Friday, May 2nd, 2008

Penikmat kopi di pagi hari. Penggemar buku filsafat, cultural studies, jurnalisme, dan novel. Demikian sekilas deskripsi yang bisa sedikit menggambarkan figur eBlogari kita kali ini. Sepak terjang blogger yang satu ini sudah tidak diragukan lagi khususnya di dunia blog sphere Bali. Dialah sang ‘provokator’ alias penggagas berdirinya Bali Blogger Community, penunggu situs budaya Balebengong.net dan juga pemilik sebuah blog seleb rumahtulisan.com. Tulisan-tulisannya mengalir dan terkadang pedas hingga sebuah koran papan atas di Balipun pernah dibuat kebakaran jenggot oleh kritiknya yang tajam. Blogger yang juga seorang jurnalis lepas ini juga menulis untuk beberapa media nasional seperti Kompas, Gatra, the Jakarta Post dll.

Anton Muhajir, demikian nama lengkapnya. Lebih sering disapa Anton atau antonemus di kalangan blogger Bali. Lahir 19 April 1979 di sebuah desa kecil di pesisir Lamongan, Jawa Timur, sang provokator mulai hijrah ke Bali sejak 1997 dan mengambil studi di Jurusan Teknologi Pertanian Unud. Saat ini beliau tinggal di pinggiran Denpasar utara bersama istri dan putra tercinta. Berikut petikan wawancara dengan beliau seputar dunia blogging:

antonemus.jpg

Sejak kapan kenal dengan dunia blog dan bagaimana setorinya?
Pertama kenal blog sejak Maret 2004. Saat itu saya lagi chatting dengan seorang teman dari Bandung yang juga seorang penyair dan nulis juga untuk Bali Post. Saat chatting itulah dia nunjukin blognya ke saya. Saya tertarik karena kita bisa punya situs sendiri di internet dan bisa nulis apapun dan saat itu juga saya langsung membuat blog di blogspot.

Saat itu sudah pakai alamat ‘rumahtulisan’?
Belum. Saat itu alamat blog saya masih jirovum.blogspot.com, plesetan dari nama belakang saya Muhajir. Nama blognya Rumah Tulisan dengan taglinenya Sekedar Menyimpan Beberapa Peristiwa, Kisah dan Ide. Dari blog awal itu lalu berubah menjadi rumahtulisan.blogspot.com, rumahtulisan.wordpress.com dam akhirnya rumahtulisan.com. Saya ingin berterima kasih buat Dek Didi (bali.ikads.com) karena sebenarnya domain itu sudah dia kapling tapi dengan sukarela diberikan pada saya.

Ide awal munculnya nama ‘rumahtulisan’?
Spontan saja. Saya bermaksud menjadikan blog itu sebagai tempat ngumpulnya tulisan-tulisan saya. Tempat ngumpul ya rumah dimana ada kehangatan, kebersamaan dan saling memiliki. Rumah adalah tempat berpulang kemanapun kita pergi.

Kenapa tidak pakai nama personal sebagai alamat blog?
Hahah, nama saya tidak keren. Coba misalnya antonmuhajir.com, waduh tidak menarik sekali. Kalau pakai antonemus.com juga terlalu gaul padahal isinya ada juga yang serius. Akhirnya saya pakai nama yang netral, serius bisa, gaulpun bisa.

Tujuan ngeblog sebenarnya apa?
Tujuan awal sebenarnya hanya untuk punya tempat menulis di internet dengan kebebasan yang kita punya. Tapi makin lama saya sadar bahwa itu sebenarnya adalah bagian dari kebebasan kita untuk mengakses informasi, berpendapat, berekspresi dll. jadi tujuan dan prinsip saya ngeblog adalah kebebasan informasi.

Punya tema khusus untuk postingan dan sumber ide dari mana?
Saya nulisnya ngalir aja dan tidak terpaku pada tema2 tertentu makanya tulisan2 saya bisa ke hal2 yang personal, sosial, media dan seterusnya. Saya juga orangnya spontan, sumber tulisan bisa dari mana saja, jalanan, teman/keluarga, media dll. Kadang saat saya naik motor ide itu muncul.

Ada jadwal khusus untuk posting/update blog?
Ngeblog bagi saya juga dipengaruhi oleh mood. Terkadang saya punya banyak ide untuk dijadikan bahan tulisan. Jika mood lagi down sayapun bisa tidak nulis berhari2, tapi tetap saya rekam di otak atau komputer. Disitulah enaknya ngeblog, tidak terikat dengan waktu.

Bagaimana membagi waktu antara ngeblog, keluarga dan pekerjaan?
Mungkin dibagi sama sepertiga ya biar sama rata sama rasa, hahah kayak PKI aja. Bagi saya keluarga tetap nomer satu, saya mencintai mereka lebih dari apapun. Karena itulah biasanya saya ngeblog setelah semua urusan keluarga selesai. Kebetulan pekerjaan saya sebagai freelance editor sangatlah fleksibel waktunya sehingga sayapun masih punya waktu untuk ngeblog di sela2 pekerjaan. Tapi terus terang, kadang2 saya juga pernah nunda2 urusan keluarga dan pekerjaan gara2 ngeblog.

Idealnya seorang blogger menurut Anda?
Menurut saya ada tiga jenis tujuan orang itu ngeblog: untuk media menulis, media ekspresi (foto, ilustrasi) dan media bisnis. Saya pribadi melihat blog dari sudut pandang kebebasan informasi jadi seharusnya ngeblog itu menjadi semacam sumber informasi alternatif dari media umum (mainstream). Menulis dengan kritis adalah menarik tapi tidak melulu harus yang serius2 dan yang gawat2. Hal2 kecil yang kita alami juga bagus dijadikan bahan tulisan.

Di atas itu semua, kebebasan adalah segalanya bagi blogger. Jadi, bagi saya, tidak usah terpaku pada satu gaya tertentu, tema tertentu, dan semacamnya. Ngebloglah untuk kebebasan. Sebab blog memang lahir dari sikap menolak elitisme media umum yang kurang memberi tempat untuk orang-orang biasa seperti kita.

Blogwalking menurut Anda?
Idealnya sesama blogger harus rajin menyapa dan berkomentar. Sebab salah satu kelebihan blog adalah karena adanya interaksi di sana. Sayangnya saya sendiri belum bisa melakukan ini. saya masih termasuk jarang jalan-jalan dan memberi komentar ke blog teman dengan bagus. Lebih banyak komen itu basa-basi sekadar lewat. Sangat jarang bisa memberi komentar layaknya teman diskusi.

Ceritakan sedikit dong ttg ide awal pendirian Bali Blogger Community?
Ide awalnya karena waktu itu gemes saja. Kok di Bali belum ada komunitas bloggernya ya. Padahal di kota seperti Bandung, Jogja, Semarang, Makassar, bahkan Palu pun komunitas ini tidak hanya ada tapi bergairah. Lha kok di Bali sepi-sepi saja. Saya cari-cari di google atau blogspot, rasanya memang belum ada. Saya berniat untuk menggagasnya. Tapi tidak PD. Apalagi karena saya memang sama sekali tidak gaul dengan blogger Bali lainnya waktu itu meski kenal dengan beberapa orang seperti Ebo, Kang Ayip, dan Sherly.

Sampai kemudian saya baca majalah TIME edisi akhir tahun 2006 yang menempatkan pengguna internet, salah satunya blogger, sebagai Person of the Year. Beberapa waktu setelah itu saya juga baca tabloid Kontan yang nulis soal komunitas blogger kota lain. Artikel ini lagi-lagi menggugah saya. Kapan di Bali juga bloggernya bisa saling kerja sama dalam komunitas?

Upaya untuk ngumpulin blogger Bali pun mulai dilakukan. Maret 2007 saya mulai dengan mencari-cari blogger Bali. Setelah kontak via email kalau mereka punya email. Lalu kopdar pertama diadakan pada 28 Juli 2007. Yang datang waktu itu lima orang. Dari sini ide bikin milis lahir. “Kalau sudah kenal di milis kan lebih enak untuk ketemuan,” kata Dewi waktu itu. Adanya milis memang membuat blogger Bali bisa saling kenal, meski pada awalnya hanya sedikit orang. Buktinya pas kopdar kedua juga yang datang Cuma lima orang. Hingga pas kopdar ketiga, barulah makin banyak orang.

Artikel Lain

Posted in eBlogari Follow responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

(required)
(required)


XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>