Kedudukan Dewi Kwan Im dalam Hindu
Ada dua istilah local Bali yang digunakan dalam postingan ini yaitu ngiring dan melik. Secara harfiah kedua istilah tersebut kurang lebih artinya sebagai berikut: ngiring ditujukan untuk menyebut seorang Hindu Bali yang telah memenuhi kualifikasi khusus (spiritual related), disenangi dan ‘ditunjuk’ oleh Ida Bhatara (dewa) dari pura tertentu untuk menjadi ‘assistant’ beliau di dunia ini entah itu menjadi pemangku (pendeta), menjadi tapakan (balian/paranormal), menjadi dalang dan sebagainya. Biasanya jarang orang Bali yang mau ngiring dari hati nurani, at first kebanyakan karena terpaksa, karena kalau tidak mau ada akibat2 negatif yang mengancam. Sedangkan istilah melik dipakai untuk menyebut orang Hindu Bali yang kelewat disenangi oleh Tuhan dan oleh karena itu akan segera dicabut nyawanya untuk diajak ke alam sana. Untuk menetralisir cap melik ini maka kita harus melakukan ritual tertentu.
Alkisah seorang family member saya katanya melik dan harus segera melakukan ritual tertentu sehingga bisa segera dinetralisir. Dan pergilah kami ke seorang orang pintar di sebuah desa di Tabanan utara untuk melakukan ritual itu. Tak disangka sampai disana diketahuilah bahwa selain melik, family member ini ternyata divonis ngiring oleh sang orang pintar tersebut. Disana family member ini kesurupan hebat dan tiba2 pintar berbahasa China/Mandarin. Pilihannya hanya ada dua yaitu ngiring atau menjadi gila. Tentu saja family member ini tidak terima, wong masih muda kok disuruh ngiring. Semakin keras dia berontak, semakin kuat pengaruh kesurupan itu dan memang mirip2 menjadi seperti orang gila. Saya sendiri agak panas mendengar berita itu lewat telpon karena kok egois sekali Tuhan itu, main paksa saja.
Yang lebih membuat saya tidak mengerti adalah siapa yang harus diiring oleh family member itu. Biasanya yang di-iring adalah Ida Bhatara dari pura2 tertentu di Bali atau yang jelas dewa2 dalam agama Hindu. Namun kali ini, ngiringnya ternyata sudah lintas agama dan kepercayaan. Yang harus dia iring adalah Dewi Kwan Im. Saya terperangah seakan tidak percaya. Ini orang pintarnya benar2 paranormal atau gadungan. Kok bisa ngiringnya lintas agama/kepercayaan? How come?
Personally, saya termasuk orang tepa selira dalam hal kehidupan beragama. Sejujurnya, mungkin cuek dalam arti positif. Agama hanya cara pandang dan hubungan pribadi manusia dengan Tuhannya. Biarkan saja orang2 asik dalam agamanya masing2 tanpa harus saling mencampuri. Kalau tidak salah, tidak ada ajaran dalam agama Hindu ttg Dewi Kwan Im, setidaknya dari pelajaran2 agama Hindu yang saya dapatkan sejak SD. Lalu kalau orang Bali bisa ‘ngiring’ dan kesurupan roh Dewi Kwan Im, apakah juga memungkinkan nanti orang Hindu Bali misalnya ngiring Tuhan Jesus (Kristen), ngiring Sang Buddha atau ngiring Nabi Mohhamad (Islam)?
Saya sendiri tidak tahu banyak ttg Dewi Kwan Im. Sosok Dewi Kwan Im yang saya pernah dengar hanya sebatas pada film2 di tv zaman dulu (Kera Sakti di Indosiar). Menurut Wikipedia, Dewi Kwan Im adalah salah satu Dewi dalam agama tradisional Tionghoa yang tidak mempunyai kitab suci resmi dan merupakan sinkretisme antara beberapa kepercayaan atau filsafat antara lain Buddhisme, Konfusianisme dan Taoisme.
Akhirnya saya berharap ada pencerahan dari para pembaca.
Popularity: 75% [?]







Waduh saya juga kurang tau bli, jadi kurang bisa memberi pencerahan. Tapi dulu saya pernah dapat surat - surat tentang Dewi Kwan Im gitu, yang bilang kalo suratnya ga disebarin, saya bakalan mati huhuhuhu … (konden nganten lo). Tapi kalo disebarin bakalan dapat kekayaan melimpah ruah huehehehehe … Tapi saya lupa gimana nasib suratnya itu.
Bukan Winardi’s last blog post..Women
Win, surat2 berantai gitu kayaknya saya pernah dapat juga. Itu hanya spam zaman dulu
devari’s last blog post..Kedudukan Dewi Kwan Im dalam Hindu
wahhh.. kok bisa sama kasusnya dengan temen tyang neh bli, disuruh ngiring dewi kwan im atau gila, tapi setelah mewinten di beberapa pura sekarang normal lagi.
katanya ini pengaruh kepercayaan siwa-buddha di Bali jaman dulu. dewi kwan im itu ada dalam kepercayaan budha. patungnya bisa ditemukan di pura batur dan pura besakih …
CMIIW
budarsa’s last blog post..Berubah Memang Susah
Adoooh,aku pernah baca di harian lokal,tentang dewi kwan im
ada patungnya juga di goa giri putri karang sari Dev,coba kayang liburan ini cek kok bisa?aku juga nggak tahu kebenarannya.
Ceritakan lagi donk tentang Dewi Kwan Im dan juga katanya ada hubungan Bali dengan Cina. Adanya mata uang kepeng cina di Bali.
*sorry kalo agak gag nyambung*
AVC’s last blog post..Need a web administrator
bah kok kena moderasi dech?
budarsa’s last blog post..Berubah Memang Susah
saya sendiri masih belum mengerti bagaimana hubungan dewi kwam in didalam hindu.
tapi saya sendiri meyakini kalau perjalanan spiritual itu sendiri akan mengalami berbagai keunikan individu yang tiap orang per orang akan berbeda.
dari situ saya beberapa kali menyimpulkan sendiri bahwa guru / seorang pembawa akan mencari / menemukan seorang penerima yang dalam hal ini mungkin family bli made.
tapi, kadang kala dalam konteks melik itu sendiri, menurut saya adalah seseorang yang memang memiliki give atau anugrah.
dan anugrah ini mungkin dianggap berbahaya ketika seseorang itu masih bau kencur / muda.
oleh sebab itu anugrah tsb harus ditanggulangin.
sedangkan kalau ngomongin balian,he.he.. ini juga yang kadang bikin orang tersudut oleh sadba/omongan yang mungkin terdengar agak tidak enak kalau menurut saya.
dan menurut saya lagi, bisa saja yg ditanya (balian) tersebut adalah balian ngiring. dan apapun yg ditanya ke beliau akan selalu dijawab harus ngiring. :D.
kedua, bisa saja family bli made mengidolakan sosok sang dewi kwan in. sehingga ketika terjadi proses pembacaan memory kepada sang family oleh balian, hal yang akan muncul kuat adalah sang dewi itu sendiri. dan akhirnya diterjemahkan harus ngiring dewi kwan in. hmmm.. bisa aja kan. he.he..
ngocehnya nggak karuan bli.. sorry..
hanya menyampaikan urun pendapat aja. ;))
Yanuar’s last blog post..Hapuskan Pasal Pengekang Kebebasan Informasi!
bli dev… setahu saya memang ada kok yang menjadi [tapakan] lintas agama yang bli katakan di atas karena gung we tiyang pintar bahasa ingris dan bahasa mandarin seperti family nya bli dev pas dia kerauhan..
* believed or not gung we tiyang pernah bilang gini saat kerauhan:
” if you not come to the temple…the god will angry
with you n disaster will come to bali ”
semuanya mengira bercanda… tapi setelah muka gung we tiyang raupan dengan api… baru mereka ngeh… bahwa yang ngomong tadi itu bukan gung we tiyang melainkan ide betara sasuhunan…
aneh kan bli?… padahal gung we tiyang ndak tamat SD jadi mana mungkin bisa bahasa inggris…wong bahasa pokoknya cuman bahasa BALI..
ick’s last blog post..ORdinary World
*kok egois sekali Tuhan itu, main paksa saja…..!
Dalam hal ini memang egois bli, tapi kita nggak tau juga maksud dari semua itu ,..Tuhan pasti punya rencana(kalau itu benar dari Tuhanhe.he.he..)
Istilah Dewi Kwan Im,menurut saya lahir dari asimilasi kebudayaan (Tionghoa-Bali )pada zaman dahulu, sehigga pada beberapa kalangan orang Bali, istilah tersebut terasa seperti budaya sendiri…
Kebenaran “sabda” itu memang susah dibuktikan dan sering nggak masuk akal(menurut pikiran saya),sungguh sulit memberikan argumen untuk setuju atau penolakan secara mutlak.
artana’s last blog post..Trend Minimalis Dan Structural Engineer
Hahahhaha…saya sepakat ma Bli YAnuar dan ick.
Jujur aja, adikku sendiri ‘ngiring’ koq bli. Mana ada orang kayak dia langsung bisa bahasa Bali alus, bahasa nagari dan bahasa kitab suci, lafalkan mantra2 yang tiang sendiri nga ngerti apa, ngerti macam2, ngobatin orang termasuk yang ngawal keluargaku. Kalau nga;mungkin Ibunya Nia yang jadi korban para leak’ers. Umurnya coba tebak. Masih 22 tahun.
Ngiring itu juga tergantung orangnya. Ada yang iklas ada yang nga. Karena dianya iklas hidupnya juga biasa2 aja.
Tambahan lagi, nga cuman adikku, tapi tante, kakak sepupu, Om, ‘pada ngiring’. Menurut tiang Tuhan itu tidak egois koq, malah Beliau sangat sayang dengan umatnya. Para Leluhur sangat sayang dengan para cucu, cicit dan keturunannya.
‘Melik’ ; kakak kandungku melik sehingga dia pun diambil dari sisi kami. Satu2nya anak cowok lagi. Tapi begitulah hidup. Tergantung bagaimana kita menyikapinya.
Ttg Dewi Kwan Im ; Ingat, Budha itu dari Hindu juga loh. Awatara ke sembilan yang berupa Sidharta Gautama ;). So…….
Kania’s last blog post..Usah Kau Lara Sendiri
Kok aneh yah ngiring/melik nggak berguna bagi bangsanya,atau mensejahtrakan rakyat banyak yah,kok malah ngomong mau menhancurkan atau malah ngomong yg nggak2 yg tidak bisa dimengerti,cobak tuhan menetapkan seseorang jadi melik untuk jadi pemimpin yang adil ,tau bikin aturan untuk menetapkan kesucian seperti tempat2 suci, agar tidak dijual dan dijamah sama investor untuk dibikin villa,kayak kasus villa2 di dekat pura uluwatu pasti maju negara kita Indonesia ini dari dari segala ketidak adilan,koropsi,apakah meliknya orang2 itu jadi koropsi,,hahaahaaaa,,,sorry nggak nyambung,,,
#Yan Neosa, di Goa Giri Putra memang sekarang ada Patung Dewi Kwan Im. tidak itu saja, juga ada patung2 dewa2 di china persis sperti film2 di tv dll. saya lupa persisnya. mungkin nanti bisa tanya2 ke pengurus di sana
#Nia, wah mirip2 nih keluarga kita pada doyan ngiring. kata keluarga, saya katanya ada bibit2 ngiring juga, saya bilang, saya mau ngiring dewa dollar aja
@Yanuar,
thanks atas sharing pendapat dan informasinya. terkadang melik berada pada satu titik dilematis, antara gift dan curse.
@ick, artana, budarsa, win
terima kasih atas sharing thought nya. appreciate it
devari’s last blog post..Kedudukan Dewi Kwan Im dalam Hindu
Mengenai hubungan Hindu - Budha memang erat sekali. Saya pernah sembahyang di dua Kongco di Kintamani. Satu di Pura Dalem Balingkang dan satunya di Pura Ulun Danu Batur.
Dan memang benar ada pemujaan Dewi Kwan Im di Pura Ulun Danu Batur. Kebetulan purnama yang lalu (20 April) odalan di sini. Saya sempet motret pertunjukan barong sai di sini dan masuk ke dalam Kongco.. karena sudah sedari dulu banyak pemedek Hindu yang matur sembah di sini untuk memohon kerahayuan. Dan yang disungsung (kalo ngga salah) Ida Ratu Bagus Subandar.. saya sempet ngobrol2 sama salah satu pendeta Budha (Bpk. Wahyu Purnomo). Pura yang di Batur ini masih ada erat kaitannya dengan Pura Dalem Balingkang. Dan Pura Dalem Balingkang sering dikaitkan dengan cerita cikal-bakal barong landung yang banyak dijumpai dan disungsung sebagai petapakan di beberapa pura di Bali, dimana barong landung yang wanita (berwarna putih) adalah perwujudan wanita China.
Mengenai Balian.. karena masih ada unsur “manusia” nya kudu dipilah2 bli.. dan sebaiknya ditanyakan di beberapa balian agar lebih obyektif. Dan soal bli dan keluarga yang nyungsung (ngiring/melik).. sepertinya menurut saya adalah berkah. Karena tidak semua orang diberikan suatu keistimewaan/kesempatan yang oleh di-ATAS. “Hak prerogatif” Tuhan berupa penujukkan kepada siapa yang harus ikut dan menjalani aturan “ritual khusus” tentunya tidak sembarangan ke semua orang. Dan biasanya ritual khusus ini akan sedikit “merepotkan” kehidupan sehari-hari. Terlebih lagi klo lagi sibuk manen dollar seperti bli. Kayaknya ritualnya akan cukup menyita waktu… hihihih
Dan sejatinya Tuhan tidak akan merepotkan umatnya…
IMSL = Itu menurut Saya Lho..
suksma.
Wahyu Blue’s last blog post..Kopdar Bali Blogger Community @ D’Palensa Cafe
Bli Wahyu,
Thanks berat atas sharing informasinya. Pencerahan yang menyejukkan. Saya garis bawahi infodari Bli terutama ttg yang pilah pilah itu karena betul balian masih ada unsur ‘manusia’nya.
Sekali lagi thanks. Mudah2an pencerahan datang dari segala arah terutama bagi orang2 seperti saya ini. dipenuhi ‘kegelapan’. apa2 maunya dibawa ke logika dan mainnya cenderung di ‘permukaan’ saja.
Salam the best
Devari
devari’s last blog post..Kedudukan Dewi Kwan Im dalam Hindu
Saya tahu kisah Dewi Kwan Im juga dari film.
Edi Psw’s last blog post..Bertemu Yuni Shara di FJB 2008
Emangnya kamu dipenuhi kegelapan bli hhheehhe……….Bukan ‘kegelapan’ tapi ‘ketidaktahuan’. KArena tidak tau kita bertanya. Satu lagi bli : Semakin kita mencari tau, semakin banyak yang kita tidak tau. Dan semakin dalam kita menggali, semakin banyak hal yang membingungkan dan kita tidak tau. Akhirnya semuanya kembali bermuara ke satu sumber ; Sang Hyang Widhi.
Kania’s last blog post..Usah Kau Lara Sendiri
hehehe, lucu, ngiring lintas agama…
bli, gimana tentang foto dewi kwan im yang terfoto secara tidak sengaja itu? pernah dengar/liat nggak fotonya?
wira’s last blog post..Program C++ Untuk Menu
wkwkkww.. lintas agama ya bli? kok kesannya jadi kayak dialog antarumat beragama!
Btw, ntar hasil komentar2 ini mesti di-post lagi deh kayaknya! Banyak input bagus tuh di atas…
imsuryawan’s last blog post..Saya Kok Ga Setuju Sama UN (2)
beh balian yang kasi tau itu perlu di tes di sanur, asli balian atau …..
dede’s last blog post..Naik?naik?’semuanya
dede, waaaa sanur. tatuttttt
kelas wayah di sanur
hmmm kalo yang berurusan dengan yang di atas, saya gak ikut2 dah.. takut kualat neh… pis ya bli!
Agus Sanjaya’s last blog post..Blogroll
Tyang tidak bisa kasi komentar banyak karena memang tidak bisa berkomentar masalah yang dimintai komentarnya ini.
BlogDokter’s last blog post..Madonna Concert Tikets
suryawan, waa good idea, nanti saya posting lagi. thanks all atas share infonya
sanjaya, tuhan maha pengasih bro, beliau tidak akan mengkualati hambanya secara membabibuta, jika memang kita bertanya atas dasar mencari pencerahan, why not? asal ada ketulusan dari hati untuk menerima segala masukan
blogdokter, no worries, thanks though for stopping by.
ngomong2 kok koment pak dokter selalu masuk akismet ya
ow wira, saya ga tau tuh. ayo posting
Yang diajarkan guru-guru sekolah saya dulu, jika sudah masuk ke wilayah Agama dan Kepercayaan, logika harus diletakan dibelakang, sebab untuk memperoleh bukti-bukti nyata agama dan kepercayaan tersebut kita HARUS percaya penuh dulu. Beda sekedar percaya dan percaya sepenuhnya akan saya tuang dalam cerita pendek berikut yang saya sadur dari sebuah buku inspiratif story. Mungkin ada beberapa rekan-rekan yang pernah membacanya.
Begini ceritanya : Seorang pemain sirkus hendak melakukan atraksi menyebrangi Air Terjun Niagara dengan meniti tali yang melintang di atas air terjun tersebut, kali pertama dia menyebrangi berhasil bolak balik tanpa bantuan jaring pengaman dan tongkat penyeimbang, penonton bersorak sorai terkagum-kagum dengan atraksi sang pemain sirkus, selesai melakukan aksinya dia menawarkan kepada penonton akan mengulangi atraksinya sekali lagi tapi dengan salah satu penonton dalam gendongannya, penonton yang tadi terkagum-kagum mendadak diam tidak ada satu pun yang mengacungkan tangan untuk menjadi sukarelawan dalam atraksi tersebut, hingga sekian lama menunggu untuk sukarelawan akhirnya ada seorang anak kecil yang berada paling belakang barisan penonton mengacungkan tangannya, anak kecil itu bersedia menjadi orang yang ada dalam gendongan pemain sirkus dalam atraksinya. Saat memulai penonton banyak yang berguman betapa beraninya akak kecil itu dan ada juga yang memandang dengan takut, atraksi pun dimulai pemain sirkus mengangkat anak kecil ke dalam gendongannya, dan mulai menapaki tali tersebut selangkah demi selangkah, hingga akhirnya berhasil bolak balik, penonton berteriak riuh sambil bertepuk tangan, terkagum-kagum dengan atraksi anak kecil dan pemain sirkus tadi, penonton bertanya-tanya siapakah anak kecil itu, anak kecil tersebut kemudian menjelaskan bahwa dia adalah anak dari sang pemain sirkus. Dari sini kita bisa tau mana yang sekedar percaya mana yang percaya sepenuhnya. Penonton percaya bahwa pemain sirkus dapat membawanya bolak balik di titian tali tapi belum sampai tahap memasrahkan hidupnya di tangan pemain sirkus, tingkat percayanya belum sepenuhnya. Bisa diambil maksudnya??
Putu Adi’s last blog post..Abis Nonton Konser..
thanks bli Putu Adi, mare kresep bedik2 gen
patung dewi kwan im di batam guede banget. dijadiin tempat photo2x hehehe
busyet, gue liat postingan you ada 37. ditinggal sebentar doank, kok bisa banyak gini sih ? hikhik
dian’s last blog post..hoaaaaaaaggh *ngantuk
hahahah duh maafkan hambamu ini yang menbanjiri readermu