Emotional Bank Account
Tuesday, June 24th, 2008
Dua hari ini saya mengikuti human resources development training di tempat bekerja. Sejujurnya, rada malas juga mengikuti motivational training karena pengalaman di Bali, training2 semacam itu biasanya membosankan dan membuat mata beratnya lima kilo. Tapi training kali ini membuat saya penasaran juga karena ini untuk pertama kali ikut dan juga dengan embel2 trainer internasional yang juga mantan penyiar stasiun TV abc. There must be something special about this person yang akan di-offer.
Ternyata metode2 trainingnya sangat membuat suasana menjadi hidup dan kocak habis. Waktu training dari jam 7 pagi sampai 3 sorepun tidak terasa. Satu hal yang menonjol saya rasakan adalah adanya atmosfir kebebasan dalam session training. Trainernya open minded habis dan selalu membuat suasana menjadi segar. Juga cara penyampaiannya yang penuh dengan kondisi horizontal, dalam artian dia memposisikan diri satu level dengan para peserta sehingga apa yang disampaikan mudah masuk. Tidak ada kesan vertical, apalagi menggurui dan sok tahu. Ada satu materi yang ingin saya bagi disini, yang mungkin bisa menjadi sumber inspirasi yaitu tentang emotional bank account. Katanya, kecerdasan emotional kita bisa diibaratkan sebagai sebuah rekening tabungan di bank. Ada sifat2 yang masuk kategori versi menabungnya/deposit (yang berarti rekening tabungan kecerdasan emosi kita bertambah) dan ada juga beberapa karakter yang bisa dimasukkan kategori withdrawal yang membuat tabungan kecerdasan emosi menjadi berkurang, bahkan habis jika kesalahan2 itu dilakukan terus menerus. Kedelepan faktor itu adalah sebagai berikut:
1. Deposit: always seek to understand first. Withdrawal: assume to understand. Yang manakah yang paling sering anda lakukan? deposit atau withrawal? Dalam interaksi sosial dengan sesama, biasanya kita cenderung selalu take for granted seseorang. Tidak benar2 memahami duduk masalah sebelum mengambil keputusan akan tetapi tinggal assume saja. Karena apa? Assume to understand lebih gampang dilakukan tidak memerlukan pertimbangan matang dan assume biasanya sering dipengaruhi oleh faktor feeling.
2. Deposit: Show kindness, respectful. Withdrawal: Show unkindness, disrespectful.
3. Deposit: Keeping promises. Withdrawal: Breaking promises. Hati2 mengucapkan ’saya berjanji..’. Tidak bisa memenuhi janji akan menguras tabungan kecerdasan kita yang nantinya bisa mengarah kepada hilangnya kepercayaan orang terhadap kita.
4. Deposit: Always Loyal to the absent. Withdrawal: bad mouth, gossiping. Katanya kita memang sudah ditakdirkan untuk selalu gampang membicarakan keburukan2 orang lain. Tapi ini seharusnya tidak menjadi justifikasi. Jangan suka menggosipkan orang apalagi memfitnah. Ada pepatah bagus untuk point 4 ini: Speak the truth or Nothing at All.
5. Deposit: Set Clear expectations. Withdrawal: unclear expectations. Dalam membangun sebuah relationship misalnya dalam lingkungan kerja atau rumah tangga, usahakan selalu men-set ekspektasi yang jelas akan output yang anda harapkan dari hubungan tersebut. Istilah Balinya mungkin saru gremeng aliass tidak jelas apa yang sebenarnya diharapkan dari relationship itu. Jika sudah dari awal tidak jelas, maka outcome yang dihasilkan juga tidak tepat persis seperti yang diharapkan. Tidak ada pedoman pasti yang mengarah pada goal yang ingin dicapai.
6. Deposit: apologize. Withdrawal: proud and arrogant. Sejauh mana keberanian anda untuk meminta maaf jika salah? Believe or not, sebagian besar dari kita masih mengalami kesulitan dalam mengakui kesalahan. Minta maaflah secara tulus tanpa mengharapakan orang itu juga minta maaf. Apalagi ada embel2 misalnya: maaf deh, kamu juga sih bla bla.
7. Deposit: Give feedback. Withdrawal: No Feedback. Dalam memberikan feedback usahakan selalu memakai I Messages dan bukan You Messages. I Message artinya kita menyampaikan feedback itu dalam mode concern dan feeling, karena kita care dan bukan You Message alias attack mode (yg bisa ditanggapi sebagai bentuk personal attack). Misalnya memberi feedback kepada rekan kerja yang membuat kesalahan, I Messages: My concern to you is that …., My perception to you …, My feeling etc. Sedangkan You Messages lebih bersifat menjudge seseorang: You are selfish, you are…, you are ….etc.
8. Deposit: Learn to forgive and forget. Withdrawal: let it hold ‘hostages’/seek revenge. Belajarlah memaafkan seseorang dan melupakan kesalahan itu. To forgive saja belum tentu artinya to forget. Bisa saja kita memaafkan tapi belum bisa melupakan alias masih mondar mandir di otak kita.
Dari delapan hal itu, lebih banyak yang manakah diri Anda, deposit atau withdrawal?
Artikel Lain- Mudahnya Cari Kartu Kredit di Karibia
- Bekerja di Kapal Pesiar - Persiapan Teknis
- 4 Sebab Pengunjung Malas ke Blog Kita
- Ketika Nama Orang Bali Di-Inggris-kan
- Jiwa Wiraswasta Keturunan Tionghoa
- What is this? Traditional Mixer, Sir!
- Gaji Dollar, Mental Rupiah
Posted in Karibia, opini Follow responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.


June 24th, 2008 at 8:06 pm
Lebih banyak Deposit dounk. Itu mah sayah banget qeqeqeeq………
Kania’s last blog post..Kesehatan-KU
June 24th, 2008 at 8:41 pm
wah, menarik sekali bli… pencerahan dengan contoh2 yg asyik kayaknya
wira’s last blog post..Searchme Visual Search
June 24th, 2008 at 9:13 pm
cb trainernya suruh nebak dari tulisan kita2 di blog..karakter apa yg kebayang dibalik penulisnya..
saya kayaknya deposit dah..tp kok ya tetep terasa boros ya.. D
dani’s last blog post..Say Goodbye to Webagogo
June 24th, 2008 at 9:30 pm
adu adu
males bgt ikud beginian
kagak kuat du2k lama2
ampun dj
June 24th, 2008 at 10:25 pm
[...] Devari, yang memang orang Bali asli, atau Efi, orang Nganjuk yang tinggal di Bali, mungkin bisa membantu saya untuk belajar bahasa Bali. Hehehe… [...]
June 25th, 2008 at 3:36 am
deposit: telapak tangan menghadap kebawah..
withdrawal: telapak tangan menghadap ke atas…
tp kok duit kita jadi berkurang??mana depositnya dunk???hehehehehe
made eka’s last blog post..Jalan-Jalan di Kebun Binatang Bandung
June 25th, 2008 at 3:53 am
*Deposit: Give feedback. Withdrawal: No Feedback
Ini menarik, kecenderungan kita memang memberi setelah men-jugde terlebih dulu….
artana’s last blog post..Selamat Datang Puteriku !
June 25th, 2008 at 7:24 am
wah,beruntungnya, apalagi pelatihan ini by technically motivating methode sepertinya.pasti menyenangkan.
June 25th, 2008 at 8:12 am
Saya pengin banget ikut trening yang beginian tanpa embel embel MLM.
imcw’s last blog post..Komputer Lambat? Segera Bersihkan Registry
June 26th, 2008 at 9:15 pm
kadang kalau baca metode-metode motifasi yang motifator ajarkan, mereka cenderung belajar dari perilaku sehari-hari dan mencoba mengevaluasi bagaimana prinsip dan kebiasaan yg dilakukan. sehingga metode yang tebaik yang dipaparkan.
padahal kalau kita mau tiap hari evaluasi dan berkaca, tyang yakin akan hidup menjadi lebih hidup. he.he.he.
Yanuar’s last blog post..Mendaki Gunung Agung
June 27th, 2008 at 2:16 am
wow….
ick’s last blog post..Saya cowok P3ngintips?
June 27th, 2008 at 7:00 am
hmmm…. termasuk yang mana yah? gak enak kalo ngaku lebih sering withdrawal daripada deposit
oopss ….
ghozan’s last blog post..Fabulous Fabregas
June 27th, 2008 at 7:23 am
no 6 & 7 itu sya banget, hehehe..no 8 kadang susah kadang ganpang, wakakakaka
Febra’s last blog post..SEMPURNA
June 27th, 2008 at 11:05 am
One word…Great Post!!
Jadiin ebook aja bli.
Putu Adi’s last blog post..Handling Media Kontras
June 27th, 2008 at 3:24 pm
Saya anak baik bli bukan tabungan …
Ingetang oleh - oleh dari Brazil bli …
*kaburrrrr*
Bukan Winardi’s last blog post..New Life
June 27th, 2008 at 8:33 pm
kalo sama suami sih kayaknya withdrawal hehehe
susah lho no 8
dian’s last blog post..my t-shirt
June 28th, 2008 at 8:37 am
kagak tepos tuh kan pantat bli… ??
okta sihotang’s last blog post..Jelas Sudah ? ASTRA (2)