Archive for September, 2008

Tuesday, September 30th, 2008

Kembali ke Karibia

28 September tiba di Karibia (lagi). Ughh! 30 September mulai kerja. Wuaahemm. Masih jetlag dan belum sepenuhnya siap memulai pertapaan selama setahun lagi. Hati dan pikiran semuanya masih di Bali.

Hello Bali dan semua memory, till we meet again setaon lagi. Cheers!!!

img_0242.JPG

Nambus gayot di tegalan di Nusa Penida. Gayot adalah bahasa lokal Nusa Penida untuk ketela pohon. Waktu zaman anak2 dulu, biasanya saya selalu diajak ke tegalan lalu makan ketela bakar alias gayot metambus. Lezat euuy, apalagi ditambah kelapa muda dan pindang segar bakar. Yummi

img_0307.JPG

Suatu hari di Bali Bird Park. Wheeww, kepala senut-senut karena kuku2 burung yg tajam nancap di kepala.

Posted in kapal pesiar | 16 Comments

Monday, September 22nd, 2008

Saya Blogger Anjing

Di tengah hiruk pikuk dunia blogging, adakalanya saya termenung sesaat memikirkan eksistensi saya sebagai seorang blogger baik eksistensi secara pribadi maupun eksistensi sebagai bagian dari sebuah komunitas blogger di Bali (BBC). Di satu titik, terkadang saya bangga menjadi seorang blogger; penuh idealisme, membuat tulisan2 yang bermakna, menghibur dan juga opini2 pribadi tentang sosial kemasyarakatan. Walau harus diakui, luapan2 sampah di otak sering kali menghiasi halaman2 blog. Di satu titik, saya masih meragukan kadar blogger dalam diri saya. Memang blogger asal katanya dari blog dan akhiran -er, jadilah blogger yang sejatinya tidak lantas simply berarti orang yang punya/manage sebuah blog. Rasanya more than that. Ada tanggung jawab moral dan ‘komitment’. Sekali lagi ini masalah rasa. Selama ini saya merasa terkadang main teriak aja dalam membuat sebuah postingan. Tanpa ada data jelas dan akurat, yang penting bernada protes maka sayapun teriak dan menggonggong sekeras-kerasnya. Kali ini saya merasa seperti blogger anjing, menggongong seenaknya tanpa tahu apa dan dimana.

Dalam komunitas bloggerpun demikian. Saya bangga jadi bagian dari komunitas blogger, dengan dada membusung saya memasang logo/banner BBC di blog saya. Terus terang saya kurang memahami makna dibalik pemasangan banner BBC tersebut, tidak pernah memikirkan kewajiban moral dan sumbangsih apa yang nantinya dapat saya berikan bagi perkembangan BBC. Yang penting pasang banner, ikut milis (jadi pendengar aja), ikut kopdar (syukur2) maka tet tetet totet introducing Devari; member BBC. Ternyata oh ternyata, betapa masih keroposnya jiwa dan skill saya dalam berkomunitas. Saya belum paham benar bahwa benang merah sebuah komunitas adalah semangat kebersamaan dan persaudaraan yang dulunya dimulai dengan persamaan interest which is dunia blog. Maaf ya BBC. Jangankan bisa sumbangsih apa-apa; diam dan duduk manispun ternyata saya tidak bisa. Saya seperti seekor anjing, penuh kepura-puraan, bermuka dua, menggonggong tanpa tahu duduk soal dan yang paling parah adalah saya tidak akan segan2  menggigit dan memakan sesama, asal arogansi saya terpuaskan.

Posted in blogging, opini, satire | 26 Comments

Sunday, September 14th, 2008

Surat Pembaca Bali Post

Surat Pembaca saya ini dimuat di Bali Post tanggal 13 September 2008:

Saya pribadi selalu mempunyai sebuah mimpi buruk ketika menggunakan jasa penyeberangan boat jalur Padang Bai - Nusa Penida (atau sebaliknya) yaitu adanya beberapa penumpang yang dengan seenaknya merokok di atas boat. Sebagai warga Nusa Penida yang kebetulan mencari nafkah di luar Nusa Penida, saya cukup sering menggunakan jasa boat untuk pulang kampung. Dari tahun ke tahun, saya tidak melihat adanya perubahan perilaku para oknum penumpang-penumpang itu yang seenaknya merokok di atas boat yang sempit tersebut. Bahkan beberapa waktu terakhir ini saya melihat beberapa oknum awak boat ikut-ikutan merokok pada saat ngecek penumpang sebelum berangkat.

Rasanya orang paling goblokpun tahu, merokok di atas boat itu sangat mengganggu penumpang lain dan juga dapat membahayakan boat itu sendiri (kebakaran) karena tanki bahan bakar penuh dengan bensin dan ceceran-cecerannya di bagian belakang. Saya bukan anti perokok, hanya kebetulan saja bukan perokok. Kasian penumpang lain, juga kasian ibu-ibu dan anak-anak. Tidakkah para perokok di atas boat itu punya sedikit rasa kemanusiaan untuk tidak merokok selama di atas boat?

Saya mohon pada pihak berwenang di pelabuhan dan juga pihak pemilik dan awak boat untuk memberlakukan larangan merokok secara sungguh-sungguh. Boat META bisa dijadikan contoh. Suatu hari saya naik boat ini, sebelum berangkat para awak boatnya dengan disiplin memberitahukan kepada seluruh penumpang untuk tidak merokok. Salut untuk boat META, mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi bagi boat-boat lainnya.

Posted in opini | 6 Comments

Tuesday, September 2nd, 2008

Badai Melanda Parrot Cay

Hari ini seorang teman mengabarkan bahwa Parrot Cay, tempat kerja saya, sedang dilanda badai ganas. Parrot Cay adalah sebuah pulau pribadi di tengah lautan Karibia seluas 1000 acre yang juga sekaligus nama dari resort. Parrot Cay memang menjadi langganan hurricane setiap tahunnya (Agustus/September) namun beberapa tahun kerja di sana saya belum pernah melihat dan mengalami secara langsung. Selalu kebetulan sedang annual leave. Berikut ini petikan kisah dari teman saya ttg badai itu.

hurricane.jpg

(foto: staff dock yg biasanya jauh tinggi di atas air laut sekarang jadi rata tingginya). Mengawali bulan september di parrot cay, aku menemukan sesuatu yang belum pernah aku temukan dalam hidupku, walau nama tersebut tidak asing bagiku apalagi kalo sudah menginjak bulan ini. “hurricane” itu nama yang tidak begitu asing, tapi aku belum pernah menjumpainya. dan saat ini ditempat kerja ku, kami mengalami badai itu, dan sudah lebih dari 36jam hujan dan angin yang sangat kencang menyelimuti parrot cay. Sudah 3 tahun lebih aku ada disini, baru pertama kali aku melihat, kalo alam itu bisa sangat ganas, dan juga bisa sangat mendamaikan. sesuatu yang sangat bertolak belakang bisa di tunjukkan dan itu semua adalah karena kebesaran Beliau.

Diawali dengan datangnya tropical storm, guest yang jumlahnya 88 orang, masih terkurung di pulau kecil ini dan ditambah staff operational sekitar 100an orang. kami semua tidak bisa mengakses keluar dari pulau ini, karena laut yang mengelilinginya seakan ganas sekali dan juga hembusan angin yang sangat kencang. dan juga demografi daerah ini sangat datar, tidak ada 15 meter dari permukaan laut, dan itupun tempat yang paling tinggi. dan didaerah sekitar rocky point, air sudah sepinggang naiknya. Itu semua adalah air laut yang mulai merangkak naik karena pengaruh badai tersebut. Dan untuk meminimalkan adanya masalah keselamatan, semua staff (khususnya expatriate) diungsikan ke staff village yang dihotel, karena disana tempat yang paling tinggi didaerah ini. Seandainya keadaan seperti ini akan berlangsung lama, makan akan timbul permasalahan yang baru, dimana semua dari kami disini akan kekurangan bahan makanan. karena, disaat seperti ini, akses in atau out hotel ini, tidak ada sama sekali.

Buat teman2 di PC, selamat berjuang di tengah hurricane. Semoga semua fine2 saja dan badainya cepat berlalu.

Posted in Karibia | 9 Comments