Surat Pembaca Bali Post
TweetSunday, September 14th, 2008
Surat Pembaca saya ini dimuat di Bali Post tanggal 13 September 2008:
Saya pribadi selalu mempunyai sebuah mimpi buruk ketika menggunakan jasa penyeberangan boat jalur Padang Bai - Nusa Penida (atau sebaliknya) yaitu adanya beberapa penumpang yang dengan seenaknya merokok di atas boat. Sebagai warga Nusa Penida yang kebetulan mencari nafkah di luar Nusa Penida, saya cukup sering menggunakan jasa boat untuk pulang kampung. Dari tahun ke tahun, saya tidak melihat adanya perubahan perilaku para oknum penumpang-penumpang itu yang seenaknya merokok di atas boat yang sempit tersebut. Bahkan beberapa waktu terakhir ini saya melihat beberapa oknum awak boat ikut-ikutan merokok pada saat ngecek penumpang sebelum berangkat.
Rasanya orang paling goblokpun tahu, merokok di atas boat itu sangat mengganggu penumpang lain dan juga dapat membahayakan boat itu sendiri (kebakaran) karena tanki bahan bakar penuh dengan bensin dan ceceran-cecerannya di bagian belakang. Saya bukan anti perokok, hanya kebetulan saja bukan perokok. Kasian penumpang lain, juga kasian ibu-ibu dan anak-anak. Tidakkah para perokok di atas boat itu punya sedikit rasa kemanusiaan untuk tidak merokok selama di atas boat?
Saya mohon pada pihak berwenang di pelabuhan dan juga pihak pemilik dan awak boat untuk memberlakukan larangan merokok secara sungguh-sungguh. Boat META bisa dijadikan contoh. Suatu hari saya naik boat ini, sebelum berangkat para awak boatnya dengan disiplin memberitahukan kepada seluruh penumpang untuk tidak merokok. Salut untuk boat META, mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi bagi boat-boat lainnya.
Artikel Lain- Ke Nusa Penida, Naik Apa?
- Stop Marginalisasi Nusa Penida
- Ironi di Pulau Bersemi
- Kembali ke Karibia
- Kangen Bahasa Nusa Penida (plus terjemahan)
- Sebuah Cita-cita Kecil
- Nothing Works in this Country!
Posted in opini Follow responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.



September 14th, 2008 at 10:06 pm
akhirnya, si bajak laut kembali nge-blog… hehehe
pernah coba komplain lsg ga bli?
wira’s last blog post..Friendster Blog Engine By Wordpress
September 15th, 2008 at 8:02 am
betul!!!!
s7 bgt ama bli!!!
merokok dapat menyebabkan impotensi, kanker, dan ganguan janin dan pastinya klo ngawur buangnya, KEBAKARAN!!!!
September 15th, 2008 at 8:02 am
Wakakakakakka……………..
Terkadang percuma kita complain. Cuman didengar/dibaca sepintas lalu aja. Sebenarnya itu kembali ke orangnya masing2.
‘Peraturan Itu Dibuat Untuk Dilanggar’ :p
Kania’s last blog post..Pura Lempuyang Luhur
September 16th, 2008 at 5:11 am
wah pengalaman buruk dong kalo kayak gto bli. apa gak sebaiknya ditegur dan diberikan saran saja supaya tidak merokok bli?
ghozan’s last blog post..Quick Payday Loan
September 16th, 2008 at 12:23 pm
jangan lupa ya hari Minggu, 21 September 2008 BBC ada acara “KopDar sambil BuBar” di Panti Asuhan Tat Wam Asih, Jayagiri - Denpasar. Info lebih lanjut silahkan simak milis BBC
September 22nd, 2008 at 7:31 am
BLi Made lama gak nge-BLoG, rupanya dapet nge-posting di Bali Post juga toh ?
December 17th, 2009 at 8:47 pm
Di Desa Pakraman Bebetin kecamatan sawab BULELENG telah terjadi banyak warga kerama kasepekang bahkan salah satu sekeha truna yang karena tidak rapat turut di kasepekang oleh bendesa. Terakhir ini agustus 2009 putu wasa dikasepekang karena menggugat bendesa yang WANPRESTASI terhadap perjanjian tertulis hak guna pakai toko . Yang tanahnya milik adat . Dikontrakkan oleh bendesa mengetahui pjs kades . Dan kelian kelian banjar, di nopember 1987. Berstempel desa adat dan perbekel. Putu wasa yang tinggal di banjar adat desa itu , mencari keadilan di PN Singaraja, Proses persidangan terus berlangsung hingga desember 2009. Namun Bendesa tidak kooperatif menghadiri sidang. Berdasar awig awig tertulis yang sudah ada dan dutanda tanganni oleh Bpk Bupati, tidak ada kesalahan yang dilakukan oleh Putu Wasa menurut awig awig bahkan dibenarkan mencari keadilan di PN Singaraja. Tgl.16 Dese,er saat mecaru desa juga bendesa telah mengumumkan melalui alat pengeras suara desa ( corong/loudspeaker TOA ) bahwa Putu Wasa Kasepekang dan nantinya agar melakukan guru piduka di 3 pura desa. WAHHH APA TIDAK TERBALIK TUCH ? Prajuru YANG SEHARUSNYA di sanksi DEMIKIAN KARENA tidak melaporkan benda purbakala patung SINGA DI pura desa YANG DIGELAPKAN panitia, DAN akah ATAI DISEBUT pedangingan pura JUGA DIGELAPKAN. PURA desa DAN pura bukit/puseh SAAT pemugaran DAN kini TELAH DILAPORKAN KE polsek sawan. Oleh cening redika. Dan sistem Kasepekang adalah disalah gunakan oleh prajuru adat desa pakraman Bebetin untuk menakuti warga krama, dan proses penjatuhan sanksi hanya melalui keiinginan pribadi prajuru. Tidak melalui proses tahap paruman desa. Hanya melalui pembicaraan beberapa orang diantara terdekat prajuru saja yang tentunya tidak sah. Kini putu wasa terus mohon bantuan dan mencari simpatisan pemerhati kasus ini. Dapat dikirim /dihubungi hp 081907005150. Om shanti shanti shanti om.
December 17th, 2009 at 8:49 pm
kepada para pihak terkait bidang adat dan pemerintah pusat dan daerah dan PHDI
mohon tindak lanjut. dem ajeg bali dan tegak hukum.
dari fpdp( forum pemerhati desa pakraman ) bebetin
May 24th, 2010 at 4:57 pm
kepada pihak manajemen sky garden terus terang saja smua tamu yg datang di sky itu sama baik itu orang asing ato orang lokal semua sama merka datang kesana juga bayar tapi kenapa pasti orang asing yg di spesialkan padahal kita juga tidak tahu orang asing itu baik ato buruk, ini negara sudah merdeka tapi kenapa kita masih di jajah oleh orang asing..spt kejadian senin mlm selasa..ada orng kita yg sebenarnya g salah mlah di perlakukan seperti orang binatang , hanya karna orang asing yg jahanam itu complin!!! saya harap pihak manajemen bisa memperbaiki ini biar bagaimanapun dia tamu lakukan sebaik mgknin….
August 30th, 2010 at 7:42 am
Mohon pada bapak Kapolda baru tolong chek tu anak buahnya, masalah pelayanan sim keliling, masa petugas tak datang sampai 5 kali, padahal masyarakat sudah banyak yang menunggu tahu-tahu tak datang dengan alasan mobil rusak, masa rusaknya sampai 6 hari,sekarangkan sudah ada bengkel keliling, kasihan pak banyak masyarakat yang minta libur dari tempatnya bekerja, hanya untuk ngurus sim, tahu-tahu petugas tak datang, tolong jangan bohongi masyarakat terus menerus kami bosan pak,
September 21st, 2010 at 11:31 pm
Menanggapi tentang permasalahan Adat yang akhir-akhir ini sering terjadi, Khususnya di desa pakudui tegallalang kabupaten Gianyar. Saya sebagai umat Hindu amat Sedih. Apalagi sampai melarang penguburan jenazah dari salah satu warganya. Tapi Syukurlah hal itu tidak sampai terjadi dan sudah ditengahi oleh Pak bupati Gianyar. Thanks ya pak. Karena apapun permasalahan Adat yang terjadi di suatu Desa dan apapun kesalahan yang dimiliki oleh suatu Individu atau para kerabatnya pada masa hidupnya apabila sudah meninggal maka tidak ada alasan dalam bentuk apapun kita sebagai manusia untuk melarang penguburan jenazah. Awig awig suatu desa hendaknya berlandaskan ajaran agama Hindu Dharma, dan bukan berlandaskan Emosi, paksaan, atau ego dari masing masing anggota desa pakraman tersebut. Karena kita manusia yang masih hidup tidak ada hak lagi untuk mengintervensi Hukum kharma pada saat manusia sudah Mati, Itu sepenuhnya Hak dari Ida Sanghyang Widhi Wasa. Bercermin pada ajaran Hindu Dharma, Dimana Prabu Yudistira (Pandawa) pada Saat perang Bharatyudha yang juga mengurus dan mengkremasi jenazah para musuh musuhnya, Tanpa menimbang atau mingingat apa kesalahan yang dimiliki oleh musuhnya karena memang tidak memiliki hak untuk itu, Sedangkan dari pihak yang dianggap musuh yaitu Prabu Duryudana (korawa) tinggal sebatang kara dan tidak sanggup lagi mengurus jenazah saudara-saudaranya yang sudah mati. Disinilah Prabu Yudistira sudah menjalankan ajaran Dharma yang akhirnya di beri gelar Putra Dharma.
Kita kembali lagi pada Setiap permasalahan adat yang terjadi di Bali. Apabila kita berpikir jernih itu bukanlah masalah Adat akan tetapi Murni kesalah pahaman antara krama desa masing masing. Ya ! Salah Paham merupakan sumbernya. Salah Paham mencakup : Kurang Sosialisasi dan Miskomunikasi, kurang tenggang rasa antara krama desa yang bersangkutan. Hal ini akan menjadi melebar apabila ada pihak yang memprovokasi atau memiliki sentimen dan kebencian terhadap krama yang dianggap tidak mengikuti awig awig. Di setiap desa pakraman pastinya ada hubungan kekerabatan seperti saling kejuang, satu dadia, satu Sanggah atau satu kawitan. ini berarti Desa adat berdiri karena adanya ikatan kekerabatan yang terjadi antar kramanya yang di sebut SAUDARA. Tinggal bagaimana kita memposisikan diri kita Seperti Prabu Yudhistira yang menjalankan Dharmanya. Ingatlah wahai kaum Hindu Dharma, Teroris yang membantai 202 orang di bali saja masih mendapatkan penguburan yang layak.
January 20th, 2011 at 12:31 am
KECEWA SAMA LILA TRAVEL BAY PAS NGURAH RAI
Saya kemarin tanggal 19 januari 2011 beli tiket Denpasar - Surabaya merasa KECEWA karena saya minta flat berangkat hari Jum’at Balik hari Senin kok ditawari hari Berangkat hari kamis balik hari Jumat, Akhirnya saya harus menambah biaya adm lagi untuk mengganti waktu keberangkatan yg semula tgl 20 ke tgl 21 Januari 2011, Thxs
May 7th, 2011 at 10:14 am
OSA
Mohon Bali Post menjadi pemrakarsa pengumpulan Dana Punia untuk umat sedharma suku Tengger di sekitar Gunung Bromo yang sedang mengalami musibah.
Saya sangat terharu melihat hamparan ladang yang sebelumnya menjadi tempat bercocok tanam, mendadak sirna tak bisa ditanami, sehingga masyarakat disana praktis tanpa penghasilan. Hidup mereka harus tetap jalan. Bayi yang baru lahir perlu susu, anak yang sekolah perlu biaya, ibu ibu yang menyusui perlu gizi yang sehat.
Semua itu tidak akan mereka bisa dapatkan, tanpa sapaan partisipasi umat sedharma dalam bentuk keikhlasan berdana punia, membantu mereka.
Untuk itu, sekali lagi, mohon kesediaan Bali Post memprakarsai Dana Punia ini.
OSSSO.
Jakarta , 7 Mei 2011
September 4th, 2011 at 2:53 am
Selamat malam,
nama saya Henry Setiawan P,S.Psi. saya tinggal di Denpasar bali. melalui email ini saya ingin menyampaikan keluhan dan saran kepada pihak PO. Pahala kencana. Begini, pada hari sabtu 03 September 2011 istri saya (Denis Komalasari) seharusnya dijadwalkan untuk berangkat dari bandung ke DPS, karena sudah mendapat tiket beberapa hari sebelumnya. dan tadi sore tepat sebelum jam 2.30 seperti yang di informasikan Agen Bus Pahala Kencana istri saya sudah sampai terminal. walaupun dengan kondisi basah kuyub karena kehujanan. Setelah menunggu beberapa lama karena bus belum juga datang, akhirnya tiba2 petugas dari Agen Bus di Terminal Cicaheum mengatakan dengan “gampang dan entengnya” bahwa temannya lupa mencatat dan memesan tiket ke kantor pusat. dan bisa2 nya memberikan solusi dicarikan bus sampai surabaya dan uang di kembalikan setengah dari harga beli dan sampai Surabaya disuruh mencari bus sendiri menuju ke bali. menurut saya itu adalah tindakan yang tidak bertanggungjawab. kok bisa2nya PO. Pahala Kencana mempunyai karyawan seperti itu yang dapat merusak citra Pahala Kencana, padahal kami sekeluarga sudah langganan sejak 4 tahun ini, dan kami benar2 kecewa.Bisa dibayangkan andaikata pada saat itu ada pelanggan yang akan pulang karena acara duka dan musti mendapatkan perilaku seperti itu,coba bapak/ibu Pimpinan PO Pahala Kencana berada di posisi kami. Dan Setelah saya Forumkan di teman2 saya, teryata teman saya juga dulu pernah di kecewakan bus Pahala Kencana. Jadi kalau boleh saran, mohon pihak Pahala Kencana mencari pegawai yang benar2 profesional dan berdedikasi,apalagi nama Pahala Kencana kan sudah besar. Tolonglah karyawan yang bertugas di Agen Bus Cicaheum untuk Pahala Kencana di tegur agar tidak mengecewakan pelanggan. Terima kasih dan semoga hanya kami saja yang di kecewakan seperti ini, agar tidak mengecewakan orang lain.