<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Surat Pembaca Bali Post</title>
	<atom:link href="http://www.devari.org/2008/09/14/surat-pembaca-bali-post/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.devari.org/2008/09/14/surat-pembaca-bali-post/</link>
	<description>a place where ideas flow</description>
	<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 13:19:00 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
		<item>
		<title>By: henry</title>
		<link>http://www.devari.org/2008/09/14/surat-pembaca-bali-post/#comment-4983</link>
		<dc:creator>henry</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Sep 2011 07:53:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.devari.org/2008/09/14/surat-pembaca-bali-post/#comment-4983</guid>
		<description>Selamat malam,
nama saya Henry Setiawan P,S.Psi. saya tinggal di Denpasar bali. melalui email ini saya ingin menyampaikan keluhan dan saran kepada pihak PO. Pahala kencana. Begini, pada hari sabtu 03 September 2011 istri saya (Denis Komalasari) seharusnya dijadwalkan untuk berangkat dari bandung ke DPS, karena sudah mendapat tiket beberapa hari sebelumnya. dan tadi sore tepat sebelum jam 2.30 seperti yang di informasikan Agen Bus Pahala Kencana istri saya sudah sampai terminal. walaupun dengan kondisi basah kuyub karena kehujanan. Setelah menunggu beberapa lama karena bus belum juga datang, akhirnya tiba2 petugas dari Agen Bus di Terminal Cicaheum mengatakan dengan "gampang dan entengnya" bahwa temannya lupa mencatat dan memesan tiket ke kantor pusat. dan bisa2 nya memberikan solusi dicarikan bus sampai surabaya dan uang di kembalikan setengah dari harga beli dan sampai Surabaya disuruh mencari bus sendiri menuju ke bali. menurut saya itu adalah tindakan yang tidak bertanggungjawab. kok bisa2nya PO. Pahala Kencana mempunyai karyawan seperti itu yang dapat merusak citra Pahala Kencana, padahal kami sekeluarga sudah langganan sejak 4 tahun ini, dan kami benar2 kecewa.Bisa dibayangkan andaikata pada saat itu ada pelanggan yang akan pulang karena acara duka dan musti mendapatkan perilaku seperti itu,coba bapak/ibu Pimpinan PO Pahala Kencana berada di posisi kami. Dan Setelah saya Forumkan di teman2 saya, teryata teman saya juga dulu pernah di kecewakan bus Pahala Kencana. Jadi kalau boleh saran, mohon pihak Pahala Kencana mencari pegawai yang benar2 profesional dan berdedikasi,apalagi nama Pahala Kencana kan sudah besar. Tolonglah karyawan yang bertugas di Agen Bus Cicaheum untuk Pahala Kencana di tegur agar tidak mengecewakan pelanggan. Terima kasih dan semoga hanya kami saja yang di kecewakan seperti ini, agar tidak mengecewakan orang lain.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat malam,<br />
nama saya Henry Setiawan P,S.Psi. saya tinggal di Denpasar bali. melalui email ini saya ingin menyampaikan keluhan dan saran kepada pihak PO. Pahala kencana. Begini, pada hari sabtu 03 September 2011 istri saya (Denis Komalasari) seharusnya dijadwalkan untuk berangkat dari bandung ke DPS, karena sudah mendapat tiket beberapa hari sebelumnya. dan tadi sore tepat sebelum jam 2.30 seperti yang di informasikan Agen Bus Pahala Kencana istri saya sudah sampai terminal. walaupun dengan kondisi basah kuyub karena kehujanan. Setelah menunggu beberapa lama karena bus belum juga datang, akhirnya tiba2 petugas dari Agen Bus di Terminal Cicaheum mengatakan dengan &#8220;gampang dan entengnya&#8221; bahwa temannya lupa mencatat dan memesan tiket ke kantor pusat. dan bisa2 nya memberikan solusi dicarikan bus sampai surabaya dan uang di kembalikan setengah dari harga beli dan sampai Surabaya disuruh mencari bus sendiri menuju ke bali. menurut saya itu adalah tindakan yang tidak bertanggungjawab. kok bisa2nya PO. Pahala Kencana mempunyai karyawan seperti itu yang dapat merusak citra Pahala Kencana, padahal kami sekeluarga sudah langganan sejak 4 tahun ini, dan kami benar2 kecewa.Bisa dibayangkan andaikata pada saat itu ada pelanggan yang akan pulang karena acara duka dan musti mendapatkan perilaku seperti itu,coba bapak/ibu Pimpinan PO Pahala Kencana berada di posisi kami. Dan Setelah saya Forumkan di teman2 saya, teryata teman saya juga dulu pernah di kecewakan bus Pahala Kencana. Jadi kalau boleh saran, mohon pihak Pahala Kencana mencari pegawai yang benar2 profesional dan berdedikasi,apalagi nama Pahala Kencana kan sudah besar. Tolonglah karyawan yang bertugas di Agen Bus Cicaheum untuk Pahala Kencana di tegur agar tidak mengecewakan pelanggan. Terima kasih dan semoga hanya kami saja yang di kecewakan seperti ini, agar tidak mengecewakan orang lain.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: W Karioka</title>
		<link>http://www.devari.org/2008/09/14/surat-pembaca-bali-post/#comment-4953</link>
		<dc:creator>W Karioka</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 May 2011 15:14:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.devari.org/2008/09/14/surat-pembaca-bali-post/#comment-4953</guid>
		<description>OSA
Mohon Bali Post menjadi pemrakarsa pengumpulan Dana Punia untuk umat sedharma suku Tengger di sekitar Gunung Bromo yang sedang mengalami musibah. 
Saya sangat terharu melihat hamparan ladang yang sebelumnya menjadi tempat bercocok tanam, mendadak sirna tak bisa ditanami, sehingga masyarakat disana praktis tanpa penghasilan. Hidup mereka harus tetap jalan. Bayi yang baru lahir perlu susu, anak yang sekolah perlu biaya, ibu ibu yang menyusui perlu gizi yang sehat. 
Semua itu tidak akan mereka bisa dapatkan, tanpa sapaan partisipasi umat sedharma dalam bentuk keikhlasan berdana punia, membantu mereka.
Untuk itu, sekali lagi, mohon kesediaan Bali Post memprakarsai Dana Punia ini. 
OSSSO.

Jakarta , 7 Mei 2011</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>OSA<br />
Mohon Bali Post menjadi pemrakarsa pengumpulan Dana Punia untuk umat sedharma suku Tengger di sekitar Gunung Bromo yang sedang mengalami musibah.<br />
Saya sangat terharu melihat hamparan ladang yang sebelumnya menjadi tempat bercocok tanam, mendadak sirna tak bisa ditanami, sehingga masyarakat disana praktis tanpa penghasilan. Hidup mereka harus tetap jalan. Bayi yang baru lahir perlu susu, anak yang sekolah perlu biaya, ibu ibu yang menyusui perlu gizi yang sehat.<br />
Semua itu tidak akan mereka bisa dapatkan, tanpa sapaan partisipasi umat sedharma dalam bentuk keikhlasan berdana punia, membantu mereka.<br />
Untuk itu, sekali lagi, mohon kesediaan Bali Post memprakarsai Dana Punia ini.<br />
OSSSO.</p>
<p>Jakarta , 7 Mei 2011</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anton</title>
		<link>http://www.devari.org/2008/09/14/surat-pembaca-bali-post/#comment-4909</link>
		<dc:creator>Anton</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Jan 2011 05:31:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.devari.org/2008/09/14/surat-pembaca-bali-post/#comment-4909</guid>
		<description>KECEWA SAMA LILA TRAVEL BAY PAS NGURAH RAI
Saya kemarin tanggal 19 januari 2011 beli tiket Denpasar - Surabaya merasa KECEWA karena saya minta flat berangkat hari Jum'at Balik hari Senin kok ditawari hari Berangkat hari kamis balik hari Jumat, Akhirnya saya harus menambah biaya adm lagi untuk mengganti waktu keberangkatan yg semula tgl 20 ke tgl 21 Januari 2011, Thxs</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>KECEWA SAMA LILA TRAVEL BAY PAS NGURAH RAI<br />
Saya kemarin tanggal 19 januari 2011 beli tiket Denpasar - Surabaya merasa KECEWA karena saya minta flat berangkat hari Jum&#8217;at Balik hari Senin kok ditawari hari Berangkat hari kamis balik hari Jumat, Akhirnya saya harus menambah biaya adm lagi untuk mengganti waktu keberangkatan yg semula tgl 20 ke tgl 21 Januari 2011, Thxs</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Andi</title>
		<link>http://www.devari.org/2008/09/14/surat-pembaca-bali-post/#comment-4853</link>
		<dc:creator>Andi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Sep 2010 04:31:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.devari.org/2008/09/14/surat-pembaca-bali-post/#comment-4853</guid>
		<description>Menanggapi tentang permasalahan Adat yang akhir-akhir ini sering terjadi, Khususnya di desa pakudui tegallalang kabupaten Gianyar. Saya sebagai umat Hindu amat Sedih. Apalagi sampai melarang penguburan jenazah dari salah satu warganya. Tapi Syukurlah hal itu tidak sampai terjadi dan sudah ditengahi oleh Pak bupati Gianyar. Thanks ya pak. Karena apapun permasalahan Adat yang terjadi di suatu Desa  dan apapun kesalahan yang dimiliki oleh suatu Individu atau para kerabatnya pada masa hidupnya apabila sudah meninggal maka tidak ada alasan dalam bentuk apapun kita sebagai manusia untuk melarang penguburan jenazah. Awig awig suatu desa hendaknya berlandaskan ajaran agama Hindu Dharma, dan bukan berlandaskan Emosi, paksaan, atau ego dari masing masing anggota desa pakraman tersebut. Karena kita manusia yang masih hidup tidak ada hak lagi untuk mengintervensi Hukum kharma pada saat manusia sudah Mati, Itu sepenuhnya Hak dari Ida Sanghyang Widhi Wasa. Bercermin pada ajaran Hindu Dharma, Dimana Prabu Yudistira (Pandawa) pada Saat perang Bharatyudha yang juga mengurus dan mengkremasi jenazah para musuh musuhnya, Tanpa menimbang atau mingingat apa kesalahan yang dimiliki oleh musuhnya karena memang tidak memiliki hak untuk itu, Sedangkan dari pihak yang dianggap musuh yaitu Prabu Duryudana (korawa) tinggal sebatang kara dan tidak sanggup lagi mengurus jenazah saudara-saudaranya yang sudah mati. Disinilah Prabu Yudistira sudah menjalankan ajaran Dharma yang akhirnya di beri gelar Putra Dharma.
Kita kembali lagi pada Setiap permasalahan adat yang terjadi di Bali. Apabila kita berpikir jernih itu bukanlah masalah Adat akan tetapi Murni kesalah pahaman antara krama desa masing masing. Ya ! Salah Paham merupakan sumbernya. Salah Paham mencakup : Kurang Sosialisasi dan Miskomunikasi, kurang tenggang rasa antara krama desa yang bersangkutan. Hal ini akan menjadi melebar apabila ada pihak yang memprovokasi atau memiliki sentimen dan kebencian terhadap krama yang dianggap tidak mengikuti awig awig. Di setiap desa pakraman pastinya ada hubungan kekerabatan seperti saling kejuang, satu dadia, satu Sanggah atau satu kawitan. ini berarti Desa adat berdiri karena adanya ikatan kekerabatan yang terjadi antar kramanya yang di sebut SAUDARA. Tinggal bagaimana kita memposisikan diri kita Seperti Prabu Yudhistira yang menjalankan Dharmanya. Ingatlah wahai kaum Hindu Dharma, Teroris yang membantai 202 orang di bali saja masih mendapatkan penguburan yang layak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menanggapi tentang permasalahan Adat yang akhir-akhir ini sering terjadi, Khususnya di desa pakudui tegallalang kabupaten Gianyar. Saya sebagai umat Hindu amat Sedih. Apalagi sampai melarang penguburan jenazah dari salah satu warganya. Tapi Syukurlah hal itu tidak sampai terjadi dan sudah ditengahi oleh Pak bupati Gianyar. Thanks ya pak. Karena apapun permasalahan Adat yang terjadi di suatu Desa  dan apapun kesalahan yang dimiliki oleh suatu Individu atau para kerabatnya pada masa hidupnya apabila sudah meninggal maka tidak ada alasan dalam bentuk apapun kita sebagai manusia untuk melarang penguburan jenazah. Awig awig suatu desa hendaknya berlandaskan ajaran agama Hindu Dharma, dan bukan berlandaskan Emosi, paksaan, atau ego dari masing masing anggota desa pakraman tersebut. Karena kita manusia yang masih hidup tidak ada hak lagi untuk mengintervensi Hukum kharma pada saat manusia sudah Mati, Itu sepenuhnya Hak dari Ida Sanghyang Widhi Wasa. Bercermin pada ajaran Hindu Dharma, Dimana Prabu Yudistira (Pandawa) pada Saat perang Bharatyudha yang juga mengurus dan mengkremasi jenazah para musuh musuhnya, Tanpa menimbang atau mingingat apa kesalahan yang dimiliki oleh musuhnya karena memang tidak memiliki hak untuk itu, Sedangkan dari pihak yang dianggap musuh yaitu Prabu Duryudana (korawa) tinggal sebatang kara dan tidak sanggup lagi mengurus jenazah saudara-saudaranya yang sudah mati. Disinilah Prabu Yudistira sudah menjalankan ajaran Dharma yang akhirnya di beri gelar Putra Dharma.<br />
Kita kembali lagi pada Setiap permasalahan adat yang terjadi di Bali. Apabila kita berpikir jernih itu bukanlah masalah Adat akan tetapi Murni kesalah pahaman antara krama desa masing masing. Ya ! Salah Paham merupakan sumbernya. Salah Paham mencakup : Kurang Sosialisasi dan Miskomunikasi, kurang tenggang rasa antara krama desa yang bersangkutan. Hal ini akan menjadi melebar apabila ada pihak yang memprovokasi atau memiliki sentimen dan kebencian terhadap krama yang dianggap tidak mengikuti awig awig. Di setiap desa pakraman pastinya ada hubungan kekerabatan seperti saling kejuang, satu dadia, satu Sanggah atau satu kawitan. ini berarti Desa adat berdiri karena adanya ikatan kekerabatan yang terjadi antar kramanya yang di sebut SAUDARA. Tinggal bagaimana kita memposisikan diri kita Seperti Prabu Yudhistira yang menjalankan Dharmanya. Ingatlah wahai kaum Hindu Dharma, Teroris yang membantai 202 orang di bali saja masih mendapatkan penguburan yang layak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Inyoman Rasma</title>
		<link>http://www.devari.org/2008/09/14/surat-pembaca-bali-post/#comment-4840</link>
		<dc:creator>Inyoman Rasma</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 12:42:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.devari.org/2008/09/14/surat-pembaca-bali-post/#comment-4840</guid>
		<description>Mohon pada bapak Kapolda baru tolong chek tu anak buahnya, masalah pelayanan sim keliling, masa petugas tak datang sampai 5 kali, padahal masyarakat sudah banyak yang menunggu tahu-tahu tak datang dengan alasan mobil rusak, masa rusaknya sampai 6 hari,sekarangkan sudah ada bengkel keliling, kasihan pak banyak masyarakat yang minta libur dari tempatnya bekerja, hanya untuk ngurus sim, tahu-tahu petugas tak datang, tolong jangan bohongi masyarakat terus menerus kami bosan pak,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mohon pada bapak Kapolda baru tolong chek tu anak buahnya, masalah pelayanan sim keliling, masa petugas tak datang sampai 5 kali, padahal masyarakat sudah banyak yang menunggu tahu-tahu tak datang dengan alasan mobil rusak, masa rusaknya sampai 6 hari,sekarangkan sudah ada bengkel keliling, kasihan pak banyak masyarakat yang minta libur dari tempatnya bekerja, hanya untuk ngurus sim, tahu-tahu petugas tak datang, tolong jangan bohongi masyarakat terus menerus kami bosan pak,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rara</title>
		<link>http://www.devari.org/2008/09/14/surat-pembaca-bali-post/#comment-4790</link>
		<dc:creator>rara</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 May 2010 21:57:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.devari.org/2008/09/14/surat-pembaca-bali-post/#comment-4790</guid>
		<description>kepada pihak manajemen sky garden terus terang saja smua tamu yg datang di sky itu sama baik itu orang asing ato orang lokal semua sama merka datang kesana juga bayar tapi kenapa pasti orang asing yg di spesialkan padahal kita juga tidak tahu orang asing itu baik ato buruk, ini negara sudah merdeka tapi kenapa kita masih di jajah oleh orang asing..spt kejadian senin mlm selasa..ada orng kita yg sebenarnya g salah mlah di perlakukan seperti orang binatang , hanya karna orang asing yg jahanam itu complin!!! saya harap pihak manajemen bisa memperbaiki ini biar bagaimanapun dia tamu lakukan sebaik mgknin....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kepada pihak manajemen sky garden terus terang saja smua tamu yg datang di sky itu sama baik itu orang asing ato orang lokal semua sama merka datang kesana juga bayar tapi kenapa pasti orang asing yg di spesialkan padahal kita juga tidak tahu orang asing itu baik ato buruk, ini negara sudah merdeka tapi kenapa kita masih di jajah oleh orang asing..spt kejadian senin mlm selasa..ada orng kita yg sebenarnya g salah mlah di perlakukan seperti orang binatang , hanya karna orang asing yg jahanam itu complin!!! saya harap pihak manajemen bisa memperbaiki ini biar bagaimanapun dia tamu lakukan sebaik mgknin&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: I CENING SUTIADNYA</title>
		<link>http://www.devari.org/2008/09/14/surat-pembaca-bali-post/#comment-4663</link>
		<dc:creator>I CENING SUTIADNYA</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 01:49:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.devari.org/2008/09/14/surat-pembaca-bali-post/#comment-4663</guid>
		<description>kepada para pihak terkait bidang adat dan pemerintah pusat dan daerah dan PHDI
mohon tindak lanjut. dem ajeg bali dan tegak hukum.

dari fpdp( forum pemerhati desa pakraman ) bebetin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kepada para pihak terkait bidang adat dan pemerintah pusat dan daerah dan PHDI<br />
mohon tindak lanjut. dem ajeg bali dan tegak hukum.</p>
<p>dari fpdp( forum pemerhati desa pakraman ) bebetin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: I CENING SUTIADNYA</title>
		<link>http://www.devari.org/2008/09/14/surat-pembaca-bali-post/#comment-4662</link>
		<dc:creator>I CENING SUTIADNYA</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 01:47:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.devari.org/2008/09/14/surat-pembaca-bali-post/#comment-4662</guid>
		<description>Di Desa Pakraman Bebetin kecamatan sawab BULELENG telah terjadi banyak warga kerama kasepekang bahkan salah satu sekeha truna yang karena tidak rapat turut di kasepekang oleh bendesa. Terakhir ini agustus 2009 putu wasa dikasepekang karena menggugat bendesa yang WANPRESTASI terhadap perjanjian tertulis hak guna pakai toko . Yang tanahnya milik adat . Dikontrakkan oleh bendesa mengetahui pjs kades . Dan kelian kelian banjar, di nopember 1987. Berstempel desa adat dan perbekel. Putu wasa yang tinggal di banjar adat desa itu , mencari keadilan di PN Singaraja, Proses persidangan terus berlangsung hingga desember 2009. Namun Bendesa tidak kooperatif menghadiri sidang. Berdasar awig awig tertulis yang sudah ada dan dutanda tanganni oleh Bpk Bupati, tidak ada kesalahan yang dilakukan oleh Putu Wasa menurut awig awig bahkan dibenarkan mencari keadilan di PN Singaraja. Tgl.16 Dese,er saat mecaru desa juga bendesa telah mengumumkan melalui alat pengeras suara desa ( corong/loudspeaker TOA ) bahwa Putu Wasa Kasepekang dan nantinya agar melakukan guru piduka di 3 pura desa. WAHHH APA TIDAK TERBALIK TUCH ? Prajuru YANG SEHARUSNYA di sanksi DEMIKIAN KARENA tidak melaporkan benda purbakala patung SINGA DI pura desa YANG DIGELAPKAN panitia, DAN akah ATAI DISEBUT pedangingan pura JUGA DIGELAPKAN. PURA desa DAN pura bukit/puseh SAAT pemugaran DAN kini TELAH DILAPORKAN KE polsek sawan. Oleh cening redika. Dan sistem Kasepekang adalah disalah gunakan oleh prajuru adat desa pakraman Bebetin untuk menakuti warga krama, dan proses penjatuhan sanksi hanya melalui keiinginan pribadi prajuru. Tidak melalui proses tahap paruman desa. Hanya melalui pembicaraan beberapa orang diantara terdekat prajuru saja yang tentunya tidak sah. Kini putu wasa terus mohon bantuan dan mencari simpatisan pemerhati kasus ini. Dapat dikirim /dihubungi hp 081907005150. Om shanti shanti shanti om.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Di Desa Pakraman Bebetin kecamatan sawab BULELENG telah terjadi banyak warga kerama kasepekang bahkan salah satu sekeha truna yang karena tidak rapat turut di kasepekang oleh bendesa. Terakhir ini agustus 2009 putu wasa dikasepekang karena menggugat bendesa yang WANPRESTASI terhadap perjanjian tertulis hak guna pakai toko . Yang tanahnya milik adat . Dikontrakkan oleh bendesa mengetahui pjs kades . Dan kelian kelian banjar, di nopember 1987. Berstempel desa adat dan perbekel. Putu wasa yang tinggal di banjar adat desa itu , mencari keadilan di PN Singaraja, Proses persidangan terus berlangsung hingga desember 2009. Namun Bendesa tidak kooperatif menghadiri sidang. Berdasar awig awig tertulis yang sudah ada dan dutanda tanganni oleh Bpk Bupati, tidak ada kesalahan yang dilakukan oleh Putu Wasa menurut awig awig bahkan dibenarkan mencari keadilan di PN Singaraja. Tgl.16 Dese,er saat mecaru desa juga bendesa telah mengumumkan melalui alat pengeras suara desa ( corong/loudspeaker TOA ) bahwa Putu Wasa Kasepekang dan nantinya agar melakukan guru piduka di 3 pura desa. WAHHH APA TIDAK TERBALIK TUCH ? Prajuru YANG SEHARUSNYA di sanksi DEMIKIAN KARENA tidak melaporkan benda purbakala patung SINGA DI pura desa YANG DIGELAPKAN panitia, DAN akah ATAI DISEBUT pedangingan pura JUGA DIGELAPKAN. PURA desa DAN pura bukit/puseh SAAT pemugaran DAN kini TELAH DILAPORKAN KE polsek sawan. Oleh cening redika. Dan sistem Kasepekang adalah disalah gunakan oleh prajuru adat desa pakraman Bebetin untuk menakuti warga krama, dan proses penjatuhan sanksi hanya melalui keiinginan pribadi prajuru. Tidak melalui proses tahap paruman desa. Hanya melalui pembicaraan beberapa orang diantara terdekat prajuru saja yang tentunya tidak sah. Kini putu wasa terus mohon bantuan dan mencari simpatisan pemerhati kasus ini. Dapat dikirim /dihubungi hp 081907005150. Om shanti shanti shanti om.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pandebaik</title>
		<link>http://www.devari.org/2008/09/14/surat-pembaca-bali-post/#comment-3379</link>
		<dc:creator>pandebaik</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 12:31:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.devari.org/2008/09/14/surat-pembaca-bali-post/#comment-3379</guid>
		<description>BLi Made lama gak nge-BLoG, rupanya dapet nge-posting di Bali Post juga toh ? :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>BLi Made lama gak nge-BLoG, rupanya dapet nge-posting di Bali Post juga toh ? <img src='http://www.devari.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fenny</title>
		<link>http://www.devari.org/2008/09/14/surat-pembaca-bali-post/#comment-3376</link>
		<dc:creator>fenny</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 17:23:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.devari.org/2008/09/14/surat-pembaca-bali-post/#comment-3376</guid>
		<description>jangan lupa ya hari Minggu, 21 September 2008 BBC ada acara "KopDar sambil BuBar" di Panti Asuhan Tat Wam Asih, Jayagiri - Denpasar. Info lebih lanjut silahkan simak milis BBC :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jangan lupa ya hari Minggu, 21 September 2008 BBC ada acara &#8220;KopDar sambil BuBar&#8221; di Panti Asuhan Tat Wam Asih, Jayagiri - Denpasar. Info lebih lanjut silahkan simak milis BBC <img src='http://www.devari.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ghozan</title>
		<link>http://www.devari.org/2008/09/14/surat-pembaca-bali-post/#comment-3375</link>
		<dc:creator>ghozan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 10:11:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.devari.org/2008/09/14/surat-pembaca-bali-post/#comment-3375</guid>
		<description>wah pengalaman buruk dong kalo kayak gto bli. apa gak sebaiknya ditegur dan diberikan saran saja supaya tidak merokok bli?

&lt;em&gt;ghozan's last blog post..&lt;a href='http://feeds.feedburner.com/~r/ghozan/myworld/~3/394064103/' rel="nofollow"&gt;Quick Payday Loan&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah pengalaman buruk dong kalo kayak gto bli. apa gak sebaiknya ditegur dan diberikan saran saja supaya tidak merokok bli?</p>
<p><em>ghozan&#8217;s last blog post..<a href='http://feeds.feedburner.com/~r/ghozan/myworld/~3/394064103/' rel="nofollow">Quick Payday Loan</a></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

