Terapi ala Sang Pemimpi

Wednesday, October 8th, 2008

Bisa jadi hari ini menjadi hari yang bersejarah dalam hidup saya kaitannya dengan dunia sastra khususnya perubahan perspektif saya terhadap novel sebagai sebuah karya sastra. Ironi memang, latar belakang pendidikan di fakultas sastra tidak lantas otomatis menjadikan saya suka membaca karya fiksi khususnya novel. Malah antagonis sekali, saya menjadi seseorang yang sama sekali tidak ada minat sekalipun membaca novel. Entah mengapa, yang jelas saya tidak tertarik untuk tahu imaginasi2 orang lain yang dituangkan dalam novel fiksi. Saya sering heran sendiri kenapa orang sampai rela membaca novel fiksi yang tebalnya terkadang terlihat mengerikan.

sang-pemimpi.jpg

Sampai hari ini ketika secara tidak sengaja saya ‘berkenalan’ dengan sesuatu yang bernama novel. Gara2nya saluran TV kabel di apartemen mengalami kerusakan sehingga baca2 buku menjadi sebuah alternatif. Saya penasaran melihat istri yang membaca sebuah novel. Sang Pemimpi judulnya, sebuah novel karya Andrea Hirata. Novel keduanya yang merupakan rangkaian tetralogi Laskar Pelangi. Pertama lihat saya sudah apriori dan bergumam dalam hati, buang2 waktu saja. Pastilah penuh bualan2 imaginasi, fikir saya.

Ternyata novel tersebut sama sekali lain dari asumsi saya yang cenderung negatif. Sungguh luar biasa, saya yang sedari dulu sangat anti membaca novel, sekarang menjadi tertarik untuk membaca novel Sang Pemimpi. Bab demi bab (mosaic) saya baca dengan penuh antusias dan saya seakan larut dengan jalan cerita novel tersebut. Penyajian dan pilihan kata2nya menarik sekali. Terkadang saya tertawa terbahak2 dan terkadang menjadi sedih. Novel tersebut berkisah tentang perjalanan hidup (masa SMA) tiga orang sahabat (Ikal, Arai dan Jimbron) yang hidup di sebuah kampung miskin dalam mengejar impian mereka, sekolah ke Perancis dan menjelajah Eropa sampai Afrika.

Novel tersebut ternyata tidak berisi bualan2 imaginasi semata tetapi penuh inspirasi dan juga pesan moral tentang kehidupan, nilai2 sosial yang menggugah semangat dan juga satire2 terhadap pemimpin2 bangsa yang dibungkus dengan scene2 komedi yang apik. Kekuatan karakter ketiga tokoh sangat terasa sekali. Pada titik tertentu, membaca novel ini seakan membaca sebuah buku motivasi yang disajikan dengan sangat cerdas tanpa dipenuhi dengan bahasa2 tipikal buku pendorong motivasi. Ekstremnya so to speak, sehabis membaca novel ini, kepala saya kok menjadi ‘ringan’ seakan seperti mendapat sesuatu yang besar dari novel tersebut. Beberapa quote2 dari novel tersebut bisa membakar semangat dan menuntun kita ke arah tingkat ‘kesadaran’ yang lebih tinggi.

Pun novel ini ada sedikit kekurangan menurut saya. Di awal2 cerita, penggambaran tokoh2nya detail sekali. Tentang masa2 sulit yang dialami ketiga tokoh tersebut. Alur cerita bergerak lambat dan membuat saya menjadi ‘frustasi’ tentang what is next. Kontradiksinya adalah pada pertengahan cerita sampai akhir, alur cerita seakan dibuat begitu cepat. Pengarang terkesan cepat2 ingin mengakhiri cerita. Saat tokoh2 itu ke Jakarta, dapat kerja, bisa kuliah dan dapat beasiswa. Semuanya digambarkan begitu ‘lurus-lurus’ saja dan terburu2. Serba cepat, serba indah dan banyak faktor2 bermunculan yang semuanya mengarah ke satu hal yang sama: happy ending. Rasanya tidak seimbang dengan alur cerita pada bab2 awal. Terlepas dari alur yang tidak seimbang itu, novel Sang Pemimpi menjadi bahan bacaan yang penuh inspirasi, menggugah semangat dan gilanya lagi, novel itu bisa menjadi ‘terapi’ atas beberapa potongan2 kecil dalam perjalanan hidup saya.

Artikel Lain

Posted in novel, opini Follow responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

10 Responses to “Terapi ala Sang Pemimpi”

  1. imcw UNITED STATES Windows Vista Opera 9.52 Says:

    Wah, mantaps juga nih jadi tukang resensi.

    imcw’s last blog post..Tips Windows Vista (3)

  2. budarsa INDONESIA Windows XP Mozilla Firefox 3.0 Says:

    saya malah terbalik bli, latar belakang pendidikan informatika tetapi sangat suka novel fiksi. walaupun tidak semua novel tentunya. biasanya liat2 pengarangnya dulu,

    budarsa’s last blog post..Lets Go Green

  3. Kania AUSTRALIA Windows XP Mozilla Firefox 3.0.3 Says:

    Kalau daku mah, suka novel detective + action + drama **itu film kayaknya yah :mrgreen *** .
    Suka banget novel karangan Mario Puzzo, Agatha Christie, JK Rowling :D .
    Daku ntar balik ke Bali…… pinginnya jadi Mafioso qeqeeqeq………

    Btw, ganti lageee design-nya ;)
    Kania’s last blog post..Masa Kecil Kania #1

  4. Inusa CANADA Windows XP Internet Explorer 6.0 Says:

    itulah hebatnya penulis de, makanya kita tdk boleh memandang sebelah mata terhadap mereka. mereka itu tdk asal nulis, tapi bagaimana mereka mengekspresikan ide dan menuangkan fikiran dan idenya ke dlm tulisan agar pembaca bs menerti dan terbawa dlm karyanya. ide 1 cerita bs memakan waktu setahun karena penulis hrs berhati2 sebelum mempulikasikannya. terkadang kita bs melihat orang bertingkahlaku aneh (tapi mereka ngak gila lho), mungkin mereka itu penulis, yg kadang komat-kamit ngak keruan sendirian.
    wah…..mungkin tiang akan nulis cerita tentang si komat-kamit nih di blog.

    Inusa’s last blog post..Musik itu indah dan damai

  5. wira INDONESIA Windows XP Mozilla Firefox 3.0.3 Says:

    novel? blm berminat :-)
    wira’s last blog post..Quite Happy Today

  6. dian UNITED STATES Windows XP Mozilla Firefox 2.0.0.16 Says:

    jadi penasaran. kayaknya dimana mana lg demen ama laskar perlangi

    dian’s last blog post..Barang Baru

  7. devari UNITED STATES Windows XP Mozilla Firefox 3.0.3 Says:

    imcw, mudah2an :)

    budarsa, wah ini namanya asas keseimbangan. yg sastra ga suka karena dah dijejali terus, malah tertarik IT, yg IT malah hobby sastra mgkn karena dah penuh dg hal2 exact

    kania,harry potter? waaaa tebal banget tuh buku. mengerikan ga klo bacanya? capeknya maksudnya :)

    Inusa, hehe ayo bli tak tunggu tulisannya :)

    wira, tunggu aja :)

    dian, heheh mana ada buku gitu di wosinton sana :)
    devari’s last blog post..Terapi ala Sang Pemimpi

  8. pande ndak baik INDONESIA Windows XP Mozilla Firefox 3.0 Says:

    Saya pribadi suka banget baca Novel. Bisa jadi sebagian ide buat nge-BLoG juga datangnya dari Novel kok. Hanya saja baru sebatas Novel yang dibeli oleh sepupu aja. :) Termasuk Sang Pemimpi ini. Blom berniat untuk beli Novel sendiri. :)
    pande ndak baik’s last blog post..Murah Meriah Masakan China

  9. nita UNITED STATES Windows Vista Internet Explorer 7.0 Says:

    andrea hirata juga salah 1 penulis lokal favorit saya selain eka kurniawan. kapan2 coba baca novel ‘cantik itu luka’ karya eka, sebuah karya fiksi dashyat, absurd, dan penuh gairah –bahkan sudah diterjemahkan ke bhs jepang

    nita’s last blog post..BAHASA DAERAH: SEKARAT?

  10. Putu Adi INDONESIA Windows XP Internet Explorer 6.0 Says:

    Membaca resensi dari bli Made “pan Devari”, membuat saya ingin membaca langsung Novelnya.

    Saya jarang baca Novel, so time consuming.

    Putu Adi’s last blog post..Mengenang kembali Bom Bali 6 Tahun Lalu

Leave a Reply

(required)
(required)


XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>