Stop Marginalisasi Nusa Penida
Friday, October 17th, 2008
Sudah menjadi hal lumrah bahwa setiap menjelang pemilihan kepala daerah, praktik tebar pesona dan jual beli janji menjadi marak. Para calon akan berlomba2 mensosialisasikan visi dan misi mereka, tentunya dengan berbagai cara mulai dari kampanye terselubung, kunjungan sosial, bantuan dan sejenisnya. Pun dengan agenda pemilihan bupati Klungkung yang akan diselenggarakan beberapa hari lagi. Para calon berlomba2 menarik simpati massa.
Bagi warga Nusa Penida, pemilihan kali ini terasa sedikit istimewa karena salah satu calon bupatinya adalah putra asli Nusa Penida yaitu Prof. Ketut Kinog yang merupakan seorang guru besar di Unud (teknologi dan pariwisata). Inilah kali pertama ada seorang calon bupati dari Nusa Penida. Munculnya calon dari Nusa Penida ini sangat berpengaruh pada peta dukungan suara di Nusa Penida. Dari beberapa berita yang saya baca di koran, warga Nusa Penida menaruh harapan yang begitu besar pada Prof. Kinog, yang kalau nanti terpilih, bisa membawa perubahan yang realistis terhadap Nusa Penida terutama terhadap beberapa sektor riil/infrastruktur yang sifatnya mendesak.
Dengan tidak bermaksud untuk mengagungkan fanatisme sempit kedaerahan, saya rasa wajar saja masyarakat Nusa Penida mengharap Prof. Kinog menang. Kenapa tidak? Selama ini Nusa Penida masih menjadi daerah marginal di Klungkung terutama dari segi pembangunan infrakstruktur. Siapa tahu Prof. Kinog, jika terpilih, dengan semangat membangun daerah sendiri akan mampu menghapus marginalisasi Nusa Penida. Masak sih tega membiarkan tanah kelahiran sendiri? Bes bes adane to!
Prof. Kinog, jika terpilih nanti tolong hentikan marginalisasi Nusa Penida. Tiga aspek mendesak menurut saya adalah masalah air, transportasi dan pemerataan sarana umum. Dari 56.000 penduduk Nusa Penida (2006), hanya 1% yang menikmati what so called air PDAM. Sebagian besar rakyat Nusa Penida masih kehausan, mengandalkan supply air minum dari cubang alias air tadah hujan. Jika cubang kering sebelum musim hujan tiba, wargapun susah payah berjalan 5 kilometer untuk mendapat air minum, itupun rasanya asin karena sumurnya dekat dengan pantai.
Transportasi masih menjadi kendala utama. Perekonomian Nusa Penida terhambat karena kendala transportasi. Harga2 di Nusa Penida meningkat berlipat2 dibanding dengan Bali daratan, lagi2 karena masalah transportasi. Maksimalkan kapal ferry dengan membangun dermaga penyanding di Klungkung daratan. Aspek yang ketiga adalah sarana pelayanan umum seperti sekolah, puskesmas dll. Sekolah2 SD yang hampir roboh harus dibangun, untuk melahirkan Kinog2 lainnya di masa depan. Tiga faktor itu merupakan start yang hampir sempurna untuk memulai mengembangkan Nusa Penida, paling tidak menjadi sejajar dengan pembangunan2 di ‘negeri seberang’ sana.
Artikel Lain- Ke Nusa Penida, Naik Apa?
- Kangen Bahasa Nusa Penida (plus terjemahan)
- Sebuah Cita-cita Kecil
- Ironi di Pulau Bersemi
- Introduction to Nusa Penida Language
- Kembali ke Karibia
- Satu Banjar Seratus ‘Setra’
Posted in Nusa Penida, opini Follow responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.



October 18th, 2008 at 7:50 am
Siapa aja lah yang jadi bupati Klungkung, yang penting membawa Klungkung lebih maju dan baik lagi. pemeretaan pembangunan infrastruktur dll dsb dst dah.
Btw, kenal ama Bli Krisna ??
Kania’s last blog post..2+6
October 18th, 2008 at 12:21 pm
Semoga Prof Kinog terpilih. Secara alamiah, manusia tidak akan lupa dengan sejarah. Semoga masih ada rasa itu. Amin.
Hendra W Saputro’s last blog post..Lomba Blog dalam rangka Kuta Karnival 2008
October 18th, 2008 at 10:10 pm
akhirnya td pret beneran internet connectionnya
dian’s last blog post..Horse Abuse
October 19th, 2008 at 1:06 am
Semoga Pak Kinog terpilh menjadi Bupati KLK,dan jika yang penting Jalan, Listrik,kalau masalah air nggak masalah dikit di desaku,kalau didesa lainnya itu mang harus,,,,
October 19th, 2008 at 9:46 am
denger2 kino jg jd korban black magic, eh, black campaign soal istrinya. bener ga sih?
*jd inget kasus winasa?
btw, boleh diambil buat balebengong ga, bli? lama nih gak nyolong tulisan dr sini.
anton’s last blog post..Farmers still neglect organic, fair trade certifications
October 19th, 2008 at 10:21 am
bro anton, not a problem.
wah ga tau ya ttg isu black campaign itu, beh kok patuh rumusne adi
October 19th, 2008 at 12:14 pm
Masihkah ada harapan itu? Harapan bisa jadi kosong. Harapan yang tinggal harapan…
Didi’s last blog post..Ayo Ikut, Lomba Blog dalam Rangka Kuta Karnival
October 22nd, 2008 at 9:37 pm
kalau begitu saya ikut doakan Prof. Kinog terpilih dan yang lebih penting harapan bli Devari beserta masyarakat Nusa Penida bisa diwujudkan..
Saya pernah 2 kali ke Nusa Penida, bukannya sok tau, tapi sepertinya daerah ini bagus dikembangkan utk pariwisata. Mudah2an hal2 mendesak seperti masalah transportasi bisa diwujudkan terlebih dahulu.
wira’s last blog post..Cewek Cafe Juga Manusia
December 7th, 2008 at 10:32 pm
sayang jago dari nusa kalah lagi..duh sedih banget! ternyata pemilih dari nusa belum percaya dengan salah satu putra terbaik dari daerahnya. sayang sekali.
skd´s last blog post..Google SEO guide untuk pemula