Jiwa Wiraswasta Keturunan Tionghoa
Monday, October 27th, 2008
Tergelitik hati saya untuk menuliskan postingan ini gara-gara terlibat obrolan di balai banjar dengan rekan2 kerja di Karibia kemarin. Kenapa ya pada umumnya orang2 keturunan Tionghoa itu kaya2 semua? celetuk Wayan Capil (bukan nama sebenarnya). Iya loh saya rasanya belum pernah sekalipun melihat orang keturuan Tionghoa yang miskin, gak di Bali, Jakarta, Yogyakarta, semua ta’ liat sama. Mereka semua orang2 kaya dan punya toko2 itu, tukas Made Kerug, seakan menegaskan kebenaran sebuah fenomena hukum semesta yaitu keturunan Tionghoa pastilah kaum yang berpunya.
Pendapat2 diatas cukup masuk akal karena kenyataan berbicara bahwa perekonomian kita didominasi oleh orang2 keturunan Tionghoa. Tengoklah kota Denpasar misalnya, sebagian besar sektor2 usaha strategis dimiliki oleh orang keturunan Tionghoa. Kenapa? satu jawaban yang pasti adalah karena mereka mempunyai mental yang ulet dan jiwa wiraswasta yang mumpuni. Mungkin sudah saatnya kita meniru semangat2 wiraswasta dari mereka sehingga kita bisa paling tidak ikut berpartisipasi dalam hiruk-pikuk dunia usaha di dimana kita berada. Beberapa poin yang kira2 menjadi faktor sukses orang2 keturunan Tionghoa adalah:
1. Menanamkan jiwa wirausaha sedini mungkin. Orang2 keturunan Tionghoa biasanya selalu melibatkan anak2 mereka yang masih kecil untuk ikut nimbrung pada usaha yang mereka geluti. Mereka dilibatkan dan dikenalkan dengan dunia usaha sejak dini sehingga sejak kecil sudah tertanam jiwa wirausaha pada diri mereka. Kelak sudah besar, mereka menjadi lebih siap untuk membuka usaha baru atau melanjutkan usaha orang tua mereka.
2. Jeli dan tidak ada rumus gengsi gede2an. Pada umumnya orang2 keturunan Tionghoa sangat jeli dalam melihat peluang usaha. Mereka tidak segan2 untuk memulai usaha itu dari nol dan berusaha mengembangkannya. Mereka tidak gengsi jika harus bersusah payah dahulu untuk merintis usaha mereka.
3. Hemat dan perencanaan keuangan yang tepat. Hemat tidak berarti semata2 pelit melainkan pengeluaran yang tepat sasaran. Orang2 keturunan Tionghoa sangat berhati2 dalam penggunaan uangnya. Semua detail pengeluaran/pemasukan dicatat secara seksama. Kalau kita biasanya selalu berfikir, agh bodo amat, besok ya besok yang penting sekarang happy dulu. Kita juga tidak terbiasa dengan hal2 semacam perencanaan keuangan alias financial planning.
4. Bisa membedakan antara asset dan liabilitas. Mereka lihai dalam hal ini sedangkan kita pada umumnya tidak tahu dan tidak mau tahu. Asset adalah barang2 yang mendatangkan pemasukan sedangkan liabilitas adalah barang2 yang menguras pemasukan alias pengeluaran tok. Contohnya; seorang keturunan Tionghoa tidak akan terjebak dalam pembelian barang2 yang akan menguras pemasukan dengan uang panas misalnya mobil (liabilitas karena pasti akan keluar biaya untuk bensin, pajak dll) tetapi mereka akan menunggu sampai ada uang dingin yang cukup. Kita? Baru juga punya DP 30% dari harga mobil sudah berani melakukan pembelian.
Artikel Lain- Perlukah Punya Asuransi Jiwa?
- Belajar Berjiwa Wiraswasta
- Ada Diskriminasi Dibalik Tradisi
- Virus ‘Sangut’ dalam Diri Manusia Bali
- 5 Jenis Investasi Bajak Laut
- Tuhanku Ada di Celanamu
- Sebuah Cita-cita Kecil
Posted in opini Follow responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.



October 27th, 2008 at 9:38 pm
trus mereka kayaknya saling menolong ya. kayaknya
dian’s last blog post..capeeeekkk deeeeeeehh
October 27th, 2008 at 10:48 pm
Betul, Mas. Orang Tionghoa biasa mengajak anak mereka dalam acara bisnis seperti negosiasi dan lain-lain, sehingga secara nggak langsung mereka sudah memperkenalkan bisnis kepada anak mereka sejak dini.
Edi Psw’s last blog post..Tips Melamar CPNS
October 28th, 2008 at 11:15 am
Kadang saya suka kagum ama keuletan dan kegigihan mereka, juga pikiran fokus yang tidak gampang meleng.
Putu Adi’s last blog post..Angels And Airwaves konser di Bali
October 29th, 2008 at 9:32 am
kalo di surabaya ada kampung yg isinya keturunan tionghoa yg ‘miskin-miskin’
tapi setuju bos, tambahan satu lagi, saudara2 tionghoa kita emang punya ikatan persaudaraan yg kuat, saling bantu membantu termasuk urusan bisnis
adi’s last blog post..Membuat dialog konfirmasi javascript sederhana menggunakan jQuery
October 29th, 2008 at 9:37 am
adi, masak ada seh? wahh sounds weird
devari’s last blog post..Jiwa Wiraswasta Keturunan Tionghoa
October 29th, 2008 at 11:15 am
Mereka adalah perantau. Biasanya, perantau punya jiwa bertarung lebih kuat, spt bli devari di Karibia sono. Utk kasus warga Tionghoa, entah itu titisan dari nenek moyangnya atau pengkondisian oleh negara, khususnya Indonesia lo ya. Mereka menjadi sukses dalam perekonomian karena ‘kejam’ nya pemerintah Indonesia dalam memperlakukan mereka.
Warga Tionghoa digiring untuk mengisi sektor wirausaha dan industri. Mau jadi PNS, Polisi atau Tentara ? Apakah mereka bisa ? Tidak bisa bli. Akhirnya mereka melakukan sebisanya, apa itu ? Ya jualan. Bisnis. Hanya ituuu saja yang digeluti. Makanya, wajar jika sukses. Setelah sukses, orang indonesia pada ‘iri’. Ingat peristiwa 1998 kemarin ? Penjarahan dimana-mana. Jadi, secara tdk sengaja, pemerintah Indonesia memberikan ruang pas utk selalu dan terus jualan. Sukseslah warga Tionghoa itu. Disamping itu, saya tetap salut. Formula bisnis nya tock cer.
Hendra W Saputro’s last blog post..Jasa penghalau bajing loncat
October 29th, 2008 at 11:25 am
iya bli Hendra, salut untuk mereka. ‘terjepitnya’ mereka justru membawa berkah alias jadi pemacu turbo bagi mereka untuk survive dan melesat.
iya miris juga dg tragedi ‘98 itu. orang2 kita irinya membabi buta gitu. kerjanya ongkang2 kaki dan ga bisa bisa liat orang sukses. otak kriminil aja.
nah di Bali nih ya bli, saya juga ada merasakan bibit2 ‘iri’ orang Bali terhadap orang luar bali yg sukses di Bali. Tau sendirilah orang Bali gengsinya selangit..mudah2an tidak mengarah ke iri yg seenak udelnya kayak 98
devari’s last blog post..Jiwa Wiraswasta Keturunan Tionghoa
October 29th, 2008 at 10:01 pm
Eh Bli Dev,apalagi orang sekampung irinya main sukik,cetik,and benar orang merantau memang ulet,disini aja orang perantauan semua sukses kalau orang lokal sini sama kayak kita dikampung bajing kampungan.
October 30th, 2008 at 7:44 pm
yach mank gitu bli banyak orang mata sipit yang kaya dan kaya itu hampir tidak bersifat jor2ran ato pamer gak kayak orang kebanyakan ,satu lagi mungkin orang mata sipit kagak ada gensinya . salut deh whehhehe
October 30th, 2008 at 7:58 pm
betul sekali bli, tp sayangnya kok susah sekali ya meniru mereka
wira’s last blog post..Without Google Adsense
October 31st, 2008 at 4:04 am
Butuh kesabaran untuk meniru mereka.
Edi Psw’s last blog post..Kehabisan Bandwidth Lagi
October 31st, 2008 at 9:10 pm
makanya enakan bekerjasama ama mereka bli
okta sihotang’s last blog post..Berapa sih ongkosnya ???.ASTRA(5)
November 1st, 2008 at 12:24 pm
Saya termasuk keturunannya juga loh
Kania’s last blog post..Kajian Ilmiah Mengenai Kentut
November 1st, 2008 at 2:02 pm
setubuh
tapi paling susah memendam liabilitas karena pasti untuk menunjang nomor 2
papa deddy’s last blog post..tolong, page rank saya drop nih
November 1st, 2008 at 5:53 pm
Ngga semua keturunan tionghoa kaya2 kok. Menurut saya sih kesuksesan itu hak semua orang yang mau berusaha dan pantang menyerah. Pokoknya hal-hal positive-nya kita adopsi aja bli… Wah, sudah balik ke Karibia ya? Upload foto2 donk. Pengen tau Karibia kayak gimana… thanks!
Deddy’s last blog post..Neurologist
November 1st, 2008 at 8:46 pm
Ya, seharusnya orang Indonesia jangan mau kalah
jangan mau terus jadi pegawai, tumbuhkan mental wiraswasta
Aldohas’s last blog post..Pernikahan Aisyah
November 5th, 2008 at 5:58 pm
Satu lagi mas… etos kerja mereka emang luar biasa. Mereka telaten dengan usaha pilihannya walau di tahun-tahun awal belum berhasil.
Kalau non china, tahun pertama nggak jalan, kebanyakan langsung pindah haluan.
kipas’s last blog post..Saatnya Withdraw Paypal