Manusia Palsu
Thursday, November 27th, 2008
Tidak ada manusia yang sempurna. Itu benar tetapi saya betul-betul anti-pati terhadap satu jenis manusia ini yaitu manusia palsu alias manusia tidak genuine. Manusia tidak genuine yang saya personally maksudkan adalah orang yang segala tingkah lakunya seperti wayang yang digerakkan oleh satu kamuflase untuk menutupi jati diri yang sebenarnya. Kata2 dan gerak-geriknya terasa palsu dan tidak dari hati keluarnya. Semuanya fake, palsu. Ketika kita ngobrol dengannya, terlihat sekali dengan jelas bagaimana palsunya orang ini, ramah memang tapi semua itu hanya dipermukaan. Basa-basinya menjadi kelewatan sehingga terkesan busuk. Bagi saya pribadi, ngobrol dengan manusia jenis ini merupakan suatu pelecehan intelektual terhadap diri sendiri. Dalam hati saya berkata, “Lu fikir aku ga nyadar bahwa lu tuh sebenarnya basa-basi aja padahal dibelakang you stab my back”
Sebagai mahluk sosial kita memang tidak bisa terlepas dari hukum alam untuk berinteraksi dengan manusia lainnya. Dalam perjalanan tersebut terkadang kita tidak bisa menghindar dari faktor like dan dislike, terlibat clash dan lain sebagainya. Selama ini saya sendiri berusaha menjadi orang yang to the point dan apa adanya. Dalam kehidupan sosial saya berusaha serealistis mungkin, tergantung kadar hubungan sosial terhadap orang tersebut. Jika akrab, gaya dan perilaku bicara sayapun beda dibandingkan jika dengan teman biasa saja, sekedar say hello dan sejenisnya. Nah jika dengan orang2 tertentu yang tidak ‘connect’ , entah itu karena clash masa lalu atau apa, saya lebih memilih untuk berinteraksi seminimal mungkin daripada harus menjadi manusia palsu. Selama masih ga nyambung saya lebih memilih untuk tidak berinteraksi. Biasanya ciri2 manusia fake ini antara lain:
1. Menyapa/greeting secara berlebihan, lebih dari common sense yang sewajarnya untuk kadar hubungan sosial tertentu
2. Bicara yang tidak sesuai dengan bahasa tubuh. Gerak-gerik kaku.
3. Nyari2 topik percakapan yang maksa
4. The most important thing adalah kepekaan kita untuk tahu secara otomatis begitu mulai ngobrol. Biasanya kita otomatis tahu kok, si manusia palsu ini aja yang kelewat badak mengira kita sebodoh itu.
Untuk manusia2 palsu, get off my face!
Artikel Lain- 70 juta, Biaya Nikah Orang Bali
- Ketika Orang Bali menjadi Orang Bule
- Virus ‘Sangut’ dalam Diri Manusia Bali
- Ironi Kartu Undangan Nikah (2-end)
- Stereotype Orang Indonesia versi Bule
- Ngaben ‘Nyeleneh’, Letupan Ego Manusia Bali
- Introducing eBlogari
Posted in opini, social life Follow responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.


November 27th, 2008 at 9:01 pm
knapa ney bli,
“kamuflase” kadang sekarang manjadi lebih penting untuk menunjukkan pada halayak klo dia mampu,saya sering menjumpai kamuflase2 seperti ini, tapi itu lah hidup.
heheh yg ini sih gagah2an
November 27th, 2008 at 9:13 pm
Wah, kalau mau bicara kamuflase sebenarnya kita hidup didunia juga penuh dengan kamuflase. Lahir sebagai kamuflase dari Tuhan
Tapi kalau kamuflase yang dikatakan bli Devari, lebih condong ke arah seorang salesman deh … heheh bagi sales yang sering ngobrol seperti itu biar dagangannya laku ga boleh tersinggung lho 

dalam konteks interaksi sosial non-profesi
hehe wah kamuflase Tuhan? maksudnya gimana ya? klo ‘percikan’ Tuhan sih saya ngerti
btw, yg saya maksud bukan condong ke arah salesman ato profesi lainnya tetapi mengarah pada orang2 di lingkungan sosial kita (teman, tetangga dll) yg sebenarnya penuh dg kepura2an
November 27th, 2008 at 9:15 pm
eh atu lagi bli,seperti yang bilang bli hendra, tanpa kita sadari kita pernah melakun hal itu apa lagi bli kerja di sector pariwisata, contoh pas bli lagi bete masa bete greeting ma tamu na pasti berusaha memberikan senyum palng dahsyat ma tamunya,whhehehehe
November 27th, 2008 at 9:36 pm
hi, kamuflase yg dimaksud diluar konteks profesi
November 27th, 2008 at 10:20 pm
waktu aku punya cafe, terpaksa jd manusia palsu. soale orang amrik suka yg palsu. capek deeeh gue tiap hari nyapa : hi how are you bla bla bla…soale orang sini suka yg banyak obrol. makin banyak ngoceh, makin gede tipsnya wkekekkeke
hihihi tuntutan bisnis. tp yg diatas ttg orang2 disekitar kita diluar konteks bisnis/usaha.
btw gimana cafenya sekarang? kena imbas krisis juga?
dian´s last blog post..Fondue
November 28th, 2008 at 9:34 pm
Kadang dalam dunia pemerintahan, menjadi manusia palsu itu perlu. Kadang mutlak malah. Kalo ndak gitu, kita gak bakalan bisa tetep eksis ditengah maraknya kepalsuan. sekalipun itu mengorbankan kata hati, tapi yah mau bagaimana lagi. Setidaknya kata hati itu tetap masih bisa diungkap lewat BLoG. He…
hahaha asli saya ngakak dengan coment bli Pande ini. rahasia umum yg diakui orang dalam pemerintahan sendiri. bisa ga kasi contoh yang lebih detail bli?
pande baik´s last blog post..MiRah GayatRiDewi MaLaikat KeCiLku
November 29th, 2008 at 7:35 pm
tapi akan runyam jika orang tsb bermaksud tulus tapi kemudian disalahartikan. kadang kita sbg manusia kan gak bisa selamanya menebak dg akurat apa yg ada di benak orang
so far aku bisa lo mbak Nita, liat track record orang itu terhadap diri kita and juga kebetulan bebalnya dia minta ampun saat lakukan itu
nita´s last blog post..DASAR KAMBING, LU!
November 29th, 2008 at 9:34 pm
apa mungkin saya juga salah satunya….
absolutely not
November 29th, 2008 at 11:53 pm
manusia palsu bener2 bikin sebel
November 29th, 2008 at 11:56 pm
manusia palsu ky gmn ya??
yah, sama aja sih. tp org kan berbeda. mgkn aja udah bawaannya ky gt. wlpun sebel, tp kt ga boleh nunjukin rasa sebel kt ma mereka, kt hrs hargain jg krn mereka jg manusia.
hhehehii…
salam kenal..
November 30th, 2008 at 10:12 am
bukankah saat ini kita berada dilingkungan ternyaman mereka
benar juga ya
December 1st, 2008 at 12:34 am
Jadi teringan salah satu lagu group and di Bali yang judulnya “Jeleme Palsu”.
December 1st, 2008 at 4:27 am
Nulis kayak gini pasti ada sesuatu yang terjadi. Yah kalau ketemu ‘manusia’ jenis ini, hadapi dengan senyuman ajah hahahahah…….. Tapi apa iya orang sebaik dirimu ketemu dengan orang2 macem begini.
Btw, aku salah satunya kah ? Tiang tiba2 ngilang setelah ngrepotin bli hiihihih……
halah gombal sampeyan..awas digebukin Eni ntar
Kania´s last blog post..PR Devari
December 1st, 2008 at 4:44 am
waduh….gemana ceritanya ni made kok sampe ke manusia palsu segala. memang terkadang susah hidup di dunia ini dg segala tingkah polah manusia. apalagi gumi semakin wayah, persaingan hidup semakin ketat. dg keterpaksaan kita dituntut utk mengubah pola hidup dari sejatinya. terkadang kita berusaha utk menjadi manusia sejati malah tertimpa tangga. makanya kita harus hati2 dan santai saja menghadapi manusia seperti itu. kadang kita menjadi manusia palsu sedikit ngak apa2, asal jangan kebangetan, karena jaman yg menuntut kita seperti itu. asal 95 % warna sejati dan selebihnya tambahkan warna yg lain entah itu merah, kuning dll, biar ngak putih melulu. dg begitu hidup ini jadi indah kan ? hi…..hi…….
hehe angka 95% itu bagus banget bli tut. level idealnya mungkin ya. simpel aja sebenarnya.be ourselves. klo dah ngeselin banget yah cuekin aja
December 2nd, 2008 at 2:03 am
sebenarnya sih sekali-kali jadi manusia palsu kan ga papa asal ada tujuan. misal, njilat boss, caper. nah, caranya kan emang kaya gitu. tapi sama teman yang juga suka jadi manusia palsu ya balas juga jadi manusia palsu. emang lo aja bisa, gue juga bisa. kan????
tapi kalo orangnya baik seperti bapak ini, ya ga perlu kan.
have i?
December 2nd, 2008 at 7:59 am
@chaplin, loe jadi manusia asli aja dah ngeselin apalagi jadi manusia palsu LOL.
bindan Era ke Aussie tris?
December 2nd, 2008 at 7:05 pm
Yah..nama nya aja kita manusia..tdk luput dr kesalahan…asal jgn setiap orang melakukan kesalahan di bilang Manusia Palsu,…Tuhan aja bisa memaafkan kesalahan umat NYA, napa kita nga?? berilah kesempatan buat orang itu tuk memperbaiki kesalahan nya…, tdk ada manusia sempurna,
suksma,
December 2nd, 2008 at 7:14 pm
patut bli dana. suksma
December 9th, 2008 at 2:00 am
bukan termasuk saya kan bli?
saya asli kok, hehehe asli bali
wira´s last blog post..I’m Pass
December 23rd, 2008 at 11:28 am
Manusia palsu, berhati palsu(abis transplatasi),bergigi palsu, semuanya palsu. Dunia ini juga palsu.Kita berada dalam kepalsuan. Artinya kitapun ikut didalamnya. Semoga kepalsuan yang baik datang dari segala arah.
Dwija´s last blog post..Selamat Hari Ibu