Archive for December, 2009
Sunday, December 27th, 2009
Nothing Works in this Country!
Yap, demikianlah sepenggal komentar yang saya dengar langsung dari seorang turis Singapura. Saat itu 19 Desember 2009, saya sedang berada di terminal keberangkatan internasional Ngurah Rai. Saya bersama sang turis tersebut sama sama sedang menunggu boarding pesawat SQ943 menuju Singapura. Dengan nada kesal dan penuh satire sang turis tiba2 nyeletuk dan ‘berorasi’ kecil-kecilan di hadapan beberapa temannya: nothing works in this country. Saat itu hanya ada beberapa orang Indonesia yang ikut boarding termasuk saya yang berada kebetulan dekat dengan sang turis.
Entah karena rasa nasionalisme atau apa, saya pribadi merasa jengah dan tertohok langsung mendengar komentar tersebut. Walaupun mungkin ada penyebab sehingga sang turis sampai mengeluarkan komentar seperti itu. Aneh juga ya, mungkin karena merasa WNI saya otomatis merasa menjadi ‘tersangka’ ketika mendengar komentar tersebut. Yang menjadi penyebabnya ternyata masalah ’sepele’ bagi kita bangsa Indonesia yang tercinta tetapi menjadi sangat annoying bagi turis2 tersebut. Pesawat SQ943 yang seharusnya berangkat jam 1 pm teng ternyata delay selama setengah jam. Kemudian saat petugas mengumumkan bahwa penumpang boleh boarding ternyata para petugas di gate itu kurang tegas sehingga proses boarding menjadi semrawut. Sudah menjadi standar umum bahwa yang boarding duluan itu first class dan business class lalu penumpang manula dan anak-anak. Yang terjadi saat itu, semua penumpang berhamburan menuju gate, tidak perduli tiketnya kelas apa. Inilah yang menjadi penyebab utama sang turis menjadi sewot.
Semoga kejadian itu tidak berdampak langsung terhadap image pariwisata di Bali. Menilik dari komentar tersebut: nothing works in this country, tersirat bahwa sang turis ini mungkin mengalami beberapa kejadian yang ‘tidak mengenakkan’ selama dia liburan di Bali. Kata nothing seolah menggambarkan bahwa itu bukan kejaadian pertama atau kedua yang dia alami tetapi untuk kesekiankalinya alias berulang-ulang.
Posted in cerita liburan | 4 Comments
Tuesday, December 22nd, 2009
General Medical Check Up di Prodia
Melakukan medical check up lengkap mungkin belum menjadi budaya setiap orang. Biasanya kalau sudah sakit dan atas rujukan dokter barulah melakukan medical check up. Alasan lainnya adalah atas nama policy perusahaan yang mewajibkan karyawannya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Saya mungkin agak terlambat karena baru pertama kali melakukan general medical check up setelah berumur 30 tahun. Pemeriksaan lengkap versi Prodia. Itupun karena iseng-iseng dan mumpung dapat gratisan dari perusahaan. Lebih baik lambat daripada tidaklah.
Setelah dipikir2 ternyata banyak dapat positif yang kita dapat ambil hikmahnya setelah melakukan medical check up. Dengan hasil pemeriksaan yang lengkap tersebut kita bisa melakukan beberapa tindakan preventif sehingga penyakit bisa dapat dicegah. Kenapa Prodia? Dari berbagai ’survey’ yang dilakukan di Facebook, ternyata Prodia direkomendasikan oleh banyak orang. Selain dipercaya sebagai tempat check up paling lengkap, kualitas hasil pemeriksaanpun akurat sehingga menjadi rujukan banyak rumah sakit dan dokter.
Biaya untuk paket terlengkap sebesar Rp. 2.170.000. Itu sudah meliputi pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah lengkap, BAB, kencing, all organ dalam, USG perut, EKG, thorax, jantung. Pokoknya banyak banget dan hasilnyapun tebalnya kayak skripsi. Lucunya hanya sedikit yang bisa dimengerti karena memakai bahasa medis semuanya. Untunglah setelah periksa, kita dapat konsultasi dokter gratis yang bisa menjelaskan panjang lebar tantang hasil check tersebut dan tentunya memberikan saran atas langkap apa yang mesti diambil atas hasil tersebut.
Yang paling seru adalah saat harus membawa BAB dari rumah. Walau sudah ditaruh dilaci mobil, tak ayal baunya memenuhi seluruh ruangan mobil. Hueeekksss karena tidak tahan akhirnya ngebut sambil buka semua jendela. Dari parkir lari2 kecil langsung ke ruang belakang dan menyerahkannya pada dokter. Yang mesti diingat adalah harus puasa total selama at least 12 jam sebelum mulai check up (kecuali air putih). Jangan harap ketemu sama orang2 muda di Prodia, sebagaian besar sudah lansia. Anehnya saat mau daftar, petugasnya malah tanya: ada keluhan apa Pak? Itu menunjukkan bahwa bagi pandangan umum dianggap ‘aneh’ kalau melakukan medical check up jika tidak ada keluhan apa-apa. Bagaimana dengan Anda?
Posted in cerita liburan, health | 7 Comments
Tuesday, December 8th, 2009
Koneksi Internet SMART
Saat tiba di Bali dua bulan lalu, saya sempat kebingungan mencari koneksi internet yang mau dipakai. Selain tersedia berbagai macam pilihan, kurangnya informasi yang saya punya tentang kredibilitas masing-masing layanan membuat saya menjadi ragu-ragu. Rencana awal mau pakai Speedy tetapi bagi saya terasa sangat mahal untuk yang unlimited. Pilihan kemudian jatuh ke Starone Unlimited. Sayang oh sayang ternyata Starone tidak support Mac, hanya Windows. Masak saya harus beralih ke Windows, tidak worth it sekali rasanya.
Huntingpun berlanjut diseputaran jalan Teuku Umar Denpasar. Saya kemudian teringat akan sebuah iklan diharian lokal tentang SMART www.smart-telecom.co.id dengan embel-embel gratis internet unlimited selama 100 hari. Setelah beberapa menit mondar mandir, gallery SMARTpun akhirnya ketemu. Dengan bantuan CSnya, setting hape modem SMARTpun dilakukan. Hanya ada dua kejadian kecil yang selalu buat saya tersenyum saat mengingatnya. Pertama saat CS dengan PDnya mau instal drivernya kemudian kebingungan mencari dimana optical drive Mac saya. Yang kedua saat sang CS bertanya dimana ‘My Computer’ pada Mac saya.
Pada prinsipnya ada dua jenis layanan SMART: broadband dengan iming2 speed up to 3.1 Mbps (pakai modem jumpstick dari SMART atau pakai handphone CDMA yang sudah support EDVO) dan yang reguler dengan pakai hape SMART seharga 400an ribu. Saya pilih saja yang reguler karena waktu itu tidak membawa kartu keluarga sebagai syarat ambil yang broadband (postpaid 150 ribu/bulan dengan harga modem 1 jutaan). Disamping karena faktor harga, saya pribadi rasanya tidak memerlukan speed yang wah, cukup untuk browsing saja.
Paket reguler ini lumayan stabil dengan speed download rata2 100 Kbps - 150 Kbps. Harga hape modemnya 400an ribu kemudian perbulannya cukup top up 45 ribu sudah dapat unlimited internet. Asiknya lagi, dapat gratis unlimited internet selama tiga bulan pertama. Browsing OK, bisa juga untuk Skype (voice dan video). Untuk youtube kurang maksimal, everything else is OK. Untuk 45 ribu/bulan, worth it banget.
Posted in internet komputer | 8 Comments



New Comments