Archive for the ‘blogging’ Category
Tuesday, June 3rd, 2008
4 Jurus Ampuh Mengatasi Bosan Ngeblog
Tiap blogger pasti akan mengalami masa2 bosan ngeblog. Entah itu blogger ulung atau blogger pemula, suatu saat akan mengalami penyakit bosan ini. Beberapa gejala yang mungkin bisa dijadikan indikasi terserang penyakit bosan ngeblog adalah sebagai berikut:
1. sepertinya kehabisan ide. Kata ’sepertinya’ ditekankan disini dalam artian sebenarnya kita tidak kehabisan ide untuk tulisan blog tapi karena diserang rasa bosan ngeblog ini menyebabkan seolah2 kita kehabisan ide, sehingga mulailah berkurang ‘kepekaan’ otak kita untuk menangkap ide2 tersebut yang sebenarnya banyak bersliweran di otak.
2. berubahnya internet behavior. Saat masih semangat 45 untuk ngeblog maka pertama kali dibuka saat online adalah blog sendiri kemudian blog orang lain. Urutannya mungkin sebagai berikut: 1. buka blog sendiri, 2. buka blog orang lain, 3. Check email, 4. Login ke messenger, dst dst. Setelah terserang virus bosan ngeblog maka urutan diatas menjadi tidak jelas.
3. kurang perduli komentar. Saat virus bosn ngeblog ini sudah mencapai stadium 3 maka seorang blogger akan menjadi kurang perduli dengan komentar. Ada komentar atau tidak, kurang perduli. Balas komentar di blog sendiri juga sering diabaikan. Dulu setiap buka blog sendiri, yang pertama dilihat pastilah berapa koment yang masuk lalu satu persatu mulai membalasnya walau terkadang hanya sekedar ketik ‘hehehe’
Dan mungkin masih banyak lagi gejala2 seorang blogger yang kena virus bosan. Lalu apa ada obatnya jika terserang virus ini? Obat instant tidaklah ada, namun ada beberapa tips yang mungkin bisa sedikit mengurangi sehingga virus bosan ini bisa disingkirkan. Simak 4 jurus ampun mengatasi bosan ngeblog di bawah ini. Ingat, effect dari tips ini berbeda untuk masing2 blogger:
1. Jadikan bosan sebagai ide. Justru jadikan kebosanan itu sebagai bahan tulisan. Bila perlu bersambung. Misalnya kejadian2 yang dialami akhir2 ini yang menyebabkan menjadi bosan ngeblog.
2. Saatnya blogwalking. Jika merasa bosan dan mentok alias sepertinya tidak ada ide maka ini adalah saat yang tepat untuk blogwalking. Diakui atau tidak, blogwalking masih menjadi cara manual yang ampuh untuk membuat blog semakin dikenal
3. Blog2 baru. Saat blogwalking, usahakan juga untuk mengunjungi blog2 baru yang selama ini jarang atau sama sekali belum pernah dikunjungi. Ini sebagai sebuah bentuk refreshment. Misalnya, jika selama ini biasa keliling2 seputar blogs di Bali, mungkin sesekali singgah di Bandung, Jogja atau Surabaya.
4. Hiatus. Ini jurus pamungkas. Jika beberapa tips diatas tidak mempan maka sebaiknya hiatus saja alias break. Buat satu postingan sebagai pemberitahuan kepada pembaca bahwa anda akan break sementara waktu.
Posted in blogging, opini | 29 Comments
Friday, May 23rd, 2008
Thanks Gusti Ngurah Gede Agung Sedana
Gara-gara membaca postingannya Wira, iseng saya ketikkan url blog saya www.devari.org di Google search. Beberapa linkpun muncul dan satu link yang membuat surprise adalah sebuah link yang berisi review blog saya oleh Gusti Ngurah Gede Agung Sedana di multiply.
Sebagai seorang blog amatiran saya jadi GR membaca review tersebut karena review tersebut merupakan sebuah appresiasi genuine dari beliau sehingga sedikit banyak bisa (kembali) membangkitkan gairah ngeblog lagi. Terima kasih untuk Gusti Ngurah Gede Agung Sedana.
Posted in blogging | 8 Comments
Thursday, May 15th, 2008
Untuk Pengunjung dan Pelanggan RSS Devari
Permakluman!
Dear pengunjung dan pelanggan RSS Devari yang tercinta,
Tanpa mengurangi kualitas dan jati diri dari kontent2 utama dalam blog saya selama ini, baik itu coretan2 tentang Bali dan budayanya, pengalaman2 di Karibia dan cerita2 ringan lainnya maka dengan ini saya permaklumkan bahwa saya akan sesekali mengisi blog ini dengan postingan2 yang sedikit atau kurang nilai idealismenya. Pasti ngerti maksud saya. Sebenarnya ada keraguan dan sedikit merasa takut ditinggalkan pembaca tapi saya ingin sekali mencoba. Saya akan berusaha untuk tidak sampai mengorbankan kenyamanan pengunjung (dg cara membatasi diri) karena saya percaya sebuah blog personal akan terasa hambar tanpa sapaan sang pemberi komentar.
Thanks berat.
Posted in blogging | 6 Comments
Wednesday, May 14th, 2008
Salahkah jika Blog jadi Komersial?
Sebuah email masuk ke inbox saya, wah kok ada iklan2 sekarang blognya? Saya yakin setiap blogger mempunyai cara, motivasi dan teknis masing2 dalam ngeblog. Entah itu bernama idealisme, cita2 ataupun hanya sekedar coretan ego di kepala. Blogger yang satu dengan yang lain tentunya juga mempunyai keunikan dan cara tersendiri dalam menyampaikan idenya dalam sebuah tulisan di blog, entah itu dipengaruhi oleh kemampuan, interest dan juga segala drama yang terjadi di sekitar si blogger tersebut.
Pun dengan saya. Pada saat mulai ngeblog September 2007, sebuah idealisme menginspirasi saya waktu itu. Karena banyaknya teman2 kerja yang meminta tolong untuk troubleshooting masalah laptop maka sayapun membuat tulisan2 di blog ttg satu problem dan pemecahannya sehingga jika next time ada yg bertanya ttg hal yang sama maka tinggal saya suruh untuk lihat di blog.
Berikutnya saya ‘bertemu’ dengan Mas Anton dan beliau ngajak ngabung di milis Bali Blogger Community. Dari sini saya mulai interaksi dengan teman2 sesama blogger di Bali yang tergabung dalam satu komunitas. Seringnya ‘bergaul’ dengan blogger Bali membuat saya tertarik untuk membuat tulisan2 menyangkut Bali dengan segala budayanya. Coretan2 tersebut tentu saja berdasarkan kemampuan saya sebagai orang Bali dalam memahami dan menginterpretasi dunia Bali dengan segala keunikannya. Juga, narsispun tak terbendung untuk share hal2 yg terjadi di Karibia, di mana saya bekerja sekarang.
Seiring waktu maka sayapun mulai mengetahui bahwa ternyata kita bisa ‘mendayagunakan’ sebuah blog untuk kepentingan komersial (baca: mencari uang) entah itu dengan iklan manual, cara adsense, paid review dan sejenisnya. Saya tahunya dari informasi sesama blogger di Bali dan juga dari Mas Cosa Aranda. Waktu pertama bikin blog dulu, jangankan tahu tentang hal2 komersil ini, menuangkan satu ide ke dalam sebuah tulisanpun rasanya tersendat2.
Pertanyaannya sekarang adalah apakah salah jika sebuah blog, yg sebelumnya what so called blog personal yg penuh idealisme, mengarah ke arah komersial? Apakah akan menjadi sebuah ‘dosa moral’ jika misalnya pasang iklan di blog, entah itu banner, adsense ataupun postingan paid review? Jawabannya tentu beda2 tergantung sudut pandang blogger itu sendiri. Saya sendiri mengalami hal ini dan ada kecenderungan untuk coba2 hal2 komersial di blog saya. Namanya juga usaha. I think it is still OK, tentunya dengan satu catatan penting: bahwa saya tidak akan kehilangan ‘jati diri’ dalam tulisan2 di blog saya seperti yang pengunjung kenal selama ini. Sekaligus kabar-kabari juga bahwa mungkin nanti sekali2 saya pakai blog ini untuk post paid review. Buat pengirim email, thanks atas appresiasinya. Saya masih seorang Devari dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Posted in blogging | 21 Comments
Sunday, May 4th, 2008
5 Tips Memilih Tempat Hosting
Tanggal 30 April kemaren, dunia blogging saya terasa runtuh. Bagaimana tidak, tempat hosting blog saya ini mengalami down time seharian penuh. Dari email pemberitahuan yang saya terima, dijelaskan bahwa down time ini karena ada proses maintenance pada server di US yang mulai jam 6 a.m sampai dengan 10 p.m. Saya fikir itu mungkin maintenance reguler, things should be OK, saya mencoba menghibur diri walaupun agak kawatir juga karena ini kejadian yang kedua dalam sebulan. Selain target up yang jauh melewati dari jadwal yang ditentukan ternyata setelah up, semua setting dan data2 saya balik kembali ke settingan 11 April. Sedih, cemas dan marah campur jadi satu. Tak enak juga kepada pengunjung karena semua komentar mereka juga hilang tak berbekas.
Saya tidaklah terlalu mengerti ttg seluk beluk perhostingan sehingga kurang bisa memahami kenapa data2 saya bisa hilang. Walau sudah dijelaskan panjang lebar oleh tempat hostingnya namun saya masih sedih dan mangkel, terkadang menjadi paranoid terhadap tempat hosting. Pikiran saya simple saja, tempat hosting itu sama seperti bank, tempat saya menyimpang uang. Nah jika bank itu ada renovasi apa, masak uang saya ikut hilang? Satu pelajaran berharga dari musibah ini adalah ttg back up harian. Sebelum hostingnya down, back up saya hanya sampai 21 April saja, sedangkan tempat hosting malah lebih lambat, back up sampai 11 April saja. Ada beberapa tips dari saya jika hendak memilih tempat hosting:
1. Waspadai harga terlalu murah. Sebelum memutuskan memilih tempat hosting, sebaiknya bandingkan dulu dengan beberapa tempat hosting lainnya. Ini untuk mencari perbandingan harga2 hosting tersebut sehingga kita mempunyai sedikit gambaran ttg harga hosting yang masuk akal. Jika terlalu murah, perlu diwaspadai karena stabilitasnya diragukan. Tidak berarti harga mahal menjadi jaminan akan tetapi carilah harga yang ada di kisaran ‘normal’ dan pada umumnya.
2. Konsep Teman. Sebagian dari kita akan langsung percaya jika tempat hosting itu dipunyai oleh teman kita atau temannya teman kita. Ini belum tentu. Teman boleh teman tapi tidak akan menjamin sebuah profesionalisme, terumata jika terjadi bencana. Jadi rekomendasi teman sebaiknya hanya dijadikan acuan dan tidak menjadikannya ‘harga mati’ harus milih tempat hosting itu.
3. Terms of Service. Perhatikan baik2 terms of service dari sebuah tempat hosting karena biasanya ada beberapa pasal yang dijadikan ’senjata’saat musibah datang. Misalnya, tidak bertanggung jawab jika data hilang bla bla, tidak melayani back up bla bla. Saat kita mengadu, maka ini digunakan untuk melawan kita.
4. Daily back Up. Mungkin tidak ada tempat hosting yang sempurna. Things happen tapi jika memungkinkan carilah tempat hosting yang ada back up data kita secara reguler, jika bisa yang ada daily back up. Dalam kasus saya, jeda back upnya sampai 19 hari dari tgl 11 April sampai 30 April.
5. Reputasi Perusahaan. Yang bisa juga dijadikan acuan adalah reputasi tampat hosting itu. Perhatikan website resminya. Siapa2 saja kliennya. Bagaimana struktur organisasinya? Bagaimana profesionalismenya dan juga bagaimana kondisi customer servicenya, terutama jika kita masih newbie dan awam ttg hosting2an.
Akhirnya tetap saya tekankan bahwa back up sendiri menjadi sebuah keharusan.
Posted in blogging, opini | 22 Comments
Friday, May 2nd, 2008
Maaf, Ada Migrasi Server
DevaRi mohon maaf kepada para sobat DevaRi karena kemaren tanggal 13 April 2008 kurang lebih antara jam 1 - 2 pm GMT - 5, telah terjadi migrasi server di tempat saya hosting blog ini. Akibat dari migrasi server itu banyak data-data say yang hilang termasuk draft, setting2 terakhir dan juga beberapa komentar terutama komentar2 pada postingan kapal pesiar kemarin.
Sebelumnya saya tidak mengerti kalau telah terjadi migrasi server dan kurang mengerti teknis2 begituan. Kemarin sempat bingung juga karena tiba2 kok settingan blog kembali ke satu hari sebelumnya. Siang ini saya sempat chat dengan pemilik hostingnya dan barulah tahu kalau ada migrasi2 gitu. Yang saya sesalkan adalah kenapa selalu konsumen yang jadi korban
Saya cukup disappointed dengan hal ini, apapun namanya entah server migrasi, urbanisasi, transmigrasi atau whatever, jangan sampai merugikan konsumen. Paling tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu sehingga konsumen bisa jaga2 dan melakukan back up. Good newsnya adalah company hostingnya masih punya data back up, tapi tetap saja kita tidak nyaman jadinya kalau harus setting ulang.
Mohon maaf kepada pengunjung yang komentarnya hilang baik itu di devari.org ataupun di devari.info. Beberapa reply saya juga hilang.
Posted in blogging | 2 Comments
Thursday, May 1st, 2008
My Hosting Company is S*ck
MOHON MAAF KEPADA PENGUNJUNG DEVARI.ORG, TEMPAT HOSTING SAYA ADA MAINTENANCE (LAGI) KEMAREN SELAMA HAMPIR 20 JAM. SEHARUSNYA EVERYTHING IS OK SAAT UP KEMBALI TETAPI TERNYATA SETTING DAN DATA2 BLOG SAYA BALIK LAGI PER TANGGAL 11 APRIL 2008.
MOHON MAAF SEKALI KARENA BANYAK KOMENTAR TEMAN2 YANG HILANG.
SALAM, DEVARI.
Posted in blogging | 5 Comments
Wednesday, April 9th, 2008
Saya Blogger Penakut?
After two years of deliberation, the House of Representatives passed the Electronic Information and Transaction Law last month, which prohibits citizens from distributing slander in any electronic format. Perpetrators can get a maximum of six years in prison or a fine of Rp 1 billion (US$107,526)
Itulah kutipan headline news dari Jakarta Post (4//7/2008) yang saya kutip dari milis Bali Blogger Community. Rada kawatir juga membaca kutipan berita tersebut. Bagaimana tidak, enam tahun penjara atau denda satu milyar rupiah. Beberapa hari lalu saya dapat copian lengkap tentang UU-ITE dari Sakti di Semarang dan memang isinya banyak yang tidak saya mengerti. Takutnya nanti adalah adanya banyak celah yang dipakai menjerat karena kebanyakan pasal2 tersebut mengandung makna ambigu alias pasal2pasal karet (meminjam istilahnya Sakti), terutama yang berkaitan dengan definisi mencemarkan nama baik dan mengemukakan berita2 yang tidak benar. Lah bagaimana dengan opini pribadi? Berita yang benar menurut versi siapa?
Adanya UU-ITE honestly membuat rada keder juga, bukan2 apa wong saya bukan aktivist dunia maya kok, saya juga bukan cracker dan hacker. Tapi pas liat2 posting2 lama, ada juga posting2 ttg opini pribadi (mainly ttg Bali) yg siapa tahu bisa dikategorikan melanggar UU itu. Haruskah posting2 saya delete? Mungkin saatnya sekarang pilih2 tema yg sekiranya aman2 saja? Saya blogger penakut?
Dari pengalaman beberapa tahun lalu saat2 aktif sebagai ‘aktivist’ tingkat banjar, bahwa bagaimanapun kuatnya kita adu argumen, berapapun banyaknya kita berbekal UU yang kita tahu yang sekiranya bisa melindungi kita, seberapapun kerasnya kita berteriak2 unjuk rasa atas nama kebebasan berpendapat, saya JAMIN tetap tidak bisa mengalahkan sistem (baca: pemerintah). Dulu padahal kejadiannya cuman simpel saja. Saya menulis sesuatu ttg protes sosial pembangunan di tingkat desa (di BaliPost) dan bisa ditebak beberapa perangkat tingkat desa tidak terima dan malah melaporkan saya ke polisi. Alhasil sayapun pernah merasakan pengapnya ruang interogasi. Kenapa tidak memakai hak jawab saja dan menulis balik di media yang sama? Jadi pesan moralnya adalah know your limit, sistem versus kita? Ya jelas 1-0!
Posted in blogging, opini | 30 Comments
Wednesday, March 26th, 2008
Introducing eBlogari
Ada satu pepatah kuno Romawi yang bilang ‘tak kenal maka tak sayang’, maka dalam rangka lebih saling mengenal sesama blogger, DevarRi’s CoRner mengadakan sebuah program/postingan yang bertajuk eBlogari. Mudah2an bisa memperat tali perblogan sesama blogger. Manusia adalah mahkluk sosial, begitu pula blogger. At the end, pertemananlah juga yang menjadi tujuan besar kita. Hidup Blogger!
Apa itu eBlogari?
e-Blogari Adalah kependekan dari editorial blog ala DevaRi.
Editorial apaan?
eBlogari merupakan program/postingan yang berisi review (tajuk rencana) atas sebuah blog dan juga figure sang pemilik blog tersebut, juga sepak terjangnya di dunia persilatan perblogan
Apa kriteria eBlogari?
Tidak ada kriteria2 khusus, suka2 aja.
Tujuan eBlogari?
Just for fun dan memperat tali perblogan sesama blogger.
Jadwal eBlogari?
Belum ada jadwal khusus, mungkin weekend/month-end
Bentuk postingan eBlogari?
Bisa berbentuk narasi atau wawancara.
Cara masuk eBlogari?
Bisa saya pilih sendiri atau mengajukan diri langsung via email, but subject to approval.
Posted in blogging | 38 Comments
Wednesday, March 26th, 2008
And the Winners are:
1. Arya (mankarya.co.nr)
2. Febra (lintaskata.wordpress.com)
3. Widi (gexindi.blogspot.com)
4. Ribeka (winardi.wordpress.com)
5. Paramarta (thinkrecorder.wordpress.com)
Pemenang diharapkan mengirim email kepada saya ke sini dengan subject ‘pemenang quis Devari’ dan tuliskan nama domain yang diinginkan. Email pengirim haruslah sama dengan dengan email yang dipakai pada waktu ikutan quiz DevaRi. Ditunggu paling lambat tgl 28 maret 2008 waktu karibia GMT-5. Jika terlambat hadiah akan diberikan kepada peserta lainnya.
Terima kasih. Tunggu upcoming DevaRi quiz next time
Posted in Kabar-kabari, blogging | 22 Comments
Tuesday, March 25th, 2008
Kilas Balik Quiz DevaRi
Akhirnya tiba juga saat yang ditunggu2 oleh para peserta quis DevaRi kemarin. Terus terang saya agak kebingungan untuk menentukan pemenang siapa yang beruntung kali ini. Walau sudah saya tekankan bahwa ini hanya sekedar fun tapi kawatir juga nanti ada persepsi bahwa saya pilih kasih atau gimana dalam menentukan lima orang yang beruntung itu. Makanya saya mohon maaf jika ada yang merasakan atmosfer itu, maksud hati sama sekali tidak demikian. Memang unsur subyektifitas tidak bisa saya lepaskan karena memang ini acara personal saya dan bukan dari organisasi sosial. Jadi tidak ada juri2an yang serious semua semata2 my own decision yang secara umum dipengaruhi oleh beberapa faktor misalnya ‘chemistry’ yang saya rasakan dari komentnya, belum mempunyai domain sendiri, readership terhadap blog ini (halah) dll.
Tengkyu beraaat juga atas partisipasi teman2, asyik juga membaca kesan pesannya terhadap blog saya. Ada yang bikin saya senyum dan ada juga yang membuat dahi saya berkerut memikirnya. Pokoknya seru, had a lot of fun reading it. Maaf, tidak bisa saya komentari satu persatu, beberapa misalnya :
Dari Kania :
“karena tiang sangat sayang ma devari.org, makanya tiang nulis ini wkakakkaka…… kalau bisa seimbang mengangkat tema budaya, adat istiadat Bali, dan sisi lain kehidupan-nya. Mungkin budaya Bali yang tersohor ke seluruh penjuru Dunia punya sisi negatif tapi toh juga nga bisa dipungkiri banyak sekali nilai2 positifnya. Jadi karena tiang belum lihat tulisan bli yang mengangkat nilai positif-nya, itu menjadi kritikan utama”
Hah sempat GR juga membaca ‘karena tiang sayang ma devari..”.Hehe, kirain ga ada .org nya, kirain sayang sama saya huahua. Kayaknya benar juga ya selama ini porsi postingan saya cenderung lebih banyak yang negatif. Bukan bermaksud ngangkat2 negatif gitu sebenarnya, tetapi lebih kepada sebuah usaha untuk mengangkat ini ke permukaan sehingga paling tidak kita orang2 Bali sadar secara seimbang bahwa ditengah gelimang adi luhung budaya ini masih ada kerikil2 yang perlu kita singkirkan karena bisa natuin. Kritik dari orang Bali sendiri (saya) rasanya cukup fair untuk memulainya dibandingkan jika orang lain yang duluan mengkritik. Di samping itu, untuk yang condong positif, sudah ribuan jumlahnya di internet, buku2 dll. Tengok saja web2 komersil yang bertopengkan artikel2 budaya Bali. Saya hanya ingin mengemukakan sesuatu yang opposite sehingga saya harapkan bisa memberi nilai tambah, tentunya dengan keterbatasan dan subyektifitas seorang devari.
Dari Widi :
“banyakin posting tentang keluarga, yah..pengen tau dong gimana memen devari dan perkembangan devari sapa tau jadi tempat shering perkembangan anak.”
Dari Lode :
“blog ini sangat egois karena make trade mark devari tanpa pernah mengapresiasi yang punya nama. masuk kategori bullying”
Duh, agak sedih juga karena jadi terus teringat putri tercinta yang sekarang ada di Bali bersama nenek/kakeknya. Memen devari baek2 saja di karibia sini tapi karena kesibukannya sebagai ibu pirates sehingga kurang begitu tertarik dengan dunia blogging. Tapi dia termasuk salah satu pembaca paling loyal blog ini dan beberapa blog teman2 saya. Thanks Widi atas atensinya mungkin kita bisa share di Bali nanti setelah kami pensiun dari dunia pirates.
Lode, penggunaan nama devari untuk domain sebenarnya adalah appresiasi yang eternal dari kami kepada putri saya Devina Ananda Perdari a.k.a Devari. Sayangnya saya tidak mempunyai cerita2 drama keseharian sebagai orangtua ttg Devari karena kami di Karibia dan dia di Bali. Bertemu setahun sekali selama 5 mingguan. Ingin rasanya juga bisa berbagi tentang gimana dunia parenting itu, apa daya belum bisa karena sebuah pilihan hidup untuk saat ini. Ada harga yang teramat sangat mahal yg harus kami bayar dengan pilihan ini, yaitu kehilangan beberapa moment penting dengan anak. Kami hanya mencoba menghibur diri dan menemukan sebuah excuse, untuk dia juga.
Dari Arya:
“satu saran dari saia bli, jangan takabur dan jangan lupa asal kita huhuhuh.dan tetep jadi blogger yang mau komen di blog kacangan seperti saia (karena blogger yang udah high level udah males ma macam blogger kacangan)segitu saja bli”
Ini dia buddy yang terus ‘menemani’ saya dari zaman blogpsot, wp sampai sekarang. Saya pribadi sama sekali tidak pernah mengganggap bahwa ada blog kacang, jagung dan biji2an lainnya. Semua ada proses belajarnya. Jikapun saya tidak bisa berkunjung balik ke semua blog, ada beberapa hal yg menyebabkan misalnya karena kesibukan kerja, punya dua blog dan juga karena saya menganut prinsip equalitas dalam dunia blogging. Bagi saya blogger itu mestinya menerapkan sistem menulis dan membaca. Ngeblog tidak semata2 hanya sekedar menulis dan take care blog sendiri tapi juga harus berani menyisihkan waktu untuk membaca blog orang lain sehingga tercipta jaringan pertemanan dan prinsip keseimbangan. Kira2 bahasa literalnya ‘kamu baca tulisanku, aku baca tulisanmu’. Seperti yang dibilang blog ini :
“If you want others to know about your site, read their works and try to comment if you can. Remember, if it only took you a couple of seconds to drop by on a blog, expect that they will also do the same on yours. Try to pitch in the extra effort and those bloggers would see that you are a person worth visiting“
Dari Paramarta :
“trus sarannnya tiyang menyukai topik yang diangkat ttg bali. menampilkan kebudayaan, prilaku, sentuhan bahasa dari orang bali sendiri. tapi kalo berubah tiyang nggak mendukung lo”
Terima kasih atas appresiasinya, sebenarnya saya tidak ada target2an untuk focus pada satu hal tertentu. Namanya juga blog personal, seperti pada disclaimer saya, jadi isinya bisa macam2 tergantung apa yg terjadi disekitar saya. Jadi jangan terlalu expect sesuatu yg sempurna pada blog ini. Blog orang2 terkenal bahkan berani memproklamasikan kemerdekaan blog mereka karena banyaknya pembaca yang ingin dia posting topik tertentu.
Dari si dokter berselendang :
“tulisan2 bli made ngga kalah ama karya para sastrawan, jurnalis ato seleb blog lainnya..kl tdk mau dikatakan lebih baik (jujur niki bli..), mudah dicerna, lugas, tegas.”
Wakakak, ini asli komentar scam tp membuat saya tertawa habis. Sastrawan euuyy! LOL.
Sedangkan Sakti, BlogDokter dan juga Febra mempunyai kesan2 yg hampir serupa, keep your style, your color dan katanya ini sudah menggambarkan siapa devari itu.
Maaf tidak bisa disebutkan satu persatu nanti terlalu panjang. Sekali lagi terima kasih atas segala appresiasinya. Pengumuman pemenang akan diadakan besok tgl 26 Maret 2008 waktu Karibia GMT-5.
Posted in Kabar-kabari, blogging | 20 Comments




Recent Comments