Archive for the ‘blogging’ Category

Saturday, June 7th, 2008

Pilih Mana, Full RSS Feed atau Summary?

btw, saya kurang suka dng blog yg ga pasang full feed pdhl enak baca dulu lewat reader, baru dibuka n komen bila dirasa tulisannya menarik buat saya.

Demikian komentar yang ditulis oleh Edy pada postingan saya terdahulu ttg kenapa pengunjung menjadi malas berkunjung lagi ke blog kita. Komentar ini menjadi menarrik karena sejauh ini masih terdapat perbedaan pandangan antara beberapa pihak, tentunya ada yang suka full dan ada yang suka summary.

Yang suka full bisa diwakili oleh komentar diatas dimana dikatakan bahwa lebih enak baca dulu di reader dan jika menarik baru lanjut ke blog dan memberi komentar. Bisa diasumsikan di sini bahwa faktor hemat waktu dan tidak repot2 datang ke blog menjadi pertimbangan utama. Sedangkan yang suka summary berargumentasi bahwa jika rss dipasang full maka akan mengurangi traffic langsung ke blog, pembaca bisa dengan mudah membaca lewat reader tanpa perlu langsung datang ke blog yang bersangkutan. Di samping itu rss full katanya tidak bersahabat dengan server alias menjadi berat. Benarkah demikian? Saya sendiri tidak paham. Mohon pencerahan dari teman2 yang berkompeten.

Saya secara pribadi akan sangat berterima kasih jika para blogger langganan saya memasang rss feednya secara full content. Karena apa? Banyak blogger termasuk saya sendiri tidak selalu bisa dalam tiap postingan untuk menggunakan judul dan beberapa kalimat pertama dari sebuah postingan sebagai sebuah ‘wakil’ yang bisa2 benar merepresentasikan isi postingan secara tepat. Biasanya judul dan satu atau dua kalimat pertama menjadi prioritas saya dalam membaca feed lalu kemudian melihat secara sepintas keseluruhan isi postingan, tidak secara detail melainkan gerakan cepat untuk men-judge dulu atau mencari point2 yg mungkin menarik untuk dibaca lebih lanjut.

Jika dipasang summary saja maka tentunya saya tidak bisa melakukan itu, dan jika judul kurang menarik maka akan lewat begitu saja. Yang kedua memang dari segi kenyamanan. Saat ini saya subscribe sekitar 126 rss feed, untungnya sebagian besar dari mereka memasang full content sehingga saya dengan mudah meloncat dari feed satu ke feed yang lainnya. Jika sangat menarik atau saya mempunyai hubungan emosional dengan blogger tersebut maka akan saya lanjutkan ke blognya untuk memberi komentar.

Dengan pasang full content mungkin ada kemungkinan akan kehilangan possible hit/traffic, akan tetapi kemungkinan postif lainnya akan nambah yaitu bertambahnya subscriber. Membaca postingan lewat reader terasa ringan dan asyik karena bisa semuanya dalam satu jendela. Bagaimana menurut pendapat Anda?

Posted in blogging, opini | 16 Comments

Friday, June 6th, 2008

Thanks to Novan Kojaque

Sejak beberapa hari yang lalu saya telah merubah tagline dari blog saya. Dulunya saya memakai tagline: a place where ideas flow dan diganti menjadi The Pirate’s Blog. Tagline baru ini kedengaran lebih asyik dan rasanya agak sesuai dengan keadaan saya saat ini yang sedang berada di Caribbean, which is secara sembarangan diasosiasikan dengan kata2 pirates. Sumber inspirasi dari tagline baru tersebut adalah dari Novan Kojaque. Saat2 jalan diblognya, saya melihat ada nama saya di blogrollnya si Novan: Devari The Pirates. Terima kasih untuk si Novan atas inspirasinya.

kojaque.JPG

Posted in blogging | 8 Comments

Thursday, June 5th, 2008

4 Sebab Pengunjung Malas ke Blog Kita

Pernahkan Anda merasa malas lagi untuk berkunjung ke sebuah blog? Atau setidaknya merasa ‘terpaksa’ harus berkunjung balik sebagai sebuah bentuk balas budi karena telah dikunjungi dan dikomentari? Adalah wajar jika kita suatu saat akan terserang rasa malas untuk berkunjung ke sebuah blog karena blog mostly adalah sifatnya personal jadi terserah yang punya blog. Tetapi, satu hal yang tidak bisa dipungkiri adalah banyaknya pengunjung, banyaknya komentar dari pembaca merupakan satu faktor penting yang membuat sebuah blog menjadi eksis.

Saya tidak percaya 100% jika ada blogger yang bilang tidak perduli dengan pembaca/pengunjung, yang penting saya ngeblog dan menumpahkan ide. Dalam hati pastilah ada rasa ‘kesepian’ jika blognya tidak ada pengunjung. Jadi pengunjung blog sudah menjadi bagian yang tak bisa dipisahkan. Sebisa mungkin pengunjung harus dibuat betah dan menjadi pengunjung setia (dan tidak sekedar terpaksa berkunjung balik). Beberapa tips berikut ini adalah sebab2 yang membuat pembaca biasanya menjadi malas, jadi mesti dihindari:

1. Postingan panjang. Postingan yang panjang sangat melelahkan bagi pembaca kecuali memang topik yang kita sajikan benar2 gres dan penting bagi banyak orang. Selain itu, postingan panjang cenderung menjadi tidak jelas arahnya, kontent utama menjadi kabur. Postingan panjang akan benar2 menjadi mimpi buruk jika ditambah dengan bentuk paragraph yang membengkak. Solusinya mungkin buat postingan yang bersambung.

2. Moderasi Komentar. Namanya juga blog jadi idealnya interaksi menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Saat kita menulis komentar di blog seseorang, besar harapan kita agar komentar dan jejak kita bisa segera muncul. Jika dimoderasi, akan ada kekecewaan dan bilang (dalam hati), agh gaya sekali blogger ini pake moderasi2 segala. Kecuali blog anda sedang dilanda spam, moderasi tidak saya anjurkan.

3. Pelit Reply Komentar. Percaya atau tidak, hampir sebagian besar pembaca yang balik lagi ke blog kita, akan melihat dulu komentarnya yang ditulis kemaren. Apa dapat reply atau tidak dari owner blog tersebut. Pengalaman saya, jika komentar saya dijawab, ada perasaan senang dan merasa dihargai. Jadi ada semacam ikatan emosional antara pembaca dengan owner blog. Usahakan selalu membalas komentar yang masuk. Jika benar2 sibuk buat aja satu komentar untuk semua (hi all dst).

4. Penganut anti blogwalking. Jalan2 ke blog orang lain adalah salah satu bentuk sosialisasi sesama blogger. Tiap pembaca yang berkunjung (blogger) berharap kunjungan balik. There is no such free lunch dude. Tentunya akan menjengkelkan saat kita sudah berkunjung 3 kali misalnya, tapi yang dikunjungi tidak juga berkunjung balik ke blog kita. Lalu jika tidak ada yang special, kenapa kita harus balik berkunjung ke sana? Kecuali jika memang blog tersebut adalah termasuk blog seleb seperti Saylow misalnya

Posted in blogging, opini | 22 Comments

Tuesday, June 3rd, 2008

4 Jurus Ampuh Mengatasi Bosan Ngeblog

Tiap blogger pasti akan mengalami masa2 bosan ngeblog. Entah itu blogger ulung atau blogger pemula, suatu saat akan mengalami penyakit bosan ini. Beberapa gejala yang mungkin bisa dijadikan indikasi terserang penyakit bosan ngeblog adalah sebagai berikut:

1. sepertinya kehabisan ide. Kata ’sepertinya’ ditekankan disini dalam artian sebenarnya kita tidak kehabisan ide untuk tulisan blog tapi karena diserang rasa bosan ngeblog ini menyebabkan seolah2 kita kehabisan ide, sehingga mulailah berkurang ‘kepekaan’ otak kita untuk menangkap ide2 tersebut yang sebenarnya banyak bersliweran di otak.

2. berubahnya internet behavior. Saat masih semangat 45 untuk ngeblog maka pertama kali dibuka saat online adalah blog sendiri kemudian blog orang lain. Urutannya mungkin sebagai berikut: 1. buka blog sendiri, 2. buka blog orang lain, 3. Check email, 4. Login ke messenger, dst dst. Setelah terserang virus bosan ngeblog maka urutan diatas menjadi tidak jelas.

3. kurang perduli komentar. Saat virus bosn ngeblog ini sudah mencapai stadium 3 maka seorang blogger akan menjadi kurang perduli dengan komentar. Ada komentar atau tidak, kurang perduli. Balas komentar di blog sendiri juga sering diabaikan. Dulu setiap buka blog sendiri, yang pertama dilihat pastilah berapa koment yang masuk lalu satu persatu mulai membalasnya walau terkadang hanya sekedar ketik ‘hehehe’

Dan mungkin masih banyak lagi gejala2 seorang blogger yang kena virus bosan. Lalu apa ada obatnya jika terserang virus ini? Obat instant tidaklah ada, namun ada beberapa tips yang mungkin bisa sedikit mengurangi sehingga virus bosan ini bisa disingkirkan. Simak 4 jurus ampun mengatasi bosan ngeblog di bawah ini. Ingat, effect dari tips ini berbeda untuk masing2 blogger:

1. Jadikan bosan sebagai ide. Justru jadikan kebosanan itu sebagai bahan tulisan. Bila perlu bersambung. Misalnya kejadian2 yang dialami akhir2 ini yang menyebabkan menjadi bosan ngeblog.

2. Saatnya blogwalking. Jika merasa bosan dan mentok alias sepertinya tidak ada ide maka ini adalah saat yang tepat untuk blogwalking. Diakui atau tidak, blogwalking masih menjadi cara manual yang ampuh untuk membuat blog semakin dikenal

3. Blog2 baru. Saat blogwalking, usahakan juga untuk mengunjungi blog2 baru yang selama ini jarang atau sama sekali belum pernah dikunjungi. Ini sebagai sebuah bentuk refreshment. Misalnya, jika selama ini biasa keliling2 seputar blogs di Bali, mungkin sesekali singgah di Bandung, Jogja atau Surabaya.

4. Hiatus. Ini jurus pamungkas. Jika beberapa tips diatas tidak mempan maka sebaiknya hiatus saja alias break. Buat satu postingan sebagai pemberitahuan kepada pembaca bahwa anda akan break sementara waktu.

Posted in blogging, opini | 30 Comments

Friday, May 23rd, 2008

Thanks Gusti Ngurah Gede Agung Sedana

Gara-gara membaca postingannya Wira, iseng saya ketikkan url blog saya www.devari.org di Google search. Beberapa linkpun muncul dan satu link yang membuat surprise adalah sebuah link yang berisi review blog saya oleh Gusti Ngurah Gede Agung Sedana di multiply.

rahde.JPG

Sebagai seorang blog amatiran saya jadi GR membaca review tersebut karena review tersebut merupakan sebuah appresiasi genuine dari beliau sehingga sedikit banyak bisa (kembali) membangkitkan gairah ngeblog lagi. Terima kasih untuk Gusti Ngurah Gede Agung Sedana.

Posted in blogging | 8 Comments

Thursday, May 15th, 2008

Untuk Pengunjung dan Pelanggan RSS Devari

Permakluman!

Dear pengunjung dan pelanggan RSS Devari yang tercinta,

Tanpa mengurangi kualitas dan jati diri dari kontent2 utama dalam blog saya selama ini, baik itu coretan2 tentang Bali dan budayanya, pengalaman2 di Karibia dan cerita2 ringan lainnya maka dengan ini saya permaklumkan bahwa saya akan sesekali mengisi blog ini dengan postingan2 yang sedikit atau kurang nilai idealismenya. Pasti ngerti maksud saya. Sebenarnya ada keraguan dan sedikit merasa takut ditinggalkan pembaca tapi saya ingin sekali mencoba. Saya akan berusaha untuk tidak sampai mengorbankan kenyamanan pengunjung (dg cara membatasi diri) karena saya percaya sebuah blog personal akan terasa hambar tanpa sapaan sang pemberi komentar.

Thanks berat.

Posted in blogging | 6 Comments

Wednesday, May 14th, 2008

Salahkah jika Blog jadi Komersial?

Sebuah email masuk ke inbox saya, wah kok ada iklan2 sekarang blognya? Saya yakin setiap blogger mempunyai cara, motivasi dan teknis masing2 dalam ngeblog. Entah itu bernama idealisme, cita2 ataupun hanya sekedar coretan ego di kepala. Blogger yang satu dengan yang lain tentunya juga mempunyai keunikan dan cara tersendiri dalam menyampaikan idenya dalam sebuah tulisan di blog, entah itu dipengaruhi oleh kemampuan, interest dan juga segala drama yang terjadi di sekitar si blogger tersebut.

Pun dengan saya. Pada saat mulai ngeblog September 2007, sebuah idealisme menginspirasi saya waktu itu. Karena banyaknya teman2 kerja yang meminta tolong untuk troubleshooting masalah laptop maka sayapun membuat tulisan2 di blog ttg satu problem dan pemecahannya sehingga jika next time ada yg bertanya ttg hal yang sama maka tinggal saya suruh untuk lihat di blog.

Berikutnya saya ‘bertemu’ dengan Mas Anton dan beliau ngajak ngabung di milis Bali Blogger Community. Dari sini saya mulai interaksi dengan teman2 sesama blogger di Bali yang tergabung dalam satu komunitas. Seringnya ‘bergaul’ dengan blogger Bali membuat saya tertarik untuk membuat tulisan2 menyangkut Bali dengan segala budayanya. Coretan2 tersebut tentu saja berdasarkan kemampuan saya sebagai orang Bali dalam memahami dan menginterpretasi dunia Bali dengan segala keunikannya. Juga, narsispun tak terbendung untuk share hal2 yg terjadi di Karibia, di mana saya bekerja sekarang.

Seiring waktu maka sayapun mulai mengetahui bahwa ternyata kita bisa ‘mendayagunakan’ sebuah blog untuk kepentingan komersial (baca: mencari uang) entah itu dengan iklan manual, cara adsense, paid review dan sejenisnya. Saya tahunya dari informasi sesama blogger di Bali dan juga dari Mas Cosa Aranda. Waktu pertama bikin blog dulu, jangankan tahu tentang hal2 komersil ini, menuangkan satu ide ke dalam sebuah tulisanpun rasanya tersendat2.

Pertanyaannya sekarang adalah apakah salah jika sebuah blog, yg sebelumnya what so called blog personal yg penuh idealisme, mengarah ke arah komersial? Apakah akan menjadi sebuah ‘dosa moral’ jika misalnya pasang iklan di blog, entah itu banner, adsense ataupun postingan paid review? Jawabannya tentu beda2 tergantung sudut pandang blogger itu sendiri. Saya sendiri mengalami hal ini dan ada kecenderungan untuk coba2 hal2 komersial di blog saya. Namanya juga usaha. I think it is still OK, tentunya dengan satu catatan penting: bahwa saya tidak akan kehilangan ‘jati diri’ dalam tulisan2 di blog saya seperti yang pengunjung kenal selama ini. Sekaligus kabar-kabari juga bahwa mungkin nanti sekali2 saya pakai blog ini untuk post paid review. Buat pengirim email, thanks atas appresiasinya. Saya masih seorang Devari dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Posted in blogging | 21 Comments

Sunday, May 4th, 2008

5 Tips Memilih Tempat Hosting

Tanggal 30 April kemaren, dunia blogging saya terasa runtuh. Bagaimana tidak, tempat hosting blog saya ini mengalami down time seharian penuh. Dari email pemberitahuan yang saya terima, dijelaskan bahwa down time ini karena ada proses maintenance pada server di US yang mulai jam 6 a.m sampai dengan 10 p.m. Saya fikir itu mungkin maintenance reguler, things should be OK, saya mencoba menghibur diri walaupun agak kawatir juga karena ini kejadian yang kedua dalam sebulan. Selain target up yang jauh melewati dari jadwal yang ditentukan ternyata setelah up, semua setting dan data2 saya balik kembali ke settingan 11 April. Sedih, cemas dan marah campur jadi satu. Tak enak juga kepada pengunjung karena semua komentar mereka juga hilang tak berbekas.

Saya tidaklah terlalu mengerti ttg seluk beluk perhostingan sehingga kurang bisa memahami kenapa data2 saya bisa hilang. Walau sudah dijelaskan panjang lebar oleh tempat hostingnya namun saya masih sedih dan mangkel, terkadang menjadi paranoid terhadap tempat hosting. Pikiran saya simple saja, tempat hosting itu sama seperti bank, tempat saya menyimpang uang. Nah jika bank itu ada renovasi apa, masak uang saya ikut hilang? Satu pelajaran berharga dari musibah ini adalah ttg back up harian. Sebelum hostingnya down, back up saya hanya sampai 21 April saja, sedangkan tempat hosting malah lebih lambat, back up sampai 11 April saja. Ada beberapa tips dari saya jika hendak memilih tempat hosting:

1. Waspadai harga terlalu murah. Sebelum memutuskan memilih tempat hosting, sebaiknya bandingkan dulu dengan beberapa tempat hosting lainnya. Ini untuk mencari perbandingan harga2 hosting tersebut sehingga kita mempunyai sedikit gambaran ttg harga hosting yang masuk akal. Jika terlalu murah, perlu diwaspadai karena stabilitasnya diragukan. Tidak berarti harga mahal menjadi jaminan akan tetapi carilah harga yang ada di kisaran ‘normal’ dan pada umumnya.

2. Konsep Teman. Sebagian dari kita akan langsung percaya jika tempat hosting itu dipunyai oleh teman kita atau temannya teman kita. Ini belum tentu. Teman boleh teman tapi tidak akan menjamin sebuah profesionalisme, terumata jika terjadi bencana. Jadi rekomendasi teman sebaiknya hanya dijadikan acuan dan tidak menjadikannya ‘harga mati’ harus milih tempat hosting itu.

3. Terms of Service. Perhatikan baik2 terms of service dari sebuah tempat hosting karena biasanya ada beberapa pasal yang dijadikan ’senjata’saat musibah datang. Misalnya, tidak bertanggung jawab jika data hilang bla bla, tidak melayani back up bla bla. Saat kita mengadu, maka ini digunakan untuk melawan kita.

4. Daily back Up. Mungkin tidak ada tempat hosting yang sempurna. Things happen tapi jika memungkinkan carilah tempat hosting yang ada back up data kita secara reguler, jika bisa yang ada daily back up. Dalam kasus saya, jeda back upnya sampai 19 hari dari tgl 11 April sampai 30 April.

5. Reputasi Perusahaan. Yang bisa juga dijadikan acuan adalah reputasi tampat hosting itu. Perhatikan website resminya. Siapa2 saja kliennya. Bagaimana struktur organisasinya? Bagaimana profesionalismenya dan juga bagaimana kondisi customer servicenya, terutama jika kita masih newbie dan awam ttg hosting2an.

Akhirnya tetap saya tekankan bahwa back up sendiri menjadi sebuah keharusan.

Posted in blogging, opini | 23 Comments

Friday, May 2nd, 2008

Maaf, Ada Migrasi Server

DevaRi mohon maaf kepada para sobat DevaRi karena kemaren tanggal 13 April 2008 kurang lebih antara jam 1 - 2 pm GMT - 5, telah terjadi migrasi server di tempat saya hosting blog ini. Akibat dari migrasi server itu banyak data-data say yang hilang termasuk draft, setting2 terakhir dan juga beberapa komentar terutama komentar2 pada postingan kapal pesiar kemarin.

Sebelumnya saya tidak mengerti kalau telah terjadi migrasi server dan kurang mengerti teknis2 begituan. Kemarin sempat bingung juga karena tiba2 kok settingan blog kembali ke satu hari sebelumnya. Siang ini saya sempat chat dengan pemilik hostingnya dan barulah tahu kalau ada migrasi2 gitu. Yang saya sesalkan adalah kenapa selalu konsumen yang jadi korban

Saya cukup disappointed dengan hal ini, apapun namanya entah server migrasi, urbanisasi, transmigrasi atau whatever, jangan sampai merugikan konsumen. Paling tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu sehingga konsumen bisa jaga2 dan melakukan back up. Good newsnya adalah company hostingnya masih punya data back up, tapi tetap saja kita tidak nyaman jadinya kalau harus setting ulang.

Mohon maaf kepada pengunjung yang komentarnya hilang baik itu di devari.org ataupun di devari.info. Beberapa reply saya juga hilang.

Posted in blogging | 2 Comments

Thursday, May 1st, 2008

My Hosting Company is S*ck

MOHON MAAF KEPADA PENGUNJUNG DEVARI.ORG, TEMPAT HOSTING SAYA ADA MAINTENANCE (LAGI) KEMAREN SELAMA HAMPIR 20 JAM. SEHARUSNYA EVERYTHING IS OK SAAT UP KEMBALI TETAPI TERNYATA SETTING DAN DATA2 BLOG SAYA BALIK LAGI PER TANGGAL 11 APRIL 2008.

MOHON MAAF SEKALI KARENA BANYAK KOMENTAR TEMAN2 YANG HILANG.

SALAM, DEVARI.

Posted in blogging | 5 Comments

Wednesday, April 9th, 2008

Saya Blogger Penakut?

After two years of deliberation, the House of Representatives passed the Electronic Information and Transaction Law last month, which prohibits citizens from distributing slander in any electronic format. Perpetrators can get a maximum of six years in prison or a fine of Rp 1 billion (US$107,526)

Itulah kutipan headline news dari Jakarta Post (4//7/2008) yang saya kutip dari milis Bali Blogger Community. Rada kawatir juga membaca kutipan berita tersebut. Bagaimana tidak, enam tahun penjara atau denda satu milyar rupiah. Beberapa hari lalu saya dapat copian lengkap tentang UU-ITE dari Sakti di Semarang dan memang isinya banyak yang tidak saya mengerti. Takutnya nanti adalah adanya banyak celah yang dipakai menjerat karena kebanyakan pasal2 tersebut mengandung makna ambigu alias pasal2pasal karet (meminjam istilahnya Sakti), terutama yang berkaitan dengan definisi mencemarkan nama baik dan mengemukakan berita2 yang tidak benar. Lah bagaimana dengan opini pribadi? Berita yang benar menurut versi siapa?

Adanya UU-ITE honestly membuat rada keder juga, bukan2 apa wong saya bukan aktivist dunia maya kok, saya juga bukan cracker dan hacker. Tapi pas liat2 posting2 lama, ada juga posting2 ttg opini pribadi (mainly ttg Bali) yg siapa tahu bisa dikategorikan melanggar UU itu. Haruskah posting2 saya delete? Mungkin saatnya sekarang pilih2 tema yg sekiranya aman2 saja? Saya blogger penakut?

Dari pengalaman beberapa tahun lalu saat2 aktif sebagai ‘aktivist’ tingkat banjar, bahwa bagaimanapun kuatnya kita adu argumen, berapapun banyaknya kita berbekal UU yang kita tahu yang sekiranya bisa melindungi kita, seberapapun kerasnya kita berteriak2 unjuk rasa atas nama kebebasan berpendapat, saya JAMIN tetap tidak bisa mengalahkan sistem (baca: pemerintah). Dulu padahal kejadiannya cuman simpel saja. Saya menulis sesuatu ttg protes sosial pembangunan di tingkat desa (di BaliPost) dan bisa ditebak beberapa perangkat tingkat desa tidak terima dan malah melaporkan saya ke polisi. Alhasil sayapun pernah merasakan pengapnya ruang interogasi. Kenapa tidak memakai hak jawab saja dan menulis balik di media yang sama? Jadi pesan moralnya adalah know your limit, sistem versus kita? Ya jelas 1-0!

Posted in blogging, opini | 30 Comments

« Older Entries Newer Entries »