Archive for the ‘computer’ Category
Friday, January 1st, 2010
Mendirikan Warnet & Game Online di Bali
Sudah menjadi tradisi bahwa setiap pergantian tahun orang-orang pada sibuk untuk membuat rencana-rencana yang mau dicapai di tahun yang baru. Istilah kerennya membuat resolusi, entah itu yang bersifat rencana pribadi maupun yang bersifat bisnis. Pun dengan saya, cita-cita mendirikan warnet & game online sudah dari dulu terpendam di otak tetapi karena ada berbagai kendala teknis dan non teknis akhirnya rencana inipun belum terealisasi sampai sekarang. Di tahun 2010 ini saya mengukuhkan rencana mendirikan warnet & game online di Bali sebagai resolusi bisnis.
Tersedianya berbagai layanan internet yang cukup variatif saat ini terkadang melunturkan niat mendirikan warnet & game online. Belum lagi provider-provider seluler yang berlomba-lomba memberikan layanan internet terhadap pelanggannya. Masihkah bisnis warnet & game online menjanjikan? Saya yakin masih mempunyai prospek bagus asalkan warnet & game online tersebut mempunyai nilai-nilai lebih yang bisa menarik pelanggan, dalam artian not just another internet cafe tetapi mesti menjadi pusat informasi teknologi yang dikemas apik.
Bekerjasama dengan seorang sahabat yang sudah malang melintang di dunia persilatan IT, mudah-mudahan rencana ini bisa berhasil dilaksanakan di tahun 2010. Dukungan, saran dan ide sangat diperlukan dari pembaca blog ini sehingga rencana pendirian warnet & game online ini bisa sukses. Jika ada yang mau berbagi pengalaman ttg suka duka beserta kendala2 teknis dalam jenis usaha ini, sudilah kiranya berbagi. Update dari pendirian warnet & game online ini akan terus diposting melalui blog ini, sekalian bisa berbagi dengan yang lain yang memiliki rencana yang sama
Selamat tahun baru 2010, semoga tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya.
Posted in business, computer | 5 Comments
Tuesday, December 23rd, 2008
Mempercepat Proses Shutdown Vista
Anda memakai windows Vista? Jika ya tentunya Anda sering mengalami bahwa Vista proses shutdownnya memakan waktu forever. Anehnya beberapa teman saya malah sudah terbiasa dengan proses shutdown yang lama itu dan mengganggapnya bukan sebagai masalah. Ceritanya beberapa teman minta tolong perbaiki laptopnya (Vista) yang tidak bisa start up normally, hanya bisa start up di safe mode.
Dalam memperbaikinya saya harus merestart laptop itu beberapa kali. Pertama restart saya heran plus kesalnya minta ampun karena Vista shutdownnya memakan waktu lama banget. Saya tidak anti Vista ya tapi terus terang saya tidak fans banget dengan Vista. In fact, Vistalah satu2nya menjadi alasan kenapa saya tidak pernah ingin lagi membeli laptop baru karena yang XP sudah hampir punah.
Hasil googling menunjukkan ternyata secara default proses shutdown Vista itu diset selama 20 detik. Bisa kebayang ga berapa lama 20 detik itu? Waktu selama itu saya bisa restart beberapa kali Mac saya. Cara mempercepat proses shutdown Vista adalah melalui system registry-nya. Buka ‘Run’ lalu ketik regedit. Saat Registry Editor sudah terbuka, klik pada HKEY_LOCAL_MACHINE, lalu pilih SYSTEM dan selanjutnya klik pada Current Control Set. Langkah berikutnya adalah memilih tab Control. Pada point ini lihat disebelah kanan tab khususnya pada point WaitToKillServiceTimeOut yang terjemahan kasarnya mungkin berarti kira2 ‘waktu yg diperlukan untuk shutdown’. Secara default di set 20000 miliseconds alias 20 detik. Rubahlah angka itu menjadi 5000 alias 5 detik. Menurut google, itu sudah maksimal. Bisa diset ke 3000 misalnya tapi tanggung resiko sendiri. 5000 kayaknya yang banyak digunakan dan diterima secara umum. Selamat mencoba!
Posted in computer | 21 Comments
Tuesday, December 16th, 2008
Hati-hati Cooling Pad Murah
Tahukah Anda kenapa produsen-produsen laptop lebih suka menyebut produk mereka dengan istilah notebook daripada laptop? Karena mereka nyadar bahwa yang namanya laptop itu idealnya haruslah oke dan tetap nyaman ketika digunakan atau ditaruh diatas pangkuan (top of lap). Tetapi pada kenyataannya hampir semua laptop mempunyai kekurangan yang sama yaitu cepat panas dan lumayan mengganggu jika dipakai dalam jangka waktu yang lama di atas lap.
Salah satu solusi untuk membantu laptop biar tetap adem adalah dengan mamakai cooling pad. Tertarik dengan harga yang murah (60 rebu rupiah), saya membeli sebuah cooling pad di Bali. Ada tiga buah fan kecil dengan formasi segitiga, power dari USB dan menyala ketika dipakai. Minggu-minggu pertama dipakai tidak ada masalah yang muncul tetapi setelah sekian lama, cooling pad itu mulai berisik keras sekali. Berikutnya saya menyadari bahwa USB port yang dipakai untuk cooling pad itu ada kelainan alias tidak bisa baca device lain selain cooling pad itu sendiri. Battery harus dibuka untuk menormalkan kembali keanehan USB port itu. Yang paling parah adalah cooling pad itu ternyata membuat battery menjadi exhausted dan lama-lama menjadi rusak, cepat drop, tidak bisa dicharge dan bahkan battery menjadi mati total.
Bagi yang berencana beli cooling pad murah, sebaiknya diurungkan saja niatnya. Beli sekalian yang branded dan yang tidak merusak battery. Untuk yang masih pakai sebaiknya tidak usah diteruskan karena lama-lama battery anda menjadi rusak. Cara-cara konvensional biar laptop tetap adem ternyata masih relevan diterapkan misalnya jangan memakai laptop pada permukaan semacam kasur, sofa dan sejenisnya. Yang terbaik adalah permukaan datar dan firm semacam meja (kayu) dan sejenis.
Posted in computer | 37 Comments
Thursday, December 4th, 2008
Introducing BCS
Ekonomi global lagi dilanda krisis, otak harus berfikir kritis untuk bisa menghasilkan pis. Hello teman-teman di Parrot Cay, introducing Butek Computer Service.
DO YOU HAVE COMPUTER PROBLEMS? IS YOUR
COMPUTER GETTING SLOW? DO YOU WANT TO GET RID OF
THOSE VIRUSES AND SPYWARE? INTRODUCING BCS
BUTEK COMPUTER SERVICE, ONE STOP COMPUTER SOFTWARE SERVICE
ON THE ISLAND
Package 1 TUNE UP & MAINTENANCE
Includes:
- tuning up your startup services
- tuning up your registry system
- cleaning up your hard disk from junk
- setting up your laptop into its best performance
- removing unnecessary program files
- freeing up RAM etc.
Price only $50
Package 2 TROUBLESHOOT & RECOVERY
Includes:
- virus problems
- spyware/adware problems
- DLL files errors
- wireless connection configuration errors
- repair/clean install Windows
- hard disk partition
- dual operating system
- etc.
Price only $100
P.S.
– free consultation session upon taking one package
- CD software is excluded
- no delivery service
- all work is done in my place, BLock 4 Unit B
- only receive order via email mybcs@gmx.com
- NO FIX NO PAY
Posted in Karibia, computer | 14 Comments
Monday, June 30th, 2008
Godaan itu bernama Windows
“selamat menjadi pengguna mac. kalau boleh saya bilang as a muslim: alhamdulillah, Made sudah berada di jalan yang lurus dan benaaar”
Demikian komentar menarik dari Pak Eep, seorang teman blogger di Bandung (eepinside.com) yang juga dedengkot Mac pada waktu saya posting pengalaman pertama mempunyai laptop mac. Beliau ini boleh dibilang mac freak alias penggila mac. Bagaimana tidak, produk2 mac bergelimang dikantornya dari macbook, iMac dan juga produk2 keci apple lainnya semacam iPhone, iPod dll. Sekilas komentar itu terkesan slenge’an tapi jika dipikir2 komentar itu bisa jadi mewakili cara pandang pengguna mac pada umumnya, terlepas dari segala perang klasik ttg manakah yang lebih baik antara mac dan windows. Debat kusir ini tentu tidak akan berujung karena masing2 mempunyai segmen pengguna setia dan lagian perang dingin yg membandingkan mac dengan windows itu tidak nyambung. Begini lagi kata sang dedengkot Mac:
kesalahan utama pengguna mac baru adalah: selalu membandingkan dengan windows.. pola pikirnya adalah kalau di windows bisa begini, di mac bagaimana ya..? kalau di windows bisa begitu, di mac begono ya? seharusnya, windows adalah windows, mac adalah mac. jadi ketika pindah ke mac, anggap mempelajari sesuatu hal yang baru yang ga ada padanannya di windows.
Bagaimana dengan saya? Sudah 8 bulan saya menjadi pemakai (mac). Ada satu hal yg mencolok selama memakai mac dibandingkan dengan pakai windows, tidak pernah sekalipun saya melakukan anything what so called maintenance, perbaikan sana sini, setting sana sini, bersihin sana sini, pokoknya tinggal pakai saja. Tidak ada sama sekali. No worries about virus, spyware, trojan dll whatsoever. Lainnya? Iya tentu saja faktor gaya-gayaan. Selebihnya sama saja saat pakai windows (hp laptop). Tapi justru akhir2 ini godaan memakai laptop windows terasa menggebu2 lagi. Ada tiga faktor yang membuat godaan itu tumbuh lagi:
1. Wifi signal. Salah satu kelemahan laptop mac adalah signal wifinya jeblok alias kalah total dibandingkan dengan windows, terutama yang pakai Intel ProWireless. Ini tentu faktor negatif yang signifikan alias jelek sekali untuk urusan mobilitas. Di apartment tempat saya tinggal, access point wirelessnya berada agak jauh sehingga sayapun harus duduk manis di teras jika mau akses internet, sedangkan teman2 lain yang pakai windows bisa duduk manis di kamar. Jikapun mac ditaruh sejajar dan sama jarak dengan komputer windows, pasti kalah bar. Windows bisa dapat full bar sementara mac cuman dua atau tiga. Suck!
2. Internet Phone. Salah satu internet phone yang populer di Karibia adalah iconnecthere.com. Selain biayanya murah untuk telpon ke antar negara di seluruh dunia, juga cara bayarnya banyak opsi. Selain kartu kredit bisa juga bayar dengan wire transfer, money gram atau western union. Celakanya, software client iconnecthere.com ini tidak bisa jalan di mac. Sungguh malangnya. Hanya jalan di windows.
3. Intinya, mac saya mau dilego. Vista adalah satu2nya penahan godaan ini. Sedikit sekali brand new laptop yang masih dibundel dengan XP. Semua vista. ThinkPad mungkin menjadi pilihan karena masih dibundel dengan XP dan juga nama besar IBM. Ada yang mau nawar mac saya?
Posted in computer | 18 Comments
Tuesday, June 17th, 2008
Sentimen Vista terhadap OS X
Akhirnya saya memutuskan untuk membeli iPod lagi setelah iPod lama semangkeditebe alias batere ngedrop. Kali ini pilihan saya jatuh pada jenis iPod klasik hitam 80 GB. Ada beberapa alasan kenapa saya memilih jenis ini, selain kapasitas yang besar juga harganya lebih masuk akal dibandingkan dengan harga2 dari iPod jenis lainnya. Apalagi harga iPod Touch, tidak worth sekali dengan kapasitasnya hanya menang di fitur2 dan sensasi dari sebuah latest product.
iPod barupun saya colokin ke Powerbook yang masih OS X Tiger. Update sebentar dan lagu2pun dicopy otomatis, begitu juga dengan file2 video dan juga photo2. Sentimen Vista terhadap OS X saya rasakan ketika minta lagu ke seorang teman yang laptopnya pakai Vista. Saat iPod Classic tersebut dicolokin, Vista tidak otomatis mendeteksi iPod tersebut malah dibilang tidak ready dan perlu di restore ke factory setting. Padahal tadi jelas2 sudah saya update dan masukin beberapa lagu dari OS X. Mendapat ribuan lagu dan video gratis dari sang teman ini cukup menjadi alasan saya bahwa masih OKlah untuk setting ulang lagi di Vista. Akhirnya, iPod Classic sayapun harus di-setting ulang di Vista dengan cara restore.
Setelah proses hisap lagu2 dan video selesai di Vista kemudian saya mencoba colokin iPod lagi ke OS X. Ternyata iPod Classic itu bisa dibaca dengan otomatis dan berfungsi dengan baik. Padahal tadinya sempat was-was karena proses update dan setting awalnya di Vista, bisa jadi nanti tidak bisa dibaca di OS X (Mac). Ternyata Vista memang sentimen berat kepada OS X. Vista oh Vista, jika dikau tak bisa baca iPod yang disetting pertama kali di OS X, kenapa kok OS X masih bisa baca dengan mulus walau iPod itu setting and restore ulang di Vista? Artinya apa?
(image taken from cybernetnews.com)
Posted in computer | 14 Comments



New Comments