Archive for the ‘Kabar-kabari’ Category
Saturday, November 12th, 2011
Mendarat Darurat di Iceland
Penerbangan berikutnya ke New York sungguh tragis dan terasa berbanding terbalik dengan penerbangan dari Singapura ke London. Penderitaan dimulai ketika keluar dari pesawat di Heathrow airport. Suhu udara yang mencapai 5 derajat Celcius sungguh sangat tidak bersahabat bagi saya. Tubuh menggigil seperti orang sakit. Saat reconfirm tempat duduk ke counter American Airlines, mereka tanya macam-macam. Semua penumpang tujuan US memang menjalani extra interview apalagi ditambah dengan passport Indonesia. Saat menunggu boarding, 2 polisi tinggi besar mendatangi saya dan bertanya “are you OK?” I “Yes Sir, any problem?” I “No, you look not well”. Buseet, ternyata tampang kedinginan saya dikira sakit sehingga ada kemungkinan untuk tidak diijinkan terbang.
Penerbangan ke New York menempuh waktu kurang lebih 6,5 jam. Nasib sial dapat kursi ditengah2. Mau kencing jadi rada2 malas karena mesti membangunkan yang duduk sebelah. Mau ngapa2in juga agak kikuk, tidak senyaman jika duduk di aisle seat. Mau bangun swaktu-waktu tidak masalah. Setelah mengeluarkan jurus pamungkas (vodca + tonic) barulah bisa tidur. Ribut2 dan heboh di sekitar kabin membuat saya terbangun tapi masih belum tahu apa yang terjadi. Ternyata seorang penumpang paruh baya yang duduk dua deret dibelakang saya kena serangan jantung. Para flight attendantpun sibuk menolong sembari memanggil2 jika ada perawat atau dokter on board. Pasang iPod dan penutup mata, sayapun mecoba kembali memejamkan mata. Tiba2 suara pilot nyaring terdengar bahwa berdasarkan pasal bla bla tentang keselamatan penumpang maka mohon maaf kita harus mendarat darurat untuk mendapatkan pertolongan medis. Airport terdekat adalah Reykjavík Airport di Iceland, berjarak satu jam dari posisi saat itu. Akhirnya terdamparlah saya di negeri antah berantah selama kurang lebih 3 jam lamanya, tanpa boleh keluar dari dalam pesawat. (Maaf ya buat Bobby dan Icha yang mesti bolak balik Queens-JFK karena delay)
Posted in Kabar-kabari | 4 Comments
Tuesday, November 8th, 2011
Penerbangan Terbaik dan Terburuk
Ada yang istimewa dalam penerbangan saya awal November kemaren. Sudah 6 tahun lamanya bolak balik menempuh long flight dari Denpasar menuju Providenciales Turks Caicos Island tapi baru kali ini terasa ada sesuatu yang istimewa baik dalam artian positif (best flight I ever flown) maupun yang terburuk. Sekedar informasi, para TKI yang bekerja di Turks Caicos Island pada umumnya menempuh jalur jalur flight sebagai berikut: Denpasar - Singapura - London - Bahamas - Providenciales atau Denpasar - Singapura - London - JFK/Miami - Providenciales atau Denpasar - Hongkong - JFK - Providenciales bahkan ada juga yang Denpasar - Singapura - London - Vancouver - Miami - Providenciales. Beberapa temen ada yang mesti terdampar ke Narita (Jepang) dulu. Kemanapun rutenya yang pasti itu kelas ekonomi, waktu transit di airport yang berjam -jam dan dengan carrier yang umum biasanya Garuda, Singapore Airlines, Cathay, British Airways, Qantas, dan American Airlines.
Rute yang saya tempuh kemarin adalah Denpasar - Singapore - London - JFK New York - Providenciales. Selasa 1 Nopember 2011 jam 11.30pm waktu Singapura, seperti biasa saya sudah lunglai duluan ketika akan boarding pesawat Qantas menuju London. Lama penerbangan yang 14 jam 30 menit terasa sangat mengerikan di kelas ekonomi. Kursi yang sempit, berdesakan dengan bule bule segede gajah dan AC yang membekukan darah merupakan dua momok menakutkan bagi saya. Namun begitu saya memasuki pesawat, saya agak kaget. Biasanya pesawatnya Boeing yang ukuran medium, saya kurang hafal typenya mungkin 747 atau 737. Yang jelas deretan kursi di kelas ekonominya adalah 3-4-3. Namun kali ini pesawatnya sangat berbeda, lebih besar dan kursi2nya lebih banyak (4-5-4) dan besar (seperti kursi kelas bisnis di pesawat lain). Yang paling membuat saya excited adalah ukuran layar TVnya jauh lebih besar dan wait a minute, kok cuman 5 orang penumpang di satu section badan pesawat ini (kurang lebih 150 kursi)? Terburu-buru saya ambil brosurnya dan pesawat ini berlantai dua, jenis Airbus A380-800. Iseng tanya ke flight attendant kenapa sepi, ternyata itu disebabkan oleh banyaknya penumpang yang cancel akibat mogok massal pegawai Qantas seluruh dunia sehari sebelumnya. Hanya beberapa penumpang yang masih dan mereka harus tetap terbang biarpun isi pesawat sedikit.
Setelah pesawat airbone tanpa menunggu lebih lama, saya membuat ‘bed’ yang nyaman. Empat kursi sekaligus dilipat hand restnya, beberapa selimut dan bantal. Jadilah tempat tidur yang sangat nyaman. Kelemahan saya jika long flight adalah sering kencing makanya pas check in pasti yang dicari aisle seat dan dekat dengan toilet. Ukuran toilet di Airbus A380-800 juga besar, hampir 2×2 meter. Last but not least, makanan dan pelayanan juga extra superb untuk kelas ekonomi. Tumben terbang lama bisa tidur nyenyak hingga tiba di London. Penerbangan berikutnya ke JFK New York sungguh berbanding terbalik. Biar tidak kepanjangan, nanti saya ceritakan di posting selanjutnya.
Posted in Kabar-kabari | 2 Comments
Wednesday, July 23rd, 2008
Arsitek Bali di Karibia
Satu lagi kiprah orang Bali di luar negeri yang membuat saya bangga sebagai orang Bali. Adalah tayangan di Travel Channel yang berjudul Owned Islands, sebuah acara TV yang berisi listing pulau-pulau terkenal yang dimiliki secara pribadi di seluruh belahan dunia termasuk Karibia yang ternyata mendominasi kepimilikan pulau2 pribadi. Kenapa Karibia? Selain faktor keindahan pantai dan mudahnya birokrasi pembelian pulau, faktor pentingnya adalah karena jaraknya yang dekat pusat kapitalis Amerika. Negara2 yang masuk kawasan Karibia bisa dilihat disini.
Salah satu pulau yang masuk dalam daftar tersebut adalah Necker Island yang terletak di British Virgin Island. Luas pulau tersebut hanyalah 74 acre dengan sebuah resort pribadi yang berdiri diatasnya. Pemilik pulau pribadi tersebut adalah Sir Richard Branson, yang punya Virgin Airlines dan juga raksasa industri Virgin Music di US sana. Yang cukup mengesankan adalah resort pribadi tersebut bergaya 80% nuansa Bali yang tentu saja diarsiteki oleh orang Bali. Sayang dalam narasinya tidak disebutkan nama, hanya disebut Balinese architect. Memang dalam tayangan itu jelas sekali terlihat gaya Balinya baik dari segi bentuk bangunan, atap maupun dari segi landscaping, plus tentunya patung2 batu yang banyak dijumpai di daerah Gianyar. Bahan2pun langsung didatangkan dari Bali.
Mau liburan ke sana? Harganya ‘hanya’ $56.000 sehari (akomodasi tok, excluding makan dll). Bookingnya yang susah. Pulau tersebut sudah fully booked untuk 10 tahun ke depan. Jadi kalau mau liburan ke sana tahun 2018, harus booking dari sekarang. Saya hanya wonder, dengan level seperti itu, kira2 bagaimana bayaran arsitek dari Bali itu?
Posted in Kabar-kabari, Karibia | 21 Comments
Sunday, June 1st, 2008
Nama BALI dibajak Pakaian Dalam
Setelah kemaren2 sempet terusik dengan penggunaan simbol2 Hindu di pakaian2 yoga para bule, akhir2 ini saya kembali merasa terganggu dengan sebuah iklan pakaian dalam termasuk bra, underwear dan sejenisnya. Adalah channel2 TV barat yang lagi gencar2nya menayangkan iklan tersebut semisal ABC, FOX News, National Geographic, MTV dan lain lain. Iklan pakaian dalam itu mengambil nama BALI sebagai trade mark mereka. Lihat saja slogan mereka: BALI: Bali Bra, Panties and Shapewear. Situs perusahaan pakaian dalam ini bisa dilihat di www.balicompany.com
Nama BALI juga sudah dikasi tanda copy right yang berarti sudah dipatenkan. Bagaimana perasaan Anda misalnya jika melihat iklan seperti itu di TV? BALI, pakaian dalam yang hebat atau misalnya INDONESIA, obat kuat bagi pria jantan.
Lalu nama Bali milik siapa? Kita yang nyontek dari mereka atau mereka yang terinspirasi dari nama Pulau Bali (yang notabene sudah terkenal mancanegara)? Atau hanya kebetulan saja? Atau mereka nebeng biar cepat familiar dan terkenal? Saya sendiri tidak tahu pasti bagaimana sejarah nama Pulau Bali, yang pasti Pulau Bali sudah ada sejak dulu kala dan kecil kemungkinan kita yang nyontek dari mereka. Apakah ini bisa dimasukkan kategori pelecehan psikologi dan pencemaran nama BALI?
Mari kita boikot produk mereka!
Posted in Kabar-kabari | 25 Comments
Saturday, May 31st, 2008
BeritaBali.com Kena Deface
BeritaBali.com, salah satu situs berita favorit saya, kena deface oleh seorang/sekelompok cracker yang bernama Crackers_Child. Pesan yang ditampilkan tidak bisa dimengerti karena bahasa yang dipakai juga aneh, tidak jelas bahasa apa. Hingga posting ini dipublish May 31, 2008 GMT-5 @ 4 pm, situs BeritaBali.com masih belum bisa diakses. Ini skrinsyutnya (klik gambar to enlarge):
Posted in Kabar-kabari | 15 Comments
Friday, May 2nd, 2008
Insiden SIM Indonesia di Karibia
Mau nyetir mobil di luar negeri? Sangat dianjurkan untuk memastikan terlebih dahulu dengan polisi setempat apakah SIM A Indonesia berlaku disana. Jika anda nekat maka siap-siap saja berurusan dengan polisi disana yang kayaknya sama sekali tidak bisa di sogok. Masing-masing negara mempunyai aturan yang berbeda-beda regarding bisa atau tidaknya SIM Indonesia digunakan di negara tersebut.
Selama di Karibia (Turks Caicos Island) saya tidak mengetahui bahwa sebenarnya SIM Indonesia hanya berlaku selama enam bulan, setelah itu kita harus nyari SIM lokal dengan biaya sebesar USD 150. Kabar burung yang saya dengar selama tiga tahun terakhir ini adalah bahwa SIM Indonesia berlaku terus selama SIM itu tidak mati tanggalnya makanya sayapun dulunya dengan PD selalu nyewa mobil pas jalan2 ke kota (downtown). Asyiknya lagi perusahaan rent carnya tidak tahu mana SIM C atau SIM A. Mungkin juga mereka tidak perduli as long as as dagangan mereka laku.
Sampai pada insiden beberapa waktu lalu saat berkendara bersama beberapa teman di kota. Beberapa polisi menghentikan mobil kami dan menanyakan surat2 dan tentu saja SIM. Sang teman yg kebetulan nyetir mengeluarkan SIM Indonesia dan dikatakan NO WAY. Mereka galak sekali karena mengetahui bahwa kami sudah beberapa tahun di sana tapi tidak mengetahui peraturan bahwa SIM Indonesia hanya berlaku enam bulan saja sejak kedatangan pertama. Lalu kamipun ditanya work permit dan bisa ditebak, tidak ada yang bawa alias memang selalu tersimpan di kamar. Mereka tambah marah dan siap2 untuk menyita mobil dan interogasi lebih lanjut. Believe me, berurusan dengan polisi di negeri orang jauh lebih mengerikan daripada di Indonesia. Akhirnya sebuah keajaiban kecil menolong kami, ketika kami tunjukkan ID Card tempat kami kerja, para polisi itu tiba2 cooling down dan berkata “Oh Parrot Cay hah, OK you free to go”.
Jika dipikir2 sebenarnya insiden itu tidak perlu terjadi jika saja kami:
1. Mengetahui dan memahami tanda2 lalu lintas di parkiran, mana keluar mana masuk, mana one way mana dua arah.
2. Mengemudi dengan ‘normal’ dan tidak bermental ‘kampungan’. Pada umumnya orang Indonesia itu akan keluar gayanya jika sudah bawa mobil: musik keras2 lalu buka jendela lagi, bikin ribut suasana parkiran.
Posted in Kabar-kabari, Karibia, Personal Stories | 1 Comment
Wednesday, March 26th, 2008
And the Winners are:
1. Arya (mankarya.co.nr)
2. Febra (lintaskata.wordpress.com)
3. Widi (gexindi.blogspot.com)
4. Ribeka (winardi.wordpress.com)
5. Paramarta (thinkrecorder.wordpress.com)
Pemenang diharapkan mengirim email kepada saya ke sini dengan subject ‘pemenang quis Devari’ dan tuliskan nama domain yang diinginkan. Email pengirim haruslah sama dengan dengan email yang dipakai pada waktu ikutan quiz DevaRi. Ditunggu paling lambat tgl 28 maret 2008 waktu karibia GMT-5. Jika terlambat hadiah akan diberikan kepada peserta lainnya.
Terima kasih. Tunggu upcoming DevaRi quiz next time
Posted in Kabar-kabari, blogging | 22 Comments
Tuesday, March 25th, 2008
Kilas Balik Quiz DevaRi
Akhirnya tiba juga saat yang ditunggu2 oleh para peserta quis DevaRi kemarin. Terus terang saya agak kebingungan untuk menentukan pemenang siapa yang beruntung kali ini. Walau sudah saya tekankan bahwa ini hanya sekedar fun tapi kawatir juga nanti ada persepsi bahwa saya pilih kasih atau gimana dalam menentukan lima orang yang beruntung itu. Makanya saya mohon maaf jika ada yang merasakan atmosfer itu, maksud hati sama sekali tidak demikian. Memang unsur subyektifitas tidak bisa saya lepaskan karena memang ini acara personal saya dan bukan dari organisasi sosial. Jadi tidak ada juri2an yang serious semua semata2 my own decision yang secara umum dipengaruhi oleh beberapa faktor misalnya ‘chemistry’ yang saya rasakan dari komentnya, belum mempunyai domain sendiri, readership terhadap blog ini (halah) dll.
Tengkyu beraaat juga atas partisipasi teman2, asyik juga membaca kesan pesannya terhadap blog saya. Ada yang bikin saya senyum dan ada juga yang membuat dahi saya berkerut memikirnya. Pokoknya seru, had a lot of fun reading it. Maaf, tidak bisa saya komentari satu persatu, beberapa misalnya :
Dari Kania :
“karena tiang sangat sayang ma devari.org, makanya tiang nulis ini wkakakkaka…… kalau bisa seimbang mengangkat tema budaya, adat istiadat Bali, dan sisi lain kehidupan-nya. Mungkin budaya Bali yang tersohor ke seluruh penjuru Dunia punya sisi negatif tapi toh juga nga bisa dipungkiri banyak sekali nilai2 positifnya. Jadi karena tiang belum lihat tulisan bli yang mengangkat nilai positif-nya, itu menjadi kritikan utama”
Hah sempat GR juga membaca ‘karena tiang sayang ma devari..”.Hehe, kirain ga ada .org nya, kirain sayang sama saya huahua. Kayaknya benar juga ya selama ini porsi postingan saya cenderung lebih banyak yang negatif. Bukan bermaksud ngangkat2 negatif gitu sebenarnya, tetapi lebih kepada sebuah usaha untuk mengangkat ini ke permukaan sehingga paling tidak kita orang2 Bali sadar secara seimbang bahwa ditengah gelimang adi luhung budaya ini masih ada kerikil2 yang perlu kita singkirkan karena bisa natuin. Kritik dari orang Bali sendiri (saya) rasanya cukup fair untuk memulainya dibandingkan jika orang lain yang duluan mengkritik. Di samping itu, untuk yang condong positif, sudah ribuan jumlahnya di internet, buku2 dll. Tengok saja web2 komersil yang bertopengkan artikel2 budaya Bali. Saya hanya ingin mengemukakan sesuatu yang opposite sehingga saya harapkan bisa memberi nilai tambah, tentunya dengan keterbatasan dan subyektifitas seorang devari.
Dari Widi :
“banyakin posting tentang keluarga, yah..pengen tau dong gimana memen devari dan perkembangan devari sapa tau jadi tempat shering perkembangan anak.”
Dari Lode :
“blog ini sangat egois karena make trade mark devari tanpa pernah mengapresiasi yang punya nama. masuk kategori bullying”
Duh, agak sedih juga karena jadi terus teringat putri tercinta yang sekarang ada di Bali bersama nenek/kakeknya. Memen devari baek2 saja di karibia sini tapi karena kesibukannya sebagai ibu pirates sehingga kurang begitu tertarik dengan dunia blogging. Tapi dia termasuk salah satu pembaca paling loyal blog ini dan beberapa blog teman2 saya. Thanks Widi atas atensinya mungkin kita bisa share di Bali nanti setelah kami pensiun dari dunia pirates.
Lode, penggunaan nama devari untuk domain sebenarnya adalah appresiasi yang eternal dari kami kepada putri saya Devina Ananda Perdari a.k.a Devari. Sayangnya saya tidak mempunyai cerita2 drama keseharian sebagai orangtua ttg Devari karena kami di Karibia dan dia di Bali. Bertemu setahun sekali selama 5 mingguan. Ingin rasanya juga bisa berbagi tentang gimana dunia parenting itu, apa daya belum bisa karena sebuah pilihan hidup untuk saat ini. Ada harga yang teramat sangat mahal yg harus kami bayar dengan pilihan ini, yaitu kehilangan beberapa moment penting dengan anak. Kami hanya mencoba menghibur diri dan menemukan sebuah excuse, untuk dia juga.
Dari Arya:
“satu saran dari saia bli, jangan takabur dan jangan lupa asal kita huhuhuh.dan tetep jadi blogger yang mau komen di blog kacangan seperti saia (karena blogger yang udah high level udah males ma macam blogger kacangan)segitu saja bli”
Ini dia buddy yang terus ‘menemani’ saya dari zaman blogpsot, wp sampai sekarang. Saya pribadi sama sekali tidak pernah mengganggap bahwa ada blog kacang, jagung dan biji2an lainnya. Semua ada proses belajarnya. Jikapun saya tidak bisa berkunjung balik ke semua blog, ada beberapa hal yg menyebabkan misalnya karena kesibukan kerja, punya dua blog dan juga karena saya menganut prinsip equalitas dalam dunia blogging. Bagi saya blogger itu mestinya menerapkan sistem menulis dan membaca. Ngeblog tidak semata2 hanya sekedar menulis dan take care blog sendiri tapi juga harus berani menyisihkan waktu untuk membaca blog orang lain sehingga tercipta jaringan pertemanan dan prinsip keseimbangan. Kira2 bahasa literalnya ‘kamu baca tulisanku, aku baca tulisanmu’. Seperti yang dibilang blog ini :
“If you want others to know about your site, read their works and try to comment if you can. Remember, if it only took you a couple of seconds to drop by on a blog, expect that they will also do the same on yours. Try to pitch in the extra effort and those bloggers would see that you are a person worth visiting“
Dari Paramarta :
“trus sarannnya tiyang menyukai topik yang diangkat ttg bali. menampilkan kebudayaan, prilaku, sentuhan bahasa dari orang bali sendiri. tapi kalo berubah tiyang nggak mendukung lo”
Terima kasih atas appresiasinya, sebenarnya saya tidak ada target2an untuk focus pada satu hal tertentu. Namanya juga blog personal, seperti pada disclaimer saya, jadi isinya bisa macam2 tergantung apa yg terjadi disekitar saya. Jadi jangan terlalu expect sesuatu yg sempurna pada blog ini. Blog orang2 terkenal bahkan berani memproklamasikan kemerdekaan blog mereka karena banyaknya pembaca yang ingin dia posting topik tertentu.
Dari si dokter berselendang :
“tulisan2 bli made ngga kalah ama karya para sastrawan, jurnalis ato seleb blog lainnya..kl tdk mau dikatakan lebih baik (jujur niki bli..), mudah dicerna, lugas, tegas.”
Wakakak, ini asli komentar scam tp membuat saya tertawa habis. Sastrawan euuyy! LOL.
Sedangkan Sakti, BlogDokter dan juga Febra mempunyai kesan2 yg hampir serupa, keep your style, your color dan katanya ini sudah menggambarkan siapa devari itu.
Maaf tidak bisa disebutkan satu persatu nanti terlalu panjang. Sekali lagi terima kasih atas segala appresiasinya. Pengumuman pemenang akan diadakan besok tgl 26 Maret 2008 waktu Karibia GMT-5.
Posted in Kabar-kabari, blogging | 22 Comments
Saturday, March 22nd, 2008
Welcome to the Club!
Turut berbahagia dan selamat menempuh hidup baru buat sahabat tercinta, Ms. Liliani. Semoga kebahagiaan selalu menyertai di setiap langkah kalian berdua. Welcome to the Club!
Posted in Kabar-kabari | 21 Comments
Thursday, March 6th, 2008
Nyepi, Maafkan Aku!
Saya mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi bagi teman2 yang merayakannya. Sayang sekali karena situasi dan kondisi, maka saya tidak bisa melaksanakan salah satu pantangan/puasa dalam Hari Raya Nyepi tersebut yaitu tidak boleh bekerja. Saya tetap harus bekerja karena berada di negeri orang. Ijinkanlah saya mohon maaf pada Tuhan, Hari Nyepi itu sendiri, dewa dewi, Ida Bhatara2 dan semua yg tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Again, I am sorry ya Tuhan. Semoga maklum. Lalu langitpun mendung, gemuruh menggelegar, kilat menyambar2 dan sayup2 terdengar suara Tuhan “Baiklah anak-Ku, it’s alright”. Saya lalu bertanya lagi. Tuhan, apakah boleh ngeblog di hari raya Nyepi? ![]()
Posted in Kabar-kabari | 26 Comments
Wednesday, March 5th, 2008
Catatan Kecil dari Hongkong
Beberapa waktu yang lalu saya sempat singgah di Hongkong (Kow Loon City). Betul, jelas bukan dalam rangka liburan tapi lebih karena memanfaatkan waktu jeda sehari sebelum melanjutkan perjalanan pulang kampung ke Bali, setelah sebelumnya datang dari Heathrow, UK. Memang begitulah nasib menjadi TKI dimana tiket pesawat sebisa mungkin yang termurah. Konsekuensinya adalah rute yang panjang kesana kemari dan jeda antara flight yang satu dan lainnya lumayan lama antara 8 jam sampai 24 jam. Tapi tidak apa2 juga lihat sisi positifnya saja, manfaatkan waktu extra untuk jalan2.
Pemandangan pertama yang saya perhatikan adalah bahwa tidak adanya unit2 rumah penduduk di seluruh pelosok kota. Tidak saya temukan adanya rumah2 stand alone yang berdiri. Yang ada hanya gedung2 tinggi skycraper. Saya tidak habis pikir, penduduknya pada tinggal dimana? Saya pikir gedung2 pencakar langit itu adalah tempat2 komersil atau perkantoran. Ternyata sebagian besar itu merupakan flat2/apartement penduduk kota. Dari informasi yang saya dapat, sangat sulit untuk bisa memiliki/membeli/membangun rumah biasa di Hongkong. Ada pembatasan yg ketat dari pemerintah. Hampir impossible, karena satu alasan: keterbatasan lahan. Bahkan pemerintah setempat terus berusaha melakukan reklamasi laut untuk membuat lahan baru. Saya jadinya bersyukur punya rumah dikampung lengkap dengan halaman dan benar2 berada di atas tanah (ground) dan bukan hidup di langit2 yg tinggi seperti penduduk Hongkong. Saya tidak bisa membayangkan hidup bertahun2 didalam flat ukuran 5 x 5 meter misalnya, dan berada di lantai 118. Selain tinggi2, juga berhimpitan antara gedung satu dengan yang lainnya.
Pemandangan aneh lainnya yang saya lihat adalah gaya fashion penduduk kota Hongkong. Tidak perduli tua atau muda. Tidak perduli mau ke mall atau hanya sekedar beli soto. Mereka selalu dan selalu berdandan super serious, dalam artian berpakaian yang maksimum. Yang muda2 heboh dengan mode terkini lengkap dengan gaya rambut aneh2 dan di cat warna warni sedangkan yg tua pada rapi persis seperti akan berangkat kerja. Saya merasakan ruwet dalam menjalani kehidupan seperti itu. Saat2 jalan2 di tengah kota, saya dan beberapa teman terlihat paling ‘aneh’ karena memang tidak blend dengan gaya berpakaian mereka. Satu lagi, cara jalan mereka sangat cepat dan selalu seperti terburu2.
Ada satu lagi yang membuat saya iri dan berhayal jika bisa diterapkan di Bali. Mereka selalu menggunakan huruf2/tulisan China pada setiap segi kehidupan baik itu informasi2 di tempat umum, nama2 gedung, jalan2, kantor2 dan semuanya, selalu pakai huruf2 asli mereka dan ditambah bahasa Inggris. Bahkan beberapa tempat umum seperti restoran memakai huruf2 itu semua sehingga saya sempat juga bingung mau pesan apa karena semua menu tertulis dengan huruf China. Di Bali saya rasakan masih belum maksimal, hanya pada tempat2 tertentu misalnya nama jalan dan tugu batas daerah. Agh, apa yang terjadi seandainya misalnya ada rumah makan di Bali yang menu2nya huruf2 aksara Bali semua? Bangkrut? ![]()
Posted in Intermezzo, Kabar-kabari | 26 Comments







New Comments