Archive for the ‘Kabar-kabari’ Category
Monday, March 3rd, 2008
Negara Tanpa Traffic Light
Ada satu fenomena menarik yang saya temukan di Turks Caicos Island (TCI), negara tempat saya bekerja sekarang, yaitu pada sistem transportasi mereka khususnya dalam hal peraturan berlalu lintas di jalan raya. Bisa jadi TCI mungkin merupakan satu2nya negara di kawasan Karibia bahkan di dunia, yang sama sekali tidak menerapkan sistem traffic light baik itu jalan utama (highway) maupun jalan2 biasa. Tidak ada satupun traffic light di seluruh jalan2 di negeri ini. Sekedar informasi, TCI masih merupakan koloni Inggris akan tetapi seluruh kegiatan perekonomiannya berkiblat ke USA termasuk digunakannya US dollar sebagai mata uang resmi. Penduduk aslinya terkenal dengan sebutan ‘belonger’ namun pendatangnya juga banyak yang berasal dari Haiti, Bahamas, Dominican dan sekitarnya.
Bagaimanakah mereka mengatur lalu lintas tanpa traffic light? Disetiap bundaran/perempatan/perlimaan/simpang enam, diterapkanlah peraturan yang disebut ‘give way’ (terjemahan kasarnya: berikan jalan) atau sering juga disebut ’roundabout’. Intinya setiap kendaraan yang tiba di persimpangan/bundaran harus memberikan jalan kepada kendaraan yang datang dari sebelah kanannya untuk lewat terlebih dahulu. Tidak perduli bagaimana ramainya sebuah bundaran, kita hanya konsentrasi pada kendaraan yang datang dari arah kanan kita karena yg ada disebelah kiri sudah pasti akan diam dan memberikan kita jalan terlebih dahulu. Disiplin mereka sangat jauh lebih bagus dibandingkan lalu lintas kita di Indonesia/Bali sehingga arus kendaraanpun lancar. Selain disiplin yang bagus, mungkin juga disebabkan karena tidak adanya sepeda motor seperti di Indonesia yang jumlahnya sudah kayak semut.
Lalu sayapun jadinya berandai2, bisakah sistem ‘give away’ ini diterapkan di Bali/Indonesia? Bagaimanakah wajah lalulintas kita seandainya tidak ada lampu merah di jalan2 kita? Berikut ini beberapa skenario seandainya sistem itu kita terapkan:
1. Setiap bundaran/perempatan/simpang enam dll akan menjadi tempat ajang kekuatan klakson2 mobil dan motor. Mereka akan berlomba2 saling memperbesar klakson karena pasti akan berguna untuk ‘menghalau’ kendaraan lainnya.
2. Setiap persimpangan/bundaran dll akan menjadi ajang tawuran umum bagi pengendara karena sudah pasti tidak akan yang mau mengalah, dan perang mulutpun akan terjadi. Pasti? Karena sekarang saja dengan adanya lampu merah masih saja dilanggar dan susahnya lewat di tempat2 seperti simpang siur, perempatan matahari dll.
3. Tanda lalu lintas ‘give way’ akan diganti menjadi ‘take way’ karena semua pengendara pasti maunya akan mengambil jalan dan bukan memberi jalan.
4. Omzet pengemis, pedagang acung dan dagang koran eceran meningkat karena dapat dipastikan macetnya kelamaan sehingga waktu belanja dan baca koran menjadi bertambah di tiap2 perempatan
5. Angka kematian bertambah karena akan sering terjadi ‘palu jangkrik’ di tiap2 perempatan.
Ada yang mau menambahkan?
Posted in Kabar-kabari, Karibia | 35 Comments
Sunday, March 2nd, 2008
Tuhanku Ada di Celanamu
Saya bukanlah Hindu garis keras (memang ada ya?) juga bukan Hindu sayap kiri, atau Hindu Protestant. Saya hanya penganut Hindu biasa2 saja. Bagi saya agama hanya adalah cara hidup yang diyakini seseorang dalam hubungannya dengan Tuhan, tidak perduli apakah agama itu merupakan suatu pilihan atau karena memang sudah dipilihkan oleh orang tua kita, as long as it works dalam hidup saya, ya sudah. Namun akhir2 ini saya sedikit merasa terusik tergelitik melihat trend yang berkembang dikalangan bule2 di dunia barat. Trend yang berkembang adalah penggunaan sablon2 huruf suci agama Hindu AUM/OM pada fashion mereka entah itu baju, celana dan bahkan sandal. Rasanya aneh juga dan merasa tidak karuan melihat pemandangan seperti itu.
Saya yakin mereka tidak ada maksud sedikitpun untuk melecehkan suatu agama. Bahkan mereka sendiri tidak tahu bahwa simbol yang ada di celana mereka adalah aum/om yaitu aksara suci dalam Hindu yang melambangkan manifestasi tiga dewa: Brahma, Wisnu dan Siwa. Bagi mereka itu hanyalah sebuah simbol atau lambang biasa seperti halnya simbol2 komersil lainnya semacam D&G, Armani dll. Pernah saya iseng ngobrol dan bertanya sama bule, “Tuhanku ada dicelanamu loh”, dan benar saja, mereka surprised dan sama sekali tidak tahu itu adalah aksara suci dalam Hindu.
Biasanya simbol aum/om itu ada pada pakaian2 yang khusus mereka gunakan untuk mengikuti kelas2 yoga. Yoga disini bukanlah maksudnya yang berhubungan dengan bertapa2 begitu tapi lebih seperti senam2 biasa/gerakan tubuh tertentu untuk mencapai keharmonisan jiwa dan raga, katanya. Kelas2 yoga biasanya juga menyertakan sedikit teori2 yang berhubungan dengan yoga itu sendiri termasuk aum/om tersebut dan sama sekali tidak menyinggung sangkut paut dengan agama Hindu. Bahkan ketika mereka memakai istilah Ayur Vedic (Ayur Weda), juga jauh dari kesan bahwa Ayur Vedic itu ‘milik’ Hindu.
Lalu bisakah trend ini disebut sebagai sebuah pelecehan agama? Entahlah. Sejauh ini saya bawa ke positifnya saja, anggap saja sebagai sebuah peringatan pribadi. Sebagai pengingat saya secara tidak langsung. Dengan melihat bule2 yang lalu lalang pakai celana dan kaos aum/om, secara tidak langsung sebuah peringatan terhadap saya untuk lebih rajin sembahyang.
Posted in Kabar-kabari, Karibia | 38 Comments
Tuesday, February 26th, 2008
My Dream is Dead
Hari ini adalah hari berkabung nasional dalam dunia karir saya. Sebuah kabar datang dari manager saya (retail/boutique depart.) bahwa proses kepindahan saya ke IT Department tidak bisa lagi dilaksanakan karena alasan sesuatu dan lain hal what is called ‘business decision”. Sebuah alasan yang tidak saya mengerti karena memang tidak ada penjelasan lebih lanjut. Berikut kutipan email kabar buruk tersebut dari pemegang keputusan kepada kepala IT:
“seperti yang kita diskusikan pagi ini, proses perekrutan tenaga baru untuk posisi IT Associate perlu ditunda. Akan tetapi saya yakin sebuah jadwal bisa dibuat sehingga Made masih bisa bekerja membantumu di IT Depart.”
Saya kecewa dengan kejadian ini mengingat story di balik proses ini. Beberapa waktu yang lalu, kepala IT menawarkan sebuah posisi di IT kepada saya. Tentu saja saya terima dengan suka cita dan penuh harapan mengingat posisi tersebut penuh tantangan dan yeah saya memang suka dunia IT. Kepala ITnyapun sangat confident proses ini akan lancar mengingat ke dua manager saya yang lama sudah menyetujui pindahnya saya. Tinggal menunggu prosedur saja misalnya harus mengiklankan posisi itu dulu di koran lokal dan juga proses perubahan ijin kerja. Dan prosespun hampir 95% komplit tapi tiba2 hari ini berita buruk itu datang. Sungguh sedih, karena dulu ditawarin tapi sekarang dicuekin
Tidak puas sayapun ‘merayu’ manager saya langsung dan bertanya ada apa sebenarnya. Tak saya sangka dia ngasi jawaban pendek. “Syukurlah kamu tidak jadi dipindahkan, saya tidak ingin dan tidak rela kamu pergi”. Waaaaa!!!
Betewe, saya sudah beberapa kali menjalani ‘test drive’ di IT, mengcover urusan IT ketika sang kepala lagi cuti. Pengetahuan formal saya tidak punya hanya belajar otodidak. Teman2 co-workerpun sering saya bantu untuk laptop troubleshooting. Hati siapa yang tidak berbunga2 ketika mendapat tawaran posisi di IT. Berarti ada kesempatan tambah ilmu. Secara umum saya punya pengetahuan cukup di bidang PC troubleshooting dan pemeliharaan, networking pemula dan juga lagi belajar Cisco system dan Windows Server 2003. Dan saya yakin dengan training penuh selama satu/dua bulan saya akan bisa menjadi IT Support yang berguna.
Sayang saya harus mengubur dulu mimpi tersebut. Mungkin lain kesempatan. I believe that was the best decision made by my company. Untuk menghibur diri, saya lalu membaca postingannya Hendra tentang kenapa orang2 IT di Indonesia tidak bisa kaya.Hehehe. (kutertawa walau hati menangis, seperti lagunya Slank)
*To Chris, thanks so much dude for giving me a chance, thanks so much for giving me such a dream. It is the time maybe for me to wake up
Posted in Kabar-kabari, Karibia | 37 Comments
Sunday, February 24th, 2008
Antibiotika tanpa Resep Dokter
Warning! Setiap obat mempunyai efek yang berbeda untuk setiap individu. Postingan ini tidak bersifat anjuran. Penulis tidak bertanggungjawab atas tindakan yang diambil setelah baca postingan ini. Jika sakit berlanjut, hubungi aja mbah dukun
Entah sugesti atau tidak, saya termasuk orang yang mempunyai keterikatan dengan obat2an tertentu yang berasal dari rumah, termasuk antibiotika. Saat dulu pertama kali merantau jauh di tahun 2005, saya minta dibuatkan rumus khusus oleh i nanang (ayah) yang adalah seorang tukang suntik di Puskesmas Nusa Penida I, rumus ttg antibiotika untuk jenis2 penyakit tertentu.
Posted in Kabar-kabari, Karibia | 23 Comments
Friday, February 22nd, 2008
Selamat Datang di Devari.org
Selamat datang di rumah baru blog saya devari.org. Akhirnya setelah melalui berbagai pertimbangan, saya memutuskan untuk memiliki domain sendiri untuk blog saya. Aspek belajar terhadap hal2 baru menjadi pertimbangan utama, walau tidak dipungkiri ada juga aspek narsisme yang sudah tidak terbendung untuk pake domain sendiri
Terus terang, istilah yang tepat untuk menggambarkan saya adalah ‘buta bongol’ alias tidak tahu apa2 tentang hal2 teknis pada domain. Ini pertama kali saya melihat bagaimana bentuk cpanel itu, sungguh ruwet terutama pada bagian install2 wordpress biar built in. Jadi mohon dimaklumi nantinya akan sering bongkar pasang karena saya masih belajar utak-atik fitur2 cpanel.
Posted in Kabar-kabari | 44 Comments
Wednesday, February 20th, 2008
Salut Dispenda Denpasar
Saya ingin berbagi pengalaman tentang pelayanan di Dinas Pendapatan Denpasar. Bagi saya pribadi, pengalaman ini adalah berarti karena bisa merubah pandangan saya terhadap pelayanan publik dari sebuah institusi pemerintah. Pandangan awam saya, biasanya berurusan dengan kantor2 pemerintahan adalah ‘ribet’ karena berbagai macam prosedur birokrasi yang harus dilalui. Tapi apa yang saya alami ketika berurusan dengan Dispenda Denpasar sungguh di luar ekspektasi saya.
Posted in Kabar-kabari | 26 Comments
Tuesday, February 12th, 2008
Konspirasi Blog Favorit BBC?
Karena ada member (beberapa member?) yang sampai merasa ‘tidak enak’ maka ada yang mengganjal di hati saya tentang pemilihan blog favorit versi BBC dalam rangka memeriahkan acara launching Bali Blogger Community (BBC) 10 Februari kemarin. Sifat pemilihan itu hanya hiburan belaka dan panitiapun tidak merumuskan kriteria macam2, masing2 member BBC boleh vote blog favorit mereka dengan atau tanpa alasan. Bahkan boleh milih blog sendiri. Jadi seharusnya bisa fun. Berikut kutipan emailnya:
—————-
…Lomba ini lebih bersifat hiburan, bukan sesuatu yangsangat serius. Jadi jangan terlalu dibuat gawat.Panitia pun belum punya hadiah apa utk pemenang. Kita lihat saja nanti. Hehe..
——————————–
Posted in Kabar-kabari | 40 Comments
Sunday, February 10th, 2008
Astro atau Indovision, Bingung
Bermula dari keinginan agar bisa nonton channel2 dunia melindungi keluarga dari ancaman TV2 Indonesia dengan segala tetek bengek shit-netronnya, maka beberapa waktu ke depan saya berencana untuk berlangganan TV berbayar. Hampir semua TV2 kita itu (kecuali MetroTV mungkin) menayangkan program2 yang ‘bahaya’ bagi anak2 pada jam2 prime time. Bagi yang belum berkeluarga mungkin kurang terasa akibatnya, tapi bagi yang sudah punya anak/keponakan yang sudah bisa nonton TV, maka kekawatiran itu sangat beralasan. ‘Penjahat2′ paling kejam yang mempengaruhi perkembangan jiwa anak adalah shit-netron2, tayangan berita2 kriminal yang sadistik, tayangan2 olahraga keras dan sejenisnya.
Posted in Intermezzo, Kabar-kabari | 25 Comments
Sunday, January 20th, 2008
Stereotype Orang Indonesia versi Bule
Seorang teman blogger dari Jerman menulis artikel cukup menarik tentang stereotype orang2 dari 55 kebangsaan yang berbeda termasuk Indonesia. Dia pernah hidup nomaden di beberapa negara dari 55 negara yang ditulis tersebut dan sekarang tinggal menetap di Bali. Stereotype kebangsaan atau National Sterotype yang dia maksud adalah
“a system of culture-specific beliefs connected with the nationality of a person. This system includes beliefs concerning those properties of human beings that may vary across nations, such as appearance, language, food, habits, psychological traits, attitudes, values etc.”
Posted in Kabar-kabari, social life | 28 Comments






New Comments