Archive for the ‘Karibia’ Category

Tuesday, September 2nd, 2008

Badai Melanda Parrot Cay

Hari ini seorang teman mengabarkan bahwa Parrot Cay, tempat kerja saya, sedang dilanda badai ganas. Parrot Cay adalah sebuah pulau pribadi di tengah lautan Karibia seluas 1000 acre yang juga sekaligus nama dari resort. Parrot Cay memang menjadi langganan hurricane setiap tahunnya (Agustus/September) namun beberapa tahun kerja di sana saya belum pernah melihat dan mengalami secara langsung. Selalu kebetulan sedang annual leave. Berikut ini petikan kisah dari teman saya ttg badai itu.

hurricane.jpg

(foto: staff dock yg biasanya jauh tinggi di atas air laut sekarang jadi rata tingginya). Mengawali bulan september di parrot cay, aku menemukan sesuatu yang belum pernah aku temukan dalam hidupku, walau nama tersebut tidak asing bagiku apalagi kalo sudah menginjak bulan ini. “hurricane” itu nama yang tidak begitu asing, tapi aku belum pernah menjumpainya. dan saat ini ditempat kerja ku, kami mengalami badai itu, dan sudah lebih dari 36jam hujan dan angin yang sangat kencang menyelimuti parrot cay. Sudah 3 tahun lebih aku ada disini, baru pertama kali aku melihat, kalo alam itu bisa sangat ganas, dan juga bisa sangat mendamaikan. sesuatu yang sangat bertolak belakang bisa di tunjukkan dan itu semua adalah karena kebesaran Beliau.

Diawali dengan datangnya tropical storm, guest yang jumlahnya 88 orang, masih terkurung di pulau kecil ini dan ditambah staff operational sekitar 100an orang. kami semua tidak bisa mengakses keluar dari pulau ini, karena laut yang mengelilinginya seakan ganas sekali dan juga hembusan angin yang sangat kencang. dan juga demografi daerah ini sangat datar, tidak ada 15 meter dari permukaan laut, dan itupun tempat yang paling tinggi. dan didaerah sekitar rocky point, air sudah sepinggang naiknya. Itu semua adalah air laut yang mulai merangkak naik karena pengaruh badai tersebut. Dan untuk meminimalkan adanya masalah keselamatan, semua staff (khususnya expatriate) diungsikan ke staff village yang dihotel, karena disana tempat yang paling tinggi didaerah ini. Seandainya keadaan seperti ini akan berlangsung lama, makan akan timbul permasalahan yang baru, dimana semua dari kami disini akan kekurangan bahan makanan. karena, disaat seperti ini, akses in atau out hotel ini, tidak ada sama sekali.

Buat teman2 di PC, selamat berjuang di tengah hurricane. Semoga semua fine2 saja dan badainya cepat berlalu.

Posted in Karibia | 9 Comments

Wednesday, August 6th, 2008

Mudahnya Cari Kartu Kredit di Karibia

Pernah mengalami susahnya apply kartu kredit di Indonesia? Susahnya terutama dalam hal birokrasi yang berbelit-belit dan tenggang waktu yang tidak jelas. Susahnya akan berlipat-lipat jika yang apply adalah kuli2 yang bekerja di luar negeri, kecuali punya orang dalam dan atau deposit mengendap. Bank-bank di Indonesia menganggap kita ‘pengangguran’ karena tidak punya surat kerja/slip gaji di dalam negeri. Demi keamanan, mereka tidak perduli walau sudah punya surat2 lengkap dari tempat kerja di luar negeri. Setiap mudik ke Bali saya selalu mencoba apply kartu kredit namun tidak pernah ada kabar berita dari bank sampai waktunya saya berangkat lagi (liburan kurang lebih 5 mingguan). Nasib-nasib!

mastercard-scotia.JPG

Ternyata cari kartu kredit di luar negeri itu jauh lebih gampang daripada di Indonesia. Tidak berbelit-belit dan super cepat. Kemarin saya mendapat kartu kredit Mastercard dari Scotiabank (scotiabank.com), sebuah bank internasional berpusat di Kanada yg juga merupakan bank kedua terbesar di Turks and Caicos Island. Syaratnya simple; passport, work permit, slip gaji plus surat keterangan dari Personalia. Hanya memakan waktu 8 hari, kartu kredit sayapun jadi dengan limit US $2000. Not bad!

Satu hal yang mendorong saya apply kartu kredit adalah biar bisa membuat acccount paypal. Tidak enak terus menerus nebeng dan merepotkan teman yang satu ini. Mudah-mudahan SR saya semakin lancar sehingga pundi2 dollar tetap mengalir ke account paypal saya. Di samping itu juga untuk gaya-gayaan, biasalah typical mental kuli2 Indonesia yang bekerja di luar negeri.

Posted in Karibia | 24 Comments

Wednesday, July 23rd, 2008

Arsitek Bali di Karibia

Satu lagi kiprah orang Bali di luar negeri yang membuat saya bangga sebagai orang Bali. Adalah tayangan di Travel Channel yang berjudul Owned Islands, sebuah acara TV yang berisi listing pulau-pulau terkenal yang dimiliki secara pribadi di seluruh belahan dunia termasuk Karibia yang ternyata mendominasi kepimilikan pulau2 pribadi. Kenapa Karibia? Selain faktor keindahan pantai dan mudahnya birokrasi pembelian pulau, faktor pentingnya adalah karena jaraknya yang dekat pusat kapitalis Amerika. Negara2 yang masuk kawasan Karibia bisa dilihat disini.

Salah satu pulau yang masuk dalam daftar tersebut adalah Necker Island yang  terletak di British Virgin Island. Luas pulau tersebut hanyalah 74 acre dengan sebuah resort pribadi yang berdiri diatasnya. Pemilik pulau pribadi tersebut adalah Sir Richard Branson, yang punya Virgin Airlines dan juga raksasa industri Virgin Music di US sana. Yang cukup mengesankan adalah resort pribadi tersebut bergaya 80% nuansa Bali yang tentu saja diarsiteki oleh orang Bali. Sayang dalam narasinya tidak disebutkan nama, hanya disebut Balinese architect. Memang dalam tayangan itu jelas sekali terlihat gaya Balinya baik dari segi bentuk bangunan, atap maupun dari segi landscaping, plus tentunya patung2 batu yang banyak dijumpai di daerah Gianyar. Bahan2pun langsung didatangkan dari Bali.

Mau liburan ke sana? Harganya ‘hanya’ $56.000 sehari (akomodasi tok, excluding makan dll). Bookingnya yang susah. Pulau tersebut sudah fully booked untuk 10 tahun ke depan. Jadi kalau mau liburan ke sana tahun 2018, harus booking dari sekarang. Saya hanya wonder, dengan level seperti itu, kira2 bagaimana bayaran arsitek dari Bali itu?

Posted in Kabar-kabari, Karibia | 21 Comments

Tuesday, June 24th, 2008

Emotional Bank Account

Dua hari ini saya mengikuti human resources development training di tempat bekerja. Sejujurnya, rada malas juga mengikuti motivational training karena pengalaman di Bali, training2 semacam itu biasanya membosankan dan membuat mata beratnya lima kilo. Tapi training kali ini membuat saya penasaran juga karena ini untuk pertama kali ikut dan juga dengan embel2 trainer internasional yang juga mantan penyiar stasiun TV abc. There must be something special about this person yang akan di-offer.

Ternyata metode2 trainingnya sangat membuat suasana menjadi hidup dan kocak habis. Waktu training dari jam 7 pagi sampai 3 sorepun tidak terasa. Satu hal yang menonjol saya rasakan adalah adanya atmosfir kebebasan dalam session training. Trainernya open minded habis dan selalu membuat suasana menjadi segar. Juga cara penyampaiannya yang penuh dengan kondisi horizontal, dalam artian dia memposisikan diri satu level dengan para peserta sehingga apa yang disampaikan mudah masuk. Tidak ada kesan vertical, apalagi menggurui dan sok tahu. Ada satu materi yang ingin saya bagi disini, yang mungkin bisa menjadi sumber inspirasi yaitu tentang emotional bank account. Katanya, kecerdasan emotional kita bisa diibaratkan sebagai sebuah rekening tabungan di bank. Ada sifat2 yang masuk kategori versi menabungnya/deposit (yang berarti rekening tabungan kecerdasan emosi kita bertambah) dan ada juga beberapa karakter yang bisa dimasukkan kategori withdrawal yang membuat tabungan kecerdasan emosi menjadi berkurang, bahkan habis jika kesalahan2 itu dilakukan terus menerus. Kedelepan faktor itu adalah sebagai berikut:

1. Deposit: always seek to understand first. Withdrawal: assume to understand. Yang manakah yang paling sering anda lakukan? deposit atau withrawal? Dalam interaksi sosial dengan sesama, biasanya kita cenderung selalu take for granted seseorang. Tidak benar2 memahami duduk masalah sebelum mengambil keputusan akan tetapi tinggal assume saja. Karena apa? Assume to understand lebih gampang dilakukan tidak memerlukan pertimbangan matang dan assume biasanya sering dipengaruhi oleh faktor feeling.

2. Deposit: Show kindness, respectful. Withdrawal: Show unkindness, disrespectful.

3. Deposit: Keeping promises. Withdrawal: Breaking promises. Hati2 mengucapkan ’saya berjanji..’. Tidak bisa memenuhi janji akan menguras tabungan kecerdasan kita yang nantinya bisa mengarah kepada hilangnya kepercayaan orang terhadap kita.

4. Deposit: Always Loyal to the absent. Withdrawal: bad mouth, gossiping. Katanya kita memang sudah ditakdirkan untuk selalu gampang membicarakan keburukan2 orang lain. Tapi ini seharusnya tidak menjadi justifikasi. Jangan suka menggosipkan orang apalagi memfitnah. Ada pepatah bagus untuk point 4 ini: Speak the truth or Nothing at All.

5. Deposit: Set Clear expectations. Withdrawal: unclear expectations. Dalam membangun sebuah relationship misalnya dalam lingkungan kerja atau rumah tangga, usahakan selalu men-set ekspektasi yang jelas akan output yang anda harapkan dari hubungan tersebut. Istilah Balinya mungkin saru gremeng aliass tidak jelas apa yang sebenarnya diharapkan dari relationship itu. Jika sudah dari awal tidak jelas, maka outcome yang dihasilkan juga tidak tepat persis seperti yang diharapkan. Tidak ada pedoman pasti yang mengarah pada goal yang ingin dicapai.

6. Deposit: apologize. Withdrawal: proud and arrogant. Sejauh mana keberanian anda untuk meminta maaf jika salah? Believe or not, sebagian besar dari kita masih mengalami kesulitan dalam mengakui kesalahan. Minta maaflah secara tulus tanpa mengharapakan orang itu juga minta maaf. Apalagi ada embel2 misalnya: maaf deh, kamu juga sih bla bla.

7. Deposit: Give feedback. Withdrawal: No Feedback. Dalam memberikan feedback usahakan selalu memakai I Messages dan bukan You Messages. I Message artinya kita menyampaikan feedback itu dalam mode concern dan feeling, karena kita care dan bukan You Message alias attack mode (yg bisa ditanggapi sebagai bentuk personal attack). Misalnya memberi feedback kepada rekan kerja yang membuat kesalahan, I Messages: My concern to you is that …., My perception to you …, My feeling etc. Sedangkan You Messages lebih bersifat menjudge seseorang: You are selfish, you are…, you are ….etc.

8. Deposit: Learn to forgive and forget. Withdrawal: let it hold ‘hostages’/seek revenge. Belajarlah memaafkan seseorang dan melupakan kesalahan itu. To forgive saja belum tentu artinya to forget. Bisa saja kita memaafkan tapi belum bisa melupakan alias masih mondar mandir di otak kita.

Dari delapan hal itu, lebih banyak yang manakah diri Anda, deposit atau withdrawal?

Posted in Karibia, opini | 17 Comments

Sunday, June 22nd, 2008

Caribbean English, Ya Man!

Berikut ini beberapa slang Bahasa Inggris yang dipergunakan sebagai lingua franca di Caribbean khususnya daerah Bahamas. Thanks to my friend Bobo atas pinjaman t-shirtnya from which ide postingan ini muncul:

Bahamian English                Plain English

hey mon?                                      how are you?

everything cool                           fine, thanks!

pliz                                                please

tanks                                             thanks

tank you too                                you are welcome

dred                                              dude

feelin-i                                          feeling high

kerpunkle up                               severely intoxicated

muddoh                                         wow

mudda-sik!                                   holly sh*t

bubbies                                         boobs

peas n rice boongy                      large buttocks

jook                                               jab

we dun reech                               we have arrived

free passes                                  still costs 10 bucks to get in

sale today                                    regular prices

mussy                                          must be

tingum                                         thing

fishenin                                       fishing

Posted in Intermezzo, Karibia | 9 Comments

« Older Entries Newer Entries »