Archive for the ‘Mac’ Category
Saturday, November 1st, 2008
Menggunakan Account IconnectHere di Mac
Untuk urusan komunikasi, salah satu layanan PC to phone alias VOIP yang diandalkan oleh para bajak laut adalah IconnectHere. Selain biaya yang paling murah di kelasnya, metode pembayarannya juga fleksibel, tidak hanya melalui kartu kredit tetapi juga bisa lewat wire transfer, money gram, western union dan juga paypal. Jika nelponnya langsung dari komputer, kualitas suara memang masih di bawah Skype dari segi kejernihan, tapi masih dalam batas toleransi, tetapi kualitas suara IconnectHere juga super jernih jika dipakai dari landline langsung, tentunya dengan memakai virtual calling card yang berlaku khusus di negara2 tertentu. Saya sendiri hanya pernah nyoba dari UK dan Singapura. Sayangnya, Iconnecthere hanya bisa dipakai secara native di Windows, dialer Iconnecthere sama sekali tidak bisa dijalankan di mesin Mac/OS X. Bagaimana dengan Intel Mac? IconnectHere yang dijalankan dari Windows di Mac (bootcamp) kualitasnya sangat2 turun drastis. Suara tidak jelas dan ketinggalan jauh dibelakang. Solusi untuk bisa memakai account IconnectHere di Mac secara native adalah dengan memakai dialer pihak ketiga yang bernama X-Lite dari CounterPath.com. Berikut ini langkah2 mengaktifkan account IconnectHere pada dialer X-Lite:
1. Download dialer X-Lite dari CounterPath.com dan instal di Mac Anda.
2. Setelah dialer X-Lite diinstal maka selanjutnya adalah mengaktifkan account IconnectHere pada dialer tersebut.
3. Jalankan/buka program X-Lite
4. Klik SIP Account Setting, Klik Add dan masukkan data sebagai berikut:
Display Name : Iconnecthere.com
User Name : masukkan 8 digit account Iconnecthere Anda
Password : masukkan 4 digit password Iconnecthere anda
Authorization : biarkan kosong/jangan diisi
Domain : natrelay.deltathree.com
Proxy : natrelay.deltathree.com:5060
Tips dan downside: Sebelum melakukan panggilan, sebaiknya add dulu no tujuan di Indonesia di Contact dan taruh pada kategori SOFTPHONE. Biasanya panggilan akan sukses ke nomer rumah, proXL, Indosat dan juga Ceria. Yang paling susah adalah jika no yang dituju adalah SIMPATI. Selamat mencoba.
Posted in Mac | 2 Comments
Sunday, October 19th, 2008
Hati-hati Tombol NumLock Mac
Ini kejadian lucu sekaligus pathetic yang saya alami pada keyboardnya Mac. Maklumlah penggemar baru. Secara tidak sengaja tombol NumLock saya pencet sehingga saat mau login ke OS X tidak bisa. Saat memasukkan user ID dan password, keyboad Mac saya sepertinya mati alias not responding. Tentu saja panic mode on. Saya restart lagi dan ketika mau login tetep tidak bisa karena tidak bisa input user ID dan password. Saya ketok2 keyboard dan pencet2 secara random. Anehnya hanya tombol2 angka yang mau sedangkan tombol2 huruf tidak bisa. Akhirnya tersangka utama jatuh pada tombol NumLock yang memang lagi on. Setelah dinon-aktifkan akhirnya bisa nginput juga keyboardnya. Duh, wish I knew it before.
Posted in Mac | 2 Comments
Tuesday, October 14th, 2008
Apple Launching MacBook Baru
Hari ini saya bolak-balik ke Online Apple Store tetapi sampai jam 3 sore tokonya masih belum buka alias belum bisa belanja. Apple lagi sibuk update tokonya sehubungan dengan peluncuran generasi baru MacBook dan MacBook Pro. Sudah tidak sabaran untuk merasakan keyboard yang crispy itu. Maklum selama ini saya hanya terbiasa dengan PowerBook butut saya.
Apple is design. Mungkin bisa dibilang begitu karena spek generasi baru ini tidak banyak berbeda dengan MacBook jadi secara performance masih similarlah. Namun yang bikin ngidam adalah perubahan drastis pada design dan warna. MacBook yang lama terbuat dari plastik gitu jadi kesannya terasa ‘gampangan’ dan tidak elegant. Nah pada generasi MacBook baru ini bahannya sudah terbuat dari aluminium, sama seperti bahannya MacBook Pro. Jadi dengan budget yang tetap $1300an kita bisa mendapatkan sisi keren dari MacBook Pro. Kalau MacBook Pro sih sudah dari dulu pakai aluminium cuman harganya itu lho yang bikin kepala senut-senut, jadi cukuplah ngidam MacBook yang biasa aja.
Perubahan mencolok lainnya adalah dari segi warna. Kombinasi silver dan hitam menurut saya sangat pas. Bahasa komputernya, kedua warna ini terasa ‘click’ begitu. Atau bahasa internetnya, perpaduan hitam dan silver pada generasi baru ini terasa ‘connected’. Dari segi daleman, generasi Mac Book baru ini prosessornya tersedia dua pilihan 2Ghz dan 2,4 Ghz, tentunya Interl Core 2 Duo. Perubahan lain yang cukup signifikan adalah pada kartu grafis. Mac Book yang lama masih pakai Intel Graphic Media Accelerator sedangkanMac Book yang baru memakai NVIDIA GeForce 9400, walaupun ga dedicated tapi mendinglah daripada yang dulu itu. Trackpadnya juga beda namanya Multi Touch Pad, tidak ada lagi button pada trackpadnya. Semua memakai teknik usap-usap jari baik itu tap, double tap, drag dll. Satu lagi, MacBook baru ini system busnya sudah 1 Ghz lebih, bandingkan dengan yang lama yang ‘hanya’ 800 Mhz.
Posted in Mac | 13 Comments
Wednesday, July 30th, 2008
Dijual Mac Powerbook (laku)
Dijual Mac Al Powerbook 15″ dengan spesifikasi sebagai berikut:
Processor G4 1Ghz
HDD 80 GB
SDRAM 1 GB
OS X 10.4 Tiger
DVD Combo Drive
Mas kawin hanya USD 600, dapat bonus tambahan sebuah penguat signal Wifi Quickerteck 500 mW (senilai USD 225), original cleaning cloth dan sebuah carrying case.
Posted in Mac | 22 Comments
Thursday, January 17th, 2008
10 Program Mac bagi Pemula
Hari-hari pertama migrasi dari Windows ke Mac, saya merasa tidak nyaman sekali. Penyebab utamanya adalah karena belum menemukan software2 basic yang biasanya dipakai di Windows. Belum lagi karena satu hal yang cukup vital, tidak adanya klik kanan pada Mac (harus kombinasi dengan tombol ctrl). Dari pengalaman pribadi (OS X Tiger), berikut ini saya rangkum program2 basic (dan gratis) yang saya perlukan untuk sehari-hari yang rasanya cukup bagi yang baru migrasi ke Mac, dengan asumsi belum pernah sebelumnya mengenal dan memakai Mac.
Posted in Mac | 16 Comments
Tuesday, December 11th, 2007
Mac Bikin Bodoh?
Setelah kurang lebih 2 bulan memakai Mac, sebenarnya secara umum tidak banyak yang berubah dari segi computing behaviour saya, hanya perlu beberapa penyesuaian di awal awal, selain itu semua hampir sama saat memakai laptop Windows-based, entah itu browsing, chatting, blogging, multimedia dan aplikasi2 ringan lainnya.
Namun ada beberapa aspek yang menurut saya pribadi, ada perubahan baik yang positif maupun cenderung negatif. Pertama, dari segi psikologi, memakai Mac terasa lebih percaya diri. Tidak jelas juga PDnya dari segi mana, yang jelas terasa lebih cool terutama jika ada di tempat2 umum e.g. airport, cafe dll. Entah ini pengaruh sugesti atau apa, sulit mendiskripsikannya secara verbal. Kedua, pakai Mac jauh lebih gampang jika ada kaitannya dengan aplikasi2 basic sehari2 yang berkaitan dengan multimedia. Dulu mau bikin DVD/VCD terasa ribet sekali, apalagi kalau mau copy DVD ke hard disk, di Mac semudah membalikkan telapak tangan dengan memakai MacTheRipper. Saat memakai Windows, copy lagu dari iPod ke hard disk memerlukan software khusus dan tidak gratis, di Mac cukup download saja Senuti. Beres. Juga ada iSquint untuk iPod video converter. Urusan photo2 juga menjadi lebih simple.
Ketiga, saving waktu banyak sekali karena tidak memikirkan lagi anti virus, spyware dan juga tidak mikirin lagi software2 what so called maintenance ataupun tune up software whatsoever.
Posted in Mac | 15 Comments
Thursday, November 29th, 2007
Malam Pertama Bersama Mac
2 November kemaren bisa jadi hari yang ‘bersejarah’ dalam dunia komputing saya karena pada hari tersebut saya berpindah dari laptop yang berbasis Windows ke Mac. Dari segi komputing behaviour, saya tidak terlalu tergantung sama jenis laptop tertentu karena memang pekerjaan tidak terlalu erat kaitannya dengan komputer, paling2 pake browsing, musik, foto dan aplikasi2 ringan laennya. Ada sedikit cerita yang menginspirasi saya kenapa harus pindah ke Mac. Baca2 di internet katanya Mac bagus dan user friendly untuk multimedia. Saya langsung tertarik karena kebetulan saya dan keluarga hobi berat bikin home video (camcorder miniDV). Daripada terus buang2 duit pake jasa transfer VCD/DVD yang di koran, lebih baik beli Mac, jadi nantinya gampang klo mau transfer2an. Disamping itu, Mac kelihatannya lebih seru (baca: keren), maka hatipun semakin mantap untuk membeli Mac.
Persiapan2pun dilakukan dalam rangka menyongsong migrasi tersebut. Yang paling dominan saya lakukan adalag browsing2 tentang Windows vs Mac, Mac for beginners dan topik sejenis lainnya. Semakin banyak baca, saya semakin bingung karena kok kedengarannya makin ribet, dalam artian bisa ga ya nanti saya pake Mac sebagus saya pake Windows. Dari shortcut2 yang berbeda, sistem yang beda dan juga software2 Macpun saya masih buta sama sekali ditambah pula saya tidak pernah sekalipun menyentuh Mac dari pertama kali mengenal komputer (1994).Keraguanpun muncul tapi setelah sering baca gampangnya bikin DVD di Mac sayapun membulatkan tekad.
Setelah liat2 di websitenya Apple, saya berencana membeli Macbook Pro yang 15″ seharga US $1.999. Apa daya waktu itu tiba2 ada kebutuhan mendadak yang perlu diprioritaskan sehingga budget Macpun jadi tertunda. Mungkin sudah jodoh dengan Mac, saat chat dengan seorang teman dan mantan boss di Bali, dia menawarkan Powerbook G4nya dg spek Tiger, HD60GB, RAM 1GB. Pertamanya saya gagap juga karena ga tahu apa itu Powerbook, yang saya tahu laptopnya Mac itu ya Macbook. Ternyata itu generasi sebelum Macbook. Dengan harga yang saya anggap bagus itu, sayapun OK dan 2 november kemaren pertama kali saya mempunyai Mac dan malamnya langsung saya ajak menghabiskan malam pertama :). Walau cuman Powerbook, terus terang senangnya luar biasa, pengalaman baru dan benar saja, sangat keren.
Gambar diatas menunjukkan Powerbook jelas keliatan lebih keren dari Compaq lawas saya maupun dari Satellitenya adik saya. Untungnya dari depan ga kentara apa itu Powerbook atao Macbook yang jelas cuman logo apple yang nangkring. Juga, Powerbooknya masih benar2 sangat mulus, mungkin karena yang pake cewek kali ya. Sedikit yang bikin gagap pertama pake Mac adalah ga ada klik kanannya (Ctrl klik) juga pas install2 agak sedikit kagok. Sayapun buka2 kerpekan ttg shortcut2 yang sejenis jika di Windows. Setelah sedikit pemanasan dengan Mac bekas saya yang ‘baru’, tujuan utamapun langsung dijalankan, yeah bikin DVD. Ternyata ayah tercinta sudah banyak punya home video yang nunggu ditransfer, ada 5 miniDV. Camcorderpun di-konek dan iDVDpun di launch. Sebenarnya bisa pake i-Movie dulu biar bisa atur2 dan edit2 tapi malam itu penginnya cepet2 saja sehingga pake i-DVD yang one step aja, jadi otomatis bikinnya, what you see what you get. Ternyata memang maknyess pake bikin DVD. Sempet juga saya benchmark kecil2an pake telkomnet versus Satellite terbaru punya adik (Inter Core 2 Duo dengan 2 GB RAM), mengejutkan! Powebooknya super cepat untuk ukuran dial up telkomnet, berkisar 50 - 52 kbps sedangkan si Satellite hanya mampu maksimal 32 kbps.
Saat transfer miniDVnya si kecil pake i-DVD, saya pake HP external DVD Burner karena Powerbooknya Combo
Posted in Mac | 7 Comments








New Comments