Archive for the ‘the Axe-Effect’ Category

Friday, July 25th, 2008

Dari dan Untuk Seorang Sahabat

Postingan ini merupakan sebuah tribute untuk seorang sahabat yang telah menuliskan sebuah catatan kecil sebagai berikut:

sendiri, ku termenung
terpaku dalam diam, dalam sepi.
sungguh ku tak mengerti, tak ku temui jawabnya.

sobat,
ku kehilanganmu, kini kau benar benar menjauh dariku, kau seakan hilang dari kehidupanku, tak ada lagi tegur sapamu, tak ada lagi perhatianmu, tak ada lagi candamu, yang semua itu membuatku nyaman. apa salahku padamu, sobat? hingga membuatmu benar benar tenggelam dalam jauh

sobat,
ku menyayangimu tulus, tak mau ku kehilanganmu, namun pabila menjadi sobatku itu tak membuatmu nyaman, dan kau merasa lebih bahagia tak bertemankan diriku lagi, ku akan mencoba menerimanya, meski terselip rasa sedih dan kehilangan,
rasa kehilangan yang menyelinap di kisi kisi hatiku, ada yang hilang dari hatiku

sobat,
bagaimanapun dirimu tetap sahabatku, teman terbaik yang pernah ku punya, teman terbaik yang pernah kumiliki, meski semuanya sesaat.
terima kasih sobat, untuk segala yang pernah kau berikan & kau lakukan untukku
doaku senantiasa menyertaimu, forever.

Jawaban:

Dear Sobat,
Untukmu, tidak ada kata sesaat. Kau tetap sahabatku;dulu, kini dan nanti, terlepas dari apa yang terjadi.Terima kasih untuk doamu, terima kasih untuk satu ruang maaf dihatimu, terima kasih untuk sayangmu. Yakinlah aku tetap disini, aku masih yang dulu, seperti yang kau kenal pertama kali.

Aku akan kembali, saat rapuhmu dan rapuhku sudah tidak ada lagi. Kuharap kau mengerti karena kepakan sayapku tak bisa jauh lagi!

Take care!

Posted in Personal Stories, the Axe-Effect | 14 Comments